Review Hotel Royal Dago Bandung

Hai hai internet, lama tak menulis. Rasanya sudah lama sekali tidak menuangkan ide-ide ke dalam bentuk tulisan. Hehe. ūüėÄ Kali ini saya ingin kembali membuat review mengenai sebuah penginapan, alias hotel yang pernah saya kunjungi atau tempati. Okedeh, cekidot gan!

 

Hotel ini merupakan hotel yang termasuk sering saya kunjungi juga pada saat ada acara di Bandung selain Hotel Serela Cihampelas (seperti yang sudah pernah saya review sebelumnya). Selain karena harganya relatif murah, lokasi yang strategis dan dekat sekali dengan kampus, membuat saya beberapa kali juga menjadikan hotel ini sebagai opsi jika ada kunjungan ke Kota Bandung.

 

 

Hotel Royal Dago

 

Namanya adalah Hotel Royal Dago, hotel bintang 2 yang terletak pada jalur strategis salah satu pusat Kota Bandung, yaitu di daerah Dago, dengan letak persisnya dekat dengan Simpang Dago. Jika melihat jalur ke arah Dago Atas, maka hotel ini terletak di sebelah kiri sebelum perempatan lampu merah Simpang Dago. Sebenarnya terdapat 2 (dua) Hotel Royal Dago, yang pertama adalah yang akan saya bahas ini, dan berikutnya terletak di seberang persis Hotel Royal Dago yang sedang akan saya bahas.

 

Bentuk bangunan hotel ini sangat terlihat dengan ciri khas bangunan lama dan bersejarah, dilengkapi juga interior kamar hotel yang makin terlihat ciri khas bangunan lama, seperti halnya properti-properti lama yang ada, dari bentuk kamar mandi, tempat tidur, sofa, telepon, serta meja kayu letak steker-steker secondary untuk menyalakan beberapa benda elektronik di dalam kamar, termasuk di dalamnya adalah lampu-lampu kamar. Unik.

Mungkin bagi sebagian orang yang tidak terbiasa dengan ‚Äúhotel jadul‚ÄĚ, mungkin akan kurang tertarik dengan bentuk dan suasana hotel di mana mungkin akan merasa memiliki suasana sedikit ‚Äúcreepy‚ÄĚ.

 

Walau merupakan hotel lama, hotel ini juga terintegrasi dengan jasa layanan aplikasi travel online Airy Room di mana harga-harga kamar yang ditawarkan relatif lebih murah dari harga normal. Sebagai perbandingan saja, harga Kamar Standard untuk hotel ini adalah Rp 375.000,- per malamnya dengan range harga tertinggi dari jenis kamar yang ada pada hotel ini adalah sekitar Rp 425.000,- per malamnya. Harga-harga tersebut sudah termasuk fasilitas sarapan pagi. Tidak lupa dengan fasilitas air hangat juga tersedia pada hotel ini.

 

Kualitas sarapan pagi di hotel ini juga tidak mengecewakan, walau mungkin bagi sebagian orang akan menilai sebagai masakan ‚Äúrasa standar‚ÄĚ. Akan tetapi menurut saya, dari segi rasa sudah sangat enak dan cukup memuaskan kebutuhan sarapan pagi, terutama bila tidak sempat berjalan keluar dari hotel untuk sekedar mencari sarapan pagi.

 

Sarapan Pagi

 

Lokasi hotel Royal Dago ini benar-benar sangat strategis, terutama bila terdapat acara-acara besar seperti wisuda kampus-kampus sekitar seperti ITB, Unikom, serta Unpad, atau mungkin kampus-kampus lain di mana acara wisuda yang dilaksanakan di Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) di daerah Siliwangi.

 

Lokasi hotel ini juga terletak dekat dengan jalur Car Free Day (CFD) utama Kota Bandung di sepanjang jalan Ir. H. Juanda Dago, yang terbentang dari perempatan Simpang Dago sampai dengan perempatan BCA atau berbatasan dengan jalan layang yang berada di area Dago Bawah. Akan tetapi saat ini CFD dimulai tidak persis dari perempatan Simpang Dago, melainkan pertigaan Jalan Dayang Sumbi dengan Jalan Ir. H. Juanda. Letak jalan Dayang Sumbi berada di sebelah kanan hotel. Jika dilihat dari letak lokasi seperti gambar berikut, lokasi Hotel Royal Dago ini berada di antara Perempatan Simpang Dago dengan Jalan Dayang Sumbi.

 

Posisi Letak Hotel Royal Dago

 

Selain itu, lokasi hotel ini juga terletak pada jantung utama jalur wisata belanja Factory Outlet (FO) yang banyak berada di kanan-kiri sepanjang Jalan Ir. H. Juanda (Jalan Raya Dago), dimulai dari dekat Jalan Dayang Sumbi ke arah bawah sampai menuju Jalan Merdeka, atau area Bandung Indah Plaza (BIP). Apalagi jika ingin berwisata belanja pada malam hari, kita dapat menyusurinya dengan berjalan kaki melalui trotoar pejalan kaki di sepanjang kanan-kiri Jalan Ir. H. Juanda.

