Review Hotel Wirton, Dago, Bandung

Hello again internet!

Pagi ini suasana langit sangat gloomy yah. Hujan sudah dimulai sejak tadi pagi Subuh. Dan saat ini, siang hari, saat saya menulis kembali, matahari belum juga muncul dari peraduannya. Hujan sudah berhenti sih sejak pukul 9 pagi tadi, tapi suasana masih mendung. Ya, mendung, dingin, komplit. Rasanya akan sangat menyenangkan menikmati hari dengan segelas teh hangat atau secangkir kopi hangat.

Yak, kembali lagi! Saya ingin kembali me-review sebuah penginapan yang baru saja saya dan pasangan kunjungi kemarin weekend. Kali ini kembali ke Kota Kembang, Bandung. Pada mulanya mengapa kami memilih hotel ini, dikarenakan sebenarnya kami sedang ada acara di malam minggunya di Teater Tertutup Dago Tea House yang letaknya berada pada kawasan budaya pemerintah Kota Bandung yang berada di area Dago Atas. Berhubung acaranya dilaksanakan pada malam hari, maka kami memutuskan untuk mencari hotel yang sangat dekat dengan Dago Tea House tersebut, bila perlu kami bisa PP Dago Tea House – hotel hanya dengan berjalan kaki.

Maka, pilihan kami jatuh kepada Hotel Wirton.

 

– – –

 

Hotel Wirton merupakan hotel bintang 2 yang terletak persis sebelum jalan masuk ke Dago Tea House, berseberangan dengan Pom Bensin.

Lokasi Hotel Wirton Dago Bandung

 

Lokasi hotel ini strategis berada di pinggir Jalan Raya Dago Atas (Jln. Ir. H. Djuanda bagian atas) dengan harga per malamnya untuk Kamar Standard adalah sekitar Rp 250.000,-an. Cukup murah bukan?

Jam check in dan check out hotel ini sama-sama jam 12 siang, akan tetapi saat kemarin kami datang tepat waktu pukul 12 siang, ternyata kamarnya belum ready. Jadilah kami agak sedikit menunggu sampai dengan pukul 12.30-an. Yah, cukup lama, tapi berhubung saya juga membawa bekal novel, jadilah saya bisa memanfaatkan waktu menunggu dengan membaca novel. Pasangan? Ya apalagi jika bukan bermain game. Haha.

 

Nah, berikut merupakan penampakan kamar standard pada Hotel Wirton tempat kami menginap ini. Cukup minimalis dengan bentuk kamar-kamar hotel budget masa kini. Dan yang menjadi unik sebenarnya adalah, 2 (dua) sisi dinding yang menghadap luar ini, terdapat kaca yang menembus ke arah luar, sehingga pemandangan keluar hotel langsung dapat terlihat. Kebetulan kami memang request untuk kamar yang menghadap ke arah luar dan di lantai tertinggi dari jenis kamar yang ada. Dan memang mentok di lantai 2 untuk jenis kamar standard hotel ini.

Penampakan Kamar Standard Hotel Wirton Dago Bandung

 

Penampakan Kamar Standard Hotel Wirton Dago Bandung

 

Penampakan Kamar Standard Hotel Wirton Dago Bandung

 

 

Suasananya tenang dan tidak berisik walau kamar menghadap ke arah jalan raya dan berhadapan langsung dengan Pos Satpam Hotel, ya, pos satpam! Haha. Stereotype  yang biasanya suka menjadi “hal wajar” dengan yang namanya “pos satpam” itu adalah, kalau pada malam hari, petugas-petugasnya atau satpam-satpamnya suka menyalakan radio kencang-kencang untuk menemani sepanjang malam berjaga, malah bisa-bisa dangdutan dari radio yang dinyalakan tersebut. Akan tetapi kemarin kami tidak mengalami “hal yang tidak diinginkan” tersebut, alhamdulillah. Haha. Nah, berikut ini adalah penampakan bagian luar kamar kami atau pemandangan yang kami dapat dari kamar kami. Hihi.

Penampakan Sisi Sebelah Utara

 

Penampakan Sisi Timur yang Menghadap ke Arah Jalan Raya (Nah kan, ada Pos Satpam-nya kan….hahaha.)

 

Menuju ke hotel ini juga relatif sangat mudah ya, apalagi jika menggunakan transportasi umum yaitu angkot. Dapat dituju dengan menggunakan:

  1. Angkot Kalapa – Dago (Warna Hijau dengan Corak Orange di Bagian Bawah Angkot)
  2. Angkot Stasion – Dago (Warna Hijau dengan Garis Orange di Bagian Tengah Angkot)
  3. Angkot Riung – Dago (Warna Putih dengan Corak Hijau di Bagian Bawah Angkot)

Berhentinya pun persis di depan hotel dan tidak perlu berjalan kaki lagi menuju ke hotel ini. Mudah bukan?

