AMG, Curhat Terbuka, Life

Tahun Baru, Semangat Baru

Woohoo! Tidak terasa sudah memasuki tahun baru 2018! Selamat tahun baru 2018!!! 😀

Berhubung tema pada minggu ini bernuansa dengan yang baru-baru, jadilah saya memutuskan untuk sedikit bercerita tentang beberapa hal yang diharapkan bisa menjadi “baru” di tahun 2018 ini. (mudah-mudahan masih nyambung ya dengan tema minggu ini, hehe) Nah, apa sajakah kira-kira yang menjadi pengharapan di tahun baru 2018 ini? So, let’s check this out, gan!

 

Matahari Terakhir di Tahun 2017 – View dari Kamar Hotel Tempat Kami Menginap Liburan Long Weekend Tahun Baru

 

– – – – –

 

Di tahun 2018 ini, saya berharap akan ada banyak hal yang baru-baru. Entah seperti pengalaman baru, tantangan baru, serta kehidupan baru. Sebenarnya saya juga berharap dapat merubah kebiasaan-kebiasaan buruk di masa lalu agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih baru lagi di tahun ini. Seperti misalnya, mampu melawan rasa malas, mampu berkomitmen dengan baik dan sungguh-sungguh terhadap cita-cita serta impian yang diharapkan, dan berbagai hal baru lainnya.

 

Tahun baru, semangat baru.

 

Mungkin ungkapan tersebut terdengar cliche dan merupakan sesuatu yang suka berulang-ulang diucapkan oleh banyak orang. Namun apa salahnya, di dalam momen pergantian tahun seperti ini, kalimat tersebut dapat dimaknai dengan betul-betul dan sungguh-sungguh di dalam pelaksanaannya.

Dan beberapa hal berikut ini merupakan impian-impian kecil saya yang diharapkan dapat terlaksana di tahun ini. Ya, harapan-harapan baru dalam hidup saya.

 

Berharap Memiliki Pekerjaan Baru dengan Tantangan Baru

Sebenarnya, hal ini terkesan dan terdengar “tidak bersyukur”. Bagaimana tidak? Dalam 1 tahun ini, saya berkesempatan dapat bekerja dekaaaaat sekali dengan rumah. Bahkan jika ditempuh dengan berjalan kaki, saya hanya butuh waktu 15 menit saja, dan jika menggunakan motor dapat ditempuh kurang dari 5 menit waktu perjalanan! Ditambah, salary yang didapatkan perbulannya pun dapat saya katakan jauh lebih daripada cukup. Kemudian ada lagi, waktu masuk kantornya pun pukul 08.30 WIB, dengan terdapat “batas toleransi tidak tertulis” di mana jika sampai kantor pukul 09.00 WIB ya tidak apa-apa, khususnya bagi pegawai yang rumahnya jauh-jauh.

Sudah dekat, gaji lumayan, nggak perlu bertemu dengan kemacetan dan keganasan polusi Jakarta setiap harinya, berangkat ngantor pun dapat dikatakan “bisa siang” dan terhitung sangat santai saat menuju ke kantornya, plus di siang harinya bisa pulang ke rumah jika ingin beristirahat makan siang di rumah. Enak bukan?

Namun di sinilah gejolak perasaan batin mulai muncul. Sebenarnya saya sudah bergabung dengan perusahaan ini jika ditotal-total, sudah hampir 2,5 tahun lamanya. Pertama kali dulu di tahun 2015 saya join, saya ditugaskan sebagai seorang asisten engineer di mana saya merasa pekerjaan tersebut sesuai dengan background jurusan kuliah saya. Sampai tiba di akhir 2016 saat project sebagai asisten engineer berakhir, di mana project berikutnya yang hendak saya handle ternyata setelah berjalannya waktu hingga di tahun 2017, tidak ada hubungan sama sekali dengan background jurusan kuliah saya, membuat saya kembali berpikir. Walau begitu memang, pekerjaan tersebut merupakan sesuatu ilmu yang sangat baru juga bagi saya.

Dan di akhir tahun 2017 kemarin itulah saya kembali mulai berpikir. Untuk pertama kalinya saya pun merasa “ketakutan” jika suatu saat nanti betul, “saya tidak bisa apa-apa dan tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan yang lain-lainnya“. Terutama setelah beberapa waktu lalu seorang senior rekan kerja menasehati dan bertanya kepada saya, seperti yang sudah pernah saya tulis juga sebelumnya pada blog ini (klik link berikut).

Saya berharap di tahun ini, saya dapat merasakan pengalaman baru, tantangan baru, dengan suasana baru dalam dunia pekerjaan. Entahlah, saya merasa, sepertinya mungkin saya harus keluar dari zona nyaman saya untuk sementara ini dengan memperkaya diri sendiri dengan pengalaman-pengalaman baru, terutama yang berkaitan dengan background pendidikan. Entahlah, ini adalah mimpi saya yang sungguh  sangat dadakan sekali, yang tiba-tiba muncul dalam pikiran saya, di mana mungkin bagi sebagian orang hal ini bukan sesuatu yang penting-penting amat, dan mungkin bagi sebagian orang lainnya lagi menganggap hal ini adalah sesuatu yang “terlambat”.

Mungkin dalam waktu dekat, saya akan me-lobby atasan saya atau sekalian saja big boss saya agar dapat diberikan tugas-tugas baru yang masih terkait dengan background jurusan kuliah, mengingat sebenarnya kantor di mana saya bekerja ini juga bergerak dengan bidang yang salah satunya malah berkaitan erat sekali dengan jurusan kuliah saya.

Yah…mudah-mudahan ada jalan. Aamiin..

 

Memiliki Skor Bahasa Inggris Baru

Keinginan dan impian ini sebenarnya sudah lamaaaaa sekali ingin saya lakukan dan jalani. Bahkan dari tahun 2014 saya sudah ingin sekali mengambil sebuah tes Bahasa Inggris di mana sertifikatnya bertaraf internasional, dalam arti skor atau nilai Bahasa Inggris kita diakui di dunia. Selama ini saya hanya mengikuti beberapa tes online dalam website karir dan beberapa tes TOEFL prediksi guna melamar pekerjaan ke beberapa instansi yang membutuhkan skor TOEFL.