Salah Satu Tulisan Yang Dapat Ditemui di Trotoar Dekat dengan Area Factory Outlet

 

Lokasi hotel yang berada pada area Simpang Dago ini, juga dekat dengan transportasi umum Travel Jakarta ‚Äď Bandung ‚Äď Jakarta, seperti salah duanya adalah Travel Cipaganti dan Travel Day Trans yang lokasi pool-nya berada persis di Simpang Dago. Terdapat pula Travel Citi Trans yang dekat dengan Simpang Dago, akan tetapi agak sedikit jauh dari Simpang Dago menuju ke arah Universitas Padjadjaran (Unpad) ke arah timur yang dapat dituju dengan menggunakan angkot Cicaheum ‚Äď Ciroyom (kijang warna hijau garis orange) atau angkot Riung ‚Äď Dago (warna putih garis hijau) atau bahkan angkot Kalapa ‚Äď Dago (warna hijau) yang belok ke arah timur, degan waktu tempuh sekitar 10 menit-an jika tidak macet, maka akan dapat berhenti langsung di seberang pool Travel Citi Trans.

 

Mencari makanan di sekitar hotel juga sangat mudah. Sekali lagi, karena area Simpang Dago sangat ramai pada malam hari, di area tersebut terdapat banyak warung tenda berbagai jenis makanan, dari ayam goreng, ikan bakar, sea food, nasi goreng, surabi bandung, dan sebagainya. Dan jika ingin sedikit mencicipi kuliner tempat makan ber-AC, terdapat McDonald yang berada persis pada Simpang Dago tersebut. Selain itu juga, di Simpang Dago terdapat area Pasar Simpang Dago dengan berjejer toko-toko yang salah satunya merupakan toko yang menjual berbagai macam snack, di mana area pertokoan tersebut jika di pagi hari akan ramai pedagang-pedagang pasar tradisional yang membuka lapak di area pasar tersebut. Selain itu juga terdapat rumah makan padang serta mini market modern Circle K di bagian timur Simpang Dago. Jadi, tidak akan khawatir jika ingin mencari makanan atau snack di dekat hotel.

 

Dan berikut merupakan penampakan dari bentuk Kamar Standard Hotel Royal Dago:

Penampakan Kamar Standard Hotel Royal Dago

 

Penampakan Kamar Standard Hotel Royal Dago

 

 

Nah, bagaimana? Ekonomis dan strategis bukan? Sangat cocok bagi teman-teman yang ingin berpetualang dan berjalan-jalan ke area pusat Kota Bandung. Yuk mari liburan! ūüôā

 

 

Advertisements

Memperpanjang Paspor dengan Antrian Online dan TANPA Calo

Halo lagi, internet! ūüėÄ

 

Kali ini, saya ingin berbagi pengalaman saya dalam mengurus Perpanjangan Passport yang saya lakukan di Kantor Imigrasi Pondok Pinang Jakarta Selatan dan TANPA CALO! Cekidot gan!

 

Sebenarnya keinginan perpanjangan passport ini sudah lama sekali, bahkan saat kami masih tinggal di area Matraman, Jakarta Pusat. Bahkan dulu saya sempat mengurus passport saya, yang mana saya mengira passport saya yang masih berlaku hilang, oleh karenanya saat itu saya pun harus segera mengurus untuk pergantian passport. Saya mengurus di Kantor Imigrasi Jakarta Utara yang berada di Kelapa Gading, letaknya di komplek ruko belakang Mall Artha Gading (MAG). Saat itu adalah tahun 2014, di mana antrian masuk ke Kantor Imigrasi masih dilakukan manual, yaitu kami para calon customer kudu struggle untuk dapat antri masuk dari pagi buta, bahkan setelah Subuh kalau bisa sudah berangkat dari rumah! Dan benar! Pukul 5.30 pagi saja, kami masuk ke dalam antrian 10 besar mepet. Haha! XD

 

Tapi itu dulu……….

 

Sekarang, mulai di tahun 2017, dan pada khususnya di Kantor Imigrasi Pondok Pinang Jakarta Selatan, kalau saya tidak salah ingat mulai akhir Mei 2017, antrian masuk untuk mengurus passport dilakukan secara online dengan menggunakan aplikasi pada handphone. Dan kami pun sempat kecele karena pada saat Bulan Puasa di Bulan Juni 2017, kami sempat datang pagi-pagi ke Kantor Imigrasi Pondok Pinang dan mendapati sebuah pengumuman yang menyatakan bahwa antrian masuk imigrasi kini kudu alias harus melalui aplikasi yang dapat diunduh melalui Play Store yang dimulai sejak akhir Mei 2017 tersebut.

 

Berikut penampakan Aplikasi Antrian Masuk untuk Pengurusan Passport yang dimaksud:

 

Aplikasi Antrian Paspor

 

Setelah mengunduh aplikasi tersebut, para calon customer diharuskan untuk register sebagai pengguna baru agar dapat log in ke dalam aplikasi dan dapat melakukan pengambilan hari dan tanggal mengurus passport.

