Transportasi Umum (Angkot) dari Dago ke TSM (Trans Studio Mall) Bandung

Halo, halo!

Lagi bikin kategori baru nih! Haha. 😀 Semoga bermanfaat yaaah. Dan ini adalah postingan perdana saya dalam kategori ini. Yuk, cekidot gan-sis! 🙂

– – – – –

Apakah agan dan sista adalah traveller – backpacker? Apakah agan dan sista termasuk yang sedang bingung mencari rute angkutan umum dari Dago menuju Trans Studio Bandung atau Trans Studio Mall tanpa harus menggunakan jasa taksi dan ojek? Nah, mungkin di sini saya bisa membantu sedikit. 🙂

 

A. Jika Anda berangkat dari arah Dago Atas, wilayah Kanayakan dan sekitarnya, atau dekat-dekat dengan  Terminal Angkot Dago.

  1. Karena Anda berangkat dari Dago Atas, maka Anda langsung saja naik Angkot Riung – Dago (Warna Putih – Garis Dasar Hijau) ke arah Riung tentu saja.
  2. Ikuti saja rute angkot selama Anda naik. Sekitar 1 – 1,5 jam kemudian, turun di Perempatan Binong, yaitu yang terletak setelah Jembatan (Stasiun) Kiara Condong. Jika Anda ragu, dari awal naik angkot harap bilang ke Bapak Sopir supaya diingatkan. 

    Penampakan Perempatan Binong

     

  3. Setelah turun (di jalan sebelah kiri), menyeberang ke arah perempatan sisi Barat. (kalau seperti pada gambar di atas, ke arah kanan) Kemudian di sana akan ada 2 jenis angkot, yaitu Angkot Elang – Cicadas (Warna Merah – Garis Dasar Hijau) dan Angkot Abdul Muis / Kalapa – Cicaheum (Warna Hijau – Garis Dasar Kuning). Anda BISA naik dengan kedua angkot tersebut. Naik dan bilang ke Bapak Sopir kalau si angkot ke arah BSM/TSM. (sebelum berubah menjadi TSM, dulu namanya BSM, dan orang-orang terkadang masih suka menyebut demikian, BSM atau Bandung Super Mall)
  4. Tidak sampai 15 menit, Anda sudah sampai di seberang TSM. 🙂

 

B. Jika Anda berangkat dari arah Dago Bawah, wilayah sekitar Jalan Merdeka atau sekitar Bandung Indah Plaza (BIP), sekitar Dukomsel, Super Indo, dan sekitarnya, serta wilayah sekitar Factory Outlet Dago, ITB (Pertigaan Jln. Ganesha – Dago), Borromeus, dan sekitarnya.

  1. Naik Angkot Kalapa – Dago (Warna Hijau – Garis Dasar Oranye) yang menuju ke arah Dago, atau biasa orang-orang menyebutnya ke arah Atas.
  2. Berhenti di Simpang Dago. Kemudian setelah turun (di jalan sebelah kiri), menyeberang ke arah perempatan sisi Timur (kalau seperti pada gambar di bawah, ke arah kanan). 
    Penampakan Simpang Dago

    Penampakan Simpang Dago

     

  3. Dari Simpang Dago tersebut, naik Angkot Riung – Dago (Warna Putih – Garis Dasar Hijau) ke arah Riung tentu saja.
  4. Ikuti saja rute angkot selama Anda naik. Sekitar 1 – 1,5 jam kemudian, turun di Perempatan Binong, yaitu yang terletak setelah Jembatan (Stasiun) Kiara Condong. Jika Anda ragu, dari awal naik angkot harap bilang ke Bapak Sopir supaya diingatkan.
  5. Setelah turun, menyeberang ke arah perempatan sisi Barat. Kemudian di sana akan ada 2 jenis angkot, yaitu Angkot Elang – Cicadas (Warna Merah – Garis Dasar Hijau) dan Angkot Abdul Muis / Kalapa – Cicaheum (Warna Hijau – Garis Dasar Kuning). Anda BISA naik dengan kedua angkot tersebut. Naik dan bilang ke Bapak Sopir kalau si angkot ke arah BSM/TSM. (sebelum berubah menjadi TSM, dulu namanya BSM, dan orang-orang terkadang masih suka menyebut demikian, BSM atau Bandung Super Mall)
  6. Tidak sampai 15 menit, Anda sudah sampai di seberang TSM. 🙂