 

Lalu bagaimana dengan kualitas sarapannya? Kalau boleh saya katakan, kulaitasnya sama seperti hotel-hotel budget bintang 2 lainnya. Sistem prasmanan, rasa yang cukup lezat dan memuaskan bagi para tamu di dalam memenuhi kebutuhan sarapan pagi. Sarapan pagi seperti biasa dari pukul 6 sampai dengan pukul 10 pagi. Kemarin saat kami selesai melaksanakan sarapan pagi kami, kami melanjutkan aktivitas kami ke Car Free Day (CFD) Dago yang berada di Jalan Raya Dago Bawah (Jln. Ir. H. Djuanda bagian bawah). Menuju ke CFD pun kami tidak kesulitan, karena hanya dengan sekali menggunakan angkot menuju ke arah Simpang Dago di bagian bawah.

Sarapan Pagi di Hotel Wirton Dago Bandung

 

Overall menurut saya menginap di hotel ini cukup memuaskan dan yah walau pada saat datang agak sedikit menunggu. Selain itu, harga di hotel ini relatif murah, karena dari Rp 250.000,-an, teman-teman sudah dapat menginap di hotel ini.

Oke deh, liburan yuk! 🙂

Advertisements

Review Hotel Losari Blok M

Hello internet!

Tulisan kali ini kembali mengenai review hotel. Yeay! Haha. Rasanya tiada henti ingin menulis tentang beberapa hotel yang sudah pernah saya singgahi. Yuk mareee.

Namanya adalah Hotel Losari Blok M. Hotel ini merupakan hotel bintang 2, lokasinya berada di pinggir Jalan Raya Panglima Polim Raya dan berada di seberang sisi kiri Blok M Plaza, di mana di depan hotel yang merupakan Jalan Raya Panglima Polim Raya ini sedang dibangun fly over baru. Saat saya menginap bersama dengan suami, saya baru meyadari bahwa, hotel tempat kami menginap ini dilalui oleh crane proyek jalan layang tersebut! Yang terlintas dalam benak saya adalah, sungguh-sangat-tidak-aman-sekali kami menginap di sana. Benar-benar kurang tepat waktunya rasanya. Tapi alhamdulillah selama kami menginap di sana, tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Na’udzubillahimindzalik

Lokasi hotel ini sangat strategis, meskipun apes-nya dia berlokasi dekat sekali dengan proyek pembangunan jalan layang di depannya. Hotel Losari Blok M ini berada pada komplek area hiburan dan bisnis Melawai – Blok M. Letaknya persis di samping pintu masuk area komplek ini di sisi barat. Lokasi hotel ini juga dekat sekali dengan Blok M Square.

Harga per malamnya juga relatif sangat murah, apalagi jika teman-teman melakukan booking hotel via aplikasi travel online seperti agoda, traveloka, dan lain sebagainya. Dan saya saat menginap adalah pada saat long-weekend mendapatkan biaya menginap per malamnya adalah  sekitar Rp 300.000,-an.

Lokasi Hotel Losari Blok M

 

Untuk suasana hotel dan kamarnya, interiornya malah mengingatkan saya akan kondisi-kondisi hostel-hostel atau bahkan hotel-hotel budget di luar negeri, yang memang diperuntukkan bagi para backpacker. Dari masuk hotel dan menunggu di ruang resepsionis atau kedatangan tamu, sudah terasa “aura luar negeri”-nya. Haha. Dekorasi resepsionis yang dihiasi bendera-bendera beberapa negara plus jam dinding yang menunjukkan 4 (empat) waktu di 4 (empat) wilayah di dunia, semakin membuat terasa “aura luar negeri”-nya. Dan ketika sedang menunggu, kami juga disuguhi welcome drink yang memang sengaja dipersiapkan bagi para tamu hotel yang masih harus menunggu beberapa saat menunggu kamar yang dipesan siap.

Suasana Ruang Tunggu Hotel Losari Blok M

 

Suasana Ruang Tunggu Hotel Losari Blok M

 

Nah, ini yang tidak kalah menarik. Kamarnya gaes. Entah bagaimana cerita, saya langsung teringat Negara Jepang pada saat pertama kali masuk kamar hotel ini, tanpa mengingat bahwa lokasi hotel ini memang berada di kawasan Jepang-Jepang-an di Komplek Melawai Blok M.  Ya, Jepang! Saya rasa hotel-hotel budget di Jepang akan memiliki penampakan mirip-mirip seperti dengan kamar standar Hotel Losari Blok M ini. Ya walaupun sebenarnya saya juga belum pernah ke Jepang sih. Haha. Dari luas kamar yang minimalis, tapi sepertinya sang arsitek hotel ini pandai memanfaatkan ruang yang kecil terasa menjadi cozy dan membuat betah. Terkesan juga dengan posisi kamar mandi yang tidak biasa semakin terasa seperti di luar negeri. Haha. Tapi mungkin memang sepertinya sang pemilik hotel juga merupakan orang Jepang, di mana memang wilayah komplek Melawai – Blok M ini isinya mostly cafe-cafe, restoran-restoran, dan club-club Jepang.