 

Tampilan Aplikasi

 

Tampilan Login

 

 

Setelah dapat melakukan log in, barulah kita baru bisa mendapatkan hari, tanggal, dan jam antrian masuk ke Kantor Imigrasi. Pada aplikasi juga dapat memilih Kantor Imigrasi mana yang ingin dituju. Kami pun memilih di Kantor Imigrasi Pondok Pinang Jakarta Selatan.

 

Nah, sayangnya yang kami alami adalah, pada saat pertama kali kami melakukan¬†booking antrian masuk via aplikasi pada saat Bulan Juni 2017, ternyata sistemnya masih belum begitu bisa merespon, dan ternyata usut punya usut sudah¬†full¬†antrian sampai dengan hari menuju hari libur Lebaran di akhir Juni 2017 tersebut. Kami mengkonfirmasi langsung ke Kantor Imigrasi Pondok Pinang,¬†di mana memang kebetulan tempat tinggal kami tidak jauh dari Kantor Imigrasi tersebut. Dan setelah gagal mendapatkan hari pengurusan passport¬†tersebut,¬†kami hanya bisa pasrah.¬†Mweee~~~ ūüė•

 

Kemudian pada saat libur Lebaran, iseng-iseng berhadiah, saya mencoba kembali membuka aplikasi tersebut untuk dapat melakukan¬†booking¬†antrian. Dan,¬†tara…..alhamdulillah kami pun mendapat antrian juga! Walau yang sedikit membuat bingung adalah, anehnya kami tidak bisa memilih tanggal pada kolom pilihan tanggal (yang berupa pilih tanggal pada kalender) yang terdapat pada aplikasi. Dan kami pun mendapatkan jadwal di tanggal 12 Juli 2017 yang jatuh pada hari Rabu.

 

Tadinya saya berniat untuk mengambil di hari Senin atau hari Jumat, jadi agar terasa lebih “pas waktunya” karena berdekatan dengan waktu¬†weekend. Inginnya sih¬†begitu.¬†Namun setelah mendapatkan antrian secara acak tersebut, kami berpikir daripada nantinya tidak mendapatkan kesempatan lagi, dan yah…..walaupun¬†pada kalender aplikasi tertera kami hanya dapat memilih di Rabu, 12 Juli 2017 tersebut, lebih baik kami ambil saja antriannya supaya bisa masuk menuju ke proses selanjutnya.¬†Daripada makin mundur-makin mundur, mau tidak mau kami harus “nekat” mengosongkan kegiatan pada hari Rabu tersebut to. Haha..¬†ūüėĬ†Mau gimana lagi..

 

Setelah memilih tanggal pada aplikasi, kita akan menerima email pemberitahuan penanda bahwa status melakukan¬†booking¬†antrian¬†berhasil. Karena di dalam email, kita akan diberitahu jam berapa kita¬†harus datang. Misal, si A mendapatkan antrian untuk datang pada pukul 11.00 atau pukul 13.00, maka si A HARUS datang pada¬†jam tertera. Namun apabila si A berpikir “pagi aja ah datengnya biar cepet“, jangan harap petugas akan menerima. Karena sudah dipastikan kita akan tertolak dan disuruh untuk kembali lagi datang pada jam tertera¬†sesuai¬†dengan¬†jam antrian yang didapatkan pada email balasan setelah¬†booking via aplikasi.

 

Berikut penampakan balasan email dan bentuk Lembar Antrian Online milik kita yang terlampir pada email balasan.

 

Balasan Email Ketika Sudah Berhasil Antri Online via Aplikasi

 

Dan berikut ini merupakan Lembar Antrian Online untuk dibawa pada saat Hari-H pengurusan passport. PERHATIKAN tanggal dan jam di mana teman-teman harus datang. (pada contoh di bawah berada pada kotak warna merah)

 

Lembar Antrian

 

Di Hari-H Pengurusan Passport

 

Tibalah juga hari Rabu, 12 Juli 2017 yang sudah kami tunggu-tunggu. Kami datang persis pada jam tertera, dan alhamdulillah tidak ribet. Saat datang, kami langsung menuju resepsionis di area depan dan bertemu petugas di sana. Pada saat menyerahkan Lembar Antrian Online, kami ditanya akan mengurus yang mana, apakah Membuat Passport Baru ataukah Perpanjangan Passport. Dalam kasus kami ini adalah Perpanjangan Passport.

 

Setelah menyerahkan Lembar Antrian Online tersebut, kami disuruh menunggu beberapa saat untuk mendapatkan nomor antrian baru, serta formulir dan map yang kemudian harus kami isi sebagai pemohon pembuatan passport. Kami pun menunggu sebentar pada kursi yang tertera di dalam. Beberapa saat kemudian, kami pun dipanggil oleh petugas yang berada di meja resepsionis tadi dan mendapatkan map serta formulir yang harus kami isi.

 

Berikut penampakan map yang berisikan: formulir yang harus kami isi, lembar antrian online (yang sudah kami serahkan di awal tadi), serta nomor antrian baru.