Nah, keinginan berikutnya ini merupakan tes Bahasa Inggris IELTS. Saya ingiiiiin sekali bisa untuk mengambil tes jenis ini. Tes IELTS yang ingin saya ambil adalah IELTS akademik, di mana nantinya dapat digunakan dalam mendaftar sekolah-sekolah di luar negeri (jika ada keinginan mencoba mendaftar sekolah-sekolah di luar negeri). Namun yang membuat tidak maju-maju sejak dahulu dan sejak kemarin-kemarin itu adalah karena memikirkan sebuah ketakutan akan “resiko fatal” jika gagal dalam tes ini, di mana uang yang sudah dibayarkan akan hangus begitu saja jika kita gagal dalam tes. Setidaknya itu adalah informasi yang pernah saya baca dan saya dengar dari teman-teman dan dari pengalaman-pengalaman mereka.

Jadi, yang dapat saya lakukan sekarang adalah, niatnya harus diperkuat, harus dapat meluangkan waktu di malam hari dan di hari libur untuk belajar IELTS, dan tentu saja harus bersungguh-sungguh.

 

Memiliki Anggota Keluarga Baru

Nah, ini-niiih…..haha. Saya akhirnya di pertengahan tahun 2017 kembali melakukan program hamil seperti yang sudah pernah saya lakukan di tahun 2015. Namun kali ini ingin lebih serius lagi.

Semenjak akhir tahun 2015, entah mengapa pikiran saya amat-sangat enteng jika dihadapkan dengan hal ini. Betul, hingga detik ini, saya dan pasangan belum juga dikaruniai seorang anak pun. Akan tetapi, kami tidak bersedih, khususnya saya, dengan segala tekanan dari sana-sini, memutuskan untuk tidak akan pernah bersedih lagi, melainkan akan terus berusaha dan berdoa. Oleh karenanya di tahun 2017, saya dan pasangan kembali untuk meneruskan apa yang sudah kami mulai dahulu. Akan tetapi, di dalam pelaksanaannya, kami tidak akan terburu-buru, dan cenderung jauh lebih rilex. Kami tidak akan memaksakan kehendak kepada-Nya, kami akan sersan, serius tapi santai. Dan yang terpenting adalah dapat selalu menjalani hidup dengan kesenangan dan kebahagiaan, bagi saya itu sudah lebiiih daripada cukup. Lagipula, saya tidak khawatir, karena Dia-lah Sang Maha Pengatur Rizqi kita.

 

Mencoba Tantangan Baru dengan Mendaftar Sekolah S2

Mungkin bagi sebagian orang hal ini merupakan sesuatu yang saaaaangat terlambat.

 

Mengapa baru sekarang? Mengapa tidak dulu saat baru lulus kuliah? Mengapa tidak saat belum menikah?

 

Mengapa, mengapa, dan mengapa.

 

Entahlah, sebenarnya ini keinginan yang sangat tiba-tiba sekali dan terus terang mungkin karena dipengaruhi oleh melihat teman-teman di kanan-kiri saya saat ini. Kesibukan dan keasikan bekerja dan mencari uang, terkadang memang membuat terlena. Tau-tau sudah berganti bulan dan tau-tau sudah berganti tahun lagi. Hehe.

Lalu, ingin mendaftar ke mana? Sudah ada sih keinginan ke suatu tempat. Tapi mungkin saya akan fokus dulu dalam menyiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan. Jadi? Ya…tidak ada salahnya kan mencoba? 🙂

 

Memiliki Konsep Baru dalam Mengelola Online Shop

Sejak tahun 2014 akhir, saya menjajal untuk berjualan tas di dunia online, mengingat saat itu masa-masa saya pertama kali bekerja dan memiliki gaji sendiri, dan merasa “sudah mampu” membeli barang-barang yang saya inginkan, yang tentu saja bersifat konsumtif. Saat itu saya tertarik dengan tas-tas branded di mana harganya tidak murah, dan tentu saja asli, no kw.

Namun saat itu, saya pikir-pikir kembali, jika saya membeli tas dan begitu terus, beli, beli, beli, dan numpuk, bisa jadi malah menguras tabungan begitu saja dan tidak berbekas sama sekali di tabungan. Berjalannya waktu, saya pun melihat dunia jual-beli tas branded di dunia maya dan di sisi lain juga melihat potensi pasar di masyarakat wanita Indonesia akan ketertarikan mereka pada tas-tas lucu-lucu yang cantik-cantik, tas import, yang memang salah satunya ada juga golongan pecinta tas kw. Namun dari sinilah saya belajar, bagaimana bentuk tas branded yang benar-benar asli dan bagaimana bentuk palsunya atau kw-nya, dan sebagainya. Tidak berhenti di sana, saya pun melihat adanya trend terbaru dari tas-tas import yang datang ke Indonesia tanpa menggunakan merk, alias tanpa brand, ternyata juga banyak diminati oleh kalangan perempuan luas di Indonesia, di mana saya dapat menjual tas-tas tersebut dengan harga relatif sangat murah.

Berjalannya waktu, saya pun menjajal berjualan tas branded dan sekaligus juga tas import. Dan semakin berjalannya waktu, saya merasa penjualan tas import memiliki nilai yang jauh lebih bagus dibandingkan dengan penjualan tas branded. Jadilah untuk saat ini, saya fokus terlebih dahulu di jual-beli tas import dan masih berjalan hingga sekarang. Namun di kemudian hari, saya masih bermimpi untuk memiliki sendiri toko tas branded yang jelas asli, no kw, dan saat ini masih belajar melihat-lihat dan “mencuri” ilmu dari teman-teman komunitas yang juga sedang saya ikuti, agar kelak dapat menuju kepada impian tersebut. Aamiin..

(wah, panjang ya latar belakangnya, haha, maap, maap) XD

 

Nah, di tahun 2018 ini saya menginginkan konsep baru di dalam penataan dan pengelolaan online shop yang kini sudah berjalan, sehingga dapat beriringan dengan kegiatan harian saya yang mungkin masih berkantor secara reguler. Sebenarnya keinginan ini sudah muncul sejak tahun lalu. Namun, akibat bermacam-macam alasan pembenaran diri ini, saya pun jadi lupa. Haha.

Bagi teman-teman yang ingin mampir untuk sekedar melihat-lihat, khususnya pengguna Instagram, boleh mampir lhooo silakan. 🙂 Link di bawah ini boleh di-klik, hehe.

http://www.instagram.com/tas.batam_murah

dan ini: (masih belum berfungsikarena sebelumnya berjualan tas branded via facebook)

http://www.instagram.com/tas_authentic

 

Memiliki Berat Badan Baru

Naaah…kalau ini sih baru yang namanya tantangan “terberat” ya. Hahaha. 😀

Sebenarnya keinginan untuk menurunkan berat badan itu sudah muncul sejak tahun jebot, entah dari kapan tau sudah ingin melakukan. Akan tetapi…entah mengapa adaaa saja alasan-alasan yang terkesan dan terlalu dibuat-buat ya rasanya. Haha.

