Review Hotel Serela Cihampelas Bandung

Hai hai hai! Hello again, internet! Lamaaa banget nggak update yah! Haha. 😀

Tulisan ini saya buat sebenarnya saat usai Bulan April 2017 lalu, hanya saat itu masih berupa draft. Akhirnya setelah beberapa bulan terlewati, selesailah juga tulisan ini. Haha. Yuk, mari. 😀

 

– – –

 

Jadi, Bulan April 2017 sudah berlalu dengan saaaaangat cepatnya ya! Mungkin hal ini dipengaruhi juga oleh faktor “rentetan” libur long weekend yang terjadi secara berturut-turut, YA, berturut-turut bo! 😀 Bayangkan, long weekend pertama jatuh pada rentang tanggal 14, 15, 16 April 2017, berikutnya long weekend kedua jatuh pada rentang tanggal 22, 23, 24 April 2017, dan terakhir, libur long weekend ketiga yang baru saja berakhir yaitu jatuh pada rentang tanggal 29-30 April 2017 menyambung di tanggal 1 Mei 2017. Nah, buaaanyak banget kan liburnya tuh sebulan. Hahay! 😀

 

Nah, kali ini saya ingin kembali membahas (me-review) sebuah hotel dan pilihan kali ini jatuh pada sebuah hotel yang berada di tengah-tengah pusat Kota Bandung. Lalu, apakah ada hubungannya dengan paragraf pembuka di atas tadi? Yup, kami  mengambil kesempatan berlibur panjang long weekend pada rentang tanggal 22, 23, 24 April 2017 (Sabtu, Minggu, Senin).

 

– – –

 

Review Hotel

 

Wokeh! Saatnya kita membahas hotel yang menjadi tujuan utama tulisan ini ya. Cekidot gan!

 

Namanya adalah Hotel Serela Cihampelas, berlokasi super dan saaangat strategis di pusat wisata Kota Bandung. Hotel budget bintang 3 ini letaknya di seberang persis Mall Cihampelas Walk (Ciwalk) dengan harga sewa kamar per malamnya relatif sangat murah untuk ukuran bintang 3 dan lokasi yang suuuper strategis. Apalagi jika teman-teman memesan kamarnya melalui aplikasi beberapa situs perjalanan, seperti yang saya lakukan yaitu, memesan via traveloka dan agoda. Lokasi hotel ini juga dilalui oleh atraksi tempat wisata baru yang hitz banget akhir-akhir ini, yaitu Skywalk Cihampelas yang terhampar panjang di atas jalan raya Cihampelas, dan hotel ini juga dilalui jalur skywalk tersebut.

 

Sebenarnya saya sudah hampir beberapa kali menginap di hotel ini setiap saya ada acara di Kota Bandung. Ya nggak selalu sih, tapi hampir selalu menjadi urutan pertama di kepala saat tiba-tiba dapat undangan kegiatan di Bandung. Haha.

 

Akan tetapi, setiap saya ke Bandung, pasti pas adaaa saja kegiatan yang memang sedang ada dan diselenggarakan di Bandung, entah reuni SMA, reuni kuliah, nikahan teman SMA, nikahan teman kuliah, acara konser ex-ekskul semasa kuliah, dan sebagainya. Sepertinya memang belum pernah seumur-umur setelah lulus dari Bandung 4 tahun lalu, setiap datang ke Bandung itu yang memang sengaja datang ke Bandung untuk sengaja liburan atau sengaja refreshing sepertinya belum pernah, pasti ada saja “bumbu”nya, ya…kegiatan-kegiatan itu tadi yang sudah saya sebutkan di atas. Haha. 😀 Oh iya, ada pernah sekali sih, itu pun saat sedang ada keluarga dari pihak suami yang memang rencana ingin liburan weekend di Bandung, walau sayangnya belum dalam formasi yang sangat lengkap.

 

Oke-oke, balik lagi. 😀

 

Duluuu sekali, lokasi Hotel Serela Cihampelas ini sebelum menjadi sebuah hotel, adalah sebuah Factory Outlet seperti FO-FO lain yang bertebaran banyak di pinggir jalan Cihampelas. Kebetulan saat penghancuran FO dan masa-masa akan dibangunnya hotel ini, saya lumayan “menyaksikan” prosesnya karena dulu beberapa kali suka main di Ciwalk saat masa-masa masih kuliah.

 

Kondisi Kamar Hotel

 

Beberapa tipe kamar di Hotel Serela Cihampelas yang disediakan ada tipe Superior, Deluxe, sampai tipe Grand Deluxe. Tipe kamar Superior bisa didapatkan dari rentang harga Rp 400.000 – Rp 500.000-an. Cukup murah bukan? Ditambah apabila teman-teman melakukan reservasi via aplikasi travel online, ditambah jika terdapat promo-promo yang ditawarkan oleh aplikasi-aplikasi tersebut.

