Just Be Positive

Kenapa harus takut kalau kita yakin?

Terkadang rasa takut dan kekhawatiran berlebih, malah jadi pemicu yang membuat gerak tubuh dan badan kita menuju ke “arah sana” yang dikhawatirkan tersebut. Na’udzubillahimindzalik..

Makanya kalau kata nasehat, pikiran positif akan melahirkan perkataan-perkataan dan tindakan-tindakan yang positif juga.

Tulisan ini saya buat saat sedang melakukan perjalanan menuju Bandung, terinspirasi dari sebuah post yang sedikit “menggelitik” pemikiran saya dan yang kemudian membuat saya “teringat” akan kondisi diri saya sendiri. So, ya. Tulisan ini hanya pendapat dari sudut pandang pribadi saja.

– – –

Kembali kepada nasehat positif tadi, pikiran positif akan melahirkan perkataan-perkataan dan tindakan-tindakan yang positif juga. Ya, saya masih dan akan selalu yakin dan percaya demikian.


Misal, dalam suatu tes atau ujian sesuatu. Ada sebagian orang pada mulanya grogi, nervous, nggak yakin, ketakutan, dan sebagainya. Akan tetapi karena akhirnya mereka yakin dan telah bersungguh-sungguh dengan ikhtiarnya masing-masing, yakin bisa, yakin mampu, kemudian semakin hari semakin positif semangat dan pikirannya, ternyata benar-benar membuahkan hasil, mereka pun lolos ujian!

– – –

Bahasan berikutnya, terkait dengan artikel-artikel yang suka beredar luas di masyarakat dan berdasarkan penelitian-penelitian psikologi oleh para ahli.

Misal, mungkin pernah ada yang mengatakan, “wajar”, namanya juga hidup berpasangan, apalagi dalam kehidupan berumah-tangga, berantem-berantem begitu itu “wajar”, bisa jadi bumbu asem-manis kehidupan berpasangan dan biar bisa jadi pengalaman dan pembelajaran hidup untuk ke depannya atau bahkan dapat diceritakan kepada anak-cucu kita.

Akan tetapi, kalau bisa nggak perlu berantem-berantem, kenapa harus “memaksakan” untuk berantem.

Terkadang stereotype-stereotype yang umum dan berlaku “pada umumnya” di masyarakat, yang dianggap “wajar” dan “biasa”, nggak perlu dijadikan “trend” juga atau beranggapan “ini lho track yg udah bener” atau “berarti kalau kamu “begini” itu sudah wajar lho“, dan sebagainya.

Terkadang artikel-artikel hasil penelitian dunia psikologi untuk sebagian (kecil) orang memang nggak cocok.

Misal lagi, ada yang mengatakan “wajar”, ibu hamil kan pasti ngidam. Tapi nyatanya, untuk sebagian orang ternyata “perasaan ngidam” tersebut nggak muncul sama sekali sampai mereka melahirkan.

(bahkan dalam hal ini, Ibu saya yang orang Biologi murni, bilang, kalau “trend ngidam” ini hanya fenomena “ikut-ikutan” dan bahkan hanyak “efek pengaruh pikiran”, karena para ibu hamil ini senang membaca artikel-artikel terkait ngidam, dan berdasarkan pengalaman Beliau, anak sampai 3 begini, nggak pernah ngidam sama sekali, yang membuat saya malah bertanya-tanya “kok bisa Bu? wow”)

Kemudian ada lagi artikel yg mengatakan, untuk kehidupan berpasangan, nanti di usia mencapai 5 tahun ke atas, pasti akan muncul rasa bosan dan akan dimulai berantem-berantem kecil dan itu adalah “wajar”. Tapi nyatanya, banyak juga yang ternyata pasangan yang sudah hidup bersama selama 10 tahun ++, bahkan 20 tahun ++, nggak pernah sama sekali berantem, nggak pernah sama sekali merasa bosan, bahkan “dipaksa” untuk menciptakan “adegan” berantem pun, gagal juga, alias bener-bener nggak bisa berantem sama sekali. Nah lho.

– – –

Kalau nggak salah, cmiiw, di setiap penelitian-penelitian psikologi-psikologi tersebut biasanya pakai angka persentase-persentase. Misal, ingin membuktikan kondisi “begini (X)” pada masyarakat yang dianggap “umum” dan “wajar”, yang kemudian diharapkan hasil kondisi “begini (X)” memiliki persentasi paling besar mendekati mayoritas dari random sampel yang diambil. Akan tetapi kemudian terdapat catatan, bahwa kondisi “begini (X)” mengandung kesan atau konotasi negatif.

Misalnya seperti ini, diadakan suatu penelitian tentang tema sesuatu hal, yang penelitiannya sebenarnya sudah dilakukan berulang-ulang juga oleh para ahli dengan tema yang sama, kemudian menunjukkan hasil seperti ini:

86% orang itu ternyata memang “begini (X)” dan 14% lainnya “begitu (Y)”. Maka muncul stereotype “umum”, “oh wajar” kalau misal mengalami kondisi X. Padahal, sekali lagi padahal, kondisi X adalah kondisi dengan kesan negatif.

Kenapa harus memaksakan diri menjadi bagian yang 86% tadi yang “umum” dan dianggap “wajar” berlaku dalam masyarakat yang padahal merupakan sesuatu hal yang berkesan negatif?

Kalau kita bisa menjadi atau bahkan naturally menjadi bagian yang 14% yaitu kondisi Y dan memang golongan 14% ini merupakan sesuatu hal dengan kondisi yang positif, kenapa tidak?

