Mengurus Paspor dengan Antrian Online di Kantor Imigrasi Pondok Pinang Jakarta Selatan dan TANPA Calo

Halo lagi, internet! ūüėÄ

 

Kali ini, saya ingin berbagi pengalaman saya dalam mengurus Perpanjangan Passport yang saya lakukan di Kantor Imigrasi Pondok Pinang Jakarta Selatan dan TANPA CALO! Cekidot gan!

 

Sebenarnya keinginan perpanjangan passport ini sudah lama sekali, bahkan saat kami masih tinggal di area Matraman, Jakarta Pusat. Bahkan dulu saya sempat mengurus passport saya, yang mana saya mengira passport saya yang masih berlaku hilang, oleh karenanya saat itu saya pun harus segera mengurus untuk pergantian passport. Saya mengurus di Kantor Imigrasi Jakarta Utara yang berada di Kelapa Gading, letaknya di komplek ruko belakang Mall Artha Gading (MAG). Saat itu adalah tahun 2014, di mana antrian masuk ke Kantor Imigrasi masih dilakukan manual, yaitu kami para calon customer kudu struggle untuk dapat antri masuk dari pagi buta, bahkan setelah Subuh kalau bisa sudah berangkat dari rumah! Dan benar! Pukul 5.30 pagi saja, kami masuk ke dalam antrian 10 besar mepet. Haha! XD

 

Tapi itu dulu……….

 

Sekarang, mulai di tahun 2017, dan pada khususnya di Kantor Imigrasi Pondok Pinang Jakarta Selatan, kalau saya tidak salah ingat mulai akhir Mei 2017, antrian masuk untuk mengurus passport dilakukan secara online dengan menggunakan aplikasi pada handphone. Dan kami pun sempat kecele karena pada saat Bulan Puasa di Bulan Juni 2017, kami sempat datang pagi-pagi ke Kantor Imigrasi Pondok Pinang dan mendapati sebuah pengumuman yang menyatakan bahwa antrian masuk imigrasi kini kudu alias harus melalui aplikasi yang dapat diunduh melalui Play Store yang dimulai sejak akhir Mei 2017 tersebut.

 

Berikut penampakan Aplikasi Antrian Masuk untuk Pengurusan Passport yang dimaksud:

 

Aplikasi Antrian Paspor

 

Setelah mengunduh aplikasi tersebut, para calon customer diharuskan untuk register sebagai pengguna baru agar dapat log in ke dalam aplikasi dan dapat melakukan pengambilan hari dan tanggal mengurus passport.

 

Tampilan Aplikasi

 

Tampilan Login

 

 

Setelah dapat melakukan log in, barulah kita baru bisa mendapatkan hari, tanggal, dan jam antrian masuk ke Kantor Imigrasi. Pada aplikasi juga dapat memilih Kantor Imigrasi mana yang ingin dituju. Kami pun memilih di Kantor Imigrasi Pondok Pinang Jakarta Selatan.

 

Nah, sayangnya yang kami alami adalah, pada saat pertama kali kami melakukan¬†booking antrian masuk via aplikasi pada saat Bulan Juni 2017, ternyata sistemnya masih belum begitu bisa merespon, dan ternyata usut punya usut sudah¬†full¬†antrian sampai dengan hari menuju hari libur Lebaran di akhir Juni 2017 tersebut. Kami mengkonfirmasi langsung ke Kantor Imigrasi Pondok Pinang,¬†di mana memang kebetulan tempat tinggal kami tidak jauh dari Kantor Imigrasi tersebut. Dan setelah gagal mendapatkan hari pengurusan passport¬†tersebut,¬†kami hanya bisa pasrah.¬†Mweee~~~ ūüė•

 

Kemudian pada saat libur Lebaran, iseng-iseng berhadiah, saya mencoba kembali membuka aplikasi tersebut untuk dapat melakukan¬†booking¬†antrian. Dan,¬†tara…..alhamdulillah kami pun mendapat antrian juga! Walau yang sedikit membuat bingung adalah, anehnya kami tidak bisa memilih tanggal pada kolom pilihan tanggal (yang berupa pilih tanggal pada kalender) yang terdapat pada aplikasi. Dan kami pun mendapatkan jadwal di tanggal 12 Juli 2017 yang jatuh pada hari Rabu.

 

Tadinya saya berniat untuk mengambil di hari Senin atau hari Jumat, jadi agar terasa lebih “pas waktunya” karena berdekatan dengan waktu¬†weekend. Inginnya sih¬†begitu.¬†Namun setelah mendapatkan antrian secara acak tersebut, kami berpikir daripada nantinya tidak mendapatkan kesempatan lagi, dan yah…..walaupun¬†pada kalender aplikasi tertera kami hanya dapat memilih di Rabu, 12 Juli 2017 tersebut, lebih baik kami ambil saja antriannya supaya bisa masuk menuju ke proses selanjutnya.¬†Daripada makin mundur-makin mundur, mau tidak mau kami harus “nekat” mengosongkan kegiatan pada hari Rabu tersebut to. Haha..¬†ūüėĬ†Mau gimana lagi..