 

Map Berisi Formulir yang Harus Diisi

 

Formulir Permohonan yang Harus Diisi

 

Nah, setelah mengisi semua data, kami menunggu di ruang tunggu pemohon. Dan…..kebetulan sekali di Hari-H saat kami mengurus¬†passport, beberapa sistem di kantor imigrasi tersebut sedang mati Termasuk mesin antrian! Wadaw…hahaha. XD Akan tetapi bersyukurnya, petugas-petugas pada¬†Kantor Imigrasi Pondok Pinang¬†tersebut semuanya benar-benar bekerja secara giat dan saya lihat petugas yang di dalam seperti tiada akhir melayani para pemohon yang datang tanpa ada ngaso-ngaso sejenak, seperti duduk atau meregangkan tangan sejenak. Terlihat juga petugas yang berteriak-teriak memanggil satu per satu nomor antrian, belum lagi kalau nomor yang dipanggil tidak menyahut-nyahut, petugas tersebut akan semakin kencang berteriak mencari-cari. Duh.. Kalau dipikir-pikir kasihan juga yah. Huhu..

 

Oiya, pada saat kami mendapatkan map, kami diberitahu bahwa mulai pelayanan untuk antrian kami adalah pukul 13.00, dan mungkin juga karena sudah mepet pada jam istirahat kantor sepertinya ya. Dan berhubung memang hari  sudah siang dan kami pun sudah mulai berasa kelaparan, akhirnya kami memutuskan untuk ke Carrefour Lebak Bulus untuk melakukan aktivitas makan siang kami yang mana memang posisinya sangat dekat dengan lokasi Kantor Imigrasi Pondok Pinang tersebut. Tidak sampai 15 menit perjalanan menuju Carrefour Lebak Bulus dengan menggunkan angkot D01 trayek Kebayoran РCiputat dari depan Kantor Imigrasi.

 

Tibalah juga pukul 13.00. Saat kami tiba kembali pada Kantor Imigrasi Pondok Pinang, ternyata nomor antrian belum maju secara signifikan. Haha. ūüėÄ Yasudah, kami pun kembali menunggu di ruang tunggu. Sambil menunggu, saya sempat berbincang dengan seorang Ibu di samping saya, dan ternyata benar, kejadian juga, kalau si Ibu ini mendapatkan¬†jatah¬†pada pukul 11.00 siang, akan tetapi Beliau datang jam 09.00 pagi, dan walhasil Beliau disuruh datang kembali pada pukul 11.00. Nah kan, ternyata memang betul kudu datang sesuai jam tertera yaaah.¬†Walaupun¬†tetap harus menunggu panggilan berikutnya untuk mengurus passport yang sesungguhnya. Haha. ūüėÄ

Suasana Menunggu Panggilan Wawancara di Ruang Tunggu Kantor Imigrasi

 

Sekitar pukul stengah 3-an sore, akhirnya tibalah giliran kami berdua untuk masuk ke dalam ruangan. Di dalam kami langsung diwawancara¬†singkat¬†dan¬†cepat! Wow! ūüėÄ Si Bapak Petugas pun sedikit cerita kalau gara-gara sistem ¬†mati, jadinya semua proses pengurusan sedikit terhambat dan harus cepat-cepat di dalam mewawancara para pemohon. Gara-gara sistem mati juga, antrian pun jadi “terpaksa” mengular. Di tengah-tengah kami menunggu sebelum masuk ruangan juga, beberapa kali terdengar panggilan untuk antrian berkelompok dengan kelompok 10 orang – 10 orang¬†Pemohon Passport Baru¬†yang kemudian diarahkan petugas untuk mengurus di lantai 2 dan terlihat agak terburu-buru, mungkin dampak dari sistem mati juga? Entahlah.

 

Dan sekitar pukul stengah 4 sore, selesailah urusan kami berdua.¬†Yeay!!!¬†Senang, alhamdulillah. ūüėÄ Seharusnya untuk kegiatan pembayaran¬†passport juga dilakukan pada hari itu juga, namun sekali lagi, gara-gara sistem mati, kami diberitahu untuk melakukan pembayaran secara¬†online atau via ATM. Sedikit cerita dari si Bapak Petugas, untunglah kami ini masih dapat diarahkan, jadinya bisa disuruh untuk melakukan pembayaran secara¬†online, karena sebelum-sebelumnya terdapat beberapa pemohon yang sudah berumur dan tidak paham dengan sistem bayar online ini, diharuskan kembali datang di keesokan harinya¬†hanya untuk membayar¬†passport saja, karena dipastikan sistem sudah bisa menyala di hari besoknya. Huhu, jadi ikutan sedih… ūüė•

 

Berikut penampakan catatan kecil dari si Bapak Petugas Imigrasi yang baik hati mengurus kami berdua, haha. ūüėÄ

Nomor HP Bapak Petugas serta Info Nomor dan Cara Bayar Passport via ATM

 

Biaya Pembuatan Paspor:

Untuk biaya Perpanjangan Passport kemarin (Juli 2017) adalah Rp 355.000,- sementara untuk biaya Pembuatan Passport Baru adalah (seingat saya, haha) Rp 650.000-an. Biaya ini sudah naik dari informasi di web-web yang saya kunjungi sebelum datang ke Kantor Imigrasi di mana banyak yang menyatakan kalau untuk Perpanjangan Passport adalah Rp 300.000,- dan untuk Pembuatan Passport Baru adalah Rp 600.000,-.