– – –

Saat ini saya masih dan selalu percaya dengan kekuatan pikiran. Apa yang kita jalani, alami, dan lalui merupakan hasil buah pemikiran kita sendiri dan sesuai apa yang kita percayai. Dan saya masih dan akan selalu percaya nasehat para bijak yang sudah saya sebutkan di awal tulisan, di mana, pikiran positif akan melahirkan perkataan-perkataan dan tindakan-tindakan yang positif juga.

– – –

Well, hidup cuma sekali. Manfaatkan sebaik-baiknya dan sepositif-positifnya.

– – –

Sama seperti yang sedang saya alami (eeaaa curcol). Saya yakin dan masih akan selalu yakin, Tuhan Bukan Tidak Percaya kepada kami, bukan, melainkan Tuhan Mempersiapkan waktu terbaik-Nya, dan saya sangat yakin kalau kami punya kesempatan yang sama dengan yang lain.

Andaikata pun, na’udzubillahimindzalik, sampai nanti di penghujung waktu masih “belum kejadian” juga, maka saya yakin, Tuhan Memang Punya Rencana Terindah untuk kami berdua dan mungkin Tuhan Memang Mempercayakan kami untuk suatu hal lainnya yang memiliki manfaat yang sama atau bahkan lebih. Dan toh pun jika benar demikian, na’udzubillahimindzalik, mungkin sudah beberapa masa yang kami lewati, di usia panjang kami insyaaAllah (aamiin) dan mungkin juga sudah beberapa aksi atau kegiatan positif yang sudah kami kerjakan, lalui, dan jalani, dan mudah-mudahan bisa bermanfaat juga.

Setidaknya juga, jika benar sampai di penghujung waktu nanti kami masih “belum-belum juga”, na’udzubillahimindzalik, setidaknya, kami pasti sudah berusaha semaksimal kami bisa, berbagai ikhtiar dan cara pasti sudah kami coba, dan tentu saja tidak akan ada penyesalan dan rasa kecewa sedikit pun kepada-Nya, karena rasa kecewa dan rasa sesal yang muncul adalah jelas bisikan setan.

Lagian, masa’ kita mau marah dan benci kepada Sang Maha Pencipta kita? Ya nggak to.

So jadi, tetap dan berusaha selalu positif. Kondisikan pikiran agar selalu positive thinking. InsyaaAllah “bonus”-nya pasti juga positif. (dan mudah-mudahan “positif” beneran, eeaaa, aamiin) ūüėÄ


– – –

X-Trans Arah Bandung,

23 September 2017

08.25 WIB

Advertisements

Memperpanjang Paspor dengan Antrian Online dan TANPA Calo

Halo lagi, internet! ūüėÄ

 

Kali ini, saya ingin berbagi pengalaman saya dalam mengurus Perpanjangan Passport yang saya lakukan di Kantor Imigrasi Pondok Pinang Jakarta Selatan dan TANPA CALO! Cekidot gan!

 

Sebenarnya keinginan perpanjangan passport ini sudah lama sekali, bahkan saat kami masih tinggal di area Matraman, Jakarta Pusat. Bahkan dulu saya sempat mengurus passport saya, yang mana saya mengira passport saya yang masih berlaku hilang, oleh karenanya saat itu saya pun harus segera mengurus untuk pergantian passport. Saya mengurus di Kantor Imigrasi Jakarta Utara yang berada di Kelapa Gading, letaknya di komplek ruko belakang Mall Artha Gading (MAG). Saat itu adalah tahun 2014, di mana antrian masuk ke Kantor Imigrasi masih dilakukan manual, yaitu kami para calon customer kudu struggle untuk dapat antri masuk dari pagi buta, bahkan setelah Subuh kalau bisa sudah berangkat dari rumah! Dan benar! Pukul 5.30 pagi saja, kami masuk ke dalam antrian 10 besar mepet. Haha! XD

 

Tapi itu dulu……….

 

Sekarang, mulai di tahun 2017, dan pada khususnya di Kantor Imigrasi Pondok Pinang Jakarta Selatan, kalau saya tidak salah ingat mulai akhir Mei 2017, antrian masuk untuk mengurus passport dilakukan secara online dengan menggunakan aplikasi pada handphone. Dan kami pun sempat kecele karena pada saat Bulan Puasa di Bulan Juni 2017, kami sempat datang pagi-pagi ke Kantor Imigrasi Pondok Pinang dan mendapati sebuah pengumuman yang menyatakan bahwa antrian masuk imigrasi kini kudu alias harus melalui aplikasi yang dapat diunduh melalui Play Store yang dimulai sejak akhir Mei 2017 tersebut.

 

Berikut penampakan Aplikasi Antrian Masuk untuk Pengurusan Passport yang dimaksud:

 

Aplikasi Antrian Paspor

 

Setelah mengunduh aplikasi tersebut, para calon customer diharuskan untuk register sebagai pengguna baru agar dapat log in ke dalam aplikasi dan dapat melakukan pengambilan hari dan tanggal mengurus passport.

 

Tampilan Aplikasi

 

Tampilan Login

 

 

Setelah dapat melakukan log in, barulah kita baru bisa mendapatkan hari, tanggal, dan jam antrian masuk ke Kantor Imigrasi. Pada aplikasi juga dapat memilih Kantor Imigrasi mana yang ingin dituju. Kami pun memilih di Kantor Imigrasi Pondok Pinang Jakarta Selatan.