Penampakan Kamar Standard Hotel Losari Blok M

 

Penampakan Kamar Standard Hotel Losari Blok M

 

Penampakan Kamar Mandi Hotel Losari Blok M yang Minimalis Praktis

 

Sebelum masuk ke dalam kamar, terdapat ruang duduk-duduk semacam ruang tamu yang dapat digunakan oleh para tamu hotel jika misalnya menerima tamunya masing-masing. Walau nampak cozy untuk duduk-duduk, tamu hotel tetap tidak diperkenankan untuk merokok di dalam hotel.

Penampakan Ruang Tamu Sekunder Dekat Kamar-Kamar Hotel

 

Lukisan Cantik pada Ruang Tamu Sekunder (Benar-benar lukisan asli, BUKAN gambar print. Cat lukisnya terasa sekali. Cantik!)

 

Lalu bagaimana dengan kualitas sarapannya? Seperti pada kualitas-kualitas hotel budget pada umunya, sarapan pada hotel ini sudah cukup baik dan lezat, sangat dapat memuaskan kebutuhan sarapan pagi para tamu. Selain itu juga, desain interior untuk ruang makan dan bar pada hotel ini juga cantik dan lagi-lagi bernuansa Jepang atau bernuansa “luar negeri”.

Meja Makan pada Ruang Makan Hotel Losari Blok M

 

Sarapan Prasmanan di Hotel Losari Blok M

 

Sarapan Prasmanan di Hotel Losari Blok M

 

Sarapan Kami di Hotel Losari Blok M

 

Nah, kalau berikut ini merupakan penampakan beberapa hiasan dinding yang berada di sekitar area ruang makan Hotel Losari Blok M.

Hiasan Dinding di Area Restoran dan Bar Hotel Losari Blok M

 

Hiasan Dinding di Area Restoran dan Bar Hotel Losari Blok M

 

Sebenarnya kalau dari luar, hotel ini sangat terlihat sekali sebagai hotel lama dengan eksterior bangunan lama. Sayangnya juga nampak seperti bangunan lusuh jika dilihat sepintas dari luar. Akan tetapi, dilihat dari lokasinya yang strategis, dekat dengan tempat-tempat wisata belanja, saya rasa, tidak akan menjadi masalah. Apalagi kondisi interior yang bersih dan unik juga membuat suasana semakin terasa kalau sedang berlibur.

Tunggu apalagi gaes. Mari berkemas dan yuk liburan!

Review Fave Hotel Melawai – Blok M

Halo lagi internet!

 

Wow-wow! Rasanya saya sedang bersemangat. Haha! Kembali lagi, saya akan membahas dan me-review sebuah hotel. Dan giliran kali ini jatuh pada Fave Hotel Melawai yang sebenarnya letaknya persis dekat dengan Blok M Square. Yuk, cekidot gan!

 

Pada mulanya mengapa saya menginap pada hotel ini? Ya, seperti biasa karena iseng. Oh wait, iseng? Buang-buang duit donk kamuh! No, no, nggak, kami bukan tipe yang suka buang-buang duit. Nyarinya susah, bo! Hehe. Ya, kebetulan memang dalam minggu-minggu kala itu, load pekerjaan yang sedang saya handle memang sedang banyak-banyaknya dikerjakan, walau sebenarnya yeah…..nggak capek-capek amat sih, hanya, rasanya badan memang terasa sedikit penat. Haha. (alasan kamu, gan! wkwk) 😀

 

Saya menginap dari tanggal 11 – 13 Agustus 2017. Saat itu memang kebetulan suami memang ada acara keluarga menemani Tante ke Samarinda, akan tetapi saya tidak dapat ikut, dikarenakan di hari Jumat-nya saya memang masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan segera, jadi yah, mau bagaimana lagi. Ditambah saat itu, di bulan depannya, yaitu September 2017, saya akan mengambil cuti banyak, karena urusan keluarga juga, hehe. (saat saya menulis ini, cutinya sudah saya lakukan pada minggu lalu, 😀) Saya pun izin kepada suami perkara ide menginap ini, dan alhamdulillah suami meng-iya-kan. Yeay! Dan kebetulan juga, di hari Sabtu-nya, 12 Agustus 2017, ada sebuah konser klasik (orkestra) yang diselenggarakan di Balai Resital Kertanegara di mana lokasinya tidak jauh dari Blok M, pluuus kebetulan yang dadakan juga, ada teman semasa kuliah yang akhirnya menemani saya menginap di hotel di hari Sabtu sampai dengan Minggu-nya, karena sama-sama akan menonton konser tersebut. (tenang, temen cewek kok! :D)

 

Konser Jakarta Sinfonietta di Balai Resital Kertanegara

 

– – –

 

Hotel budget bintang 3 (tiga) ini merupakan hotel yang termasuk dalam kategori hotel baru dengan mengusung konsep hotel budget “kekinian”, modern, dan memang tipe-tipe seperti ini diperuntukkan bagi para backpacker. Akan tetapi, saya berkesempatan menginap di hotel ini pada saat weekend, bukan dalam urusan atau kegiatan kerja.

