Life

Kesan Pertama ke Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) – Pondok Indah

Melanjutkan kisah pada tulisan sebelumnya (link berikut ini) dan masih bertemakan ikhtiar menuju kehamilan, maka kali ini saya ingin berbagi kisah mengenai pengalaman saya saat “bertemu” dengan sebuah rumah sakit yang diniatkan untuk melakukan program kehamilan.

 

Saya ingin bercerita sedikit mengenai sebuah rumah sakit swasta yang terletak di wilayah Jakarta Selatan, tepatnya di daerah Pondok Indah. Awal mula mengapa rumah sakit ini, karena alasan dekat dengan tempat kerja dan tempat tinggal yang sama-sama berada di area Pondok Pinang, Jakarta Selatan. Kebetulan kedua wilayah kelurahan ini, Pondok Pinang dan Pondok Indah, memang bertetanggaan alias bersebelahan persis. Dari rumah menuju rumah sakit ini pun sangat dekat, hanya butuh waktu 10 – 15 menit saja jika menggunakan kendaraan roda empat. Bahkan jika ditempuh dengan kendaraan roda dua bisa hanya 5 – 7 menit saja.

 

Jauh beberapa bulan sebelum akhirnya memutuskan untuk memulai promil kembali dengan memilih rumah sakit ini, saya dan pasangan sudah beberapa kali mengunjungi beberapa rumah sakit yang tentu saja di  dalamnya terdapat Dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan yang berjenis kelamin perempuan. Mengapa perempuan? Karena saya secara pribadi memang berprinsip demikian, setidaknya ini adalah salah satu bentuk ikhtiar saya agar bertemu dengan dokter perempuan, baru selanjutnya jika tidak ada, baru menuju ke dokter laki-laki. Walau kembali lagi, prinsip dan pakem tiap orang berbeda-beda, jadi ya…masing-masing saja ya. Hehe.

 

Beberapa rumah sakit yang pernah kami singgahi sebelumnya yaitu Rumah Sakit Omni Hospital di Pulomas, Rumah Sakit Tebet, dan Rumah Sakit Eka Hospital di BSD. Di luar ketiga rumah sakit tersebut, di mana sudah melakukan tindakan di sana, terdapat rumah sakit lainnya yang sudah kami kunjungi namun belum jadi melakukan tindakan di sana, baru sekedar tanya-tanya di bagian resepsionis, seperti Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) serta RSIA Tambak di Matraman, yang sama-sama berada di area Jakarta Pusat.

 

– – –

 

Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Group ini memiliki 3 Rumah Sakit yang terletak di beberapa wilayah, yaitu RSPI – Pondok Indah, RSPI – Puri Indah, dan RSPI – Bintaro Jaya. Namun yang ingin saya ceritakan saat ini adalah RSPI yang berada di Pondok Indah.

 

So, cekidot gan!

 

Sejujurnya, saat itu saya dan pasangan memutuskan untuk kembali “serius” untuk promil termasuk dalam kategori “random” alias tidak terencana dengan sangat baik. Yang terpenting saat itu kami hanya berpikir “pokoknya yang penting segera saja berangkat ke rumah sakit terdekat”. Haha. Karena terus terang, semakin bertambahnya usia pernikahan ditambah dengan beberapa usaha yang sudah kami lakukan sebelum-sebelumnya, terkadang membuat kami agak sedikit merasa “mager” alias males gerak untuk memulai ikhtiar kembali. Ditambah selama perjalanan-perjalanan melakukan ikhtiar tersebut, sudah melibatkan perasaan yang naik-turun yang tentu saja sudah sangat cukup menguras emosi, terutama emosi saya yang mudah sekali baperan dan cenderung tidak sabaran plus sensian. Haha. Beruntungnya pasangan bukan tipe orang seperti saya, sehingga Beliau dapat me-netral-kan perasaan saya ketika emosi sedang memuncak atau sedang baper-baper-nya.

 

Jadi sebenarnya, apa sih yang membuat saya “terpesona” dengan RSPI – Pondok Indah ini?

 

 

Sistem Administrasi Terpadu

 

Nah, hal ini-lah yang membuat kesan pertama saya terhadap rumah sakit ini berasa “wowbingit. Bagaimana tidak? Ini adalah pengalaman pertama saya berobat ke rumah sakit yang super hi-tech. Dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, setelah saya ingat-ingat, sepertinya belum pernah ya merasakan “kemewahan” dan kenyamanan saat sedang berkunjung ke rumah sakit. Walau pernah sih menyambangi rumah sakit swasta sejenis macam Rumah Sakit Borromeus di Bandung dan Rumah Sakit Eka Hospital di BSD, namun tetap saja, sepertinya RSPI – Pondok Indah ini yang menurut saya “juara” di dalam pelayanannya.

 

Mungkin teman-teman yang mampir dan membaca tulisan saya ini akan berkata dan berpikir kalau saya ini “norak banget”. Tapi kenyataannya memang demikian. Haha. 😀 Saya merasa saaaaangat norak saat pertama kali menjajakkan kaki di rumah sakit ini. Saya pun berpikir, rumah sakit lainnya yang masih satu grup dengan RSPI, seperti yang berada di Puri Indah dan Bintaro Jaya, sudah pasti seharusnya punya sistem yang sama dengan yang ada di Pondok Indah ini.

 

Well, balik lagi kepada pembahasan sistem administrasi yang diterapkan pada rumah sakit ini.

 

Jadi, saat pertama kali mendaftar sebagai pasien baru di rumah sakit ini, saya disuguhi semacam booklet yang di dalamnya terdapat penjelasan terkait RSPI dan pada lembar akhir terdapat tempat kartu rumah sakit yang menempel, ya…kalau saya boleh bilang, semacam menerima kartu-kartu member suatu club exclusive gitu kali ya. Haha.