Di tahun 2017 kemarin, saya dan pasangan bertemu dengan 2 orang dokter Sp.OG di mana salah seorang diantaranya mengatakan bahwa, saya overweight 14 kilogram! What? Ha..ha..ha.. Selama ini saya hanya tau kalau saya beratnya sudah melebihi ambang “aman”, namun tidak pernah punya patokan besaran angka yang harus dikejar atau diturunkan. Tah eta!

Yah…mudah-mudahan pertemuan dengan seorang dokter Sp.OG tersebut merupakan sebuah “hidayah” buat saya, sehingga saya pun tidak bandel ke depannya dan benar-benar mulai bersungguh-sungguh di dalam upaya penurunan berat badan. Ya, mudah-mudahan ya.. Hahaha.

 

– – – – –

Laluuuuu…jika dilihat dari beberapa keinginan-keinginginan yang serba baru di atas (dan super sangat lebay sepertinya ya), secara nalar dan logika, jika semuanya terwujud berbarengan dan bersama-sama di tahun ini (..aamiin..), maka akan saling tumpang-tindih. Haha. (kayak yang gampang simsalabim jadi apa prok-prok-prok gitu yak) XD

Namun, berdasarkan pengalaman-pengalaman yang sudah-sudah, menurut saya bagi seseorang yang agak pemalas dan mager-an seperti saya, baiknya semua dilakukan secara paralel saja, alias secara bersama-sama saja. Anggap seperti sedang berkegiatan sehari-hari seperti biasanya saja. (mudah-mudahan benar bisa nggak malas di tengah-tengah ya)

Dan memulai tahun ini, saya “ditemani” oleh Buku Agenda cantik yang saya dapatkan dari Majalah Gogirl! edisi Bulan Desember 2017. Ngomong-ngomong soal majalah yang satu ini, entah mengapa sekarang bertransformasi wujudnya menjadi majalah yang cantik dan ciamik bingiiittt dibandingkan dengan penampakannya di tahun-tahun sebelumnya saat saya masih duduk di bangku SMA, sekitar tahun 2005 – 2008. Bener-bener beda dan fresh!

Buku Agenda Cantik “2018 Goals” Persembahan dari Majalah Gogirl!

 

So, apakah teman-teman juga sudah siap menyambut dan menyongsong hari-hari baru di depan sana? Apakah sudah siap menerima tantangan-tantangan baru yang diberikan dunia? Yuk mari kita ber-se-ma-ngattt! Yeay! 😀

Advertisements
Entertainment, Family & Friends, Hobby, Life, Review Film, Travelling

Review Film “Susah Sinyal”

Halo lagi internet!

Kali ini saya ingin kembali me-review sebuah film, lebih tepatnya bercerita tentang sebuah film. Dan film yang akan saya bahas adalah film Indonesia. Judulnya adalah “Sunyah Sinyal” dengan disutradarai oleh Ernest Prakasa.

Sedikit cerita, Ernest Prakasa merupakan seorang Stand Up Comedian yang sebelumnya telah mengikuti kompetisi Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) Kompas TV Season Pertama yaitu tahun 2011 dan berhasil mendapatkan peringkat ketiga. Berjalannya waktu, Ernest malah terlihat semakin melebarkan sayapnya di dunia tulis-menulis buku dan membuat film.

Beberapa waktu sebelumnya, sebuah film berjudul “Cek Toko Sebelah” telah semakin membuat saya semakin “mengenal” sosok Ernest seperti apa di dalam dunia perfilman. Dari “Cek Toko Sebelah” juga, saya dapat menyimpulkan bahwa Ernest ini memang keren banget kalau harus membuat film ber-genre drama komedi berbobot. Tidak sembarang komedi, melainkan juga dapat memasukkan unsur nilai-nilai positif yang dapat diambil hikmahnya.

Seperti film Indonesia satu ini yang baru saja saya tonton, yaitu film “Susah Sinyal”.

Oiya, hokinya, saat kemarin membeli tiket nonton film ini, saya mendapatkan free CD Stand Up Comedy dari para pemain “Susah Sinyal“. Hehe.

 

Free CD Susah Sinyal

 

– – – – –

 

Susah Sinyal” mengisahkan kehidupan seorang wanita single parent yang sangat sukses dan bertipe workaholic dengan seorang anak yang sedang beranjak remaja. Dikisahkan wanita ini telah berpisah sejak lama dengan suaminya sejak anak perempuannya tersebut berusia 2 tahun.

Namanya adalah Ellen, seorang pengacara yang sangat sukses. Berjalannya waktu, Ellen memutuskan untuk membuat sebuah law firm sendiri di bawah pimpinannya dengan dibantu oleh sahabat terbaiknya yaitu Iwan. Ellen memiliki seorang anak perempuan yang saat ini sedang duduk di bangku SMA, bernama Kiara. Sehari-hari Ellen dikenal sebagai seorang wanita pekerja keras dan seorang ibu yang sangat sibuk.

Kiara sehari-hari ditemani oleh Oma-nya, yaitu Oma Agatha, Mama-nya Ellen. Kiara merasa bahwa Mamanya super dan sangat sibuk, sampai-sampai tidak memiliki waktu sama sekali dengannya. Dikisahkan bahwa Kiara dan Ellen jarang sekali berbincang. Ellen pun jika pulang ke rumah selalu di malam hari atau sudah sangat larut.

Hingga suatu hari, Oma Agatha terkena serangan jantung dan meninggal dunia. Kiara pun akhirnya sangat bersedih karena kehilangan seseorang yang sangat ia cintai dan seseorang yang sangat dekat dengannya sehari-hari. Berjalannya waktu, Kiara membuat ulah di sekolah sampai-sampai Ellen pun dipanggil oleh pihak sekolah, yaitu Guru BK. Bincang, bincang, dan berbincang, Guru BK pun menasehati Ellen agar mengurang-ngurangi kesibukannya sebagai seorang pengacara dan sesekali mengambil waktu libur bersama dengan Kiara berdua saja.

Maka, ide rencana liburan pun Ellen utarakan juga kepada Kiara saat Ellen mengantar Kiara ke sekolah. Dikisahkan dalam fim bahwa Kiara memang sedang ingin mengunjungi sebuah pantai atau daerah baru yang belum pernah ia kunjungi, sementara Ellen menyerahkan sepenuhnya kepada Kiara ke mana tujuan wisata yang Kiara inginkan. Dan pilihan pun jatuh kepada Sumba, sebuah pulau cantik di Nusa Tenggara Timur.

