Cerita Villa Merah

Kisah ini terjadi saat saya masih duduk di bangku kuliah. Kala itu saya dengan teman-teman organisasi orkestra saya yaitu ITB Student Orchestra, sedang akan mengadakan malam keakraban bersama yang dilaksanakan di Lembang, Bandung. Dan tempat pun jatuh pada pilihan Villa Merah yang berada di kawasan perkebunan teh milik PT Perkebunan Nusantara VIII. Tulisan ini pernah saya masukkan dalam blog lama saya (flutist0410.wordpress.com) yang sudah lama non-aktif. Berikut kisahnya.

\(^-^)/

 

Sabtu, 19 Mei 2012

 

Walaupun terlambat bangun pagi, namun saya tetap semangat menatap hari.
Mungkin saya terlalu lelah karena kegiatan semalam.
Ya, setelah kegiatan les di BLCI usai, saya menikmati liburan long-weekend bersama calon suami ke Mall Paris Van Java.
Menonton sebuah film bertema drama yang cukup membuat saya untuk memutar pikiran.
Lalu ada apa dengan hari ini?

Villa Merah

Villa Merah

 

ITB Student Orchestra di setiap tahunnya mengadakan sebuah kegiatan malam keakraban diantara sesama anggotanya.
Biasanya kegiatan ini menginap di suatu tempat, dan agak sedikit jauh dari kampus ITB.
Kali ini, Super Makrab ITB Student Orchestra diadakan di Villa Merah, Parongpong, Lembang, Bandung.
Villa ini milik PT. Perkebunan Nusantara Daerah Tingkat VIII, Jawa Barat.
Kali ini ada yang sedikit berbeda dari beberapa malam keakraban sebelumnya.
Ya, makrab kali ini benar-benar “super”, karena diadakan 3 hari 2 malam, kurang lebih.
Dari hari Jumat tanggal 18 Mei 2012, hingga Minggu pagi tanggal 20 Mei 2012.
Namun karena ada kegiatan les, saya baru bisa menyusul di hari Sabtu siangnya.

 

– – –

 

Sekilas saya sangat hapal dengan rute perjalanan ini.
Saya berangkat menuju villa ditemani sang calon lagi. Hehehe. :”>
Kondisi lalu lintas yang sangat ramai, membuat hati saya makin bersemangat menuju villa.
Dengan angkot trayek Cicaheum-Ledeng, saya menempuh perjalanan menuju Bandung atas.
Kemudian setelah sampai di terminal Ledeng, berganti angkot dengan trayek, Ledeng-Parongpong.
setelah sampai di depan jalan masuk menuju PT Perkebunan Nusantara Daerah Tingkat VIII, dilanjutkan lagi dengan menggunakan ojek.
Tidak terlalu jauh, kurang lebih 2 km dalam waktu 10 menit, kami sudah sampai di Villa Merah.

 

– – –

 

Sesampainya saya di villa, terlihat sedang terdapat kegiatan keliling pos.
Kegiatan ini berkisar tentang pengetahuan keorganisasian dalam kepengurusan ITB Student Orchestra.
Sesekali juga dalam pengetahuan umum tentang ISO.
Yang unik adalah, pada pos terakhir yang dijaga oleh Ali, dalam menjawab ataupun menimpali jawaban, harus menggunakan pantun 2 kalimat.
Lucu.
Sampai ada Ray 2011 yang nyeletuk,

“Pak Lurah makan cacing, … bertambah 3 orang,”

Entah apa yang dia pikirkan, tapi rima yang dimaksud olehnya adalah terletak pada “ng” pada akhir kalimat, bukan pada kesamaan bunyi.
Kontan semua yang ada di sana tertawa terbahak-bahak mendengar “kekonyolan” tersebut.
😀

 

– – –

 

Beberapa menit kemudian, kami semua makan siang.
Setelah itu, saya pun menunaikan Sholat Dzuhur.
Karena melihat teman-teman sudah mulai kecapaian karena kegiatan barusan, maka saya memutuskan untuk berkeliling area villa.
Indah!!!
Kanan-kiri, di sekeliling villa, terdapat hamparan kebun teh yang sangat luas.
Hal ini membuat suasana menjadi semakin romantis.

