Visiting the Sick

This writing is inspired by the time when me and office mates visited our Big Boss who had to be stayed for days in the hospital. I saw his wife told us a little bit displeasure when some of her husband’s friends came to visit him then took some photographs of him. She said it would bother him by spreading the information of his sick among his friends. She said they shouldn’t have taken the husband photograph and shared it to his friends. Despite the fact that my Big Boss was no objection about it. But I saw it as a form of an attention and an affection from the wife to the husband.

 

It has to be noted when you wanted to visit one of your friend or colleague or even family who’s in unhelthy condition so then he/she should have a bedrest time at home or at hospital.

We have to understand why almost all hospitals adjust their tight schedule for patients’ guests who want to visit them. You may see that commonly hospitals have two times for visitors schedule. Usually it happens at noon between 11.30 – 12.30 (lunch time) and at evening between 17.00 – 19.00 (dinner time). But sometimes most of us didn’t pay attention with the rules just because we feel as part of the family which actually we’re not in the main family member or we’re the patient’s close friend, etc.

 

Visiting the sick is a very good action and good suggestion to do, especially if the sick is someone you close with, like family, friend, or colleague. Even in a Hadith of Our Beloved Prophet Muhammad Sallallaahu’alaihi Wassalam said,

“When a Muslim visits his sick Muslim brother in the morning, seventy thousand angels make dua for his forgiveness till the evening. And when he visits him in the evening, seventy thousand angels make dua for his forgiveness till the morning, and he will be granted a garden for it in Jannah.” (HR. at-Tirmidzi and Abu Daud)

The other Hadith of Our Beloved Prophet that mention about visiting the sick is a Sunnah:

“Whoever visits a sick person (for the pleasure of Allah), a Caller from the skies announces: You are indeed blessed and your walking is blessed and you have (by this noble act) built yourself a home in Jannah.” (HR. Ibnu Majah)

And still, don’t forget and always to remember when we visit the sick is we have to follow the rules that might be held by the hospital or if the sick stayed at home then the rules were held by the host.

The simply action you can do is to be polite, do not make any noisy thing, and do not stay for a long time to let the sick continues his/her bedrest time.

Even also in a Hadith of Our Beloved Prophet Muhammad Sallallaahu’alaihi Wassallam that related by Hadrat Ibnu ‘Abbas radhiyallaahu’anhu:

“It is part of the Sunnah that when you visit a sick person, you should shorten your visit to him and make the least amount of noise by him.”

 

– – – – –

grandma-kissing-grandpa-elderly-couple-love-eps-illustration-46330886

The other wisdom that I could take from the moment is the couple was looked nice, happy, and seemed that they always live in peace and never had fight on each other. They’re still romantic on that age. (it showed when they did their conversation and a little movement of their hands when they touched each other in front of us)

And my prediction of my Big Boss and his wife ages are among 60s.

Incredibly beautiful, isn’t it?

 

– – –

11.00 WIB

Matraman, 26.03.2016

 

Konsep Rejeki dan Hindari Iri (4)

Bertemu lagi dengan catatan hati mengenai konsep rejeki yang memang Tuhan telah persiapkan ke dalam kehidupan setiap insan di dunia. Dan di dalam pemahaman ini terkandung nilai religius yang semakin untuk bisa  eling, semakin untuk ingat selalu kepada Sang Pencipta bahwa Ia Tidak Akan Pernah Salah.

 

Memulai tahun 2016 ini, saya memutuskan untuk “menghilang” sejenak dari salah satu akun social media yaitu facebook, lebih tepatnya akun lama fb saya dan memutuskan untuk membuat lagi yang baru. Entahlah, semua hanya terdorong oleh perasaan “tidak enak” terhadap orang lain. Apalagi terutama apabila, mengalami masa transisi yang dirasa lumayan dalam hal kehidupan lingkungan sekitar. Sebelumnya saya juga sudah melakukan  “menghilang” secara utuh dari social media bernama path. Saya dulu berpikir, path ini betul sangat eksklusif ke dalam beberapa orang saja dalam lingkaran pertemanannya, namun saya merasa “ada yang kurang pantas” dari path ini. Lalu apa bedanya dengan grup-grup yang sudah terbentuk, misal di whatsapp atau line atau bbm dengan si path ini.

Pada intinya, mungkin betul, tidak semua orang bisa menerima apa yang kita keluarkan dari pikiran kita yang biasa kita tuangkan dalam setiap posting di social media milik kita, walaupun pada istilahnya itu adalah kita “menyampah” pada halaman rumah sendiri, belum tentu orang yang melihat juga turut senang.

 

quote

 

Anyway, kembali ke dalam konsep rejeki Tuhan.

Pada suatu kesempatan, saya kembali membuka lapak authentic di beberapa grup di facebook dengan menggunakan akun baru, di mana kondisinya saya tidak memasang profile picture. Dan kondisinya pada masa itu adalah sedang sering terjadi beberapa kejadian mengenai seller “bodong” yang pada akhirnya membuat banyak orang menjadi latah jika ingin bertransaksi dengan beberapa orang baru bagi mereka, para calon pembeli dari beberapa seller ini akan melakukan sesi “klarifikasi ke-trusted-an” yang biasanya suka dilakukan di halaman grup.