Pada saat yang sama, law firm milik Ellen sedang menangani kasus perceraian seorang aktris yang sangat terkenal di Indonesia. Dan dalam waktu yang bersamaan dengan jadwal liburan ke Sumba, akan diselenggarakan sebuah sidang penting atas kasus tersebut, dan Ellen pun menyerahkan kepada Iwan, sahabatnya beserta anak magang bernama Astrid. Astrid inilah koneksi Ellen untuk mendapatkan travel agent di Sumba. Dan travel agent di Sumba ini adalah milik Tante-nya Astrid, Tante Maya.

 

 

Wisata ke Sumba

Akhirnya, sampailah juga Ellen dan Kiara di Sumba. Mereka dijemput oleh pegawai dari travel agent yang memang sudah dipilih Ellen untuk menemani perjalanan wisata mereka selama di Sumba.

Dikisahkan bahwa mereka berdua akan menginap di sebuah  hotel yang berlokasi persis di pinggir pantai. Dikisahkan juga bahwa Ellen dan Kiara tidak hanya berdua di sana, melainkan terdapat juga dua pasang honeymoon-ers  yang juga sedang menikmati liburan di sana.

Sebaliknya di Jakarta, sidang pun berjalan lancar.

Nah, mengapa film ini diberi judul “Susah Sinyal”, mungkin dikarenakan selama menginap di Sumba inilah, para peserta wisata susah sekali mendapatkan sinyal. Namun demikian, “akibat” dari  susah sinyal tersebut, maka Ellen dan Kiara malah dapat benar-benar menikmati waktu liburan mereka, walau sesekali Ellen juga “penasaran” dengan kondisi pekerjaannya di Jakarta.

Saat di Sumba inilah, penonton diberi suguhan pemandangan-pemandangan fantastis dan eksotis indahnya Pulau Sumba yang sudah mirip seperti pemandangan-pemandangan di luar negeri. Suasana Pulau Sumba digambarkan dengan hamparan savana yang sangat luas dengan beberapa kali diselingi ada adegan berkuda. Selain itu juga, Pulau Sumba juga digambarkan sebagai tempat yang sangat indah dengan keindahan air terjun yang dimilikinya. Benar-benar membuat diri ini menjadi ingin berkunjung ke Pulau Sumba.

 

 

Sepulangnya Kembali ke Jakarta

Sepulangnya kembali ke Jakarta, Kiara akan mengikuti sebuah audisi tarik suara di mana sebelum pergi berwisata ke Pulau Sumba, ia telah mengikuti audisi online untuk ajang pencarian bakat tersebut. Ellen berjanji akan selalu ada dan hadir di dalam segala persiapan audisi hingga pada hari-H audisi, termasuk di dalamnya menyiapkan pakaian yang akan dikenakan saat audisi nantinya.

Dan di sinilah konflik permasalahan pun mulai muncul. Pada hari yang sama dengan hari jadwal audisi, Ellen juga akan menggelar sidang yang sangat penting terkait dengan perceraian sang aktris yang sedang ia tangani saat ini. Pada jadwal rencana, sidang akan dilaksanakan pada pagi hari dan audisi akan dilaksanakan di siang harinya setelah jam makan siang. Namun, hal di luar dugaan pun terjadi. Sidang ditunda dan baru di mulai siang hari. Dan apes­-nya lagi, Ellen mem-flight mode­ ponselnya.

Audisi Kiara pun berlangsung, namun ia tidak dapat perform  dengan baik dan malah berhenti di tengah-tengah ia menyanyi. Kiara pun marah besar dikarenakan Mama-nya, Ellen, terihat tidak hadir di tengah-tengah Kiara melakukan audisi. Karena saking marahnya, Kiara pun kabur dan pergi dari rumah. Ia pun kembali ke Pulau Sumba dan bertemu Tante Maya di hotel yang sama.

Sementara Ellen baru selesai sidang saat jam sudah menunjukkan pukul 6 sore dan ia pun baru sadar kalau ia telah melakukan kesalahan dengan lupa hadir dalam acara audisi Kiara di siang harinya.  Ellen pun buru-buru menyalakan kembali jaringan pada ponselnya dan mendapatkan laporan dari Saodah, Mbak di rumah, kalau Kiara sudah kabur pergi dari rumah.

Saat pulang ke rumah, Ellen sudah melihat kamar Kiara yang begitu berantakannya, pakaian audisinya yang sudah terkoyak, serta dekorasi kamar yang dibuat berdua pun juga sudah hancur. Ellen pun menyesal. Beruntunglah notebook milik Kiara masih menyala dan menampilkan ke mana tujuan Kiara pergi dan terlihat bahwa tujuan Kiara adalah kembali ke Pulau Sumba. Ellen pun berpikir untuk menyusulnya.

 

 

Kembali ke Pulau Sumba

Keesokan harinya, Ellen sudah sampai kembali ke hotel tempat ia sebelumnya berlibur bersama dengan Kiara. Terlihat Kiara begitu sangat marah dan tidak mau berbicara dengan Ellen saat Ellen menghampiri Kiara. Pergolakan emosi Kiara pun terjadi. Namun pada akhirnya Ellen pun berhasil menenangkan putrinya dan menunjukkan sebuah video kepada putrinya tersebut.

Dikisahkan dalam audisi tarik suara yang sedang diikuti oleh Kiara, salah satu juri merupakan idola Kiara, yaitu Andien. Dan video yang Ellen tunjukkan kepada Kiara merupakan video dari Andien yang menyatakan bahwa Andien mengajak Kiara untuk dapat berkolaborasi menyanyi bersama dengannya. Begitu video tersebut ditunjukkan pada Kiara, Kiara pun bangkit bersorak-sorak kegirangan karena saking bergembiranya. Ia tidak percaya apa yang baru saja Mama-nya tunjukkan padanya.

 

 

Happy Ending dan Pesta Tahun Baru di Jakarta

Pada akhir cerita dikisahkan bahwa akhirnya semuanya berbahagia dan senang bersama. Diselenggarakanlah sebuah pesta tahun baru kecil-kecilan di kediaman Kiara. Tante Maya beserta rombongan dari Sumba pun turut hadir meramaikan pesta tersebut. Akhirnya, Ellen pun menyadari bahwa keluarga adalah hal terpenting di atas segalanya. Keluarga adalah sesuatu yang jauh lebih penting dibandingkan dengan karirnya yang sedang bersinar. Ellen pun berjanji akan selalu ada di samping Kiara dan akan selalu hadir di manapun Kiara membutuhkannya.

