AMG, Learn About Islam, Life

HSG : Ikhtiar Menuju Kehamilan

Hai hai hai! Hello internet!

 

Kembali melanjutkan tulisan terkait ikhtiar menunju kehamilan. Dan kali ini saya ingin bercerita sedikit mengenai tindakan Histerosalpingografi atau yang sering dikenal sebagai HSG, di mana saya melakukan tindakan HSG ini bertujuan untuk mengetahui kondisi saluran telur dalam rahim saya.

 

Baca juga: Konsep Rejeki dan Hindari Iri (6) – Penantian Kehamilan

 

Baca juga: Konsep Rejeki dan Hindari Iri (2)

 

Jadi, pada kunjungan ke beberapa Rumah Sakit sebelumnya, dokter-dokternya tidak langsung ‘menyuruh’ saya untuk melaksanakan tindakan HSG ini. Dan ketika dulu saat periksa-periksa awal pada seorang dokter  di RS Tebet, saya malah melaksanakan tes Pap Smear sebagai tindakan awal kami ketika ingin promil. Dan karena saat itu juga kondisinya saya masih berhawa fresh graduater, jadilah tidak melanjutkan kunjungan kembali setelah selesai melaksanakan tes Pap Smear tersebut. Saat itu suami juga sudah melaksanakan tes sperma yang dilakukan di rumah sakit berbeda, yaitu di RS Omni Hospital Pulomas.

 

Barulah pada saat September 2017 lalu, saat secara “random” kami mengutarakan ingin promil kepada Dokter Obgyn kami di RSPI Pondok Indah, sang dokter seperti gercep alias gerak cepat dengan langsung memberikan rekomendasi kepada kami untuk segera melakukan tes sperma dan tindakan HSG. Dokter Obgyn kami juga meresepkan obat kepada saya untuk dikonsumsi saat H-1 tindakan HSG. Namun, lagi-lagi dengan alasan kesibukan pekerjaan kami masing-masing, jadilah saya baru melaksanakan tindakan HSG di Bulan November 2017-nya.

 

Baca juga: Kesan Pertama ke Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) – Pondok Indah

 

Oiya, sebelum pelaksanaan pemeriksaan HSG tersebut, saya sudah melakukan riset sedikit-sedikit terkait HSG ini terutama masalah biaya. Banyak saya temukan saat itu (tahun 2017), dari hasil googling-meng-googling, paling mentok saya dapat data tahun tertua di tahun 2015, di mana pada tulisan tersebut, menyebutkan bahwa kisaran biaya HSG area Jakarta ini berkisar di antara angka Rp 900.000,- – Rp 1.200.000,-. Namun ternyata kondisi berbeda pada saat itu dengan kondisi sudah tahun 2017. Biaya HSG di RSPI Bulan November 2017 adalah Rp 1.900.000,-an. Harga tersebut mungkin dapat menjadi perkiraan biaya HSG untuk di rumah sakit lainnya juga di Jakarta.

 

Nah, jadi apakah itu HSG?

 

Dilansir dari halaman ayahbunda.co.id, pemeriksaan Histerosalpingografi (HSG), dikenal juga dengan pemeriksaan uterosalpingografi, adalah pemeriksaan sinar X dengan memakai cairan kontras yang dimasukkan ke rongga rahim dan saluran telur (tuba fallopii).

 

Tujuan dilakukannya pemeriksaan HSG ini adalah untuk mengetahui kondisi saluran telur sekaligus apakah ada sumbatan dan letaknya pada saluran telur yang bisa menyebabkan infertilitas. Pemeriksaan HSG juga dapat mengevaluasi bentuk, ukuran, dan struktur rongga rahim sehingga bisa mendeteksi beberapa kelainan seperti tumor jinak di rahim yang tumbuh ke arah rongga rahim (mioma uteri jenis submukosum), polip rahim, perlengketan (adesi) dinding rahim, atau kelainan bawaan rongga rahim seperti adanya sekat pada rahim (septum). Pemeriksaan ini juga bisa mengetahui penyebab keguguran berulang.