 

Proses pembuatan passport¬† tidak terlalu banyak memakan hari kok, hitungannya sangaaat sebentar ya, asal kita mau¬†patuh¬†dan¬†mau memenuhi semua persyaratan permohonan.¬†Passport kami sudah dapat diambil pada Hari Senin atau Selasa di minggu depannya lagi, yaitu tanggal 17 atau 18 Juli 2017.¬†Tuh, cepat kan? ūüėÄ Yang penting nggak males aja buat berangkat mengurus yah! Hehe. ūüėÄ Oiya,¬†passport¬†yang kami buat adalah¬†passport biasa, BUKAN e-passport,¬†kebetulan juga di¬†Kantor Imigrasi Pondok Pinang tidak melayani pembuatan¬†e-passport.

 

Berikut dokumen-dokumen yang kami siapkan di dalam melakukan perpanjangan paspor:

1. Passport lama kami. (Wajib hukumnya, sekalipun masa berlaku sudah habis.)

2. KTP Asli dan Fotocopy, 1 lembar.

3. Buku Nikah Asli dan Fotocopy 1 lembar, bagi yang sudah menikah.

4. Akte Kelahiran Asli dan Fotocopy 1 lembar.

5. Kartu Keluarga Asli dan Fotocopy 1 lembar.

6. Ijazah terakhir dan Fotocopy 1 lembar, ini sifatnya jaga-jaga saja, tidak wajib.

7. Materai 1 lembar, bersifat jaga-jaga saja.

 

Di Hari Pengambilan Paspor yang Sudah Jadi

 

Saya baru mengambil¬†passport¬†di hari Senin sore tanggal 17 Juli 2017. Saat datang ke Kantor Imigrasi, tidak terlihat antrian “mengular” seperti yang terjadi pada saat saya mengurus¬†passport¬†di minggu lalunya. Saya pikir, mungkin semua sistem sudah berjalan normal seperti biasanya. Saat datang dan menunggu antrian pemanggilan tidak terlalu lama, tidak sampai setengah jam¬†passport baru kami sudah kami pegang.¬†Yeay! ūüėÄ

 

Oiya, jangan lupa apabila di Hari Pengambilan Passport yang sudah jadi, kemudian teman-teman tidak dapat mengambil sendiri, maka WAJIB hukumnya untuk membuat Surat Kuasa dan tanda-tangan di atas materai agar dibawa oleh rekan atau keluarga teman-teman yang akan mengambilkan passport milik teman-teman yang sudah jadi tersebut.

 

Nah, bagaimana? Ternyata nggak se-ribet dan se-heboh di bayangan bukan di dalam pengurusan pembuatan¬†passport? Ini TANPA CALO loh… Ternyata lancar-lancar juga alhamdulillah. ūüėÄ

 

Baiklah, mari kita liburan!¬†Yeay!¬†ūüėÄ

 

 

*nb: mohon maaf untuk ke-tidak konsisten-an saya di dalam penggunaan kata “passport” maupun “paspor” ya, hehe ūüėÄ

Review Hotel Serela Cihampelas Bandung

Hai hai hai! Hello again, internet! Lamaaa banget nggak update¬†yah! Haha.¬†ūüėÄ

Tulisan ini saya buat sebenarnya saat usai Bulan April 2017 lalu, hanya saat itu masih berupa¬†draft. Akhirnya setelah beberapa bulan terlewati, selesailah juga tulisan ini. Haha. Yuk, mari. ūüėÄ

 

– – –

 

Jadi, Bulan April 2017 sudah berlalu dengan saaaaangat cepatnya ya! Mungkin hal ini dipengaruhi juga oleh faktor “rentetan” libur¬†long weekend¬†yang terjadi secara berturut-turut, YA, berturut-turut¬†bo! ūüėÄ Bayangkan,¬†long weekend¬†pertama jatuh pada rentang tanggal 14, 15, 16 April 2017, berikutnya¬†long weekend¬†kedua jatuh pada rentang tanggal 22, 23, 24 April 2017, dan terakhir, libur¬†long weekend¬†ketiga yang baru saja berakhir yaitu jatuh pada rentang tanggal 29-30 April 2017 menyambung di tanggal 1 Mei 2017. Nah, buaaanyak banget kan liburnya tuh sebulan. Hahay! ūüėÄ

 

Nah, kali ini saya ingin kembali membahas (me-review) sebuah hotel dan pilihan kali ini jatuh pada sebuah hotel yang berada di tengah-tengah pusat Kota Bandung. Lalu, apakah ada hubungannya dengan paragraf pembuka di atas tadi? Yup, kami  mengambil kesempatan berlibur panjang long weekend pada rentang tanggal 22, 23, 24 April 2017 (Sabtu, Minggu, Senin).