 

– – – – –

 

Dari film “Susah Sinyal” inilah, saya dapat mengambil beberapa poin penting yang dapat dijadikan pelajaran hidup. Diantaranya adalah:

  1. Sesibuk-sibuknya dan sesukses-suksesnya seorang Ibu, tetap ia adalah seorang Ibu yang memiliki tugas dan kewajiban kepada keluarganya.
  2. Bagaimana pun, bagi seorang Ibu, keluarga harus selalu menjadi prioritas utama, prioritas nomor satu dibandingkan dengan apapun, termasuk karir atau perkerjaan yang mungkin sedang dirintis atau mungkin sedang bersinar-sinarnya.
  3. Komunikasi antara anak dan orang tua sangatlah penting dilakukan, di usia berapapun, sekalipun sang anak sudah beranjak dewasa.

Jadi, begitulah kira-kira kisah dari film “Susah Sinyal” yang menurut saya sangat layak dan bagus untuk ditonton. Walau ber-genre drama keluarga, sentuhan-sentuhan komedi yang sangat lucu juga mewarnai sepanjang film dimainkan.

 

Tertarik menontonnya langsung? Berikut ini merupakan link trailer film “Susah Sinyal”.

Nah, bagaimana? Yuk, capcus segera ke bioskop-bioskop terdekat ya.

 

 

Culinary, Entertainment, Hobby, Public Transportation, Review Hotel, Travelling

Review Hotel Marina Mandarin Singapore (Dokumentasi)

Halo lagi internet! Baru kemarin update blog, hari ini sudah menulis kembali. Yeay! Semangat! Haha. 😀

Suasana libur panjang macam sekarang ini memang bikin semangat buat nulis yang temanya bernuansa liburan. Nah, hari ini saya kembali akan menulis tentang sebuah hotel, biar masih nyambung kali ya dengan tulisan sebelumnya. Hehe. Yuk ah, mari! 🙂

 

Kali ini ingin membahas sebuah hotel cantik yang ada di Singapura. Lokasinya di area Marina Singapore. Mengapa bisa kemari dan di hotel ini menginapnya? Jawabannya adalah karena random dan memang sedang ingin bersenang-senang menikmati waktu berdua bersama pasangan. Ahey! ^-^

 

Berawal dari tiba-tiba yang sangat dadakan sekali, saat itu saya sedang menunggu jam keberangkatan kereta pulang kampung di Stasiun Gambir, iseng-iseng sambil menyimak grup-grup WhatsApp, tetiba seorang kawan di salah satu grup yang mostly memang banyak ibu-ibu yang berjualan, mendadak ia mempromosikan tiket PP murah Jakarta – Singapore – Jakarta. Dan dengan sangat random-nya, saya pun membeli tiket tersebut. Haha. (tapi sudah se-izin pasangan loh…hehe)

 

Tiket sudah di tangan, berikutnya bingung kan tuh mau nginep di mana. Nah, dengan sangat random-nya kembali, saya iseng-iseng googling dan buka-buka aplikasi-aplikasi travel online untuk mencari-cari. Berhubung karena sudah pernah ke Singapura sebelum-sebelumnya (ciye sombong, :p ), maka ke Singapura kala itu saya ingin suasana yang berbeda dari pengalaman-pengalaman sebelumnya. Nah, jatuhlah pada hotel yang satu ini.

 

Yak, namanya adalah Hotel Marina Mandarin Singapore.

 

Lokasi Hotel

Hotel Marina Mandarin Singapore merupakan hotel bintang lima yang berlokasi sangat strategis di salah satu area pusat bisnis Marina Singapore. Lokasinya persis bersebelahan dengan Stasiun MRT Esplanade, di mana stasiun ini menyambung dengan area kuliner dan perbelanjaan Marina Square yang jika ke arah utara akan menyambung dengan Mall Suntec City di mana mall ini terletak persis di seberang Hotel Marina Mandarin Singapore.

Lokasi Hotel Marina Mandarin Singapore

 

Menuju ke hotel ini dari Bandara Changi juga sangat-sangat mudah, tidak ribet, seperti yang juga sudah pernah saya tulis pada tulisan dalam link berikut ini (klik).

Sampailah juga kami pada hotel setelah kurang-lebih 45 menit perjalanan dari Bandara Changi. Segera kami langsung menuju area check in hotel.

 

Check in dulu, gan!

 

Kondisi Kamar

Dan ini adalah penampakan kamar yang kami pesan.

 

Penampakan Kamar Kami

 

Penampakan Kamar Kami

 

Aaaaak! Cakeeep banget ternyata! Sesuai dengan review-review yang ada di internet! X) #norak

 

Begitulah reaksi saya saat pertama kali memasuki kamar ini. Katrok! Ndeso! Norak! Haha. XD Ya, kami memang sengaja mengambil kamar dengan view ke arah Marina Bay Sands. Cantik! Terutama jika dinikmati di malam hari, lebih cantik sekali! ❤

 

Berikut adalah penampakan-penampakan betapa cozy dan romantis-nya suasana di dalam kamar. Benar-benar membangkitkan mood honeymoon agar semakin membara! Haha. 😀

 

Yeay! Honeymoon! :”) – Foto Bokeh Ala-Ala

 

Foto Bokeh Ala-Ala

 

View Cantik dari Balkon Kamar Kami

 

Sebenarnya memang, mungkin agak kurang tepat saat kami berkunjung ke Singapura saat itu dikarenakan cuaca masih masuk dalam musim penghujan, alias sedang sering-seringnya hujan datang. Sama seperti halnya dengan kondisi yang juga sedang terjadi di Indonesia. Walhasil, suasana langit saat kami berkeliling Singapura di siang hingga sore hari saat itu pun lebih sering mendung, kurang begitu cerah.

 

 

View Malam Hari dari Kamar Kami di Marina Mandarin Singapore

 

Kondisi Interior Hotel

Sebenarnya saya tidak terlalu banyak mengambil gambar bagian dalam hotelnya seperti apa. Suasananya menurut saya (atau hanya perasaan saya saja) tidak terlalu banyak menerapkan aksen-aksen warna gold agar berkesan sebagai sebuah bangunan mewah. Akan tetapi menurut saya, bentuk bagian dalam hotel ini justru unik, karena menyerupai penampakan interior kapal pesiar.