 

Lokasi ini jika boleh saya bilang atau katakan adalah, sangat sangat sangat dan superrr strategis. Karena apa? Karena lokasinya persis di samping Blok M Square. Apalagi jika memang sengaja memiliki tujuan untuk berlibur dan untuk berwisata belanja di area Blok M. Bagaimana tidak? Keluar dari hotel, teman-teman sudah menjumpai Blok M Square di depan mata, sudah begitu pintu hotel tegak lurus dengan salah satu pintu masuk mall tersebut. Nah kan? Kurang strategis apalagi coba? Hahaha.

 

Lalu bagaimana dengan harga? Jangan khawatir, walaupun lokasi hotel ini begitu sangat strategis, harga per malamnya tidak terlalu mahal, alias relatif murah. Sebagai perbandingan, untuk harga kamar tipe standard adalah sekitar Rp 350.000,-an per malamnya untuk waktu weekend (karena pada saat saya menginap adalah waktu weekend, bukan weekday). Apalagi jika melakukan booking melalui aplikasi travel online seperti agoda, traveloka, maupun aplikasi lain semacamnya, bisa-bisa mendapatkan diskon tambahan atau diskon bawaan dari aplikasi-aplikasi tersebut.

 

Berikut penampakan Kamar Standard Fave Hotel Melawai:

 

 

Sebenarnya pada saat booking saya sudah request untuk kamar yang menghadap ke arah luar, alias arah bagian depan yang berhadapan langsung dengan Blok M Square, akan tetapi yang saya dapatkan malah di sisi bagian dalam (bukan menghadap ke bagian luar hotel). Sempat kecewa pada awalnya, namun setelah mendengar penjelasan dari petugas resepsionis yang mengatakan kalau tipe kamar standard dengan single bed sudah tidak ada yang menghadap ke bagian luar, karena yang bagian luar itu tersisa yang double bedYeah…..walau sebenarnya saya masih dongkol dan tidak terima, tapi yasudah lebih baik saya terima dan berdamai saja dengan keadaan. Haha. (lebay banget yak perkara letak posisi kamar doank :D). Akan tetapi, setelah tau dadakan yang ternyata kawan saya ternyata mau menemani saya menginap, tau begitu, saya akan ambil tuh kamar double bed. Hahaha. Yah…yasudahlah.

 

Next…

 

Untuk sarapan pagi pada hotel ini, menurut saya sudah sangat enak ya, dengan berbagai varian sarapan yang diberikan. Ada bentuk sereal, salad, roti, bubur, hingga makanan berat nasi atau mie beserta lauk-pauknya.

Omelette Fave Hotel Melawai

 

Dan yang menjadi unik adalah, letak ruang makan atau restoran hotel ini ternyata berada pada lantai yang menyambung dengan bangunan sebelah, yaitu terletak pada lantai 2. Dan setelah dilihat-lihat juga, properti seperti meja dan kursi makan, ternyata milik Kedai Kopitiam, di mana memang letak warung kopi tersebut bersebelahan persis dengan hotel ini. Jadi, ruang makan yang digunakan oleh Fave Hotel Melawai ini merupakan ruangan share dengan Kedai Kopitiam. Mungkin sistem pembagian jadwalnya menjadi begini, pada pagi hari diperuntukkan untuk sarapan pagi Fave Hotel Melawaikemudian pada siang harinya barulah untuk Kedai Kopitiam. Lagipula jam sarapan berbatas hanya dari jam 6 pagi sampai dengan jam 10 pagi saja, sementara toko-toko atau tempat makan atau cafe-cafe pada umumnya baru akan buka sekitar pukul 10 – 12 siang. Boleh juga ya idenya. (sayang saya tidak sempat memotret seluruh bagian ruang makan tersebut, hiks)

 

Yang lebih seru lagi, pada saat malam hari, akan berjejer banyak kuliner lesehan yang digelar pada sisi Blok M Square yang berhadapan langsung dengan hotel ini! Karena sisi-sisi lain Blok M Square tidak ada gelaran kuliner lesehan seperti sisi yang satu ini. Nah, ciamik bukan? Hehe. 😀 Jadi, tidak perlu khawatir jika ingin mencari makan malam atau jajanan pada malam hari. Hanya sayangnya, kuliner lesehan ini tidak sampai jam 12 malam biasanya sudah habis dan tutup. Pada awalnya, saya pikir kuliner malam tersebut akan buka dengan overtime lebih dari jam 12 malam, mengingat waktu weekend biasanya akan banyak orang yang berkegiatan malam di area wisata tersebut, tapi ternyata tidak demikian.