 

Pemeriksaan ini dilakukan di bagian radiologi seperti pada saat melakukan foto Rontgen. Setelah mengganti baju dengan baju pemeriksaan dan melepaskan perhiasaan, pasien diminta berbaring dengan kedua paha terbuka (posisi litotomi), seperti pemeriksaan pap smear. Dokter radiologi akan memasukkan spekulum ke vagina sehingga mulut rahim terlihat, lalu kateter dimasukkan ke rongga rahim melalui mulut rahim. Cairan kontras disuntikkan ke dalam rahim melalui kateter dan spekulum dikeluarkan. Beberapa foto rontgen akan diambil ketika cairan memenuhi rahim, masuk ke dalam saluran telur hingga –bila tidak ada sumbatan– tumpah ke dalam rongga perut. Biasanya, prosedur ini berlangsung selama 30 menit. Setelah selesai, kateter dilepas dan pasien diminta tetap berbaring selama beberapa menit, lalu dipersilakan bangun dan mengganti pakaian. Pasien pun dapat makan dan minum seperti biasa sebelum dan sesudah pemeriksaan, serta diminta buang air kecil untuk mengosongkan kandung kemih.

 

Waktu pelaksanaan tindakan HSG ini adalah sesudah haid tapi sebelum ovulasi, yaitu antara hari ke-9 sampai ke-14 siklus haid, agar memastikan pasien sedang tidak hamil ketika pemeriksaan ini dilakukan. Pemeriksaan HSG tidak boleh dilakukan ketika menstruasi, karena  pembuluh darah sedang dalam keadaan terbuka sehingga dikhawatirkan menyebabkan penyumbatan di pembuluh darah. HSG juga sebaiknya tidak dilakukan bila pasien mengalami infeksi di saluran reproduksi atau di daerah panggul (pelvis) yang kronis, penyakit menular seksual, serta bila pasien baru menjalani operasi rahim atau saluran telur.

 

– – – – –

 

Dari hasil pemeriksaan HSG tersebut, alhamdulillah tidak ada penyumbatan pada saluran telur saya. Kemudian, pasca saya melaksanakan tindakan HSG, kebetulan suami belum melaksanakan tes sperma. Sehingga pada saat kontrol pasca pemeriksaan HSG, kami tidak menyerahkan hasil tes sperma terdahulu yang sudah dilaksanakan di RS Omni Hospital Pulomas kepada Dokter Obgyn kami, takutnya hasilnya pun sudah tidak akurat dengan kondisi saat ini. Jadilah Dokter Obgyn kami menyuruh kami untuk segera menuntaskan tes sperma agar dapat diberikan rekomendasi tindakan selanjutnya.

 

Berjalanlah waktu, tahu-tahu sudah Bulan Desember 2017. Saat itu kami juga sedang fokus-fokusnya bekerja karena excited menyambut libur panjang tahun baru 2018, di mana kami melakukan staycation walau di area Jakarta saja. Dan tentu saja, lagi-lagi kami pun belum juga melaksanakan tes sperma. Haha.

 

Tibalah libur tahun baru 2018 di mana kami melaksanakan liburan kami di area Jakarta Utara. Saat itu kami juga sempat mengunjungi Dunia Fantasi, Ancol. Saat itu, kondisinya saya sudah telat haid 5 hari jika tidak salah ingat. Tapi saya saat itu tetap saja cuek, karena saya tidak mau “Ge-eR” seperti beberapa bulan sebelumnya. Takut kecewa! Haha. 😀 Dan saya tetap menaiki wahana-wahana ekstrim seperti Tornado dan Roller Coaster. Bahkan usai libur tahun baru tersebut, kami kembali mengunjungi DuFan pada 2 minggu berikutnya, dikarenakan terdapat beberapa wahana yang belum sempat kami “cicipi” akibat antrian yang super panjang pada libur panjang tahun baru 2018 sebelumnya.

 

Baca Juga: Libur Panjang Tahun Baru 2018 dan Review POP! Hotel Kelapa Gading (Lagi!)