 

Bentuk Desain Interior Marina Mandarin Singapore Mirip Seperti Sebuah Kapal Pesiar

 

Dan Ini Penampakan Interior Marina Mandarin Singapore Jika Dilihat dari Dalam Lift

 

Nah, jadi hanya segitu saja review singkat mengenai Hotel Marina Mandarin Singapore. Kalau makanannya, terus terang kami tidak mengambil jatah makan di dalam hotel, mengingat kanan-kiri-depan merupakan pusat perbelanjaan dan kuliner. Jadilah kami memutuskan jika ingin membeli berbagai makanan dan jajanan hanya di area sekitar saja. Hitung-hitung sekalian berkegiatan kuliner juga, bukan. Hehe.

 

Oke deh.

Jangan lupa untuk selalu bersemangat dalam segala hal, selalu berusaha, dan selalu berdoa ya.

Yuk mari berlibur! 🙂

 

Bonus

Dan ini adalah suasana pagi hari yang dapat dinikmati dari dalam balkon kamar kami. Walau di siang dan sore hari sering turun hujan, beruntungnya kalau di pagi hari suasana sangat cerah dan matahari pun tak malu untuk muncul ke permukaan. Sooo beautiful! 

 

Suasana Pagi Hari dari Balkon Kamar Kami

 

 

Suasana Pagi Hari dari Balkon Kamar Kami

 

 ❤ ❤ ❤

Culinary, Entertainment, Hobby, Review Hotel, Travelling

Review Hotel Grand Sahid Jaya (Dokumentasi)

Musim Liburan!

Sebentar lagi Natal dan Tahun Baru. Ditambah Desember tahun ini, punya 2 buah long weekend berturut-turut, long weekend Natal dan long weekend Tahun Baru. Wooohooo! 😀

 

Tapi……….

 

Libur long weekend Natal ini saya tidak ke mana-mana. Hiks, hiks. Padahal kalau dipikir-pikir, lumayan juga lho, dari Sabtu – Selasa, 4 hari bo’! Yah, sudahlah, tak apeu, hehehe.

 

Oke deh, gara-gara suasana libur panjang begini, kali ini saya jadi ingin kembali menulis tentang review sebuah hotel deh. Tapi, postingan kali ini mungkin akan lebih banyak pamer dokumentasi foto-foto saja yah. Mengingat, hawa-nya bikin mager nih. Huhu. Oke deh, let’s check this out gan!

 

– – –

 

Namanya adalah Hotel Grand Sahid Jaya yang berlokasi di salah satu area pusat bisnis Jakarta, ya, di daerah Sudirman. Hotel ini merupakan hotel bintang 5 yang memang hotelnya cetaaarrr banget, cakep!

 

Saya berkesempatan menginap di sini karena memang pas ada urusan pekerjaan. Menginap selama 2 hari 1 malam di hari kerja.

 

Lokasi Hotel

 

Lokasi Hotel Grand Sahid Jaya (https://www.google.co.id)

 

Lokasi hotel ini benar-benar berada pada jantung Jalan Jend. Sudirman Jakarta dan berada persis di pinggir jalan rayanya. Menuju pada hotel ini juga sangat mudah, tidak ribet. Mau naik angkutan umum pun bisa, seperti Bus TransJakarta (berhenti di Halte Karet), Metromini (lupa nomor berapa), serta Kopaja Nomor 19 arah Manggarai trayek Blok M – Manggarai yang langsung berhenti persis di depan hotel. Apalagi kalau naik taksi, mobil, maupun motor, juga jauh lebih bisa menuju kemari.

 

Sedikit cerita, dulu saat saya masih bekerja di area Bendungan Hilir dan setiap pulang ke arah pulang ke arah  Matraman dengan menaiki Bus Kota jurusan ke Kampung Melayu, saya suka memperhatikan hotel megah ini dari kejauhan. Cantik! Eh, sekarang malah dapat kesempatan buat “mencicipi” hotel tersebut walau dalam waktu yang sangat singkat. Kebetulan sekali. Sudah begitu, gratis pula. Hehe. 😀

 

Penampakan Kamar

 

Nah, berikut ini adalah penampakan suasana kamar yang saya tempati bersama teman saya.

 

Suasana Kamar Hotel Grand Sahid Jaya Sudirman

 

Karena kami mendapatkan kamar pada posisi di bagian menghadap belakang atau bagian dalam, maka inilah view yang dapat dilihat dari kamar kami. Kebetulan lokasi hotel ini bersebelahan dengan Gedung Da Vinci, gedung dengan arsitektur yang sangat cantik khas bangunan Eropa. Jadilah view kamar kami adalah bagian belakang gedung tersebut dan terdapat juga sebuah bangunan tempat parkir.

 

View Bagian Belakang Hotel, Sebelah Kanan Depan adalah Gedung Da Vinci

 

Nah di sinilah yang saya baru sadar, kalau seharusnya saya bisa mendapatkan kamar dengan view bagian depan hotel. T_T

 

Sebenarnya saya bersama dengan rombongan dari kantor, saya-lah yang memegang dan membagi-bagikan kunci. Tidak banyak sih, jatah kantor kami mendapatkan 3 kamar saja, dan penukaran kunci pada resepsionis saya yang melakukan. Saya pun meminta 3 kamar yang berdekatan, agar saat berkoordinasi jadi lebih mudah, tidak perlu berjalan jauh. Dan bagian kami adalah di Lantai 5.

 

Di sini lah saya tidak sadar karena mungkin memikirkan hal lain terkait pekerjaan, sampai-sampai “kebiasaan” mengungkapkan keinginan meminta view bagian depan jadi lupa. Tau-tau sudah saya bagi-bagi saja begitu kunci-kunci kamarnya. Haha. Padahal diantara kamar-kamar yang didapatkan adalah kombinasi kamar genap dan kamar ganjil, dalam arti ada kamar yang view-nya bagian depan alias view Jalan Jend. Sudirman! Aaargh…lupa parah. Dan kamar saya dapatnya yang view bagian belakang. Mweee. Agak sedih sih akibat ke-alfa-an diri sendiri. Mau minta tukar kamar juga tidak mungkin (nggak enak juga kali :D), plus baru sadarnya setelah beberapa menit lamanya di dalam kamar. Haha, yasudahlah…

 

Jadi, FYI, kalau menginap di hotel bagus, apalagi di hotel bintang 5 seperti ini, katanya, ini juga info dari teman saya sih, ambillah kamar dengan Nomor Genap jika ingin punya view kamar menghadap bagian depan. Dan kamar dengan Nomor Ganjil akan berada pada bagian belakang, alias view-nya akan menghadap bagian belakang hotel. Begitu… Katanya sih ya.. Saat saya menulis tulisan ini juga belum meng-googling kebenaran akan hal tersebut sih... Hehe.