 

– – –

 

Review Hotel

 

Wokeh! Saatnya kita membahas hotel yang menjadi tujuan utama tulisan ini ya. Cekidot gan!

 

Namanya adalah Hotel Serela Cihampelas, berlokasi super dan saaangat strategis di pusat wisata Kota Bandung. Hotel budget bintang 3 ini letaknya di seberang persis Mall Cihampelas Walk (Ciwalk) dengan harga sewa kamar per malamnya relatif sangat murah untuk ukuran bintang 3 dan lokasi yang suuuper strategis. Apalagi jika teman-teman memesan kamarnya melalui aplikasi beberapa situs perjalanan, seperti yang saya lakukan yaitu, memesan via traveloka dan agoda. Lokasi hotel ini juga dilalui oleh atraksi tempat wisata baru yang hitz banget akhir-akhir ini, yaitu Skywalk Cihampelas yang terhampar panjang di atas jalan raya Cihampelas, dan hotel ini juga dilalui jalur skywalk tersebut.

 

Sebenarnya saya sudah hampir beberapa kali menginap di hotel ini setiap saya ada acara di Kota Bandung. Ya nggak selalu sih, tapi hampir selalu menjadi urutan pertama di kepala saat tiba-tiba dapat undangan kegiatan di Bandung. Haha.

 

Akan tetapi, setiap saya ke Bandung, pasti pas¬†adaaa saja kegiatan yang memang sedang ada dan diselenggarakan di Bandung, entah reuni SMA, reuni kuliah, nikahan teman SMA, nikahan teman kuliah, acara konser ex-ekskul semasa kuliah, dan sebagainya. Sepertinya memang belum pernah seumur-umur setelah lulus dari Bandung 4 tahun lalu, setiap datang ke Bandung itu¬†yang¬†memang¬†sengaja¬†datang ke Bandung untuk sengaja¬†liburan atau sengaja¬†refreshing sepertinya belum pernah, pasti ada saja “bumbu”nya, ya…kegiatan-kegiatan itu tadi yang sudah saya sebutkan di atas. Haha. ūüėÄ Oh iya, ada pernah sekali sih, itu pun saat sedang ada keluarga dari pihak suami yang memang rencana ingin liburan¬†weekend di Bandung, walau sayangnya belum dalam formasi yang sangat lengkap.

 

Oke-oke, balik lagi. ūüėÄ

 

Duluuu sekali, lokasi¬†Hotel Serela Cihampelas¬†ini sebelum menjadi sebuah hotel, adalah sebuah¬†Factory Outlet¬†seperti FO-FO lain yang bertebaran banyak di pinggir jalan Cihampelas. Kebetulan saat penghancuran FO dan masa-masa akan dibangunnya hotel ini, saya lumayan “menyaksikan” prosesnya karena dulu beberapa kali suka main di¬†Ciwalk¬†saat masa-masa masih kuliah.

 

Kondisi Kamar Hotel

 

Beberapa tipe kamar di Hotel Serela Cihampelas yang disediakan ada tipe Superior, Deluxe, sampai tipe Grand Deluxe. Tipe kamar Superior bisa didapatkan dari rentang harga Rp 400.000 РRp 500.000-an. Cukup murah bukan? Ditambah apabila teman-teman melakukan reservasi via aplikasi travel online, ditambah jika terdapat promo-promo yang ditawarkan oleh aplikasi-aplikasi tersebut.

 

Kami pun juga mencicipi kamar tipe Grand Deluxe dengan tarif per malam saat kemarin itu sekitar Rp 750.000-an, dan kami mendapatkan harga sekian karena mendapatkan promo dari aplikasi tempat kami melakukan reservasi. Menurut saya untuk tipe kamar terluas dari sebuah hotel budget bintang 3 tersebut dan dengan posisi yang super sangat strategis, harga sekian termasuk ke dalam kategori relatif murah ya.

 

Dari segi ukuran kamar, menurut saya untuk yang tipe terendah dari hotel ini pun tidak kecil-kecil amat, ya…seperti pada umumnya ukuran kamar hotel¬†budget modern saat ini. Dan untuk tipe kamar¬†terluas di hotel ini memiliki ukuran sekitar 28 m¬≤. Berikut merupakan penampakan dari tipe kamar¬†Grand Deluxe dari¬†Hotel Serela Cihampelas.

 

Penampakan Kamar Tipe Grand Deluxe

 

Penampakan Kamar Tipe Grand Deluxe

 

Kebetulan saat liburan¬†longweekend¬†kemarin, kami me-request¬†untuk posisi kamar yang menghadap ke jalan, alias yang menghadap arah¬†Cihampelas Walk (Ciwalk), dan terletak di lantai teratas dari jenis kamar yang tersedia. Daaaaan…alhamdulillah dapet!¬†Yeay! Haha. Seneng banget dah. ūüėÄ

 

Oh iya, ada kejadian unik dan sedikit menegangkan saat kemarin kami menginap berlibur di Bandung itu. Pada malam Senin, atau hari Minggu malam, saat itu saya belum tidur, tiba-tiba terjadi goyangan yang cukup membuat panik dan saya segera membangunkan suami yang saat itu sudah terlelap tidur. Ternyata betul ada gempa! Panik dooonk. Mana lantai teratas, turunnya cem mana pulaaak¬†kalau-kalau terjadi sesuatu.¬†Na’udzubillaahimindzalik…¬†Huhu. ūüė• Jadi memang, saat Senin dini hari itu sekitar pukul 1 malam, terjadi gempa bumi di Tasikmalaya yang getarannya terasa sampai ke Bandung. Lumayan bikin gemetaran di tengah malam buta. ūüė•

 

Oke, kembali pada topik, hehe.