 

Lalu, lupa persisnya kapan. Pada Bulan Januari 2018, haid saya pun tak kunjung datang. Akhirnya saya pun memberanikan diri untuk melakukan testpack. Namun testpack kali itu dilakukan dengan suasana yang suuupeeerrr santai dan tidak ada rasa semangat seperti biasanya. Bahkan saya pun membeli testpack yang tidak semahal sebelumnya (saya pernah terlambat datang bulan juga beberapa kali, namun ternyata tidak hamil).

 

Daaan…..jeng-jeng

 

Alhamdulillah, 2 garis! Tapi, saat itu perasaan saya benar-benar biasa sekali, tidak ada excited-excited-nya sama sekali kalau diingat-ingat. Bahagia sekali rasanya. Namun, biasa saja. Haha. XD

 

Mungkin di situlah letak Allah Menunjukkan Mukjizat-Nya. Mungkin saat itu saya dan suami sudah mulai memasuki tahap “paling ikhlas dan pasrah full”, selain ikhtiar-ikhtiar yang sudah kami lakukan. Jadilah yaaah…begitulah. Kejadian, ya…..yasudah. Haha. XD

 

Ikhtiar Menuju Kehamilan

– – – – –

 

Nah, sebenarnya, inti dari tulisan ini, saya itu jadi kepikiran dan penasaran.

 

Jadi, jauh sebelum saya melaksanakan pemeriksaan HSG ini, banyak saya dengar cerita dari beberapa orang kalau tindakan HSG itu bisa membantu membuat orang yang sebelumnya belum hamil-hamil, akhirnya dapat hamil juga. Beberapa di antaranya terjadi pada lingkaran pertemanan dan lingkaran keluarga saya sendiri.

 

Saya hanya berpikir, bisa jadi selain berfungsi mem-visualisasi-kan bentuk rahim dan saluran telur, cairan yang dimasukkan itu “sekalian” membuat saluran telur menjadi lebih longgar dan membuat kondisi sang wanita menjadi lebih subur juga. Entahlah.

 

Karena kebetulan, dalam kasus saya, alhamdulillah tidak ada penyumbatan sedikit pun di dalam saluran telur saya.

 

Tapi bagaimana pun. Hal ini terjadi sudah pasti karena Tuhan Yang Sudah Maha Mengatur semua-semuanya. Ya to?

 

– – – – –

 

Mungkin teman-teman pembaca yang nggak sengaja mampir pada tulisan ini dan sedang menanti datangnya buah hati di dalam pernikahannya, mungkin bisa juga langsung untuk melaksanakan tindakan HSG ini di rumah sakit-rumah sakit terdekat. Jangan lupa tetap sabar, semangat, dan selalu berdoa.

 

Selamat berikhtiar! Selalu yakin bahwa semua akan indah pada waktunya. Chayoo! 🙂

9 thoughts on “HSG : Ikhtiar Menuju Kehamilan”

    1. Hwaaa alhamdulillah banget Kak bisa dapet harga segitu ya. Beda banget sama di jakarta sini, hiks. ALhamdulillah turut berbahagia Kak, sehat-sehat dan lancar selalu sampai persalinan yang tinggal menghitung hari ini. 😉

    1. Wah Kak May! Makasi sudah mampir di tempat yang nggak ada apa-apanya ini. Hehe.
      Nggak sakit sih Kak menurut saya, as long as kita nya juga relax. Kalau tegang mungkin jadi sakit.
      Wah kalau KB, iya sih saya setuju, nggak berani bayangin gimana rasanya. Takut juga saya. Makanya saya kayaknya nggak pasang apa-apa dulu deh ini Kak, wkwk, KB kalender aja deh. Huhu.

    1. Yaampun Risca aku baru buka wordpress lagiii. Waaa jangan takut. Ndak se-serem di bayangan. Mangat. Bismillah lancar2 semua2nya. Aamiin! ❤

  1. Waktu promil pertama tahun 2013 HSG rasanya suakit sekali dan alhamdulillah langsung hamil , ini promil kedua diharuskan HSG lagi…woooo…. dan saya merasa takut karena masih trauma… tapi sesakit apapun saya harus ikutin promil ini…

    1. Halo Mba Ratih.. waah selamat ya Mba atas kehamilan pertamanya kemarin. Semangat utk kehamilan kedua ini ya Mba, insyaaAllah selalu ada jalan & kemudahan. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s