Culinary, Curhat Terbuka, Entertainment, Hobby, Life, Review Hotel, Traveling

Review Hotel Maven Fatmawati, Jakarta Selatan

Hai internet! Kembali kali ini saya ingin me-review sebuah hotel dan hotel yang akan saya review ini berlokasi di area Fatmawati, Jakarta Selatan. Yuk, cekidot gan!

Sebenarnya tulisan kali ini masih relate dengan tulisan saya yang ini (klik ya…). Yup, menginap di sini dikarenakan air di rumah masih mati dari hari-hari sebelumnya, sementara saya sedang sangat butuh-butuhnya untuk bolak-balik ke kamar mandi untuk urusan beser.

– – – – –

Hotel yang akan saya review ini bernama Hotel Maven Fatmawati.

Hotel Maven Fatmawati merupakan hotel jadul berbintang 3 (tiga) di mana lokasinya sangat dekat dengan kawasan ITC Fatmawati. Jadi sewaktu saya menginap di sini, terlihat juga ada beberapa orang yang sepertinya penjual yang berasal dari daerah, yang mungkin sedang kulakan di Jakarta.

Lokasi Hotel Maven Fatmawati (sumber: Google Maps)

 

Saya memilih hotel ini dengan pertimbangan, lokasinya tidak jauh dari pusat kuliner dan pusat perbelanjaan (mumpung nginep di hotel ceritanya kan…), serta dilalui jalur pulang-pergi suami ngantor sehari-hari.

 

Namun sayangnya saat menginap di hotel ini, area sekitar, khususnya bagian depan hotel, masih terdapat proyek pembangunan Jalur MRT Jakarta, jadi cukup lumayan berdebu jika berjalan kaki di siang hari.

 

Walau demikian, menurut saya menginap di hotel ini tidak mengecewakan dan cenderung merasa nyaman selama periode menginap berlangsung.

 

Saya menginap dari hari Senin hingga hari Kamis siang, alias menginap selama 4 hari 3 malam. Pada mulanya, saya hanya booking selama 2 malam saja, namun pada saat hari ke-3 yang seharusnya di rencana awal hari check out, saat suami mengecek air di rumah masih belum menyala juga dan beberapa tetangga terlihat masih mengandalkan pompa air rumahnya masing-masing, jadilah kami menambah 1 malam meginap. Dan bersyukurnya pada hari ke-4 mengungsi, alias hari terakhir mengungsi, saat dicek kembali di pagi harinya oleh suami, air di rumah sudah mulai berangsur-angsur menyala walau masih rintik-rintik nyala-mati tidak jelas.

 

 

Kondisi Kamar Hotel

 

Di hotel ini kami menginap di kelas kamar terendah yaitu tipe Kamar Standard. Harga per malam yang kami dapatkan di sini adalah Rp 330.000,-an.

Jika melihat kondisi hotel yang bersifat klasik dan memang merupakan hotel jadul, serta walau bertuliskan hotel berbintang 3, namun kamar yang kami tempati berukuran lebih luas jika dibandingkan dengan tipe Kamar Standard hotel berbintang 3 lainnya yang pernah kami kunjungi, plus fasilitas di dalam kamar yang sudah terdapat heater yang mana sangat jarang saya temui di hotel berbintang 3 lainnya dan terdapat jumlah colokan jauh lebih banyak dibandingkan dengan hotel berbintang 3 lainnya, saya rasa harga demikian cukup worth it.

 

Mengingat juga area sekitar hotel yang sedang menjadi wilayah pembangunan, hotel ini ternyata memang sedang memberikan harga diskon bagi siapa saja yang menginap di hotel tersebut. Mungkin jika area hotel “sedang normal” dan bukan masa-masa pembangunan, harga per malam di kelas kamar terendah hotel tersebut dapat mencapai angka Rp 400.000,-an.

 

Dan beginilah kondisi kamar yang kami tempati.

Kondisi Kamar Standard Hotel Maven Fatmawati

 

Kondisi Kamar Standard Hotel Maven Fatmawati

 

Kondisi Kamar Mandi Tipe Kamar Standard Hotel Maven Fatmawati

 

Area Mini Bar Kamar Standard Hotel Maven Fatmawati

 

View dari Kamar Standard Kami di Hotel Maven Fatmawati

 

Kami memang sengaja meminta view kamar kami menghadap ke bagian luar hotel, dengan alasan agar cahaya matahari dari luar dapat masuk di siang harinya dan pemandangan mata juga tidak terasa jenuh.