 

– – –

 

Atraksi-atraksi wisata belanja yang dapat dituju dari hotel ini antara lain, jelas yang pertama adalah Blok M Square, yang terletak persis di seberang hotel. Kemudian ada Pasaraya Blok M yang terletak di belakang hotel, di mana setelah keluar dari hotel, pengunjung diharuskan berjalan ke arah kanan mentok kemudian belok kanan, maka lokasi Pasaraya Blok M sudah terlihat di sebelah kanan. Perlu diketahui juga bahwa lokasi Pasaraya Blok M ini bersebalahan persis dengan Terminal Bus Blok M non-TransJakarta. Untuk halte TransJakarta itu sendiri, terintegrasi (menyatu) dengan Blok M Square, di mana jika ingin menuju ke sana, pengunjung diharuskan melalui bagian basement gedung Blok M Square.

 

Oh iya, ada lagi! Di atas Blok M Square ini juga terdapat Masjid Raya atau Masjid Besar yang saaangat luas, di mana di tiap minggunya suka diselenggarakan pengajian dan mendatangkan ustad-ustad ternama negeri ini. Nah kan, hotel ini benar-benar strategis bukan? Selain itu, hotel ini juga terletak dekat dengan Mall Blok M Plaza yang berada di arah barat dari Blok M Square, serta dekat juga dengan club-club (diskotik) dan restoran Jepang yang identik dengan “kehidupan malam”.

 

(Sungguh super unik ya area Blok M dan Melawai ini. Di sisi lain, pada saat malam hari, areanya penuh kelap-kelip khas hiburan malam, sementara di tengah-tengah-nya atau di “jantung” atau pusat-nya area Blok M dan Melawai ini, terdapat Masjid Raya Megah yang sudah saya sebutkan tadi yang berada di atas Blok M Square tersebut. Kontras sekali rasanya, apalagi jika menikmati area ini dari pagi, siang, sore, hingga malam hari, akan terasa sekali “perbedaan” dan “kontras”-nya. Haha.)

 

Lokasi Fave Hotel Melawai

 

Tunggu apa lagi. Mari berkemas dan hilangkan penat sejenak. Mari liburan! 😀

Review Hotel Royal Dago Bandung

Hai hai internet, lama tak menulis. Rasanya sudah lama sekali tidak menuangkan ide-ide ke dalam bentuk tulisan. Hehe. 😀 Kali ini saya ingin kembali membuat review mengenai sebuah penginapan, alias hotel yang pernah saya kunjungi atau tempati. Okedeh, cekidot gan!

 

Hotel ini merupakan hotel yang termasuk sering saya kunjungi juga pada saat ada acara di Bandung selain Hotel Serela Cihampelas (seperti yang sudah pernah saya review sebelumnya). Selain karena harganya relatif murah, lokasi yang strategis dan dekat sekali dengan kampus, membuat saya beberapa kali juga menjadikan hotel ini sebagai opsi jika ada kunjungan ke Kota Bandung.

 

 

Hotel Royal Dago

 

Namanya adalah Hotel Royal Dago, hotel bintang 2 yang terletak pada jalur strategis salah satu pusat Kota Bandung, yaitu di daerah Dago, dengan letak persisnya dekat dengan Simpang Dago. Jika melihat jalur ke arah Dago Atas, maka hotel ini terletak di sebelah kiri sebelum perempatan lampu merah Simpang Dago. Sebenarnya terdapat 2 (dua) Hotel Royal Dago, yang pertama adalah yang akan saya bahas ini, dan berikutnya terletak di seberang persis Hotel Royal Dago yang sedang akan saya bahas.

 

Bentuk bangunan hotel ini sangat terlihat dengan ciri khas bangunan lama dan bersejarah, dilengkapi juga interior kamar hotel yang makin terlihat ciri khas bangunan lama, seperti halnya properti-properti lama yang ada, dari bentuk kamar mandi, tempat tidur, sofa, telepon, serta meja kayu letak steker-steker secondary untuk menyalakan beberapa benda elektronik di dalam kamar, termasuk di dalamnya adalah lampu-lampu kamar. Unik.

Mungkin bagi sebagian orang yang tidak terbiasa dengan “hotel jadul”, mungkin akan kurang tertarik dengan bentuk dan suasana hotel di mana mungkin akan merasa memiliki suasana sedikit “creepy”.

 

Walau merupakan hotel lama, hotel ini juga terintegrasi dengan jasa layanan aplikasi travel online Airy Room di mana harga-harga kamar yang ditawarkan relatif lebih murah dari harga normal. Sebagai perbandingan saja, harga Kamar Standard untuk hotel ini adalah Rp 375.000,- per malamnya dengan range harga tertinggi dari jenis kamar yang ada pada hotel ini adalah sekitar Rp 425.000,- per malamnya. Harga-harga tersebut sudah termasuk fasilitas sarapan pagi. Tidak lupa dengan fasilitas air hangat juga tersedia pada hotel ini.