 

Setelah memilih tanggal pada aplikasi, kita akan menerima email pemberitahuan penanda bahwa status melakukan¬†booking¬†antrian¬†berhasil. Karena di dalam email, kita akan diberitahu jam berapa kita¬†harus datang. Misal, si A mendapatkan antrian untuk datang pada pukul 11.00 atau pukul 13.00, maka si A HARUS datang pada¬†jam tertera. Namun apabila si A berpikir “pagi aja ah datengnya biar cepet“, jangan harap petugas akan menerima. Karena sudah dipastikan kita akan tertolak dan disuruh untuk kembali lagi datang pada jam tertera¬†sesuai¬†dengan¬†jam antrian yang didapatkan pada email balasan setelah¬†booking via aplikasi.

 

Berikut penampakan balasan email dan bentuk Lembar Antrian Online milik kita yang terlampir pada email balasan.

 

Balasan Email Ketika Sudah Berhasil Antri Online via Aplikasi

 

Dan berikut ini merupakan Lembar Antrian Online untuk dibawa pada saat Hari-H pengurusan passport. PERHATIKAN tanggal dan jam di mana teman-teman harus datang. (pada contoh di bawah berada pada kotak warna merah)

 

Lembar Antrian

 

Di Hari-H Pengurusan Passport

 

Tibalah juga hari Rabu, 12 Juli 2017 yang sudah kami tunggu-tunggu. Kami datang persis pada jam tertera, dan alhamdulillah tidak ribet. Saat datang, kami langsung menuju resepsionis di area depan dan bertemu petugas di sana. Pada saat menyerahkan Lembar Antrian Online, kami ditanya akan mengurus yang mana, apakah Membuat Passport Baru ataukah Perpanjangan Passport. Dalam kasus kami ini adalah Perpanjangan Passport.

 

Setelah menyerahkan Lembar Antrian Online tersebut, kami disuruh menunggu beberapa saat untuk mendapatkan nomor antrian baru, serta formulir dan map yang kemudian harus kami isi sebagai pemohon pembuatan passport. Kami pun menunggu sebentar pada kursi yang tertera di dalam. Beberapa saat kemudian, kami pun dipanggil oleh petugas yang berada di meja resepsionis tadi dan mendapatkan map serta formulir yang harus kami isi.

 

Berikut penampakan map yang berisikan: formulir yang harus kami isi, lembar antrian online (yang sudah kami serahkan di awal tadi), serta nomor antrian baru.

 

Map Berisi Formulir yang Harus Diisi

 

Formulir Permohonan yang Harus Diisi

 

Nah, setelah mengisi semua data, kami menunggu di ruang tunggu pemohon. Dan…..kebetulan sekali di Hari-H saat kami mengurus¬†passport, beberapa sistem di kantor imigrasi tersebut sedang mati Termasuk mesin antrian! Wadaw…hahaha. XD Akan tetapi bersyukurnya, petugas-petugas pada¬†Kantor Imigrasi Pondok Pinang¬†tersebut semuanya benar-benar bekerja secara giat dan saya lihat petugas yang di dalam seperti tiada akhir melayani para pemohon yang datang tanpa ada ngaso-ngaso sejenak, seperti duduk atau meregangkan tangan sejenak. Terlihat juga petugas yang berteriak-teriak memanggil satu per satu nomor antrian, belum lagi kalau nomor yang dipanggil tidak menyahut-nyahut, petugas tersebut akan semakin kencang berteriak mencari-cari. Duh.. Kalau dipikir-pikir kasihan juga yah. Huhu..

 

Oiya, pada saat kami mendapatkan map, kami diberitahu bahwa mulai pelayanan untuk antrian kami adalah pukul 13.00, dan mungkin juga karena sudah mepet pada jam istirahat kantor sepertinya ya. Dan berhubung memang hari  sudah siang dan kami pun sudah mulai berasa kelaparan, akhirnya kami memutuskan untuk ke Carrefour Lebak Bulus untuk melakukan aktivitas makan siang kami yang mana memang posisinya sangat dekat dengan lokasi Kantor Imigrasi Pondok Pinang tersebut. Tidak sampai 15 menit perjalanan menuju Carrefour Lebak Bulus dengan menggunkan angkot D01 trayek Kebayoran РCiputat dari depan Kantor Imigrasi.

 

Tibalah juga pukul 13.00. Saat kami tiba kembali pada Kantor Imigrasi Pondok Pinang, ternyata nomor antrian belum maju secara signifikan. Haha. ūüėÄ Yasudah, kami pun kembali menunggu di ruang tunggu. Sambil menunggu, saya sempat berbincang dengan seorang Ibu di samping saya, dan ternyata benar, kejadian juga, kalau si Ibu ini mendapatkan¬†jatah¬†pada pukul 11.00 siang, akan tetapi Beliau datang jam 09.00 pagi, dan walhasil Beliau disuruh datang kembali pada pukul 11.00. Nah kan, ternyata memang betul kudu datang sesuai jam tertera yaaah.¬†Walaupun¬†tetap harus menunggu panggilan berikutnya untuk mengurus passport yang sesungguhnya. Haha. ūüėÄ

Suasana Menunggu Panggilan Wawancara di Ruang Tunggu Kantor Imigrasi

 

Sekitar pukul stengah 3-an sore, akhirnya tibalah giliran kami berdua untuk masuk ke dalam ruangan. Di dalam kami langsung diwawancara¬†singkat¬†dan¬†cepat! Wow! ūüėÄ Si Bapak Petugas pun sedikit cerita kalau gara-gara sistem ¬†mati, jadinya semua proses pengurusan sedikit terhambat dan harus cepat-cepat di dalam mewawancara para pemohon. Gara-gara sistem mati juga, antrian pun jadi “terpaksa” mengular. Di tengah-tengah kami menunggu sebelum masuk ruangan juga, beberapa kali terdengar panggilan untuk antrian berkelompok dengan kelompok 10 orang – 10 orang¬†Pemohon Passport Baru¬†yang kemudian diarahkan petugas untuk mengurus di lantai 2 dan terlihat agak terburu-buru, mungkin dampak dari sistem mati juga? Entahlah.