 

Nah… Gimana? Mudah bukan? 🙂

Yang terpenting adalah selalu berdo’a sebelum bepergian ke mana pun yaaa. Selamat jalan-jalan! 🙂

Advertisements

Ibu,..

Hari ini, bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad Sallallaahu’alaihi Wassalam (dalam kalender Hijriah), adalah juga merupakan Hari Ulang Tahun Ibu yang ke-56 Tahun, berdasarkan kalender Masehi.

Ya, hari ini, 24 Desember adalah hari yang seharusnya menjadi hari ulang tahun Ibu yang ke-56.

Ibu, insyaaAllah Jannah tempat Ibu saat ini.
Menanti kehadiran kami, di sana, sampai batas waktunya nanti.

– – – – –

image

Ibu adalah orang yang saaaaangat baik.
Kalau boleh dikatakan, ganis ini beruntung yang seuntung-untungnya.

Ganis yakin, jika bukan karena kebaikan Ibu, mungkin saja pernikahan antara ganis dan Bang Amir tidak akan pernah terjadi.
Ganis selalu ingat masa-masa itu, masa-masa di mana penuh kebimbangan dan ketakutan.
Namun dengan seizin Allah melalui kebaikan Ibu yang sungguh sangat luar biasa, kini semuanya yang terlihat “tidak mungkin”, menjadi “sangat mungkin”.
Ya, ganis pada akhirnya bisa menjadi menantu Ibu.
Ini yang selalu ganis sebut sebagai “Keajaiban”! :’)

Ibu adalah Ibu yang sangat lembut, baik hatinya, hangat, penyabar, dan pokoknya benar-benar seorang Ibu dambaan bagi setiap orang. Ganis sangat yakin itu.
Bayang-bayang “mengerikan” mengenai sosok Ibu Mertua itu benar-benar tidak ada sama sekali.
Sifat Ibu yang demikian baiknya benar-benar sering membuat mata ganis berkaca-kaca dalam diam, mensyukuri nikmat luar biasa yang sedang Allah berikan untuk ganis.

Ya, Ibu saya ini benaaar-benar sangaaat baik!

Belum sempat ganis bertanya dan meminta nasehat, kiat-kiat, serta tips-tips di dalam membesarkan dan mendidik anak-anak ganis kelak, cucu-cucu Ibu, khususnya pengalaman Ibu di dalam membesarkan dan mendidik Bang Amir, Elisa, & Huda, ternyata Allah Sudah Berkehendak lain.
Ganis sungguh benar selalu penasaran, apa yang sudah Ibu kerjakan dan amalkan di dalam membentuk pribadi Elisa, Huda, & Bang Amir sehingga menjadikan mereka  manusia-manusia sholeh-sholehah seperti saat ini.

Selalu teringat, pada masa setiap pertengahan dan pergantian Bulan Hijriah, atau pada saat tanggal-tanggal penting bagi kita umat Muslim, Ibu selalu mengingatkan ganis (dan juga Bang Amir), di dalam membaca suatu do’a tertentu.
Mengingatkan amalan-amalan apa saja yang baik dilakukan.

Dan pokoknya dalam banyak hal. Ibu adalah yang terbaik! Ibu paling bijaksana sedunia! Lembut, hangat, arif, bijaksana, dan semua sifat baik Ibu benar-benar ingin ganis contoh.
Sungguh belum tentu ganis bisa menjadi seorang ibu seperti Ibu.