Sore itu akhirnya saya memutuskan menghampiri Poppy dan Yudovan yang terlihat sedang asik berbincang.
Makin lama, bertambahlah personil kami.
Hingga Fida yang dikabarkan tidak jadi mengikuti kegiatan Super Makrab, tiba-tiba dia datang dengan motornya.
😀

Sore itu saya berbicara banyak hal. (mengobrol lebih tepatnya)
Dengan Yudovan, Miranti, ALdi, Fida, Arya, dan lain-lainnya.
Dari yang ringan, hingga yang sedikit agak “berat”, sampai yang membuat saya terpingkal-pingkal.

 

– – –

 

Terlihat Aya, Irham, Uchi, Nurma, Tya, sedang berkutat di dapur.
Mereka sedang menyiapkan makan malam, membuat sayur sop.
Selain itu, mereka juga secara diam-diam menyiapkan surprise untuk ulang tahun Aderia yang jatuh pada hari ini.
Wah, benar-benar ramai yaa.

 

Suasana Futsal

Suasana Futsal

 

Selain itu, sumber keramaian menjelang Maghrib itu bersumber dari lapangan bola yang ada di belakang villa.
Rombongan pria sedang asik bermain futsal.
Dan terlihat 2 penonton super-heboh, Poppy & Doni yang tidak berhenti berteriak-teriak.
Sesekali Tyas juga menimpali teriakan-teriakan mereka.
Sampai-sampai setiap ada bola mampir ke Ano, serentak semua berteriak “Tsubasa!!!
😀

 

– – –

 

Maghrib tiba, kami pun kembali ke dalam villa.
Beristirahat dan menunaikan ibadah Sholat Maghrib.
Setelah itu, seperti sudah di-briefing sebelumnya, kami pun bergerak keluar villa. Semuanya.
Kami akan menyanyikan lagu “Selamat Ulang Tahun” untuk Aderia.
Beberapa menit kemudian, Aderia dengan ditutup matanya dengan sebuah kain, diapit oleh Poppy dan Kak Mei, berjalan perlahan menuju depan kami.
Kemudian terdengar alunan biola Arya “happy birthday, happy birthday,… happy birthday to you…
Setelah biola Arya selesai dengan melodi tersebut, kami pun serempak menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuknya.
😀

Ah ya, muka Aderia yang super cute ini memang miriiip sekali wajahnya dengan kakaknya.
Peter Chandra, salah seorang saudara di Bhupalaka.

Gemeeesss!!!
😀

 

– – –

 

Menjelang malam, sebelum kegiatan Api Unggun, kami dipersilakan makan malam terlebih dahulu.
Bersifat prasmanan.
Setelah itu, kami semua menuju lapangan bola kembali untuk ber-Api Unggun ria.
Di sana, Pandu dan Tiffany memandu kami dengan sebuah games berjudul “tebak kata”, dengan penyampaiannya tidak boleh dengan berbicara antara 1 peserta dengan peserta lain.
Sebelumnya, kami dibagi-bagi dalam 5 kelompok. Dan saya adalah kelompok 1.
Giliran pertamalah kami yang maju dan memulai permainan.

Dan sebagai penutup games ini, kelompok 5 dengan jawaban akhir adalah “Cina Tulen”! Entah bagaimana mereka memulai memperagakan frase kata ini. Tapi akhirnya Arya (kalau tidak salah) dapat menjawab dari yang diperagakan paling terakhir oleh Wesley (kalo ga salah juga, hehehe, :p) dengan awal pemula peraga adalah Poppy. 😀

 

– – –

 

Suasana Api Unggun

Suasana Api Unggun

 

Setelah permainan tersebut, sambil menunggu makanan susulan bagi yang belum makan, kami bermain “Berburu Babi” yang dipandu oleh Akbar 2011.
Caranya adalah dengan mengangkat tangan kanan dan meletakkan tangan kiri di atas paha sebelah kiri masing-masing.
Kemudian, Akbar akan memulai “kisah”nya.
Setiap muncul kata “babi”, maka setiap orang harus memukul-kan tangan kanannya ke atas tangan kiri ke teman di sebelah kanannya.
Dalam artian, setiap tangan kiri yang berada di atas paha masing-masing tersebutlah yang menjadi “incaran”.
Dan setiap orang juga harus menghindari agar tangan kiri-nya tidak tertangkap.
Apabila tertangkap, maka orang tersebut harus maju dan mendapatkan hukuman.
😀

Beberapa saat kemudian, Pandu dan Tiffany mengumumkan ISO Award.
Sambil mengumumkan hal tersebut, kami membakar ubi yang dimasukkan ke dalam api unggun.