 

Kami pun juga mencicipi kamar tipe Grand Deluxe dengan tarif per malam saat kemarin itu sekitar Rp 750.000-an, dan kami mendapatkan harga sekian karena mendapatkan promo dari aplikasi tempat kami melakukan reservasi. Menurut saya untuk tipe kamar terluas dari sebuah hotel budget bintang 3 tersebut dan dengan posisi yang super sangat strategis, harga sekian termasuk ke dalam kategori relatif murah ya.

 

Dari segi ukuran kamar, menurut saya untuk yang tipe terendah dari hotel ini pun tidak kecil-kecil amat, ya…seperti pada umumnya ukuran kamar hotel budget modern saat ini. Dan untuk tipe kamar terluas di hotel ini memiliki ukuran sekitar 28 m². Berikut merupakan penampakan dari tipe kamar Grand Deluxe dari Hotel Serela Cihampelas.

 

Penampakan Kamar Tipe Grand Deluxe

 

Penampakan Kamar Tipe Grand Deluxe

 

Kebetulan saat liburan longweekend kemarin, kami me-request untuk posisi kamar yang menghadap ke jalan, alias yang menghadap arah Cihampelas Walk (Ciwalk), dan terletak di lantai teratas dari jenis kamar yang tersedia. Daaaaan…alhamdulillah dapet! Yeay! Haha. Seneng banget dah. 😀

 

Oh iya, ada kejadian unik dan sedikit menegangkan saat kemarin kami menginap berlibur di Bandung itu. Pada malam Senin, atau hari Minggu malam, saat itu saya belum tidur, tiba-tiba terjadi goyangan yang cukup membuat panik dan saya segera membangunkan suami yang saat itu sudah terlelap tidur. Ternyata betul ada gempa! Panik dooonk. Mana lantai teratas, turunnya cem mana pulaaak kalau-kalau terjadi sesuatu. Na’udzubillaahimindzalik… Huhu. 😥 Jadi memang, saat Senin dini hari itu sekitar pukul 1 malam, terjadi gempa bumi di Tasikmalaya yang getarannya terasa sampai ke Bandung. Lumayan bikin gemetaran di tengah malam buta. 😥

 

Oke, kembali pada topik, hehe.

 

Nah, berikut ini merupakan penampakan view-view yang terlihat dari kamar kami. Cekidot gan. 😀

 

Penampakan Cihampelas Walk di Seberang Hotel & Jembatan Cikapayang di Kejauhan

 

Penampakan Cihampelas Walk di Seberang Hotel

 

Penampakan Jembatan Cikapayang di Kejauhan

 

Dan berikut ini view yang dapat kami saksikan pada malam hari dari kamar kami.

 

Penampakan Jembatan Cikapayang di Kejauhan di Malam Hari & Hotel D’Green di Samping Hotel

 

Penampakan Cihampelas Walk di Malam Hari & Skywalk Cihampelas yang Berada di Depan Hotel

 

Nah, bagaimana? Sangat cukup memanjakan mata bukan? Dan tentunya menjadi tempat beristirahat yang sangat nyaman ketika sedang melakukan kegiatan berkunjung ke Kota Bandung.

 

Untuk sarapan pada hotel ini termasuk dalam kategori yang lumayan banget yah. Dari segi rasa juga tidak mengecewakan dan saya bilang sangat enak. (buat saya mah makanan hotel selalu enak, hahaha 😀)

 

Oh iya, selain kelebihan-kelebihan yang sudah disebutkan tadi di atas, hotel ini juga dilalui beberapa Angkutan Umum (angkot) loh…walaupun jalan depan hotel adalah jalan satu arah alias one way.

 

  1. Cicaheum – Ciroyom yang berwarna hijau bergaris orange. Jika ingin naik angkot ke Paris Van Java (PVJ) dapat menggunakan angkot tersebut. Setelah naik dari depan Cihampelas Walk (Ciwalk), nanti akan menuju Rumah Sakit Hasan Sadikin, yang kemudian setelah berhenti dari RSHS dilanjutkan dengan berpindah angkot di jalan seberangnya lagi ke arah PVJ dengan menaiki angkot apapun yang menuju ke arah atas (arah yang dilalui PVJ).
  2. Cisitu – Tegalega yang berwarna ungu. Jika ingin naik angkot dari Cihampelas Walk (Ciwalk) ke Stasiun Bandung, dapat menggunakan angkot tersebut. Naik dari depan Ciwalk bisa langsung turun di depan Stasiun Bandung.
  3. Angkot ke arah Lembang. Saya lupa jurusannya dari mana ke mana, kalau tidak salah Setiabudi – Lembang.