Kami Bu, anak-anak Ibu insyaaAllah akan senantiasa memanjatkan do’a kepada Allah untuk Ibu.
InsyaaAllah khusnul khotimah dan insyaaAllah Jannah tempat Ibu saat ini..

– – – – –

Matraman, 24.12.2015

Konsep Rejeki dan Hindari Iri (1)

Saat ini saya sedang senang dengan dunia per-tas-an. Dan sedikit-sedikit saya juga ikut terlibat di dalam dunia jual-beli tas, khususnya secara online. Pada mulanya, saya hanya sekedar menyalurkan kesenangan atau hobi saja, terlebih lagi dalam rangka menahan diri dari godaan-godaan dunia yang sesungguhnya tidak berguna serta menanamkan sikap hemat dalam perilaku sehari-hari. Haha.

Loh apa hubungannya dunia jual-beli tas dengan sikap hemat?

Yup, karena di satu sisi nafsu duniawinya muncul di mana sebenarnya mengerti bahwa perasaan tersebut hanyalah sesaat dan sementara, yang kemudian di mana setelah hasrat nafsu duniawi-nya sudah terpenuhi, dalam hal ini adalah Belanja Tas-nya, biasanya akan muncul rasa ‘lega’. Nah, setelah ‘lega’ itulah, maka kembali deh saya jual-jualin benda (tas) tersebut yang sudah saya peroleh sebelumnya. Tentunya dengan harga jual yang lebih tinggi (mengambil keuntungan juga). Tapi dalam bagian ini memang kudu pintar-pintar sih dalam memilih barang, di mana si benda (tas) ‘harus’ yang banyak peminatnya.

– – – – –

Pada mulanya saya tidak pernah menyangka bisa terjun ke dalam dunia per-tas-an ini. Dari yang sebelumnya facebook hanya ‘sekedar’ berfungsi sebagai sarana komunikasi dunia maya saja, eh ternyata, justru dunia per-tas-an ini malah melebar dan semakin banyak saya temui di facebook. Maka, berkenalanlah saya satu per satu dengan berbagai pengusaha tas, khususnya tas branded, sampai siapapun yang juga sebagai penikmat dunia per-tas-an.

Saya ‘bertemu’ dan berkenalan dengan teman-teman baru dari berbagai latar belakang, yang sedikit berbeda lingkaran dengan pertemanan facebook saya sebelumnya. Join lah saya dari satu grup tas ke grup tas lainnya. Bersyukurnya, setiap saya add pertemanan dengan Kakak-Kakak Senior dunia per-tas-an ini, Beliau-Beliau dengan baik hati ‘meng-accept’ pertemanan yang padahal mutual friend hanya 1, 2, 3 saja dengan Beliau-Beliau yang saya add tersebut. Namun kini, bila ‘mampir’ ke halaman facebook Beliau-Beliau tersebut, kini mutual friend sudah mencapai angka ratusan. 😀

Dan ini adalah contoh ketika dalam 3 (tiga) hari saya tidak membuka facebook. Notifikasi bisa mencapai 99++! Haha. 😀

 

notifications

 

Dan setelah berjalan beberapa waktu, beberapa kali saya pernah melihat status beberapa seller atau siapapun itu yang menginformasikan bahwa friend list Beliau sudah akan penuh mendekati angka 5000, kemudian dengan tema mohon maaf ingin “bebersih” friend list. Dan beruntungnya saya, saya masih masuk dalam friend list Kakak-Kakak seller / Kakak-Kakak pengusaha tersebut. Hal ini dapat disebut sebagai rejeki bukan? 🙂

(please Kak kalau ada yang membaca tulisan ini, jangan remove saya dari friend list Kakak yaa… Hehehe. 😀)

– – – – –

Dalam keberjalanannya, seller dan buyer pasti bertemu di “lapangan” di mana maksud “lapangan” di sini adalah dalam dunia online dunia maya ini. Banyaaak sekali juga Kakak-Kakak seller nubie sama seperti saya, atau lebih tepatnya yang sama-sama baru belajar bagaimana cara berdagang tas.