 

Nah, sayangnya yang kami alami adalah, pada saat pertama kali kami melakukan¬†booking antrian masuk via aplikasi pada saat Bulan Juni 2017, ternyata sistemnya masih belum begitu bisa merespon, dan ternyata usut punya usut sudah¬†full¬†antrian sampai dengan hari menuju hari libur Lebaran di akhir Juni 2017 tersebut. Kami mengkonfirmasi langsung ke Kantor Imigrasi Pondok Pinang,¬†di mana memang kebetulan tempat tinggal kami tidak jauh dari Kantor Imigrasi tersebut. Dan setelah gagal mendapatkan hari pengurusan passport¬†tersebut,¬†kami hanya bisa pasrah.¬†Mweee~~~ ūüė•

 

Kemudian pada saat libur Lebaran, iseng-iseng berhadiah, saya mencoba kembali membuka aplikasi tersebut untuk dapat melakukan¬†booking¬†antrian. Dan,¬†tara…..alhamdulillah kami pun mendapat antrian juga! Walau yang sedikit membuat bingung adalah, anehnya kami tidak bisa memilih tanggal pada kolom pilihan tanggal (yang berupa pilih tanggal pada kalender) yang terdapat pada aplikasi. Dan kami pun mendapatkan jadwal di tanggal 12 Juli 2017 yang jatuh pada hari Rabu.

 

Tadinya saya berniat untuk mengambil di hari Senin atau hari Jumat, jadi agar terasa lebih “pas waktunya” karena berdekatan dengan waktu¬†weekend. Inginnya sih¬†begitu.¬†Namun setelah mendapatkan antrian secara acak tersebut, kami berpikir daripada nantinya tidak mendapatkan kesempatan lagi, dan yah…..walaupun¬†pada kalender aplikasi tertera kami hanya dapat memilih di Rabu, 12 Juli 2017 tersebut, lebih baik kami ambil saja antriannya supaya bisa masuk menuju ke proses selanjutnya.¬†Daripada makin mundur-makin mundur, mau tidak mau kami harus “nekat” mengosongkan kegiatan pada hari Rabu tersebut to. Haha..¬†ūüėĬ†Mau gimana lagi..

 

Setelah memilih tanggal pada aplikasi, kita akan menerima email pemberitahuan penanda bahwa status melakukan¬†booking¬†antrian¬†berhasil. Karena di dalam email, kita akan diberitahu jam berapa kita¬†harus datang. Misal, si A mendapatkan antrian untuk datang pada pukul 11.00 atau pukul 13.00, maka si A HARUS datang pada¬†jam tertera. Namun apabila si A berpikir “pagi aja ah datengnya biar cepet“, jangan harap petugas akan menerima. Karena sudah dipastikan kita akan tertolak dan disuruh untuk kembali lagi datang pada jam tertera¬†sesuai¬†dengan¬†jam antrian yang didapatkan pada email balasan setelah¬†booking via aplikasi.

 

Berikut penampakan balasan email dan bentuk Lembar Antrian Online milik kita yang terlampir pada email balasan.

 

Balasan Email Ketika Sudah Berhasil Antri Online via Aplikasi

 

Dan berikut ini merupakan Lembar Antrian Online untuk dibawa pada saat Hari-H pengurusan passport. PERHATIKAN tanggal dan jam di mana teman-teman harus datang. (pada contoh di bawah berada pada kotak warna merah)

 

Lembar Antrian

 

Di Hari-H Pengurusan Passport

 

Tibalah juga hari Rabu, 12 Juli 2017 yang sudah kami tunggu-tunggu. Kami datang persis pada jam tertera, dan alhamdulillah tidak ribet. Saat datang, kami langsung menuju resepsionis di area depan dan bertemu petugas di sana. Pada saat menyerahkan Lembar Antrian Online, kami ditanya akan mengurus yang mana, apakah Membuat Passport Baru ataukah Perpanjangan Passport. Dalam kasus kami ini adalah Perpanjangan Passport.

 

Setelah menyerahkan Lembar Antrian Online tersebut, kami disuruh menunggu beberapa saat untuk mendapatkan nomor antrian baru, serta formulir dan map yang kemudian harus kami isi sebagai pemohon pembuatan passport. Kami pun menunggu sebentar pada kursi yang tertera di dalam. Beberapa saat kemudian, kami pun dipanggil oleh petugas yang berada di meja resepsionis tadi dan mendapatkan map serta formulir yang harus kami isi.

 

Berikut penampakan map yang berisikan: formulir yang harus kami isi, lembar antrian online (yang sudah kami serahkan di awal tadi), serta nomor antrian baru.

 

Map Berisi Formulir yang Harus Diisi

 

Formulir Permohonan yang Harus Diisi

 

Nah, setelah mengisi semua data, kami menunggu di ruang tunggu pemohon. Dan…..kebetulan sekali di Hari-H saat kami mengurus¬†passport, beberapa sistem di kantor imigrasi tersebut sedang mati Termasuk mesin antrian! Wadaw…hahaha. XD Akan tetapi bersyukurnya, petugas-petugas pada¬†Kantor Imigrasi Pondok Pinang¬†tersebut semuanya benar-benar bekerja secara giat dan saya lihat petugas yang di dalam seperti tiada akhir melayani para pemohon yang datang tanpa ada ngaso-ngaso sejenak, seperti duduk atau meregangkan tangan sejenak. Terlihat juga petugas yang berteriak-teriak memanggil satu per satu nomor antrian, belum lagi kalau nomor yang dipanggil tidak menyahut-nyahut, petugas tersebut akan semakin kencang berteriak mencari-cari. Duh.. Kalau dipikir-pikir kasihan juga yah. Huhu..

 

Oiya, pada saat kami mendapatkan map, kami diberitahu bahwa mulai pelayanan untuk antrian kami adalah pukul 13.00, dan mungkin juga karena sudah mepet pada jam istirahat kantor sepertinya ya. Dan berhubung memang hari  sudah siang dan kami pun sudah mulai berasa kelaparan, akhirnya kami memutuskan untuk ke Carrefour Lebak Bulus untuk melakukan aktivitas makan siang kami yang mana memang posisinya sangat dekat dengan lokasi Kantor Imigrasi Pondok Pinang tersebut. Tidak sampai 15 menit perjalanan menuju Carrefour Lebak Bulus dengan menggunkan angkot D01 trayek Kebayoran РCiputat dari depan Kantor Imigrasi.