 

Dan sekitar pukul stengah 4 sore, selesailah urusan kami berdua.¬†Yeay!!!¬†Senang, alhamdulillah. ūüėÄ Seharusnya untuk kegiatan pembayaran¬†passport juga dilakukan pada hari itu juga, namun sekali lagi, gara-gara sistem mati, kami diberitahu untuk melakukan pembayaran secara¬†online atau via ATM. Sedikit cerita dari si Bapak Petugas, untunglah kami ini masih dapat diarahkan, jadinya bisa disuruh untuk melakukan pembayaran secara¬†online, karena sebelum-sebelumnya terdapat beberapa pemohon yang sudah berumur dan tidak paham dengan sistem bayar online ini, diharuskan kembali datang di keesokan harinya¬†hanya untuk membayar¬†passport saja, karena dipastikan sistem sudah bisa menyala di hari besoknya. Huhu, jadi ikutan sedih… ūüė•

 

Berikut penampakan catatan kecil dari si Bapak Petugas Imigrasi yang baik hati mengurus kami berdua, haha. ūüėÄ

Nomor HP Bapak Petugas serta Info Nomor dan Cara Bayar Passport via ATM

 

Biaya Pembuatan Paspor:

Untuk biaya Perpanjangan Passport kemarin (Juli 2017) adalah Rp 355.000,- sementara untuk biaya Pembuatan Passport Baru adalah (seingat saya, haha) Rp 650.000-an. Biaya ini sudah naik dari informasi di web-web yang saya kunjungi sebelum datang ke Kantor Imigrasi di mana banyak yang menayatakan kalau untuk Perpanjangan Passport adalah Rp 300.000,- dan untuk Pembuatan Passport Baru adalah Rp 600.000,-.

 

Proses pembuatan passport¬† tidak terlalu banyak memakan hari kok, hitungannya sangaaat sebentar ya, asal kita mau¬†patuh¬†dan¬†mau memenuhi semua persyaratan permohonan.¬†Passport kami sudah dapat diambil pada Hari Senin atau Selasa di minggu depannya lagi, yaitu tanggal 17 atau 18 Juli 2017.¬†Tuh, cepat kan? ūüėÄ Yang penting nggak males aja buat berangkat mengurus yah! Hehe. ūüėÄ Oiya,¬†passport¬†yang kami buat adalah¬†passport biasa, BUKAN e-passport,¬†kebetulan juga di¬†Kantor Imigrasi Pondok Pinang tidak melayani pembuatan¬†e-passport.

 

Berikut dokumen-dokumen yang kami siapkan di dalam melakukan perpanjangan paspor:

1. Passport lama kami. (Wajib hukumnya, sekalipun masa berlaku sudah habis.)

2. KTP Asli dan Fotocopy, 1 lembar.

3. Buku Nikah Asli dan Fotocopy 1 lembar, bagi yang sudah menikah.

4. Akte Kelahiran Asli dan Fotocopy 1 lembar.

5. Kartu Keluarga Asli dan Fotocopy 1 lembar.

6. Ijazah terakhir dan Fotocopy 1 lembar, ini sifatnya jaga-jaga saja, tidak wajib.

7. Materai 1 lembar, bersifat jaga-jaga saja.

 

Di Hari Pengambilan Paspor yang Sudah Jadi

 

Saya baru mengambil¬†passport¬†di hari Senin sore tanggal 17 Juli 2017. Saat datang ke Kantor Imigrasi, tidak terlihat antrian “mengular” seperti yang terjadi pada saat saya mengurus¬†passport¬†di minggu lalunya. Saya pikir, mungkin semua sistem sudah berjalan normal seperti biasanya. Saat datang dan menunggu antrian pemanggilan tidak terlalu lama, tidak sampai setengah jam¬†passport baru kami sudah kami pegang.¬†Yeay! ūüėÄ

 

Oiya, jangan lupa apabila di Hari Pengambilan Passport yang sudah jadi, kemudian teman-teman tidak dapat mengambil sendiri, maka WAJIB hukumnya untuk membuat Surat Kuasa dan tanda-tangan di atas materai agar dibawa oleh rekan atau keluarga teman-teman yang akan mengambilkan passport milik teman-teman yang sudah jadi tersebut.