Sering ditemui kondisi di mana harga tas yang saya jual lebih mahal dibandingkan dengan seller-seller lainnya. Sering juga ditemui calon buyer dari berbagai tipe, dari yang “biasa saja normal”, sampai dengan “super WOW sampe kudu mengelus-elus dada”. Haha.

Tapi begitulah konsep rejeki yang sedang Tuhan atur untuk saya. Karena bagi saya, rejeki itu tidak melulu bermakna duit dan duit. Di sinilah saya jadi semakin belajar bagaimana memahami berbagai macam tipe manusia itu. Di sinilah Tuhan Membukakan mata saya bahwa manusia itu tipenya nggak melulu itu-itu saja yang sebelumnya saya jumpai dalam lingkaran pertemanan facebook saya terdahulu. Sebuah rejeki bukan? ( saya mengambil asumsi bahwa teman-teman dunia nyata 90% pasti memiliki akun facebook juga )

Walau pada akhirnya tidak semua orang atau calon buyer itu “jadi” membeli barang pada kita, saya merasa memang belum rejeki bentuk uang saat itu, akan tetapi melainkan saya mendapatkan rejeki berupa tali silaturahmi baru yang saya dapatkan dari interaksi macam demikian. Jadi walaupun terkadang saya bertemu dengan calon-calon customer yang tidak jadi membeli tersebut, yang bahkan ada yang sudah bertanya panjang kali lebar, namun bersyukurnya hingga detik ini saya masih belum sampai merasakan sebuah “kejengkelan” yang gimanaaa gitu. Haha. 😀 (mudah-mudahan jangan sampe deh, sabar seterusnya saja, aamiin, hehe)

Ya. Begitulah konsep rejeki yang sudah Tuhan persiapkan untuk saya.

Ketika rejeki bukan berbentuk ‘uang’, yang mana biasanya mostly menjadi tujuan utama, di sisi lain Tuhan memberikan rejeki lain berupa rejeki lingkaran pertemanan yang semakin bertambah, rejeki tali silaturahmi yang baru, rejeki pemahaman di dalam interaksi sesama manusia (belajar memahami manusia), rejeki pemahaman di dalam belajar mengelola emosi, dan berbagai rejeki lainnya.

– – – – –

Berikutnya adalah…..hindari iri.

Jikalau saya tidak pandai-pandai dalam mengelola emosi, maka dijamin semangat belajar berjualan tas saya bisa luntur seketika karena hanya memikirkan emosi pribadi yang sesungguhnya hanya sesaat dan sementara.

Sering dijumpai  banyak customer yang akhirnya berpindah ke lain hati alias pindah ke seller lain untuk barang impian mereka. Entah dengan alasan apapun. Namun demikian,  di sinilah pemahaman konsep rejeki Tuhan yang Sedang Dijalankan Tuhan kepada saya. Di sinilah Tuhan Sedang Mengajarkan saya pentingnya untuk bisa menerima kondisi dan pemahaman belajar dalam berjualan.

Dengan tidak merasa iri dengan toko lain atau seller lain, justru menurut pendapat saya, akan semakin banyak pintu-pintu rizqi yang semakin terbuka untuk saya. Ya…seperti itu tadi di mana rejeki dapat berupa apaaa saja. Sebagai contoh, tau-tau saya dengan tiba-tiba mendapatkan informasi seorang seller first hand-carry yang padahal sebelumnya saya tidak pernah tahu ada Beliau. Nah, rejeki tiba-tiba seperti ini-lah yang saya artikan sebagai “Hadiah Tuhan” kepada saya karena ‘keberhasilan’ saya dalam pengelolaan emosi tadi, yaitu berupa rasa iri yang mungkin muncul.