 

Nah, super-super strategis bukan? 😀

 

Kalau begitu, yuk mari liburan! 😉

 

 

Transportasi Umum (Angkot) dari Dago ke TSM (Trans Studio Mall) Bandung

Halo, halo!

Lagi bikin kategori baru nih! Haha. 😀 Semoga bermanfaat yaaah. Dan ini adalah postingan perdana saya dalam kategori ini. Yuk, cekidot gan-sis! 🙂

– – – – –

Apakah agan dan sista adalah traveller – backpacker? Apakah agan dan sista termasuk yang sedang bingung mencari rute angkutan umum dari Dago menuju Trans Studio Bandung atau Trans Studio Mall tanpa harus menggunakan jasa taksi dan ojek? Nah, mungkin di sini saya bisa membantu sedikit. 🙂

 

A. Jika Anda berangkat dari arah Dago Atas, wilayah Kanayakan dan sekitarnya, atau dekat-dekat dengan  Terminal Angkot Dago.

  1. Karena Anda berangkat dari Dago Atas, maka Anda langsung saja naik Angkot Riung – Dago (Warna Putih – Garis Dasar Hijau) ke arah Riung tentu saja.
  2. Ikuti saja rute angkot selama Anda naik. Sekitar 1 – 1,5 jam kemudian, turun di Perempatan Binong, yaitu yang terletak setelah Jembatan (Stasiun) Kiara Condong. Jika Anda ragu, dari awal naik angkot harap bilang ke Bapak Sopir supaya diingatkan. 

    Penampakan Perempatan Binong

     

  3. Setelah turun (di jalan sebelah kiri), menyeberang ke arah perempatan sisi Barat. (kalau seperti pada gambar di atas, ke arah kanan) Kemudian di sana akan ada 2 jenis angkot, yaitu Angkot Elang – Cicadas (Warna Merah – Garis Dasar Hijau) dan Angkot Abdul Muis / Kalapa – Cicaheum (Warna Hijau – Garis Dasar Kuning). Anda BISA naik dengan kedua angkot tersebut. Naik dan bilang ke Bapak Sopir kalau si angkot ke arah BSM/TSM. (sebelum berubah menjadi TSM, dulu namanya BSM, dan orang-orang terkadang masih suka menyebut demikian, BSM atau Bandung Super Mall)
  4. Tidak sampai 15 menit, Anda sudah sampai di seberang TSM. 🙂

 

B. Jika Anda berangkat dari arah Dago Bawah, wilayah sekitar Jalan Merdeka atau sekitar Bandung Indah Plaza (BIP), sekitar Dukomsel, Super Indo, dan sekitarnya, serta wilayah sekitar Factory Outlet Dago, ITB (Pertigaan Jln. Ganesha – Dago), Borromeus, dan sekitarnya.

  1. Naik Angkot Kalapa – Dago (Warna Hijau – Garis Dasar Oranye) yang menuju ke arah Dago, atau biasa orang-orang menyebutnya ke arah Atas.
  2. Berhenti di Simpang Dago. Kemudian setelah turun (di jalan sebelah kiri), menyeberang ke arah perempatan sisi Timur (kalau seperti pada gambar di bawah, ke arah kanan). 
    Penampakan Simpang Dago

    Penampakan Simpang Dago

     

  3. Dari Simpang Dago tersebut, naik Angkot Riung – Dago (Warna Putih – Garis Dasar Hijau) ke arah Riung tentu saja.
  4. Ikuti saja rute angkot selama Anda naik. Sekitar 1 – 1,5 jam kemudian, turun di Perempatan Binong, yaitu yang terletak setelah Jembatan (Stasiun) Kiara Condong. Jika Anda ragu, dari awal naik angkot harap bilang ke Bapak Sopir supaya diingatkan.
  5. Setelah turun, menyeberang ke arah perempatan sisi Barat. Kemudian di sana akan ada 2 jenis angkot, yaitu Angkot Elang – Cicadas (Warna Merah – Garis Dasar Hijau) dan Angkot Abdul Muis / Kalapa – Cicaheum (Warna Hijau – Garis Dasar Kuning). Anda BISA naik dengan kedua angkot tersebut. Naik dan bilang ke Bapak Sopir kalau si angkot ke arah BSM/TSM. (sebelum berubah menjadi TSM, dulu namanya BSM, dan orang-orang terkadang masih suka menyebut demikian, BSM atau Bandung Super Mall)
  6. Tidak sampai 15 menit, Anda sudah sampai di seberang TSM. 🙂

 

Nah… Gimana? Mudah bukan? 🙂

Yang terpenting adalah selalu berdo’a sebelum bepergian ke mana pun yaaa. Selamat jalan-jalan! 🙂