 

– – –

 

Setelah acara api unggun usai, kami melanjutkan acara dengan pembagian hadiah kepada semua orang.
Hadiah-hadiah ini merupakan program “Tukar Kado” dalam acara Super Makrab.
Sebelum acara makan malam sebelumnya, semua orang diminta untuk mengumpulkan kado-kado yang sudah dipersiapkan.
Bermacam-macam hadiah yang ada.

Setelah semua dibagikan, setelah aba-aba, semuanya membuka bungkusan masing-masing.

Ada yang berteriak, tertawa “ngakak”, ada yang diem “cengok”, ada yang cuma senyam-senyum, dan berbagai ekspresi lainnya.

Tyas terlihat memegang sebuah hadiah “prajurit” bulat kecil (berbentuk seperti telur berukuran lebih besar sedikit, yang dapat dibuka, kemudian terdapat boneka prajurit ukuran lebih kecilnya lagi, dibuka lagi, dan begitu seterusnya).
Kado tersebut berasal dari Egi.
Kemudian Arya yang memegang sebuah boneka Angry Bird yang apabila ditekan akan berbunyi mengeluarkan suara seperti mainan bebek-bebekan.
Ada Fida yang mendapatkan kalung hati untuk sepasang.
Ada Sekar-Mawar yang mendapat keranjang kecil.
Aderia yang terlihat membawa map hitam partitur.
Ano yang tiba-tiba datang memamerkan sebungkus plastik “Loose Leaf“.

Dan yang paling “menyebalkan” adalah, ada yang mendapatkan hadiah pembalut wanita! Dan ternyata, yang membungkus kado tersebut adalah Arya yang super gila! -.-” Lain Arya, lain pula Ryan. Dia membuat kado dengan lapisan yang berlapis-lapis! Dimulai dari kertas koran, plastik, dan lapisan-lapisan berikutnya hingga sampai ke bagian “inti” dari kado tersebut. Ada-ada saja! 😀

 

– – –

 

Malam harinya sekitar pukul 11 malam, terlihat orang-orang yang sudah kelelahan akibat kegiatan seharian penuh.
Seharusnya, terdapat acara di jadwal dari jam 11-jam 2, namun kondisi badan yang tidak memungkinkan, maka dibatalkanlah acara tersebut.
Saya, Sekar-Mawar, Poppy, Doni, menikmati film di Global TV di dekat pintu kamar.
Semakin malam, tingkah Doni semakin menjadi.
Dia dan juga Poppy tidak henti-hentinya membuat saya dan Sekar-Mawar tertawa terbahak-bahak, hingga terpingkal-pingkal.
😀

 

Minggu, 20 Mei 2012 

 

Sekitar pukul 1 malam, kami mengadakan surprise untuk Joseph, 2010, Gitaris.
Dia berulang-tahun 1 hari setelah Aderia, tanggal 20 Mei ini.
Dan setiap dari kami yang masih terjaga, mendapatkan giliran satu-per-satu untuk “mencoretkan” bedak dengan jari di wajahnya.
Kontan wajah Joseph yang sudah putih, kembali bertambah putih akibat bedak tersebut.
😀

 

– – –

 

Semakin malam, saya semakin tidak dapat tidur.
Akhirnya diantara kami, saya, Ali, Sigit, Pandu, Grapo, Handal, Joseph, Doni, memutuskan untuk membuat Indomie.
Lumayan untuk sekedar menghangatkan malam yang sangat dingin ini.