 

Kemudian, sistem administrasi terpadu ini juga yang membuat catatan medis atau rekam medis seseorang tertata dengan sangat rapi, tanpa takut akan ada yang missed atau hilang informasi. Hal ini juga yang membuat saya semakin merasa “katrok” alias “norak” untuk yang kesekian kalinya. Haha.

 

Jika dulu misal saya melakukan suatu tindakan, misalnya cek darah di laboratorium, kemudian pada saat kontrol kembali ke dokter, saya harus membawa hasil tes laboratorium tersebut untuk diserahkan kepada dokter untuk dapat dibaca dan dianalisa. Nah, kalau di RSPI ini, saya tidak perlu repot-repot membawa hasil tes laboratorium tersebut untuk diserahkan kepada dokter pada saat kontrol.

 

Di sini lah saya merasa “katrok”, karena saat itu saya memang baru saja menjalani serangkaian tes laboratorium demi menunjang kegiatan promil kami. Kemudian pada saat kontrol kembali ke dokter, ternyata hasil tes laboratorium saya sudah terekam pada akun saya dan dapat dibaca via komputer yang ada pada hadapan sang dokter. Jadi saat itu saat saya hendak menyerahkan hasil tes laboratorium saya, sang dokter malah bilang sambil tersenyum, “udah ada kok ini di sini“. Haha. Di sini ini maksudnya di komputer di hadapan sang dokter.

 

Canggih! Satu kata itulah yang langsung muncul dalam benak saya ketika sang dokter berkata demikian. Dan saya pun semakin merasa “norak”. Haha.

 

 

Staf Rumah Sakit yang Ramah

 

Nah, ini adalah alasan berikutnya yang membuat saya merasa RSPI – Pondok Indah ini terasa istimewa. Saya merasa staf atau pegawai di rumah sakit ini sepertinya sudah well trained, sehingga pada saat men-service setiap pengunjung pada rumah sakit ini, mereka dapat berperilaku sangat ramah dan menyenangkan, tanpa melihat status sosial si pengunjung. Menurut saya sih ya. Hehe.

 

Seperti staf security yang siap membantu setiap pengunjung yang baru datang, mengarahkan dan memberikan informasi dengan nada tenang, menawarkan pemakaian kursi roda, serta membantu memanggilkan taksi, setidaknya hal-hal tersebutlah yang pernah saya rasakan saat berhadapan dengan para staf security di rumah sakit ini.

 

Kemudian para staf perawat yang juga sangat ramah, menghadapi pengunjung dengan nada tenang tanpa menggurui. Seperti saat sedang dilakukan tindakan pemeriksaan awal seperti pemeriksaan tensi pada saat sebelum melakukan kontrol dokter, mereka menanyakan setiap detail keterangan yang diinginkan dengan nada yang ramah. Bahkan mereka juga mengajak mengobrol pasien dengan nada yang ramah tanpa membuat bosan atau memojokkan (membuat pasien merasa bosan ditanya-tanya).

 

Suasana yang Homey

 

Alasan berikutnya adalah kenyamanan. Saya merasa selama mengunjungi rumah sakit ini, saya merasakan kenyamanan walaupun pengunjung yang datang sedang banyak-banyaknya. Dari kantinnya, kemudian ruang tunggu pasiennya. Terutama yang saya rasakan pada Klinik Kandungan dan Kebidanan, ruang tunggunya nyaman sehingga tidak merasa bosan saat menunggu giliran masuk ke dalam ruang dokter.

 

Sangat Pro-ASI Eksklusif dan Mendukung Program IMD (Inisiasi Menyusui Dini) Selepas Persalinan

 

Hal terakhir ini juga yang membuat saya takjub dengan rumah sakit ini. Mungkin sebenarnya kondisi ini sama dengan kondisi yang ada pada rumah sakit – rumah sakit lainnya.

 

Namun entah bagaimana, saya merasa takjub pada saat mengetahui informasi jika terdapat suatu kondisi pada saat selepas persalinan, di mana sang ibu menginginkan penggunaan susu formula pada buah hatinya yang baru saja lahir, dengan tanpa alasan medis yang jelas, sang ibu diharuskan menanda-tangani sebuah surat pernyataan yang menginformasikan bahwa pemberian susu formula tersebut adalah murni keinginan sang ibu, bukan keinginan dari pihak rumah sakit. Hal ini mungkin saja terjadi pada saat awal kelahiran bayi di mana ASI sang ibu belum keluar, kemudian sang ibu merasa khawatir jika sang bayi kenapa-kenapa, yang padahal sebenarnya belum tentu akan kenapa-kenapa, mengingat bayi baru lahir dapat bertahan hingga 3 hari tanpa minum apapun.

 

Kemudian program IMD (Inisiasi Menyusui Dini) yang selalu diterapkan pada seorang ibu yang baru saja melahirkan, baik itu persalinan normal maupun persalinan melalui operasi (caesar). Pada persalinan normal, kegiatan IMD dilakukan selama kurang-lebih 2 jam, sedangkan IMD pada persalinan caesar dilakukan selama kurang-lebih 15 menit. Jadi, apapun jenis persalinannya, sang ibu berhak mendapatkan tindakan IMD tersebut.

 

 

– – –

 

Jadi, mungkin itulah beberapa alasan yang  membuat kesan pertama saya terhadap RSPI – Pondok Indah ini terasa “wow”. Mungkin saya terlalu berlebihan di dalam menilai rumah sakit tersebut. Namun bagaimanapun, setidaknya itulah yang saya rasakan dan saya dapatkan terkait informasi-informasi mengenai program yang ada pada rumah sakit tersebut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s