 

Kualitas sarapan pagi di hotel ini juga tidak mengecewakan, walau mungkin bagi sebagian orang akan menilai sebagai masakan “rasa standar”. Akan tetapi menurut saya, dari segi rasa sudah sangat enak dan cukup memuaskan kebutuhan sarapan pagi, terutama bila tidak sempat berjalan keluar dari hotel untuk sekedar mencari sarapan pagi.

 

Sarapan Pagi

 

Lokasi hotel Royal Dago ini benar-benar sangat strategis, terutama bila terdapat acara-acara besar seperti wisuda kampus-kampus sekitar seperti ITB, Unikom, serta Unpad, atau mungkin kampus-kampus lain di mana acara wisuda yang dilaksanakan di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) di daerah Siliwangi.

 

Lokasi hotel ini juga terletak dekat dengan jalur Car Free Day (CFD) utama Kota Bandung di sepanjang jalan Ir. H. Juanda Dago, yang terbentang dari perempatan Simpang Dago sampai dengan perempatan BCA atau berbatasan dengan jalan layang yang berada di area Dago Bawah. Akan tetapi saat ini CFD dimulai tidak persis dari perempatan Simpang Dago, melainkan pertigaan Jalan Dayang Sumbi dengan Jalan Ir. H. Juanda. Letak jalan Dayang Sumbi berada di sebelah kanan hotel. Jika dilihat dari letak lokasi seperti gambar berikut, lokasi Hotel Royal Dago ini berada di antara Perempatan Simpang Dago dengan Jalan Dayang Sumbi.

 

Posisi Letak Hotel Royal Dago

 

Selain itu, lokasi hotel ini juga terletak pada jantung utama jalur wisata belanja Factory Outlet (FO) yang banyak berada di kanan-kiri sepanjang Jalan Ir. H. Juanda (Jalan Raya Dago), dimulai dari dekat Jalan Dayang Sumbi ke arah bawah sampai menuju Jalan Merdeka, atau area Bandung Indah Plaza (BIP). Apalagi jika ingin berwisata belanja pada malam hari, kita dapat menyusurinya dengan berjalan kaki melalui trotoar pejalan kaki di sepanjang kanan-kiri Jalan Ir. H. Juanda.

Salah Satu Tulisan Yang Dapat Ditemui di Trotoar Dekat dengan Area Factory Outlet

 

Lokasi hotel yang berada pada area Simpang Dago ini, juga dekat dengan transportasi umum Travel Jakarta – Bandung – Jakarta, seperti salah duanya adalah Travel Cipaganti dan Travel Day Trans yang lokasi pool-nya berada persis di Simpang Dago. Terdapat pula Travel Citi Trans yang dekat dengan Simpang Dago, akan tetapi agak sedikit jauh dari Simpang Dago menuju ke arah Universitas Padjadjaran (Unpad) ke arah timur yang dapat dituju dengan menggunakan angkot Cicaheum – Ciroyom (kijang warna hijau garis orange) atau angkot Riung – Dago (warna putih garis hijau) atau bahkan angkot Kalapa – Dago (warna hijau) yang belok ke arah timur, degan waktu tempuh sekitar 10 menit-an jika tidak macet, maka akan dapat berhenti langsung di seberang pool Travel Citi Trans.

 

Mencari makanan di sekitar hotel juga sangat mudah. Sekali lagi, karena area Simpang Dago sangat ramai pada malam hari, di area tersebut terdapat banyak warung tenda berbagai jenis makanan, dari ayam goreng, ikan bakar, sea food, nasi goreng, surabi bandung, dan sebagainya. Dan jika ingin sedikit mencicipi kuliner tempat makan ber-AC, terdapat McDonald yang berada persis pada Simpang Dago tersebut. Selain itu juga, di Simpang Dago terdapat area Pasar Simpang Dago dengan berjejer toko-toko yang salah satunya merupakan toko yang menjual berbagai macam snack, di mana area pertokoan tersebut jika di pagi hari akan ramai pedagang-pedagang pasar tradisional yang membuka lapak di area pasar tersebut. Selain itu juga terdapat rumah makan padang serta mini market modern Circle K di bagian timur Simpang Dago. Jadi, tidak akan khawatir jika ingin mencari makanan atau snack di dekat hotel.