 

Nah, bagaimana? Ternyata nggak se-ribet dan se-heboh di bayangan bukan di dalam pengurusan pembuatan¬†passport? Ini TANPA CALO loh… Ternyata lancar-lancar juga alhamdulillah. ūüėÄ

 

Baiklah, mari kita liburan!¬†Yeay!¬†ūüėÄ

 

 

*nb: mohon maaf untuk ke-tidak konsisten-an saya di dalam penggunaan kata “passport” maupun “paspor” ya, hehe ūüėÄ

Review Hotel Serela Cihampelas Bandung

Hai hai hai! Hello again, internet! Lamaaa banget nggak update¬†yah! Haha.¬†ūüėÄ

Tulisan ini saya buat sebenarnya saat usai Bulan April 2017 lalu, hanya saat itu masih berupa¬†draft. Akhirnya setelah beberapa bulan terlewati, selesailah juga tulisan ini. Haha. Yuk, mari. ūüėÄ

 

– – –

 

Jadi, Bulan April 2017 sudah berlalu dengan saaaaangat cepatnya ya! Mungkin hal ini dipengaruhi juga oleh faktor “rentetan” libur¬†long weekend¬†yang terjadi secara berturut-turut, YA, berturut-turut¬†bo! ūüėÄ Bayangkan,¬†long weekend¬†pertama jatuh pada rentang tanggal 14, 15, 16 April 2017, berikutnya¬†long weekend¬†kedua jatuh pada rentang tanggal 22, 23, 24 April 2017, dan terakhir, libur¬†long weekend¬†ketiga yang baru saja berakhir yaitu jatuh pada rentang tanggal 29-30 April 2017 menyambung di tanggal 1 Mei 2017. Nah, buaaanyak banget kan liburnya tuh sebulan. Hahay! ūüėÄ

 

Nah, kali ini saya ingin kembali membahas (me-review) sebuah hotel dan pilihan kali ini jatuh pada sebuah hotel yang berada di tengah-tengah pusat Kota Bandung. Lalu, apakah ada hubungannya dengan paragraf pembuka di atas tadi? Yup, kami  mengambil kesempatan berlibur panjang long weekend pada rentang tanggal 22, 23, 24 April 2017 (Sabtu, Minggu, Senin).

 

– – –

 

Review Hotel

 

Wokeh! Saatnya kita membahas hotel yang menjadi tujuan utama tulisan ini ya. Cekidot gan!

 

Namanya adalah Hotel Serela Cihampelas, berlokasi super dan saaangat strategis di pusat wisata Kota Bandung. Hotel budget bintang 3 ini letaknya di seberang persis Mall Cihampelas Walk (Ciwalk) dengan harga sewa kamar per malamnya relatif sangat murah untuk ukuran bintang 3 dan lokasi yang suuuper strategis. Apalagi jika teman-teman memesan kamarnya melalui aplikasi beberapa situs perjalanan, seperti yang saya lakukan yaitu, memesan via traveloka dan agoda. Lokasi hotel ini juga dilalui oleh atraksi tempat wisata baru yang hitz banget akhir-akhir ini, yaitu Skywalk Cihampelas yang terhampar panjang di atas jalan raya Cihampelas, dan hotel ini juga dilalui jalur skywalk tersebut.

 

Sebenarnya saya sudah hampir beberapa kali menginap di hotel ini setiap saya ada acara di Kota Bandung. Ya nggak selalu sih, tapi hampir selalu menjadi urutan pertama di kepala saat tiba-tiba dapat undangan kegiatan di Bandung. Haha.

 

Akan tetapi, setiap saya ke Bandung, pasti pas¬†adaaa saja kegiatan yang memang sedang ada dan diselenggarakan di Bandung, entah reuni SMA, reuni kuliah, nikahan teman SMA, nikahan teman kuliah, acara konser ex-ekskul semasa kuliah, dan sebagainya. Sepertinya memang belum pernah seumur-umur setelah lulus dari Bandung 4 tahun lalu, setiap datang ke Bandung itu¬†yang¬†memang¬†sengaja¬†datang ke Bandung untuk sengaja¬†liburan atau sengaja¬†refreshing sepertinya belum pernah, pasti ada saja “bumbu”nya, ya…kegiatan-kegiatan itu tadi yang sudah saya sebutkan di atas. Haha. ūüėÄ Oh iya, ada pernah sekali sih, itu pun saat sedang ada keluarga dari pihak suami yang memang rencana ingin liburan¬†weekend di Bandung, walau sayangnya belum dalam formasi yang sangat lengkap.

 

Oke-oke, balik lagi. ūüėÄ

 

Duluuu sekali, lokasi¬†Hotel Serela Cihampelas¬†ini sebelum menjadi sebuah hotel, adalah sebuah¬†Factory Outlet¬†seperti FO-FO lain yang bertebaran banyak di pinggir jalan Cihampelas. Kebetulan saat penghancuran FO dan masa-masa akan dibangunnya hotel ini, saya lumayan “menyaksikan” prosesnya karena dulu beberapa kali suka main di¬†Ciwalk¬†saat masa-masa masih kuliah.

 

Kondisi Kamar Hotel

 

Beberapa tipe kamar di Hotel Serela Cihampelas yang disediakan ada tipe Superior, Deluxe, sampai tipe Grand Deluxe. Tipe kamar Superior bisa didapatkan dari rentang harga Rp 400.000 РRp 500.000-an. Cukup murah bukan? Ditambah apabila teman-teman melakukan reservasi via aplikasi travel online, ditambah jika terdapat promo-promo yang ditawarkan oleh aplikasi-aplikasi tersebut.