Namun entah memang karena memang sudah merupakan rejeki bagi saya, saya mendapatkan kesempatan yang mengesankan & membuat meningkatkan keyakinan bahwa Tuhan Maha Adil dan Tidak Akan Pernah Salah. Alhamdulillah dengan tanpa ba-bi-bu, kedua orang calon customer saya saat itu langsung melakukan transaksi terhadap saya tanpa harus klarifikasi ini dan itu di halaman grup.

 

Saya semakin yakin apa yang sudah saya putuskan pada akhir 2015 lalu untuk mencoba “bertransformasi” menjadi pribadi yang lebih baru lagi ternyata keputusan yang benar. Saya yakin Tuhan Yang Telah Menuntun saya untuk melakukan hal tersebut. Maksud saya, walaupun ini adalah akun baru, bukan berarti Tuhan Menutup Jalur Rizqi saya di dalam usaha berdagang secara online ini.

 

– – – – –

23.03.2016

11.15 WIB

The Failed Birthday Crepe-Pan”Cake” (Resep Crepe Cake)

Selamat ulang tahun Kakak Suami…!

21.03.2016

 

20160321_052510.jpg

Sebelum Nyurprise Pagi2 Subuh

 

Teringat beberapa tahun lalu saat saya pertama kali memberikan kejutan kepada (calon) suami saya kala itu yang masih menjalani program studi S2-nya. Siang-siang celingak-celinguk ke gedung prodi lain, menuju lab Beliau. Hahaha.

 

Tahun ini, saya kembali mencoba untuk membuat sesuatu. Resep saya temukan di sebuah halaman facebook luar negeri yang berisikan resep-resep unik nan simpel dalam prakteknya. Dan saya membuat sebuah crepe-pan”cake” untuk menu “Birthday Surprise” kali ini. Mumpung karena pagi hari juga, sekalian kan sarapan. Hehehe.

 

Bahan Crepe:
1) 1  2/3 cup cake flour (saya pakai Kunci Biru & based on web 1 cup = 110 gram).
2) 3 tsp chocolate powder (saya pakai Cocoa Powder Van Houten).
3) 3 telur utuh.
4) 3 kuning telur ajah.
5) 3 tsp gula (atau sesuai selera, ternyata ini kurang manis).
6) 600 ml susu putih segar (saya pakai Greenfields).

 

Steps Bikin Adonan Crepe:
1) Ke-6 bahan di atas mixer semua sampe nyampur se-nyampurnya.
2) Diemin 30 menit.
3) Setelah didiemin 30 menit, tambahin 40 ml unsalted butter (dicairin & saya pakai Elle & Vire).
4) Kocok2 sampe nyampur banget.

 

Steps Bikin Crepes Lembek (saya bikin kurang lebih 30 layers):
1) Panasin teflon (please kudu yg bersih mulus jangan ada bekas gosong).
2) Lapisin permukaan teflon dengan mentega/butter dikit (biar licin & nggak lengket).
3) Ambil 2 sdm adonan crepe & bikin lingkaran tipis di atas teflon yg udah panas (setelah saya pikir2, harusnya 3 sdm euy sesuai petunjuk aslinya).

 

Setelah semua crepes ready, then, bikin adonan coklat buat ngelapis cake2 ituh.

 

Bahan Adonan Cairan Coklat:
1) 250 gram coklat block (saya pakai L’agie).
2) 50 gram unsalted butter (saya pakai Elle & Vire).
3) 100 ml Whipping Cream Cair (saya pakai Anchor).
4) 150 ml susu putih segar (saya pakai Greenfields).
5) 55 gram gula.
6) (seharusnya) Espresso 100 ml (tp saya tadi skip saja karena mikirnya Abang nggak doyan kopi).

 

Steps Bikin Cairan Coklat:
1) Rebus air di panci panas.
2) Taruh baskom/sejenisnya di atas panci (ditumpuk).
3) Cacah2 atau potong2 kecil coklat block nya. Semuanya se-250 gram-nya.
4) Masukin unsalted butter-nya yang 50 gram ituh.
5) Aduk2 sampai lembek & nyatu (si coklat & unsulted butter).
6) Masukin whipping cream, susu segar, & gula.
7) Aduk-aduk merata.
8) Terakhir, (yang seharusnya dilakukan) tambahin espresso-nya.
9) Aduk-aduk.

 

Bikin Pan”cake” Birthday-nya:
1) Tinggal ditumpuk-tumpuk crepe-nya dengan tiap layer dilapisi coklat cairan coklat barusan.
2) Jadi deh.
3) Walau failed!
4) Dan ini padahal mengambil resep dari sebuah page fb & ternyata nggak semudah (se-apik) video tutorialnya. Hahaha.

 

Selamat mencoba!

🙂