 

Dan berikut merupakan penampakan dari bentuk Kamar Standard Hotel Royal Dago:

Penampakan Kamar Standard Hotel Royal Dago

 

Penampakan Kamar Standard Hotel Royal Dago

 

 

Nah, bagaimana? Ekonomis dan strategis bukan? Sangat cocok bagi teman-teman yang ingin berpetualang dan berjalan-jalan ke area pusat Kota Bandung. Yuk mari liburan! 🙂

 

 

Review Hotel Serela Cihampelas Bandung

Hai hai hai! Hello again, internet! Lamaaa banget nggak update yah! Haha. 😀

Tulisan ini saya buat sebenarnya saat usai Bulan April 2017 lalu, hanya saat itu masih berupa draft. Akhirnya setelah beberapa bulan terlewati, selesailah juga tulisan ini. Haha. Yuk, mari. 😀

 

– – –

 

Jadi, Bulan April 2017 sudah berlalu dengan saaaaangat cepatnya ya! Mungkin hal ini dipengaruhi juga oleh faktor “rentetan” libur long weekend yang terjadi secara berturut-turut, YA, berturut-turut bo! 😀 Bayangkan, long weekend pertama jatuh pada rentang tanggal 14, 15, 16 April 2017, berikutnya long weekend kedua jatuh pada rentang tanggal 22, 23, 24 April 2017, dan terakhir, libur long weekend ketiga yang baru saja berakhir yaitu jatuh pada rentang tanggal 29-30 April 2017 menyambung di tanggal 1 Mei 2017. Nah, buaaanyak banget kan liburnya tuh sebulan. Hahay! 😀

 

Nah, kali ini saya ingin kembali membahas (me-review) sebuah hotel dan pilihan kali ini jatuh pada sebuah hotel yang berada di tengah-tengah pusat Kota Bandung. Lalu, apakah ada hubungannya dengan paragraf pembuka di atas tadi? Yup, kami  mengambil kesempatan berlibur panjang long weekend pada rentang tanggal 22, 23, 24 April 2017 (Sabtu, Minggu, Senin).

 

– – –

 

Review Hotel

 

Wokeh! Saatnya kita membahas hotel yang menjadi tujuan utama tulisan ini ya. Cekidot gan!

 

Namanya adalah Hotel Serela Cihampelas, berlokasi super dan saaangat strategis di pusat wisata Kota Bandung. Hotel budget bintang 3 ini letaknya di seberang persis Mall Cihampelas Walk (Ciwalk) dengan harga sewa kamar per malamnya relatif sangat murah untuk ukuran bintang 3 dan lokasi yang suuuper strategis. Apalagi jika teman-teman memesan kamarnya melalui aplikasi beberapa situs perjalanan, seperti yang saya lakukan yaitu, memesan via traveloka dan agoda. Lokasi hotel ini juga dilalui oleh atraksi tempat wisata baru yang hitz banget akhir-akhir ini, yaitu Skywalk Cihampelas yang terhampar panjang di atas jalan raya Cihampelas, dan hotel ini juga dilalui jalur skywalk tersebut.

 

Sebenarnya saya sudah hampir beberapa kali menginap di hotel ini setiap saya ada acara di Kota Bandung. Ya nggak selalu sih, tapi hampir selalu menjadi urutan pertama di kepala saat tiba-tiba dapat undangan kegiatan di Bandung. Haha.

 

Akan tetapi, setiap saya ke Bandung, pasti pas adaaa saja kegiatan yang memang sedang ada dan diselenggarakan di Bandung, entah reuni SMA, reuni kuliah, nikahan teman SMA, nikahan teman kuliah, acara konser ex-ekskul semasa kuliah, dan sebagainya. Sepertinya memang belum pernah seumur-umur setelah lulus dari Bandung 4 tahun lalu, setiap datang ke Bandung itu yang memang sengaja datang ke Bandung untuk sengaja liburan atau sengaja refreshing sepertinya belum pernah, pasti ada saja “bumbu”nya, ya…kegiatan-kegiatan itu tadi yang sudah saya sebutkan di atas. Haha. 😀 Oh iya, ada pernah sekali sih, itu pun saat sedang ada keluarga dari pihak suami yang memang rencana ingin liburan weekend di Bandung, walau sayangnya belum dalam formasi yang sangat lengkap.

 

Oke-oke, balik lagi. 😀

 

Duluuu sekali, lokasi Hotel Serela Cihampelas ini sebelum menjadi sebuah hotel, adalah sebuah Factory Outlet seperti FO-FO lain yang bertebaran banyak di pinggir jalan Cihampelas. Kebetulan saat penghancuran FO dan masa-masa akan dibangunnya hotel ini, saya lumayan “menyaksikan” prosesnya karena dulu beberapa kali suka main di Ciwalk saat masa-masa masih kuliah.

 

Kondisi Kamar Hotel

 

Beberapa tipe kamar di Hotel Serela Cihampelas yang disediakan ada tipe Superior, Deluxe, sampai tipe Grand Deluxe. Tipe kamar Superior bisa didapatkan dari rentang harga Rp 400.000 – Rp 500.000-an. Cukup murah bukan? Ditambah apabila teman-teman melakukan reservasi via aplikasi travel online, ditambah jika terdapat promo-promo yang ditawarkan oleh aplikasi-aplikasi tersebut.