 

Dan ini adalah view yang dapat dinikmati jika mengambil kamar Nomor Genap yang menghadap ke bagian depan.

 

 

Dan ini adalah teman saya saat berpose. Cakep juga kan background-nya. Hehe.

 

 

 

Kualitas Makanan

 

Kalau urusan makanan, hmmm, jangan ditanya deh. Udah pasti enak! Secara bintang 5 gitu loh. Haha.

 

Karena kami adalah rombongan kantor yang sedang melaksanakan acara semacam seminar atau workshop, maka kami disediakan makanannya secara prasmanan dan dilengkapi juga dengan coffee break saat pagi, sore, dan malam hari. Dari segi rasa, enak-enak semua lha ya.. Hehe.

 

Penampakan Sarapan Nasi Goreng + Omelette

 

Sayangnya saya tidak banyak memotret semua makanan yang saya makan. Haha. Mirip-mirip standar prasmanan saat acara kondangan di hotel begitu deh dan yang pasti enak!

 

 

Suasana Interior Hotel

 

Sudah layaknya hotel bintang 5, sudah pasti suasana di dalamnya akan sangat ciamik dan asik. Yang pasti, kesan mewah dan nyaman sudah terasa saat baru melangkahkan kaki masuk ke dalam hotel. Dan ini beberapa penampakan bagian dalam yang sempat saya potret.

 

Suasana Ruang Tunggu Hotel Bagian Depan

 

Dekorasi Suasana Natal

 

Suasana Workshop dalam Sebuah Ruangan pada Hotel

 

Yak, jadi begitulah “liburan singkat” saya di Hotel Grand Sahid Jaya Sudirman Jakarta. Bagaimana pun menginap di sini karena tugas dinas, jadi memang bukan untuk bersenang-senang. Hehe. Jadilah hanya sekelumit saja yang dapat saya rasakan saat menginap di sana. Yah, mudah-mudahan di lain waktu ada kesempatan lagi untuk menginap dan dengan suasana yang berbeda pula. Aamiin! 😀

Family & Friends, Hobby, Life, Review Film

Review Film “Wonder”

Hello internet!

Wiii, nggak kerasa ya udah hari Minggu lagi aja dan ini artinya hari terakhir batas setor tulisan blog di tiap minggunya. Dan hari ini sudah masuk minggu ke-3 Bulan Desember, alias minggu rentang tanggal 11 – 17 Desember 2017. 

Sebenarnya tema tulisan minggu ini tidak ada, alias bebas, tidak seperti tulisan bertema seperti pada minggu sebelumnya. Nah, saking bebasnya, malah saya jadi bingung mau nulis apa-an. Haha. Padahal seharusnya, semakin tidak ditentukan tema tulisan, maka harusnya semakin “lancar” diri ini untuk menulis. Namun nyatanya malah tidak demikian. 😀 

Karena saking bingungnya mau nulis apa dan kalau boleh dibilang ini sudah terlalu last minute banget menulisnya, akhirnya diputuskanlah untuk me-review sebuah film yang baruuu saja saya tonton yang menurut saya sangat bagus dan sangat direkomendasikan untuk ditonton. Hitung-hitung tema tulisan kali ini sedikit ada “nyambung”-nya juga dengan tema tulisan minggu lalu yang bertemakan “me-time“. Dan judul film yang akan saya review adalah film “Wonder“.

Dan ini adalah bukti kalau tulisan ini benar-benar baru dibuat dalam waktu mepet di hari terakhir setoran. Haha. XD

Tiket Nonton “Wonder”

– – – – –

Sebelum lanjut kepada inti tulisan, saya ingin sedikit pamer bercerita. Boleh yes? 😀

Saya belum terbiasa membuat tulisan tentang review sebuah film, terutama film-film yang baru saja “nangkring” di bioskop. Kebiasaan “up to date” tentang film-film yang baru muncul di bioskop, membuat saya menjadi susah memulai menulis tentang sebuah film. Sedikit pamer cerita lagi, jika ada film yang baru rilis atau baru main di bioskop, kemudian rating dari imdb atau rotten tomatoes-nya bagus, dan memang saya dan pasangan ada waktu untuk menonton, maka hampir tidak mungkin saya dan pasangan tidak menonton film-film tersebut. Bahkan jika ada film Indonesia yang lucu atau seru menurut kami, maka kami pun pasti akan menontonnya. 

Karena kebiasaan “up to date” tersebut juga yang terkadang membuat perasaan “tidak enak” jika harus cepat-cepat membuat tulisan tentang film yang baru saja ditonton, apalagi jika film tersebut baruuu saja main. Takut menjadi spoiler juga kan. Sebenarnya memang lebay banget sih ya sampai “segitunya”, hehe. Sampai-sampai kami hafal hari perdana jadwal film tayang di bioskop, seperti kalau di Jakarta adalah hari Rabu dan kalau di Bandung itu hari Kamis (cmiiw). 

Nah, untuk film “Wonder” ini mudah-mudahan tidak terlalu menjadi sebuah spoiler ya, mengingat film tersebut sudah hampir sebulan nangkring di bioskop. Film “Wonder” ini memiliki rating yang sangat bagus, namun saat awal kemunculan film ini, saya berpikir karena ber-genre “drama” (dan saat itu takut merasa bosan), jadi “kurang diprioritaskan” bahkan berpikir menunggu saja download-annya. Duh. -_-“

Akan tetapi ternyata malah menjadi sebuah kebetulan jika menonton film ini setelah menonton film “Star Wars: The Last Jedi” yang baruuu saja muncul atau tayang di bioskop dalam minggu ini. Malah rasanya jadi “pas“. Hehe. Mengapa demikian? Jawabannya ada pada penjelasan di bawah ini. Yuk cekidot gan! 😀

– – – – –

Film “Wonder” ini merupakan sebuah film drama keluarga dan persahabatan yang memiliki banyak nilai edukasi bagi siapapun yang menontonnya. Walau ber-genre “drama”, saya tidak merasa bosan sama sekali menonton film ini dari awal hingga akhir. Rating imdb untuk film ini adalah 8,1 dan rating rotten tomatoes untuk film ini adalah 85% untuk tomatometer-nya dan 91% untuk audience score-nya. Rating yang sangat baik sekali bukan?