Tidak terasa sudah pukul 3 pagi dini hari.
Terlihat Risdi, Handal, dan beberapa pria 2011, menonton final champion, MUE vs CHE di RCTI.
Ekspresi mereka sama semua. Tegang.
Entahlah. Apa yang selalu membuat para laki-laki ini setiap menonton pertandingan bola menjadi sangat “lebay”.
Terutama saat MUE mencetak gol yang pertama, terlihat Risdi dengan napasnya yang memburu, terlihat sangat puas sekali.
Seperti deg-degan habis dikejar setan. Walaupun pada akhirnya, pemenangnya adalah Chelsea.
😀

Sebelumnya, saya, Sigit, dan Kak Kresno mengantar Nandi, Joseph, Irma, dan Ian Pur sampai ke depan pintu gerbang Villa Merah. Mereka izin kembali ke kota terlebih dahulu. Sekitar pukul 3 dini hari mereka berangkat meninggalkan Villa Merah. Dan…suasana di luar villa memang benar-benar sangat dingin. Gelap. Tiada penerangan di sekeliling villa yang memadai.

 

– – –

 

Paginya, saya tidak tuntas mengikuti kegiatan hingga jam 10 pagi.
Saya dan Miranti izin pulang terlebih dahulu.
Karena mengingat ada beberapa kegiatan yang hendak dilakukan. (...dan…kalau untuk saya, saya sudah tidak sabar untuk segera tidur “membayar hutang” tidak tidur semalam) -.-”

 

– – –

 

 

Total peserta dari Super-Makrab ini mencapai angka 90 peserta dengan kondisi beberapa peserta yang “pulang langsung pergi lagi” alias tidak menginap.

Ada pula yang seperti saya yang menginap 1 malam dari Sabtu-Minggu.

Ada pula yang menginap 1 malam dari Jumat-Sabtu.

Ada juga yang pulang di hari itu, dan kembali di hari itu juga.

Dan tentunya sebagian besar memang menginap 3 hari 2 malam.

😀

Banyak juga ya!

😀

 

– – –

 

Di Minggu pagi, semuanya sudah serentak bangun untuk “mengerjai” sang ketua kita tercinta.
Aldi.
Doi ulang tahun juga hari ini.
Lebih mengejutkan lagi adalah ketika tahu Egi 2011 sedang “mengkoordinasikan” teman-teman Aldi masa SMA.
Mereka semua menuju Villa Merah dalam rangka misi “penculikan” terhadap Aldi.
Namun sebelum itu, Aldi kena surprise dari kami, setelah cukup lama kami menunggunya datang.
Dan 1 kotak besar raksasa berbungkus plastik, kertas koran, kerdus, plastik hitam.
Yang ternyata berisi sebuah Kecap Bango yang sebagai kado kami untuknya.
Hehe.
😀

 

– – –

 

Alhamdulillah serangkaian acara Super-Makrab ini berakhir dengan penuh keceriaan, kebahagiaan, dan penuh tawa.
Terlihat juga senyum sumringah teman-teman 2011 yang mendapatkan “jatah” jaket ISO-nya.
😀

 

lampu kota

(ilustrasi pemandangan lampu-lampu Kota Bandung bila dilihat dari puncak Villa Merah ini)

Banyak hal yang luar biasa terjadi di Super-Makrab ini.
Cuaca yang sangat cerah selama 3 hari 2 malam (katanya sih begitu… saya kan hanya menginap Sabtu-Minggu, hehehe. :p), benar-benar sangat mendukung kegiatan.
Suasana yang sangat dingin, pemandangan lampu kota, serta taburan bintang yang saaaaangat indah, menambah ke-romantis-an diantara kami, ITB Student Orchestra. 🙂

 

bintang

(ilustrasi suasana taburan bintang di langit malam Super-Makrab ITB Student Orchestra – Villa Merah)

Terima kasih banyak ISO.

Terima kasih Sigit dan Aldi yang senantiasa mengingatkan acara ini (akhir-akhir ini sering lupa-an ama semua hal, :p).
Terima kasih juga yang udah masakin buat kita-kita, Irham, Aya, Tya, Nurma, Nurina, Pandu, Uchi, dkk.
Dan tentunya terima kasih untuk semua-semuanya ITB Student Orchestra, terima kasih!
:’)

 

 

Salam,
Bandung, Minggu, 20 Mei 2012
Villa Merah, Parongpong, Lembang, Bandung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s