 

Kami pun juga mencicipi kamar tipe Grand Deluxe dengan tarif per malam saat kemarin itu sekitar Rp 750.000-an, dan kami mendapatkan harga sekian karena mendapatkan promo dari aplikasi tempat kami melakukan reservasi. Menurut saya untuk tipe kamar terluas dari sebuah hotel budget bintang 3 tersebut dan dengan posisi yang super sangat strategis, harga sekian termasuk ke dalam kategori relatif murah ya.

 

Dari segi ukuran kamar, menurut saya untuk yang tipe terendah dari hotel ini pun tidak kecil-kecil amat, ya…seperti pada umumnya ukuran kamar hotel budget modern saat ini. Dan untuk tipe kamar terluas di hotel ini memiliki ukuran sekitar 28 m². Berikut merupakan penampakan dari tipe kamar Grand Deluxe dari Hotel Serela Cihampelas.

 

Penampakan Kamar Tipe Grand Deluxe

 

Penampakan Kamar Tipe Grand Deluxe

 

Kebetulan saat liburan longweekend kemarin, kami me-request untuk posisi kamar yang menghadap ke jalan, alias yang menghadap arah Cihampelas Walk (Ciwalk), dan terletak di lantai teratas dari jenis kamar yang tersedia. Daaaaan…alhamdulillah dapet! Yeay! Haha. Seneng banget dah. 😀

 

Oh iya, ada kejadian unik dan sedikit menegangkan saat kemarin kami menginap berlibur di Bandung itu. Pada malam Senin, atau hari Minggu malam, saat itu saya belum tidur, tiba-tiba terjadi goyangan yang cukup membuat panik dan saya segera membangunkan suami yang saat itu sudah terlelap tidur. Ternyata betul ada gempa! Panik dooonk. Mana lantai teratas, turunnya cem mana pulaaak kalau-kalau terjadi sesuatu. Na’udzubillaahimindzalik… Huhu. 😥 Jadi memang, saat Senin dini hari itu sekitar pukul 1 malam, terjadi gempa bumi di Tasikmalaya yang getarannya terasa sampai ke Bandung. Lumayan bikin gemetaran di tengah malam buta. 😥

 

Oke, kembali pada topik, hehe.

 

Nah, berikut ini merupakan penampakan view-view yang terlihat dari kamar kami. Cekidot gan. 😀

 

Penampakan Cihampelas Walk di Seberang Hotel & Jembatan Cikapayang di Kejauhan

 

Penampakan Cihampelas Walk di Seberang Hotel

 

Penampakan Jembatan Cikapayang di Kejauhan

 

Dan berikut ini view yang dapat kami saksikan pada malam hari dari kamar kami.

 

Penampakan Jembatan Cikapayang di Kejauhan di Malam Hari & Hotel D’Green di Samping Hotel

 

Penampakan Cihampelas Walk di Malam Hari & Skywalk Cihampelas yang Berada di Depan Hotel

 

Nah, bagaimana? Sangat cukup memanjakan mata bukan? Dan tentunya menjadi tempat beristirahat yang sangat nyaman ketika sedang melakukan kegiatan berkunjung ke Kota Bandung.

 

Untuk sarapan pada hotel ini termasuk dalam kategori yang lumayan banget yah. Dari segi rasa juga tidak mengecewakan dan saya bilang sangat enak. (buat saya mah makanan hotel selalu enak, hahaha 😀)

 

Oh iya, selain kelebihan-kelebihan yang sudah disebutkan tadi di atas, hotel ini juga dilalui beberapa Angkutan Umum (angkot) loh…walaupun jalan depan hotel adalah jalan satu arah alias one way.

 

  1. Cicaheum – Ciroyom yang berwarna hijau bergaris orange. Jika ingin naik angkot ke Paris Van Java (PVJ) dapat menggunakan angkot tersebut. Setelah naik dari depan Cihampelas Walk (Ciwalk), nanti akan menuju Rumah Sakit Hasan Sadikin, yang kemudian setelah berhenti dari RSHS dilanjutkan dengan berpindah angkot di jalan seberangnya lagi ke arah PVJ dengan menaiki angkot apapun yang menuju ke arah atas (arah yang dilalui PVJ).
  2. Cisitu – Tegalega yang berwarna ungu. Jika ingin naik angkot dari Cihampelas Walk (Ciwalk) ke Stasiun Bandung, dapat menggunakan angkot tersebut. Naik dari depan Ciwalk bisa langsung turun di depan Stasiun Bandung.
  3. Angkot ke arah Lembang. Saya lupa jurusannya dari mana ke mana, kalau tidak salah Setiabudi – Lembang.

 

Nah, super-super strategis bukan? 😀

 

Kalau begitu, yuk mari liburan! 😉