Culinary, Curhat Terbuka, Life

Rindu Seorang Perantau

Aku tahu, ini amatlah berlebihan.

Selalu saja terjadi, di setiap usai masa liburan.

Menangis haru yang selalu tak bisa kutahan.

Seperti sudah menjadi langganan.

Karena rindu yang tidak berkesudahan.

Sejak masa putih-abu dulu, di mana kumulai petualangan di dunia perantauan.

Ibu.

Sosok yang selalu kurindu.

Bahkan hingga kini saat tiba giliranku pun menjadi seorang ibu.

Tetap saja tidak pernah tidak untuk tidak menangis haru menahan rindu.

Hampir selalu.

Di setiap penghujung waktu masa liburanku.

Pondok Pinang,

30 Desember 2018

23.25 WIB

Catatan Gambar :

Bekal dari Ibu.

Enthung Jati, kepompong ulat pohon jati.

Sangat nikmat disantap dengan nasi hangat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s