 

Kami pun juga mencicipi kamar tipe Grand Deluxe dengan tarif per malam saat kemarin itu sekitar Rp 750.000-an, dan kami mendapatkan harga sekian karena mendapatkan promo dari aplikasi tempat kami melakukan reservasi. Menurut saya untuk tipe kamar terluas dari sebuah hotel budget bintang 3 tersebut dan dengan posisi yang super sangat strategis, harga sekian termasuk ke dalam kategori relatif murah ya.

 

Dari segi ukuran kamar, menurut saya untuk yang tipe terendah dari hotel ini pun tidak kecil-kecil amat, ya…seperti pada umumnya ukuran kamar hotel¬†budget modern saat ini. Dan untuk tipe kamar¬†terluas di hotel ini memiliki ukuran sekitar 28 m¬≤. Berikut merupakan penampakan dari tipe kamar¬†Grand Deluxe dari¬†Hotel Serela Cihampelas.

 

Penampakan Kamar Tipe Grand Deluxe

 

Penampakan Kamar Tipe Grand Deluxe

 

Kebetulan saat liburan¬†longweekend¬†kemarin, kami me-request¬†untuk posisi kamar yang menghadap ke jalan, alias yang menghadap arah¬†Cihampelas Walk (Ciwalk), dan terletak di lantai teratas dari jenis kamar yang tersedia. Daaaaan…alhamdulillah dapet!¬†Yeay! Haha. Seneng banget dah. ūüėÄ

 

Oh iya, ada kejadian unik dan sedikit menegangkan saat kemarin kami menginap berlibur di Bandung itu. Pada malam Senin, atau hari Minggu malam, saat itu saya belum tidur, tiba-tiba terjadi goyangan yang cukup membuat panik dan saya segera membangunkan suami yang saat itu sudah terlelap tidur. Ternyata betul ada gempa! Panik dooonk. Mana lantai teratas, turunnya cem mana pulaaak¬†kalau-kalau terjadi sesuatu.¬†Na’udzubillaahimindzalik…¬†Huhu. ūüė• Jadi memang, saat Senin dini hari itu sekitar pukul 1 malam, terjadi gempa bumi di Tasikmalaya yang getarannya terasa sampai ke Bandung. Lumayan bikin gemetaran di tengah malam buta. ūüė•

 

Oke, kembali pada topik, hehe.

 

Nah, berikut ini merupakan penampakan¬†view-view¬†yang terlihat dari kamar kami.¬†Cekidot gan. ūüėÄ

 

Penampakan Cihampelas Walk di Seberang Hotel & Jembatan Cikapayang di Kejauhan

 

Penampakan Cihampelas Walk di Seberang Hotel

 

Penampakan Jembatan Cikapayang di Kejauhan

 

Dan berikut ini view yang dapat kami saksikan pada malam hari dari kamar kami.

 

Penampakan Jembatan Cikapayang di Kejauhan di Malam Hari & Hotel D’Green di Samping Hotel

 

Penampakan Cihampelas Walk di Malam Hari & Skywalk Cihampelas yang Berada di Depan Hotel

 

Nah, bagaimana? Sangat cukup memanjakan mata bukan? Dan tentunya menjadi tempat beristirahat yang sangat nyaman ketika sedang melakukan kegiatan berkunjung ke Kota Bandung.

 

Untuk sarapan pada hotel ini termasuk dalam kategori yang¬†lumayan banget¬†yah. Dari segi rasa juga tidak mengecewakan dan saya bilang sangat enak. (buat saya mah makanan hotel selalu enak, hahaha ūüėÄ)

 

Oh iya, selain kelebihan-kelebihan yang sudah disebutkan tadi di atas, hotel ini juga dilalui beberapa Angkutan Umum (angkot) loh…walaupun jalan depan hotel adalah¬†jalan satu arah¬†alias¬†one way.

 

  1. Cicaheum РCiroyom yang berwarna hijau bergaris orange. Jika ingin naik angkot ke Paris Van Java (PVJ) dapat menggunakan angkot tersebut. Setelah naik dari depan Cihampelas Walk (Ciwalk), nanti akan menuju Rumah Sakit Hasan Sadikin, yang kemudian setelah berhenti dari RSHS dilanjutkan dengan berpindah angkot di jalan seberangnya lagi ke arah PVJ dengan menaiki angkot apapun yang menuju ke arah atas (arah yang dilalui PVJ).
  2. Cisitu РTegalega yang berwarna ungu. Jika ingin naik angkot dari Cihampelas Walk (Ciwalk) ke Stasiun Bandung, dapat menggunakan angkot tersebut. Naik dari depan Ciwalk bisa langsung turun di depan Stasiun Bandung.
  3. Angkot ke arah Lembang. Saya lupa jurusannya dari mana ke mana, kalau tidak salah Setiabudi РLembang.