Di dalam film “Wonder“, kita sebagai penonton juga akan dibawa masuk ke dalam cerita dari sudut pandang yang berbeda-beda dari beberapa karakter dalam film ini dalam satu jenis kondisi. Ada Auggie (tokoh utama dalam film), Via (kakak perempuan Auggie), Miranda (sahabat Via), dan Jack Will (sahabat Auggie).

Film “Wonder” mengisahkan seorang anak bernama August Pullman (Auggie) yang terlahir dengan wajah yang berbeda dengan wajah orang-orang pada umumnya. Dikisahkan di awal film bahwa Auggie saat lahir, ia harus melalui berbagai macam operasi agar ia dapat mendengar, melihat, dan berbagai hal lainnya secara normal. Salah satunya adalah wajahnya yang berbeda tersebut. Film baru dimulai saja sudah membuat mata ini berkaca-kaca. :’)

Walau demikian, karakter Auggie ini merupakan anak yang sangat baik, sangat pintar, sangat pandai, menyukai sains, menyukai hal-hal berbau luar angkasa serta NASA, dan merupakan pecinta berat Star Wars. Dikisahkan dalam cuplikan-cuplikan scene bahwa ia juga hobi bermain lightsaber bersama dengan ayahnya. Nah, kan. Jadi nyambung kan kalau nonton film ini setelah nonton film Star Wars? Ditambah beberapa scene dalam film ini muncul beberapa karakter Star Wars. Semakin nyambung bukan?

– – – – –

Berawal dari orang tua Auggie yang berniat menyekolahkannya di sekolah umum, karena sebelumnya Auggie menjalani home-schooling yang dipandu oleh Ibunya sendiri. Auggie masuk pada grade kelas 5 SD.

Hari pertama sekolah Auggie dijalani dengan agak sedikit berat. Beberapa teman barunya banyak yang tidak terbiasa dengan penampakan wajah Auggie. Diilustrasikan pula saat ia melalui lorong sekolah bahwa orang-orang yang dilaluinya menatap heran saat ia berjalan melewati mereka. Namun di scene ini ia digambarkan sedang mengimajinasikan dirinya sedang berpakaian astronot yang sedang sangat bersemangat dan ada Chewbacca muncul untuk menyambutnya di hari pertamanya di sekolah. Kemudian setelahnya saat sesi perkenalan di kelas, muncul juga karakter Darth SidiousFilm baru dimulai sudah sedikit ber-aura Star Wars.

Film “Wonder”

Berjalannya waktu, Auggie  yang pada mulanya lebih banyak diam, sedikit bicara, dan tidak memiliki teman, akhirnya dapat berteman dengan baik dengan seorang anak bernama Jack Will. Bermula dari sebuah test dadakan dalam kelas sains di mana Auggie memberikan contekan jawaban kepada Jack. Walau demikian, dalam scene tersebut tidak bermaksud mengajarkan yang tidak baik kepada penonton, melainkan menonjolkan sisi komedinya yang mungkin juga malah dapat membangkitkan memori para penonton saat masih sekolah dulu.

Sebenarnya Jack ini pada mulanya bergerombol dengan anak-anak yang gemar mem-bully Auggie di kesehariannya. Namun berjalannya waktu itulah Jack merasa jauh lebih nyaman bersahabat dengan Auggie. Dan di dalam persahabatan mereka, terdapat konflik yang muncul yang juga dikisahkan dalam scene sudut pandang cerita Jack Will. Namun pada akhirnya Auggie dan Jack tetap dapat bersahabat dengan baik.

Di dalam film “Wonder” ini, penonton akan dibawa melihat suatu kejadian dari sudut pandang beberapa tokoh, salah satunya adalah Via, kakak perempuan AuggieVia merupakan gadis yang mandiri dan sangat pengertian dengan kondisi kerluarganya saat ini. Dikisahkan bahwa di dalam hati Via, terkadang ia merasa kalau kedua orang tuanya hanya memperhatikan Auggie dengan berbagai permasalahan yang muncul. Walau demikian, Via tidak pernah membenci Auggie sekalipun dan justru sangat sayang dengan Auggie. Saat berulang tahun yang ke-4, Via berharap agar kelak memiliki adik laki-laki. Dan Tuhan pun menjawab doanya dengan menghadirkan Auggie dalam hidupnya.

Karakter Via dikisahkan bersahabat karib dengan Miranda dengan konflik panjang diantara keduanya. Namun demikian, pada akhirnya Via dan Miranda pun tetap bersahabat dengan baik. Dalam film ini juga, penonton akan dibawa masuk ke dalam kehidupan pribadi Miranda dari sudut pandang cerita dirinya.

Secara keseluruhan, film ini sangat bagus dan sangat layak untuk ditonton. Dan film ini mengandung beberapa pesan yang dapat dijadikan hikmah, diantaranya adalah:

  1. Stop bullying! Jelas, kita dilarang menghina dan menjauhi seseorang hanya karena ia “berbeda”.
  2. Jadilah orang tua yang penuh kasih sayang, penuh cinta, serta penuh kebijaksanaan terhadap anak-anaknya, dalam kondisi dan situasi apapun dan bagaimanapun. Seperti yang dicontohkan oleh kedua orang tua Auggie dalam film.
  3. Bersahabatlah karena hati dan perilakunya, bukan karena fisiknya. Orang yang berhati dan bersikap baik, maka akan berteman dengan teman-teman yang baik pula, sebaliknya jika orang yang berhati dan bersikap buruk, maka akan berkumpul dengan orang-orang yang jahat hati dan perilakunya.
  4. Jadilah apa adanya dirimu, jadilah diri sendiri, tidak perlu berpura-pura menjadi orang lain. Jujurlah dengan kondisimu apa adanya. Orang lain akan menghormati atas sikap kejujuran yang sudah kamu miliki, daripada kamu harus berpura-pura di hadapan orang lain.

Berikut ini adalah link trailer film “Wonder“:

Oiya, ada kutipan sangat menarik yang saya dapatkan dalam film ini, yaitu:

“When given the choice between being right or being kind, choose kind.”

Jika harus dihadapkan pada kondisi untuk memilih melakukan yang benar atau melakukan yang baik, maka pilihlah yang baik.”

Quotation inilah yang membuat saya baru sadar mengapa ada banyak hashtag #ChooseKind  di Twitter dan Instagram yang berkaitan dengan film “Wonder“.

Nah, tertarik untuk mulai memutuskan menonton film ini? Yuk, tunggu apalagi? Segera capcus ke bioskop terdekat yaa. Selamat menonton! 🙂