 

 

Kondisi Interior Hotel dan Ruang Resepsionis Hotel

 

Saat pertama kali memasuki hotel dan memasuki area resepsionis hotel, suasana yang saya rasakan adalah kenyamanan. Ditambah pula walau bersifat minimalis, namun dekorasi interior hotel membuat saya menjadi lupa dengan “kondisi berantakannya” di luar hotel yang memang sedang bertumpuk-tumpuk bahan bangunan.

 

Bahkan jika dilihat dari area kedatangan saya, lokasi hotel ini benar-benar dilalui jalan buntu akibat proyek pembangunan MRT yang sedang berlangsung tersebut.

Lokasi Hotel Maven Fatmawati (Sebelah Kiri pada Gambar)

 

Dan berikut ini merupakan beberapa penampakan bagian dalam hotel.

Ruang Resepsionis Hotel Maven Fatmawati

 

Hiasan pada Ruang Resepsionis Hotel Maven Fatmawati

 

Terdapat Sebuah Piano di Ruang Resepsionis Hotel Maven Fatmawati

 

Lift “Touchscreen” di Hotel Maven Fatmawati

 

Tangga Bernuansa Klasik di Hotel Maven Fatmawati

 

 

Kondisi Ruang Makan dan Sarapan

 

Kebetulan di hotel ini tidak terdapat sewa kamar tanpa sarapan, jadi setiap menginap di hotel ini, harga yang diberikan sudah termasuk dengan fasilitas sarapan pagi.

 

Nah, untuk kualitas sarapan di sini sebenarnya agak kurang berwarna dan kurang bervariasi. Mungkin hal ini dikarenakan karena memang kondisi hotel yang berbintang 3. Namun, suasana “minimalis sekali” sangat terasa saat kami melaksanakan sarapan pagi kami.

 

Makanan berat yang tersedia pun hanya terdapat 2 jenis saja, yaitu nasi dan lauk 1 jenis. Nasinya memang pilihan, nasi putih atau nasi goreng, namun untuk lauknya ya hanya 1 jenis saja, bergantian di tiap harinya. Berhubung kami menginap selama 4 hari, “hawa bosan” agak terasa saat kami sarapan di sini.

 

Walau demikian, terdapat menu lain seperti roti, buah, puding, teh panas, kopi panas, serta jus yang tersedia juga untuk para pengunjung.

 

Kesimpulan untuk sarapan di hotel ini, cukup dapat memuaskan dan memenuhi kebutuhan sarapan kami lah ya…

 

Suasana Ruang Makan Hotel Maven Fatmawati

 

Suasana Ruang Makan di Hotel Maven Fatmawati yang Menghadap Langsung Bagian Depan Hotel (Terlihat Pagar Seng Pembatas Proyek MRT)

 

Suasana Sarapan di Hotel Maven Fatmawati

 

Suasana Sarapan di Hotel Maven Fatmawati

 

Kuliner Sekitar Hotel Maven Fatmawati

 

Seperti yang sudah saya sebutkan di awal, bahwa lokasi hotel ini sangat dekat sekali dengan area ITC Fatmawati. Oleh karenanya, di wilayah sekitarnya pun sudah pasti banyak terdapat warung makan-warung makan seperti warteg dan warung makan padang yang berderet di pinggir jalan raya Fatmawati.

 

Namun terdapat 2 (dua) kuliner yang “membekas” di hati saat saya menginap pada Hotel Maven Fatmawati ini.

 

 

1) Kuliner Soto Kudus

 

Posisi warung makan ini berada pada deretan warteg dan warung  makan padang yang ada. Pada hari pertama menginap, saya nge-warteg, namun saat melihat ada warung Soto Kudus di sampingnya, saya pun tertarik untuk mengunjunginya di keesokan harinya. Dan rasa penasaran saya pun terpuaskan dengan hidangan yang disajikan.