 

Tibalah juga pukul 13.00. Saat kami tiba kembali pada Kantor Imigrasi Pondok Pinang, ternyata nomor antrian belum maju secara signifikan. Haha. ūüėÄ Yasudah, kami pun kembali menunggu di ruang tunggu. Sambil menunggu, saya sempat berbincang dengan seorang Ibu di samping saya, dan ternyata benar, kejadian juga, kalau si Ibu ini mendapatkan¬†jatah¬†pada pukul 11.00 siang, akan tetapi Beliau datang jam 09.00 pagi, dan walhasil Beliau disuruh datang kembali pada pukul 11.00. Nah kan, ternyata memang betul kudu datang sesuai jam tertera yaaah.¬†Walaupun¬†tetap harus menunggu panggilan berikutnya untuk mengurus passport yang sesungguhnya. Haha. ūüėÄ

Suasana Menunggu Panggilan Wawancara di Ruang Tunggu Kantor Imigrasi

 

Sekitar pukul stengah 3-an sore, akhirnya tibalah giliran kami berdua untuk masuk ke dalam ruangan. Di dalam kami langsung diwawancara¬†singkat¬†dan¬†cepat! Wow! ūüėÄ Si Bapak Petugas pun sedikit cerita kalau gara-gara sistem ¬†mati, jadinya semua proses pengurusan sedikit terhambat dan harus cepat-cepat di dalam mewawancara para pemohon. Gara-gara sistem mati juga, antrian pun jadi “terpaksa” mengular. Di tengah-tengah kami menunggu sebelum masuk ruangan juga, beberapa kali terdengar panggilan untuk antrian berkelompok dengan kelompok 10 orang – 10 orang¬†Pemohon Passport Baru¬†yang kemudian diarahkan petugas untuk mengurus di lantai 2 dan terlihat agak terburu-buru, mungkin dampak dari sistem mati juga? Entahlah.

 

Dan sekitar pukul stengah 4 sore, selesailah urusan kami berdua.¬†Yeay!!!¬†Senang, alhamdulillah. ūüėÄ Seharusnya untuk kegiatan pembayaran¬†passport juga dilakukan pada hari itu juga, namun sekali lagi, gara-gara sistem mati, kami diberitahu untuk melakukan pembayaran secara¬†online atau via ATM. Sedikit cerita dari si Bapak Petugas, untunglah kami ini masih dapat diarahkan, jadinya bisa disuruh untuk melakukan pembayaran secara¬†online, karena sebelum-sebelumnya terdapat beberapa pemohon yang sudah berumur dan tidak paham dengan sistem bayar online ini, diharuskan kembali datang di keesokan harinya¬†hanya untuk membayar¬†passport saja, karena dipastikan sistem sudah bisa menyala di hari besoknya. Huhu, jadi ikutan sedih… ūüė•

 

Berikut penampakan catatan kecil dari si Bapak Petugas Imigrasi yang baik hati mengurus kami berdua, haha. ūüėÄ

Nomor HP Bapak Petugas serta Info Nomor dan Cara Bayar Passport via ATM

 

Biaya Pembuatan Paspor:

Untuk biaya Perpanjangan Passport kemarin (Juli 2017) adalah Rp 355.000,- sementara untuk biaya Pembuatan Passport Baru adalah (seingat saya, haha) Rp 650.000-an. Biaya ini sudah naik dari informasi di web-web yang saya kunjungi sebelum datang ke Kantor Imigrasi di mana banyak yang menyatakan kalau untuk Perpanjangan Passport adalah Rp 300.000,- dan untuk Pembuatan Passport Baru adalah Rp 600.000,-.

 

Proses pembuatan passport¬† tidak terlalu banyak memakan hari kok, hitungannya sangaaat sebentar ya, asal kita mau¬†patuh¬†dan¬†mau memenuhi semua persyaratan permohonan.¬†Passport kami sudah dapat diambil pada Hari Senin atau Selasa di minggu depannya lagi, yaitu tanggal 17 atau 18 Juli 2017.¬†Tuh, cepat kan? ūüėÄ Yang penting nggak males aja buat berangkat mengurus yah! Hehe. ūüėÄ Oiya,¬†passport¬†yang kami buat adalah¬†passport biasa, BUKAN e-passport,¬†kebetulan juga di¬†Kantor Imigrasi Pondok Pinang tidak melayani pembuatan¬†e-passport.

 

Berikut dokumen-dokumen yang kami siapkan di dalam melakukan perpanjangan paspor:

1. Passport lama kami. (Wajib hukumnya, sekalipun masa berlaku sudah habis.)

2. KTP Asli dan Fotocopy, 1 lembar.

3. Buku Nikah Asli dan Fotocopy 1 lembar, bagi yang sudah menikah.

4. Akte Kelahiran Asli dan Fotocopy 1 lembar.

5. Kartu Keluarga Asli dan Fotocopy 1 lembar.

6. Ijazah terakhir dan Fotocopy 1 lembar, ini sifatnya jaga-jaga saja, tidak wajib.

7. Materai 1 lembar, bersifat jaga-jaga saja.

 

Di Hari Pengambilan Paspor yang Sudah Jadi

 

Saya baru mengambil¬†passport¬†di hari Senin sore tanggal 17 Juli 2017. Saat datang ke Kantor Imigrasi, tidak terlihat antrian “mengular” seperti yang terjadi pada saat saya mengurus¬†passport¬†di minggu lalunya. Saya pikir, mungkin semua sistem sudah berjalan normal seperti biasanya. Saat datang dan menunggu antrian pemanggilan tidak terlalu lama, tidak sampai setengah jam¬†passport baru kami sudah kami pegang.¬†Yeay! ūüėÄ

 

Oiya, jangan lupa apabila di Hari Pengambilan Passport yang sudah jadi, kemudian teman-teman tidak dapat mengambil sendiri, maka WAJIB hukumnya untuk membuat Surat Kuasa dan tanda-tangan di atas materai agar dibawa oleh rekan atau keluarga teman-teman yang akan mengambilkan passport milik teman-teman yang sudah jadi tersebut.