 

Nah, super-super strategis bukan? ūüėÄ

 

Kalau begitu, yuk mari liburan! ūüėČ

 

 

Review POP! Hotel Kelapa Gading Jakarta Utara

Hai, hello internet! Ternyata sudah berbulan-bulan lamanya tidak menulis di sini ya. ūüėÄ

 

Sepertinya saya akan menambahkan kategori baru dalam blog ini. Yep, saya ingin menambahkan kategori “Review Hotel”. Well, mungkin sebenarnya ide ini tidak terlalu menarik, akan tetapi saya terinsipirasi dari beberapa kegiatan proyek di mana saya terlibat di dalamnya, di mana saya harus melakukan perjalanan keluar kota dan mengharuskan saya menginap, 1 atau 2 hari atau bahkan selama 5 hari kerja dalam seminggu.

 

Akan tetapi dalam tulisan perdana dari kategori ini justru saya tulis dari pengalaman di luar kegiatan kerja proyek, melainkan dari kegiatan perjalan pribadi.

 

– – –

 

Pada mulanya ide menginap di luar rumah ini muncul secara random dan tiba-tiba begitu saja. Rasanya seperti seru saja jika bisa menginap di luar rumah, dengan menginap di hotel yang tidak perlu mahal-mahal juga, dalam arti yang murah-murah saja. Seru! Begitu kami pikir. Kemudian saya berpikir untuk menginap di hotel yang dekat dengan mall, bila perlu hotel yang menyatu dengan mall. Dan jadwal menginap kami kala itu adalah weekend di tanggal 1-2 April 2017.

 

 

Mencari, mencari, dan mencari, dapatlah tujuan kami ke POP! Hotel Kelapa Gading yang letaknya menyatu dengan Mall Kelapa Gading 3. Mengapa di POP! Hotel? Tentu saja selain harganya murah sebagai hotel budget, lokasinya pun berdekatan dengan pusat perbelanjaan, jadi ketika keluar kamar, tidak perlu jauh-jauh berjalan untuk menuju mall terdekat sebagai tujuan kegiatan weekend kami.

 

Beberapa hari kemudian setelah memesan kamar pada hotel tersebut, saya mendapatkan undangan pernikahan dari seorang kawan semasa kuliah untuk menghadiri acara resepsi pernikahannya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 1 April 2017! Wow! Perlu diketahui, sebelum adanya undangan pernikahan ke Kelapa Gading tersebut, kami sudah terlebih dahulu memesan kamar pada POP! Hotel Kelapa Gading tanpa tahu di kemudian hari akan diundang ke pernikahan di daerah Kelapa Gading juga. What a coincidence, wasn’t it? ūüėÄ

 

– – –

 

Review Hotel

 

POP! Hotel Kelapa Gading merupakan Hotel Budget Bintang 2 yang letaknya di seberang selatan persis Masjid Raya Al-Musyawarah Kelapa Gading. Untuk menuju hotel ini, bisa dari pintu masuk yang terletak pada seberang masjid tersebut, atau masuk melalui jalan kecil dari pintu masuk MKG 3. Dari meja resepsionis mall, menuju belok ke arah kiri ke arah jalan kecil yang tembus ke arah hotel tersebut.

 

Selain itu, POP! Hotel Kelapa Gading juga memiliki akses langsung (menyatu) dengan MKG 3 dengan jalan tembus dari lantai 3 area food court mall dengan privasi khusus, karena untuk melewati jalan tembus ini harus menggunakan kartu kamar hotel. Cukup menyenangkan dan memudahkan tamu hotel jika ingin menonton film pada saat midnite, seperti kami. Tidak perlu repot-repot turun tangga dan keluar mall untuk kembali ke hotel, melainkan bisa langsung melalui jalan akses di lantai 3 ini, dan lagi posisi Bioskop XXI MKG 3 juga terletak di lantai yang sama dengan jalan tembus tersebut, yaitu di lantai 3 juga. Apalagi jika sudah lelah seharian muter-muter shopping sepanjang La Piazza, MKG 1, MKG 2, MKG 3, MKG 5, Gading Walk, dan sekitarnya.

 

Dari segi ruangan kamar, memang ukuran kamarnya seperti Unit Studio Apartemen atau bahkan lebih kecil, ukuran yang tidak terlalu luas dengan 1 kamar mandi shower minimalis tanpa bathtub dengan wastafel terletak di luar kamar mandi, rak penyimpanan pakaian minimalis, dan area tempat tidur + sofa kecil + area tivi. Tidak terlalu luas, akan tetapi kerapihannya cukup bermanfaat untuk kegiatan weekend escape atau backpacking iniSayang bagian kamar tidak sempat terdokumentasi  (terfoto).

 

Saya memesan kamar melalui aplikasi traveloka dengan harga permalam hanya Rp 420.000-an saja! Cukup murah bukan? Ditambah dengan lokasi yang super strategis, saya rasa harga sekian lumayan pantas untuk hotel budget bintang 2 demikian.

 

Oiya, untuk sarapannya memang, tidak terlalu banyak varian, akan tetapi cukup lezat dan enak untuk sekelas sarapan di hotel budget, dari segi rasa juga tidak mengecewakan, dapat memuaskan rasa lapar kami di pagi hari.

 

Sepertinya hanya itu yang bisa saya tulis dari pengalaman menginap 1 malam di POP! Hotel Kelapa Gading. Dan ini adalah beberapa view yang saya ambil dari kamar saya dan sudut-sudut lain dari hotel ini juga. Cekidot!