 

Nah, berikut ini merupakan penampakan¬†view-view¬†yang terlihat dari kamar kami.¬†Cekidot gan. ūüėÄ

 

Penampakan Cihampelas Walk di Seberang Hotel & Jembatan Cikapayang di Kejauhan

 

Penampakan Cihampelas Walk di Seberang Hotel

 

Penampakan Jembatan Cikapayang di Kejauhan

 

Dan berikut ini view yang dapat kami saksikan pada malam hari dari kamar kami.

 

Penampakan Jembatan Cikapayang di Kejauhan di Malam Hari & Hotel D’Green di Samping Hotel

 

Penampakan Cihampelas Walk di Malam Hari & Skywalk Cihampelas yang Berada di Depan Hotel

 

Nah, bagaimana? Sangat cukup memanjakan mata bukan? Dan tentunya menjadi tempat beristirahat yang sangat nyaman ketika sedang melakukan kegiatan berkunjung ke Kota Bandung.

 

Untuk sarapan pada hotel ini termasuk dalam kategori yang¬†lumayan banget¬†yah. Dari segi rasa juga tidak mengecewakan dan saya bilang sangat enak. (buat saya mah makanan hotel selalu enak, hahaha ūüėÄ)

 

Oh iya, selain kelebihan-kelebihan yang sudah disebutkan tadi di atas, hotel ini juga dilalui beberapa Angkutan Umum (angkot) loh…walaupun jalan depan hotel adalah¬†jalan satu arah¬†alias¬†one way.

 

  1. Cicaheum РCiroyom yang berwarna hijau bergaris orange. Jika ingin naik angkot ke Paris Van Java (PVJ) dapat menggunakan angkot tersebut. Setelah naik dari depan Cihampelas Walk (Ciwalk), nanti akan menuju Rumah Sakit Hasan Sadikin, yang kemudian setelah berhenti dari RSHS dilanjutkan dengan berpindah angkot di jalan seberangnya lagi ke arah PVJ dengan menaiki angkot apapun yang menuju ke arah atas (arah yang dilalui PVJ).
  2. Cisitu РTegalega yang berwarna ungu. Jika ingin naik angkot dari Cihampelas Walk (Ciwalk) ke Stasiun Bandung, dapat menggunakan angkot tersebut. Naik dari depan Ciwalk bisa langsung turun di depan Stasiun Bandung.
  3. Angkot ke arah Lembang. Saya lupa jurusannya dari mana ke mana, kalau tidak salah Setiabudi РLembang.

 

Nah, super-super strategis bukan? ūüėÄ

 

Kalau begitu, yuk mari liburan! ūüėČ

 

 

Review POP! Hotel Kelapa Gading Jakarta Utara

Hai, hello internet! Ternyata sudah berbulan-bulan lamanya tidak menulis di sini ya. ūüėÄ

 

Sepertinya saya akan menambahkan kategori baru dalam blog ini. Yep, saya ingin menambahkan kategori “Review Hotel”. Well, mungkin sebenarnya ide ini tidak terlalu menarik, akan tetapi saya terinsipirasi dari beberapa kegiatan proyek di mana saya terlibat di dalamnya, di mana saya harus melakukan perjalanan keluar kota dan mengharuskan saya menginap, 1 atau 2 hari atau bahkan selama 5 hari kerja dalam seminggu.

 

Akan tetapi dalam tulisan perdana dari kategori ini justru saya tulis dari pengalaman di luar kegiatan kerja proyek, melainkan dari kegiatan perjalan pribadi.

 

– – –

 

Pada mulanya ide menginap di luar rumah ini muncul secara random dan tiba-tiba begitu saja. Rasanya seperti seru saja jika bisa menginap di luar rumah, dengan menginap di hotel yang tidak perlu mahal-mahal juga, dalam arti yang murah-murah saja. Seru! Begitu kami pikir. Kemudian saya berpikir untuk menginap di hotel yang dekat dengan mall, bila perlu hotel yang menyatu dengan mall. Dan jadwal menginap kami kala itu adalah weekend di tanggal 1-2 April 2017.

 

 

Mencari, mencari, dan mencari, dapatlah tujuan kami ke POP! Hotel Kelapa Gading yang letaknya menyatu dengan Mall Kelapa Gading 3. Mengapa di POP! Hotel? Tentu saja selain harganya murah sebagai hotel budget, lokasinya pun berdekatan dengan pusat perbelanjaan, jadi ketika keluar kamar, tidak perlu jauh-jauh berjalan untuk menuju mall terdekat sebagai tujuan kegiatan weekend kami.