 

Nah, bagaimana? Ternyata nggak se-ribet dan se-heboh di bayangan bukan di dalam pengurusan pembuatan¬†passport? Ini TANPA CALO loh… Ternyata lancar-lancar juga alhamdulillah. ūüėÄ

 

Baiklah, mari kita liburan!¬†Yeay!¬†ūüėÄ

 

 

*nb: mohon maaf untuk ke-tidak konsisten-an saya di dalam penggunaan kata “passport” maupun “paspor” ya, hehe ūüėÄ

Dari Pencarian Review Klinik Kecantikan Berujung ke Pencarian Dokter Obgyn

Bismillah…

Dear Diary,

Nampaknya kali ini gue harus bener-bener serius bin serius bin serius lagi deh. Hahaha! (wah, emang serius tentang apaan sik?) Diiih, kepo. Nggak, nggak, bercanda. Gue kasih tau, kasih tau… :p

Jadi. (ciyeee…uhuk-uhuk, ehem)
Iya, jadi.
Jadi…..kan gue udah married tuh. (lah terus?)
Iya…jadi kan gue udah married . Ya…masih bentar sih, belum ada itungan banyak tahun. Cuman ya…gue kepikiran buat ngerencanain sesuatu aja. Lagipula, apa salahnya kan untuk kita berencana dan mencoba. (ciyeeeh…apaan ntuh) ūüėÄ

Iye, iye…nih gue kasih tau.
Jadi. Sebelum gue mulai berkisah (ceilaaah…bahasanya…berkisah), gue sama laki gue nggak ada niatan nunda-menunda perihal momongan. Walau emang sih di 6 bulan-an awal pernikahan kita, kita suka merhatiin kalender kesuburan yang bahkan sekarang ada apps-nya di HP. We used to notice tanggal-tanggal “rawan” itu. Tapi lepas dari 6 bulan-an itu, kita udah nggak aware lagi tuh sama tanggal-tanggal yang dianggap “rawan” kehamilan. Justru sejak saat itu gue suka merhatiin tanggal-tanggal di mana gue lagi dalam keadaan subur, walau nggak sering-sering juga sih. Lagian yak, tiap mau uhuy ribeut amat dah kudu ceki-ceki HP dulu. Rempong, bo! Nepsong mah, nepsong aja. Hahaha. ūüėÄ
Dan di tahun 2015 lalu, ya kira-kira pertengahan tahun sampai akhir tahun lalu, gue sama laki gue lagi iseng-iseng berhadiah buat rutin maen ke RS Tebet.

Awalnya sih, nggak sengaja aja nemu dokter SpOG di RS tersebut. Karena juga kebetulan kantor proyek yang sekarang itu deket banget sama RS Tebet, di area perempatan Pancoran belakang Bidakara ituh. Tepatnya di area perumahan BIR.

Nah, kenapa di RS Tebet? Ya karena sebelum gue mutusin mau maen ke mana, gue googling dulu dooong, dokter SpOG mana yang bagus dan yang pastinya harus perempuan. (ini gue udah prinsip banget, kudu, wajib, haram pokona mah kalo enggak, hehe)
Dan dari hasil googling-an gue di tahun 2015 lalu, pilihan jatuh ke nama dr. Cut Diah Tris Mananti, SpOG.
Nah…pas gue lihat-lihat, salah satu lokasi Beliau praktek adalah di RS Tebet.
Wuiiih, pas banget bo! Deket! Hehehe.
Bahkan pas udah eksekusinya, gue malah jalan kaki terus tiap berangkat ke sana dari kantor. Hahaha. Sehat kaaan.
Jadwal Beliau di sana yang gue ambil itu hari Rabu malem pasca jam pulang kantor dan bisa reservasi by phone.

Beliau ini orangnya ramah, baik, tapi tegas. Maksudnya, enggak galak gitu as long as you sebagai pasien nggak bandel. Hahaha. Eh tapi serius, Beliau orangnya buaek banget kok.

Dari hasil selama kurang-lebih setengah tahun tersebut, alhamdulillah kondisi gue sama laki gue dinyatakan sehat dan normal-normal saja. Cuman ada 1 hal yang paling diwanti-wanti sama dokternya, kita kudu dieeet! Hahaha. (kita ni pasangan bandel, mpun deh)
Oiya, dalam pemeriksaan kondisi kita berdua, kita juga mengambil beberapa tes (tes lab) buat ngedukung pemeriksaan gue dan laki gue sama Dokter Cut di RS yang berbeda, yaitu di RS Omni Pulomas. Karena RS Omni ini selain memang RS bagus, juga karena RS Omni masuk daftar RS yang biayanya kalau kita maen ke sana, dicover sama perusahaan laki gue. Hahaha, iya laaah, cari yang bagus tapi free aja kaaan. ūüėÄ

Dari pemeriksaan awal tersebut, gue ma laki gue belum lanjut lagi. Dan tau-tau…..udah mau pertengah 2016 lagi ajeee. Ya ampuuun. Cepet banget bo! Haha.