 

View dari Kamar Kami

 

View dari Sisi Lain Hotel

 

View dari Sisi Lain Hotel yang Menghadap Masjid Raya Kelapa Gading

 

View dari Sisi Lain Hotel

 

Nah, bagaimana? View-nya cukup memanjakan mata bukan? Bisa nih dicoba sebagai alternatif tempat menginap murah meriah. Dan, selamat berlibur! ūüôā

Pok√©mon Go Fever (Bandung Experience)

It’s been about three¬†months since the¬†Pok√©mon Go game was released. I’ve been playing this game since the¬†beginning of the game was released too. I play it in honest way without using some cheater applications like (maybe) others did. Eventhough¬†I’ve ever felt want to install those kind of apps also, but I decided not to do that act. I decided to play it in honest way without worrying my progress will look slower than others’ have. But never mind, I feel proud of my self. ūüėÄ

I’m a woman and not kind of a freak gamer. I love playing many games but for me¬†this game is the most addicted game I’ve ever played although I have to do some walks to make this game more attractive. And I think this game is very healthy for the gamer itself. So that’s why I’m being addicted with this¬†Pok√©mon Go and could increase my walking time so can make me¬†healthier too, refer to my big body which needs to be treated by diet program and much exercise. Ha-ha. ūüėÄ

Until one day in the last weekend of July, when I went to Bandung with my husband, we experienced the most attractive place to play Pok√©mon Go. Actually I had a personal business at campus on Friday and was invited to¬†my friend’s wedding ceremony on Saturday of that weekend. Therefore I¬†had been¬†decided in days before the weekend to book a hotel near the Cihampelas Walk a.k.a Ciwalk. At first I hadn’t chosen the hotel we’d like to stay yet then¬†a friend suggested me to stay near Ciwalk if me and my husband wanted to play Pok√©mon Go too. My friend said that at Ciwalk, there are 24 hours Lure Parties even on weekdays. Lure Party is an action of the game by using Lure Module that applied at each Pok√©Stop. It could attract some¬†Pok√©mons around to appear. If you’re lucky, the rare¬†Pok√©mon would be appeared.

Remember that Saturday night after¬†we came back from the wedding party and arrived in hotel at about 9.30 PM, we didn’t¬†immediately go to sleep¬†but decided to continue our activity to go to Ciwalk for playing this game! Ha-ha. ūüėÄ

And…..it happened! I saw beautiful lure parties appeared¬†on my smartphone screen. Look!

Lure Parties

Lure Parties

Then¬†I saw many people there, sooo crowded. Some of them were seemed¬†walking toward the outside of Ciwalk, maybe they had finished their playing time then wanted to go home, besides the mall was starting to close. When I walked in¬†front area of the mall, I thought there would be quiter inside such as in the central park of the mall, but I was completely wrong! There were still maaany people there, holding their smartphones connected with their power bank devices too. Interesting. ūüėÄ

My husband and I then decided to get a seat around the central park. The Ciwalk Mall has a concept indoor and outdoor mall, so that’s why it has a kind of central¬†park and some pathways inside the mall. In the middle of playing time, suddenly we’re surprised by a friend who’s playing the game too with his friends. Suddenly he came and accosted us. We’re not talking much but yes, we discussed anything about Pok√©mon Go. That time was about a month since the game has been released. On that time also I was pretty sure that people¬†all around the globe were playing this game with great¬†enthusiasm.

These pictures below will show you how enthusiasm of Bandung people when they play Pokémon Go.

20160730_230902

20160730_230906

20160730_230919

20160730_231412

20160730_231956

20160730_235059

Met our friend, Ajie.

 

And…you have to know that it’s happened at midnight, around 11.00 – 12.00 PM! Interesting, isn’t it? ūüėÄ Even Ajie told us that actually if we came around 8.00 – 10.00 PM we’re gonna see a very wide of ocean of people, very crowded he described. ūüėÄ

Then about 00.30 AM, suddenly a very rare Pok√©mon appeared! And yes, all of people inside Ciwalk was making funny scream to express their excitement to catch this rare Pok√©mon. Haha! ūüėÄ I called us “lebay!” for that noisy scream. ūüėÄ
And…..without waiting so long, several minutes later a rare Pok√©mon¬†appeared inside the “Pok√©mon Nearby” Box. Guess what? Maybe some of them were using a cheat application that help user finding a precise place of the Pok√©mon appeared, then suddenly those people lead almost all people who’s playing, included us, to follow them just only want to catch that rare Pok√©mon! ūüėÄ This video I recorded below will describe how very crowded and very “lebay” of people on that midnite. Insane! Ha-ha. ūüėÄ

image

– – –

A month later, at the end of August, I was invited again to my friend’s wedding ceremony in Bandung. Then again, we planned to book a hotel near the Cihampelas Walk,¬†again and¬†again! Ha-ha. ūüėÄ Actually at noon, I was invited to my friend’s engagement day in Bintaro, but lucky us, my friend’s house is near from a shopping center that there’s a travel bus pool named X-Trans that has route between Bintaro and Cihampelas. And the access from my friend’s house to the shopping center is easy and near. What a coincidence, isn’t it? So we decided go to Bandung by X-Trans travel bus that heading to Cihampelas. And more coincidence is the hotel we booked was precisely beside the X-Trans pool at Cihampelas, so we didn’t need extra ride by public transportation to lead us up to our hotel. Ha-ha. ūüėÄ