Pada intinya, pengelolaan emosi pribadi itu memang sungguh sangat-sangatlah penting untuk dilakukan. Dan harus selalu yakin bahwa Tuhan Tidak Akan Pernah Salah, Tuhan Selalu Benar, dan Tuhan Selalu Tahu apa kebutuhan kita. Yakin terus di dalam berusaha, tanpa henti, diiringi doa dan semangat pantang menyerah, niscaya suatu saat nanti, insyaaAllah Tuhan Akan Memberikan Rejeki lebih dari yang kita bayangkan.

Walau sebetulnya masih belum tau apakah benar saya kelak akan membuka usaha sampingan (atau usaha beneran) dengan berjualan tas di masa mendatang, namun tidak ada salahnya saya mencoba dan belajar selagi saya diberi kesempatan oleh Tuhan seperti saat ini.

– – – – –

Dan konsep pemahaman ini berlaku dalam hal apapun di dunia ini.
Entah dalam hal karir, hal prestasi, dan lain sebagainya.
Selalu yakin dan percaya bahwa Tuhan Tidak Akan Pernah Salah.
Sebagai manusia wajib berusaha semaksimal mungkin dan berdoa. Karena Tuhan Sangat Menyukai Hamba-Hamba-Nya yang rajin berdoa dan meminta kepada-Nya.

Dan link di bawah ini adalah toko online saya, menjual tas-tas lucu import cantik berbasis di Kota Batam. Tentunya dengan harga ramah di kantong dan yang pasti awet & nggak bakal nyesel deh! Hehehe. ( numpang promosi yaaah… )

http://www.instagram.com/tas.batam_murah/

 

– – –
Tebet, 23 Desember 2015
16:05 WIB

Him! :*

Scrolling down my tweets on twitter and captured this one.

 

Yes.
I’m only the luckiest woman on earth having you as my partner of life, here in Dunyā and later insyaaAllah in Jannah. Aamiin. 🙂

 

quickmemo-_2015-12-23-14-18-46-1.png.png

 

Back to One Dream

Today I’m enjoying my self to be at home. Sometimes when you feel in a rush and being complicated with your duties at office, you just need to be relax and free your self. Lucky me, I’m not an employee who has a big obligation to be always stay at the office (although I had a dream to be part of that kind of employment, haha :p). Hence, since I was rejected by some dream-companies for many times, I started to full-ing in love with my current job as a “freelancer” engineer who works for projects not companies. Besides, I fully enjoy with the salary too. Haha. :p

 

Sometimes, working as an engineering consultant can ease you to arrange your schedule of one random-day (or many days you could take) on your own way, especially for you as a woman. I mean here, being a consultant who work for projects and not fully tied by the company which has hired you. Usually projects are conducting at separate places far away from the main/head office (which is usually placed in central city). And this is the part that I said “you can arrange your schedule on your own way” previously. You may take an off-day that suitable for you. But of course, you still need your boss’ permission, don’t be a cheater and looks like a defaulter. No. Ask your bosses politely, so you won’t worry with your free-day and will fully enjoy every single hour you have. If you had children, you may take care of them instead which usually they were taken care by your hired nanny. If you’re still single or married with still no children (like me), you may run your hobbies or take another activities that you think you need more time than usual.

 

Like today.

 

I’m off. I had permission from my supervisor. I stay at home for only this day. I can take care of my messy home. I can enjoying “me time” to do selling my bags on my online shops. Also I can have my exhilaration to read my new book and will learn much things from it. And…..here it is. I started open a page randomly and caught this one! (but seriously, I didn’t manage it before, it’s purely random)

 

20151203_120852-1.jpg

 

Oh God! Suddenly I was glued, speechless. I hope it wasn’t merely a coincidence. My pray for my self. Ganbatte!

 

 

Matraman.

Thursday, 3 December 2015

12:56 WIB