Gue nggak tau sih, mungkin kitanya terlalu nyaman (dan terlena) sama kondisi kita saat ini. Terlalu enak dan nyaman. Bahkan gue paling nggak ngerti kalau pas ada yang nanya tentang hal ini, dan dia cowok, ada pertanyaan, “serius laki lo nggak masalah & nggak panik apa gitu gan/nis?” Lah…lha emang nggak ada apa-apa dan santai aja kok.
Lagian kalau nggak santai, saat ini gue udah berhasil jalanin diet nurunin berat badan kali ya. Hahaha.

Nah…berangkat dari terlalu terlena tadi itu, kita juga harus makin mikir buat bisa “lebih serius” lagi dong dalam merencanakan hal ini.

Dan gue, abis googling meng-googling lagi nih. Iyes, buat nyari-nyari dokter lagi. Awalnya sih sebenernya nggak sengaja ya. (lagi-lagi nggak sengaja, ūüėÄ ) Awalnya iseng karena sesungguhnya penasaran sama klinik kecantikan di RSIA Tambak. Soalnya, tiap hari berangkat dan pulang kantor selalu nglewatin jalur itu, karena gue tinggal di area Matraman.

Nah, di dinding gedung RSIA Tambak itu tertulis iklan promo besar-besaran untuk treatment laser penghilang bekas jerawat, kantung mata, kerutan di wajah, dsb dengan harga Rp 500.000++.
Tiaaaaap hari gue baca tuh tulisan. Gimana nggak penasaran kan. Dan ternyata pas gue compare sama treatment sejenis di tempat laen, harga sekian termasuk kategori “murah”. (hmmm…iya, murahnya dalam tanda kutip yah, inget, dahulukan kebutuhan pokok sebelum kebutuhan tersier a.k.a foya-foya, wkwk, nggak-nggak bercanda)

Nah, karena penasaran, gue googling lah tuh si RSIA Tambak. Karena dari namanya juga khusus rumah sakit ibu dan anak, tapi kok nyediain klinik kecantikan juga yaa. Gitchu…

Eh, lhaaa…dari hasil googling meng-googling ini nih gue baru tau kalau ternyata, banyak ibu-ibu yang nyaranin seorang dokter SpOG yang praktek di RSIA Tambak itu. Bahkan banyak yang review kalau pelayanan di sana supeeer enak, ramah, bahkan termasuk suster-susternya, satpamnya, bahkan sampai tukang parkirnya ramah semua, dan tempatnya nyaman banget, homey abis. Ini gue dapet referensi salah satunya dari femaledaily.
Nah, berhubung itu thread tahun 2012-2013 itu UDAH kondisi bagus kayak gitu, gue narik kesimpulan kalau di sana itu emang nyaman banget dan tempatnya enak, dan seharusnya di tahun 2016 kondisinya makin oke dooong, minimal ya sama lah kayak tahun 2013 lalu. Hehehe.

Nah…salah satu dokter SpOG yang paling favorit di sana adalah dr. Oni Khonsa, SpOG. Dan pas gue googling kek mana rupa Beliau, eh ternyata, perempuan! Yeay!
Yang tadinya mau cari-cari informasi tentang dunia per-setrika-an wajah itu, eh, malah berakhir memunculkan niat buat serius bin serius bin serius bin serius lagi. Wkwkwk. Mungkin kalau gue udah jadi orang tua dan ngelihat gue (sebagai anak gue) dan laki gue (sebagai mantu gue) nyante begini, udah gue sentil kali yak. Hahaha. Ya…alhamdulillahnya, ortu kita berdua nggak ribeut dan ikutan santai juga. Pasrah. Lah…hahaha.

Jadi kesimpulannya adalah…..jeng-jeng-jeng!
Kayaknya gue bakal mau ambil jadwal rutin lagi deh buat ke SpOG. Tapi kali ini gue akan coba ke RSIA Tambak dan ke Dokter Oni tadi. Dari review yang gue baca, beberapa ex-pasien Beliau banyak yang puas banget sama performa Dokter Oni dan bahkan ada yang nyesel kenapa nggak dari anak pertama aja ya dia udah bareng sama Dokter Oni. Katanya Beliau ni orangnya ramah, baek, dan super sabar. Beuh…manteb banget nggak tuh bacanya kaaan.
Cuman ya gitu, ada sesuatu yang bagus, pasti ada juga resikonya. Yup! Dari review yang gue baca juga, antrian buat Dokter Oni tiap lagi praktek ini puanjaaaaang banget, bisa sampe mengular! Nah lho…hahaha.
Tapi yang gue seneng, pas gue lihat jadwal Beliau di RSIA Tambak, (ternyata di 2016 ini Beliau masih praktek di sana chuy, kan review yang gue baca tahun 2012-2013…gitchu…) ada jadwal di hari Jumat dari sore sampe jam 12 malem! Beuuuh. Manteb nggak tuh. Kali aja ntar sambil nunggu antrian, kita bisa mampir dulu bentar ke resto sebelah, restoran arab Hadramout. (lah…belom-belom udah ngomongin makanan lagi aje…hahaha)

Oke, jadi.
Daripada gue harus jauh-jauh ke RS Tebet lagi, mengingat juga proyekan gue di kantor Pancoran udah mau kelar, gue mending pilih tempat yang deket sama tempat tinggal saat ini, ya, yang deket Matraman.
Gue pas tau ada informasi ini, beuh rasanya…..kenapa nggak dari tahun lalu aja sih gue bacanya. (ikutan emak-emak di forum dah, hahaha) Kan enak, kelar periksa, tinggal jalan santai menuju rumah. Hahaha. Deket banget soalnya. Kalau jalan kaki lambat aja kira-kira 30 menit lah sampai rumah.

Doakan kita ya, siapapun Anda yang sempat mampir ke blog gue. Hehehe.
Wish us luck then! Bismillah wae nya. Yeay!