 

Beberapa hari kemudian setelah memesan kamar pada hotel tersebut, saya mendapatkan undangan pernikahan dari seorang kawan semasa kuliah untuk menghadiri acara resepsi pernikahannya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, yang dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 1 April 2017! Wow! Perlu diketahui, sebelum adanya undangan pernikahan ke Kelapa Gading tersebut, kami sudah terlebih dahulu memesan kamar pada POP! Hotel Kelapa Gading tanpa tahu di kemudian hari akan diundang ke pernikahan di daerah Kelapa Gading juga. What a coincidence, wasn’t it? ūüėÄ

 

– – –

 

Review Hotel

 

POP! Hotel Kelapa Gading merupakan Hotel Budget Bintang 2 yang letaknya di seberang selatan persis Masjid Raya Al-Musyawarah Kelapa Gading. Untuk menuju hotel ini, bisa dari pintu masuk yang terletak pada seberang masjid tersebut, atau masuk melalui jalan kecil dari pintu masuk MKG 3. Dari meja resepsionis mall, menuju belok ke arah kiri ke arah jalan kecil yang tembus ke arah hotel tersebut.

 

Selain itu, POP! Hotel Kelapa Gading juga memiliki akses langsung (menyatu) dengan MKG 3 dengan jalan tembus dari lantai 3 area food court mall dengan privasi khusus, karena untuk melewati jalan tembus ini harus menggunakan kartu kamar hotel. Cukup menyenangkan dan memudahkan tamu hotel jika ingin menonton film pada saat midnite, seperti kami. Tidak perlu repot-repot turun tangga dan keluar mall untuk kembali ke hotel, melainkan bisa langsung melalui jalan akses di lantai 3 ini, dan lagi posisi Bioskop XXI MKG 3 juga terletak di lantai yang sama dengan jalan tembus tersebut, yaitu di lantai 3 juga. Apalagi jika sudah lelah seharian muter-muter shopping sepanjang La Piazza, MKG 1, MKG 2, MKG 3, MKG 5, Gading Walk, dan sekitarnya.

 

Dari segi ruangan kamar, memang ukuran kamarnya seperti Unit Studio Apartemen atau bahkan lebih kecil, ukuran yang tidak terlalu luas dengan 1 kamar mandi shower minimalis tanpa bathtub dengan wastafel terletak di luar kamar mandi, rak penyimpanan pakaian minimalis, dan area tempat tidur + sofa kecil + area tivi. Tidak terlalu luas, akan tetapi kerapihannya cukup bermanfaat untuk kegiatan weekend escape atau backpacking iniSayang bagian kamar tidak sempat terdokumentasi  (terfoto).

 

Saya memesan kamar melalui aplikasi traveloka dengan harga permalam hanya Rp 420.000-an saja! Cukup murah bukan? Ditambah dengan lokasi yang super strategis, saya rasa harga sekian lumayan pantas untuk hotel budget bintang 2 demikian.

 

Oiya, untuk sarapannya memang, tidak terlalu banyak varian, akan tetapi cukup lezat dan enak untuk sekelas sarapan di hotel budget, dari segi rasa juga tidak mengecewakan, dapat memuaskan rasa lapar kami di pagi hari.

 

Sepertinya hanya itu yang bisa saya tulis dari pengalaman menginap 1 malam di POP! Hotel Kelapa Gading. Dan ini adalah beberapa view yang saya ambil dari kamar saya dan sudut-sudut lain dari hotel ini juga. Cekidot!

 

View dari Kamar Kami

 

View dari Sisi Lain Hotel

 

View dari Sisi Lain Hotel yang Menghadap Masjid Raya Kelapa Gading

 

View dari Sisi Lain Hotel

 

Nah, bagaimana? View-nya cukup memanjakan mata bukan? Bisa nih dicoba sebagai alternatif tempat menginap murah meriah. Dan, selamat berlibur! ūüôā

Kejutan

 

Birthday Ring

Ini bukan cincin kawin, tapi ini cincin yang sangat berharga.

Disematkan dengan penuh drama, di tengah malam buta, dengan tiba-tiba.

Ini bukan cincin kawin, tapi bukan pula cincin biasa, melainkan cincin yang sangat istimewa.

‚̧

Beliau datang perlahan menghampiri, membangunkanku dengan penuh hati-hati.

Mengecup lembut seraya berbisik, “Happy birthday, Sayangku,..

Seketika itu juga aku terbangun, perlahan namun pasti, dengan mata masih meraba-raba pukul berapa saat itu.

Lengannya yang melingkari perutku, bak penjaga yang siap siaga menjagaku dari belakang tubuhku.

Tanpa menunggu, tanpa memastikan kesadaranku sudah bersatu dengan suasana malam itu, lengan lainnya pun menyentuh jemariku, dan menyematkan benda itu pada jari manisku.

‚̧

Ah, dirimu..
Pandai sekali membuatku tersipu.
Terima kasih.. ūüôā

 

Matraman, 4 Oktober 2016