The wedding ceremony was held at 07.00 PM until 09.00 PM, but after that I didn’t directly go back to hotel with my husband because my friend, Alif, invited me to attend a small conference of our alumni group at his Coffee Shop, Cokotetra at Dago that actually had been started since after Isya’ pray time, about 07.30 PM. Of course I wasn’t alone by myself as the only woman on that informal meeting, but I was with my senior high school girl friends, Ichi and Fine. Fine is a new Mom, but she’s still like to attend some events that related to Krida (my senior high school) friends while having reunion. She’s lucky, her husband is always support her that can make her easily to come to those events without much worrying about baby-sitting of her little son while she’s enjoying the moment with friends. Everytime I saw her appearance at events I attended, I made a promise that someday, I also won’t stop for attending friends’ events, even my babies have born. ūüôā And that night, she brought Emir, her baby-son who’s sleeping. So cute! ^-^ She and her husband weren’t hurrying themselves to went back to hotel after the wedding party, but decided to came by at¬†Cokotetra for awhile.

Then how about my husband? Yes, of course, he’s directly went to¬†Ciwalk and playing Pok√©mon Go immediately. Ha-ha. ūüėĬ†At about 10.30 PM we ended our small meeting at Cokotetra then Alif and Ichi accompanied me going back to hotel at Cihampelas.

 

di-cokotetra

Me and Friends at Cokotetra

After I arrived in hotel at about 11.00 PM, my husband picked me up then walked together to Ciwalk. Ha-ha. ūüėÄ As I guessed before, there were still maaany people inside Ciwalk¬† and we started to play, particularly my husband, he started to continue his game. He had been playing for about an hour before I came.¬†And these pictures below will show you how crowded on that midnite at¬†Ciwalk. It’s taken about 11.30 PM – 00.30 AM! ūüėÄ

20160828_001622

20160828_001646

– – –

Today, I don’t know is anybody still playing this game with great enthusiasm or not. But for me and husband, we’re still playing it¬†although it is not as enthusiastic as before. Now he’s on Level 26 and I’m on Level 23. The higher the level we’ve got, the more difficult to raise the level up, therefore¬†I’m becoming not as enthusiastic as many weeks ago, but surely I don’t feel bored. I’m still playing it but rarely. However, the developer of this game had made some updated ¬†of some features so can make¬†Pok√©mon Go¬†becoming more attractive, such as the “Buddy” feature.

Well, I guess¬†Pok√©mon Go¬†is still the most interesting game for me to play nowadays. I wish I could raise the higher level as fast as others did which I often see when I saw the¬†Gym¬†nearby. Ha-ha. Wish me luck then. ūüėÄ

English Test Preparation (1)

So this is it.

The moment when suddenly I want to explore my english skill again and again by monologue-ing and writing here.

Now it’s becoming an obsession to get much higher score of my TOEFL or IELTS later. It started actually at the end of last year. I remembered about my expired TOEFL prediction-test result, so I decided to start again to study. But because of my new job had just began, so I didn’t make it fast in time.

Actually I had a plan to take a TOEFL Test in this early year which were could be in January or February. But you can guess, I wasn’t in good performance so that’s why I postponed it. Haha. I hope I will ready this middle of the year.

image

I’m trying to keep reading english articles, watching western serials, english news, finishing my english novels, and even keeping update events on Quora day by day. That platform I mentioned in previous sentence is similar with other social medias but on Quora you can find any topics or updated events while increasing your english skill without any fear of lagging the informations or update moments or events which is happening or recently happened. Instead of facing bullsh*ts on mainstream social medias like facebook, path, instagram, and twitter everyday, it’s better to move on with something new and certainly will make you smarter.

(well actually it is not a generalize, we’re still can find good/positive things on that mainstream social medias, but related to what happened recently which always be that political things again and again, racism, fanaticism, etc, sometimes better to switch to another platforms for your entertainment)

I have some english materials too for supporting me learning the english. Lucky me, I have both IELTS and TOEFL materials freely. One is I got from a friend who got it by downloading from the internet which you can imagine how big the file size is where you have to provide the best internet connection to download it, and the other one is I got from a free educational workshop that held by one of candidate of the IA-ITB election participant in last February.

Through these months since I decided to start studying again, I’ve experienced things related to “increasing english skill”, such as took a TOEFL prediction test, took an english test on jobstreet website, and the last one is I came to an interview at foreign company where of course I needed english to do it although I didn’t past it in the end, haha. But for me, that interview was the very incredible experience I’ve ever had since graduated from college at least for me as an ordinary student who’s not as smart as others, haha. And for the results of both tests, guess what, my scores have increased! Both of them! At least since 2014, the last year I’ve taken those tests.

Talking about the free workshop that I mentioned in previous passage, lucky us who came to the event, there’s also a simulation of an IELTS test by the IDP Education, a kind of an educational organisation based in Australia that help international students to find best universities for them who want to study abroad, including organize the IELTS test. Honestly, that was my first experience knowing what the IELTS test form is. But I don’t think I’m late, at least now I can manage my self to fulfill the best scores both for IELTS and TOEFL.

Wish me luck then. ūüôā

– – – – –

Matraman, 10.04.2016