– – –
Matraman, 30.05.2016

Penilaian Soft Skills Saya

Wow, menarik!

Jadi ceritanya, hari ini saya mendapatkan notifikasi email dari Kompas Karier atas event yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat. Yang menarik adalah pada saat saya usai meng-update semua data saya, saya mengikuti kuesioner soft skills yang disediakan oleh tim. Dan ternyata, hasil dari kuesioner tersebut adalah untuk menilai seberapa jauh kemampuan soft skills saya pada saat ini dalam dunia kerja dengan level pekerjaan saat ini, yang dikategorikan ke dalam 6 jenis.

Nah, berikut hasilnya. Cekidot gan!

 

1.) SELF MANAGEMENT

Self Management adalah kemampuan individu untuk mengatur perilakunya sendiri, salah satunya dengan mengetahui tujuan hidupnya dan memiliki rasa percaya diri yang baik.

Dan grafik di bawah ini menunjukan hasil skor saya dan masuk ke dalam kategori mana.

Self Management Saya

Saya tergolong dalam Kategori Rata-Rata.

Berikut keterangannya:
Kamu memiliki kemampuan self management yang sama dengan kebanyakan orang lain. Hanya saja kamu masih perlu meningkatkan kemampuan ini agar bisa lebih bersaing dalam dunia kerja.

Saran untuk melatih dan meningkatkan Self Management soft skills Anda:

  1. Mencari tahu apa yang menjadi tujuan hidup kamu secara jelas, realistis, dan spesifik baik jangka pendek, ataupun jangka panjang.
  2. Mencari tahu kelebihan dan kekurangan kamu, emosi, dan kepribadian yang kamu miliki.
  3. Bersahabat dengan “stress” dengan jalan yang sehat, seperti melakukan olahraga, atau kegiatan lain yang kamu sukai.
  4. Membuat daftar “To do List” yang harus kamu lakukan.
  5. Menghindari prokrastinasi dalam mengerjakan sesuatu.

 

2) TEAM WORK

Team Work adalah kemampuan untuk bekerja dengan orang lain secara professional dalam mencapai tujuan bersama disertai adanya pemahaman mengenai perbedaan budaya, untuk mencapai tujuan bersama.

Dan grafik di bawah ini menunjukan hasil skor saya dan masuk ke dalam kategori mana.

Team Work Saya

Saya tergolong dalam Kategori Rata-Rata.

Berikut keterangannya:

Kamu memiliki kemampuan team work yang sama dengan kebanyakan orang lain. Namun ada baiknya kamu masih perlu meningkatkan kemampuan ini agar bisa lebih bersikap profesional.

Saran untuk melatih dan meningkatkan Team Work soft skills Anda:

  1. Fokus pada tujuan bersama.
  2. Memunculkan sifat empati dalam setiap interaksi dengan orang lain.
  3. Menghargai perbedaan dan keragaman budaya.
  4. Mendorong orang lain untuk dapat mencapai tujuan bersama dan menampilkan sikap kepemimpinan.

 

3) COMMUNICATION

Communication adalah kemampuan individu untuk menyampaikan informasi dengan berbagai perspektif sehingga dapat diterima dan dipahami oleh orang lain.

Dan grafik di bawah ini menunjukan hasil skor saya dan masuk ke dalam kategori mana.

Komunikasi

Saya tergolong dalam Kategori Rata-Rata.

Berikut keterangannya:

Kemampuan komunikasi yang kamu miliki setara dengan kebanyakan orang lain, hanya saja kamu perlu memperluas perspektif kamu agar pendapatmu mudah diterima dan dipahami oleh orang lain.

Saran untuk melatih dan meningkatkan Communication soft skills Anda:

  1. Berlatih untuk mendengarkan meliputi fokus perhatian pada yang berbicara, menghindari interupsi, menghindari pendapat yang menghakimi, tunjukkan rasa ketertarikan.
  2. Mensinkronkan bahasa tubuh dengan apa yang diucapkan dengan menyadari perbedaan individu pada setiap orang.
  3. Menjaga kontak mata dengan orang yang kamu ajak bicara.
  4. Berlatih menjaga intonasi dan volume suara sesuai dengan kondisi sekitar agar dapat jelas didengar oleh orang lain.
  5. Berlatih melakukan presentasi dan membuat laporan tertulis.
  6. Berlatih dalam menginterpretasikan ide dengan jelas dan efektif sehingga mudah dipahami oleh orang lain.
  7. Memperluas ruang lingkup komunikasi agar semakin terlatih dari skala local hingga global.

 

4) PROBLEM SOLVING & DECISION MAKING

Problem Solving & Decision Making adalah kemampuan untuk menemukan solusi masalah dengan menggunakan kreativitas, penalaran dan pengalaman masa lalu disertai informasi dan segala sumber daya sehingga dapat memilih solusi yang tepat dan merancang terobosan yang konstruktif dan etis.

Dan grafik di bawah ini menunjukan hasil skor saya dan masuk ke dalam kategori mana.

PS DM

Saya tergolong dalam Kategori Rata-Rata.

Berikut keterangannya:

Kamu bisa menangkap inti permasalahan yang sederhana dan mengambil keputusan dengan cepat untuk masalah-masalah yang sederhana. Ada baiknya kamu mengembangkan kemampuan ini agar bisa memecahkan permasalahan yang lebih kompleks.

Saran untuk melatih dan meningkatkan Problem Solving & Decision Making soft skills Anda:

  1. Melatih kepedulian dan kesadaran terhadap kondisi sekitar kamu.
  2. Mengikuti banyak kegiatan forum diskusi.
  3. Bertindak proaktif untuk memberikan pendapat ketika berada di forum diskusi.
  4. Berlatih membuat alternative pilihan yang kreatif dan tepat sesuai dengan etika dan norma yang berlaku di masyarakat.
  5. Berlatih untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi dalam hidup kamu termasuk masalah kecil sekalipun.
  6. Berlatih melakukan tindakan yang nyata dan efektif sebagai perwujudan dalam penyelesaian masalah.

 

5) PLANNING & ORGANIZING

Planning & Organizing adalah kemampuan untuk menetapkan perilaku yang sistematis untuk memastikan tercapainya tujuan kelompok. Merancang tujuan tertentu, membuat prioritas, dan time tables demi tercapainya produktivitas yang maksimal.

Dan grafik di bawah ini menunjukan hasil skor saya dan masuk ke dalam kategori mana.

PO

Saya tergolong dalam Kategori Rata-Rata.

Berikut keterangannya:

Susunan target dan prioritas yang kamu buat sama seperti kebanyakan orang lain.

Saran untuk melatih dan meningkatkan Planning & Organizing soft skills Anda:

  1. Membuat daftar “To do List” yang harus kamu lakukan.
  2. Membuat rancangan tahapan yang terencana untuk meraih cita-cita dan impianmu dan merealisasikannya dalam bentuk tindakan nyata.
  3. Melakukan perilaku nyata untuk memastikan rencana yang telah disusun berjalan dengan baik.
  4. Mengevaluasi tugas dan proyek yang dikerjakan, untuk mengidentifikasi kebutuhan lain yang mungkin dibutuhkan agar dapat mencapai harapanmu.

 

6) INITIATIVE & ENTERPRISE

Initiative & Enterprise adalah kemampuan untuk memulai dan menindak lanjuti suatu rencana/tugas dan usaha, dengan penuh semangat dan tekad yang kuat.

Dan grafik di bawah ini menunjukan hasil skor saya dan masuk ke dalam kategori mana.

IE

Saya tergolong dalam Kategori Rata-Rata.

Berikut keterangannya:

Secara umum, kemampuan initiative & enterprise kamu sama dengan kebanyakan orang lain. Ada baiknya untuk terus dikembangkan agar dapat bersaing dengan orang lain.

Saran untuk melatih dan meningkatkan initiative & enterprise soft skills Anda:

  1. Belajar membuat keputusan yang proaktif, di tengah situasi yang tidak pasti.
  2. Belajar berpikir secara kreatif.
  3. Tulislah ide-ide yang muncul dalam pikiranmu.
  4. Belajar melakukan inovasi berdasarkan ide-ide yang telah ada dengan cara yang tepat (konsultasikan dengan orang yang lebih berpengalaman).

 

Nah…ternyata setelah dilihat-lihat, kesimpulannya adalah, kondisi saya saat ini dengan level pekerjaan saat ini, saya masih dalam golongan rata-rata ya. Haha.

Mudah-mudahan dengan bertambahnya pengalaman saya dalam dunia kerja, bisa mengubah nilai atau skor saya yang saat ini tertera pada grafik di atas, menjadi lebih baik atau lebih tinggi juga kemampuannya di kemudian hari.

Aamiin… ūüôā

– – –

Tebet, 25 Mei 2016

English Test Preparation (1)

So this is it.

The moment when suddenly I want to explore my english skill again and again by monologue-ing and writing here.

Now it’s becoming an obsession to get much higher score of my TOEFL or IELTS later. It started actually at the end of last year. I remembered about my expired TOEFL prediction-test result, so I decided to start again to study. But because of my new job had just began, so I didn’t make it fast in time.

Actually I had a plan to take a TOEFL Test in this early year which were could be in January or February. But you can guess, I wasn’t in good performance so that’s why I postponed it. Haha. I hope I will ready this middle of the year.

image

I’m trying to keep reading english articles, watching western serials, english news, finishing my english novels, and even keeping update events on Quora day by day. That platform I mentioned in previous sentence is similar with other social medias but on Quora you can find any topics or updated events while increasing your english skill without any fear of lagging the informations or update moments or events which is happening or recently happened. Instead of facing bullsh*ts on mainstream social medias like facebook, path, instagram, and twitter everyday, it’s better to move on with something new and certainly will make you smarter.

(well actually it is not a generalize, we’re still can find good/positive things on that mainstream social medias, but related to what happened recently which always be that political things again and again, racism, fanaticism, etc, sometimes better to switch to another platforms for your entertainment)

I have some english materials too for supporting me learning the english. Lucky me, I have both IELTS and TOEFL materials freely. One is I got from a friend who got it by downloading from the internet which you can imagine how big the file size is where you have to provide the best internet connection to download it, and the other one is I got from a free educational workshop that held by one of candidate of the IA-ITB election participant in last February.

Through these months since I decided to start studying again, I’ve experienced things related to “increasing english skill”, such as took a TOEFL prediction test, took an english test on jobstreet website, and the last one is I came to an interview at foreign company where of course I needed english to do it although I didn’t past it in the end, haha. But for me, that interview was the very incredible experience I’ve ever had since graduated from college at least for me as an ordinary student who’s not as smart as others, haha. And for the results of both tests, guess what, my scores have increased! Both of them! At least since 2014, the last year I’ve taken those tests.

Talking about the free workshop that I mentioned in previous passage, lucky us who came to the event, there’s also a simulation of an IELTS test by the IDP Education, a kind of an educational organisation based in Australia that help international students to find best universities for them who want to study abroad, including organize the IELTS test. Honestly, that was my first experience knowing what the IELTS test form is. But I don’t think I’m late, at least now I can manage my self to fulfill the best scores both for IELTS and TOEFL.

Wish me luck then. ūüôā

– – – – –

Matraman, 10.04.2016