 

Lokasi Warung Soto Kudus yang Berada pada Deretan Warteg

 

Soto Kudus yang Disajikan dengan Mangkuk Berbahan Tanah Liat

 

Soto Kudus yang disajikan masih menggunakan cara tradisional dengan menggunakan mangkuk yang terbuat dari tanah liat. Awalnya saya mengira akan menggunakan mangkuk kecil keramik seperti pada warung-warung soto sejenis di tempat lain, namun saya “dikejutkan” dengan penyajian yang terasa “berbeda” dan “tidak biasanya”.

 

Suasana saat makan siang di warung soto tersebut, membuat saya jadi teringat kampung halaman di Jawa Tengah sana. Rasanya tuh jadi “pas”. Hehe.

 

Harga soto pun menurut saya tidak terlalu mahal, yaitu Rp 15.000,- untuk semangkuk Soto Kudus Campur.

 

(oiya, kalau di Jawa Tengah,  cara menikmati sajian soto khas kuliner Jawa Tengah memang kebanyakan dengan cara “dicampur”, dari yang namanya Soto Sokaraja, Soto Bangkong Semarang, hingga Soto Kudus, semuanya akan terasa nikmat jika disantap dengan cara “dicampur”, tidak dipisah antara soto dengan nasi)

 

Namun kebanyakan sekarang di kota-kota besar seperti di Bandung maupun Jakarta, jika terdapat warung soto khas Jawa Tengah seperti yang sudah saya sebutkan tadi, biasanya tetap memberikan pilihan bagi para pengunjung, mau menikmati soto secara “dipisah” atau “dicampur”.

 

 

2) Kuliner Seafood

 

Seafood! Siapa sih yang tidak suka dengan jenis makanan yang satu ini? Hehe.

 

Jadi ternyata, di deretan Hotel Maven Fatmawati menjorok ke bagian dalam ke arah jalan buntu akibat proyek pembangunan MRT, terdapat sebuah kuliner seafood yang sangat lezat menurut saya, di mana sepertinya karena sedang ada pembangunan, tempat makan tersebut menjadi tidak seramai biasanya seperti saat belum terdapat proyek pembangunan MRT Jakarta ini. Karena lokasinya menjadi sedikit “tersembunyi”, maka sang owner pun setiap malam harus menaruh papan pengumuman kalau tempat makannya tetap buka dalam masa pembangunan MRT.

 

Papan Penunjuk Arah Lokasi Seafood “Santiga” di Ujung Jalan Sebelum Jalan Buntu

 

Kenapa saya tau kalau papan ini ditaruh setiap hari? Karena pada saat siang hari papan tersebut tidak ada, baru ada di malam harinya, dan tempat makan seafood tersebut memang hanya buka pada malam hari saja.

Dan beginilah suasana tempat makan Seafood “Santiga”.

 

Penampakan Tempat Makan Seafood “Santiga”

 

Menu di Tempat Makan Seafood “Santiga”

 

 

Suasana di Tempat Makan Seafood “Santiga”

 

 

– – – – –

Jadi, begitulah pengalaman kami selama menginap 4 hari 3 malam pada Hotel Maven Fatmawati. Overall menginap di sini sangat menyenangkan dan membuat “rasa betah” walau harus seharian berada di dalam kamar hotel.

 

(maklum, saya kan IRT sehari-hari, jadi memang nggak ke mana-mana sehari-hari juga, hehe)

 

Dan menurut saya, Hotel Maven Fatmawati ini sangat cocok bagi para backpacker maupun siapa saja yang ingin “kabur sejenak” dari rutinitas harian. Harga relatif sangat murah untuk lokasi yang sangat strategis.

 

Oiya, FYI, jika saya bandingkan dengan hotel-hotel lain di sekitar ITC Fatmawati juga, penawaran harga tipe kamar terendah Hotel Maven Fatmawati ini masih jauh lebih murah. Hotel-hotel lain yang sama-sama berlokasi sekitar ITC Fatmawati, masih menawarkan harga di angka sekitar Rp 400.000,- hingga Rp 450.000-an untuk tipe kamar terendah yang dimiliki dari hotel-hotel tersebut. So, masih worth it saya rasa jika memutuskan untuk menginap di hotel ini.

 

Terutama apabila para pelancong adalah para pedagang yang memang bergerak dalam dunia fashion maupun bidang elektronik, yang kebetulan mungkin sesekali ingin “mencari inspirasi” di area ITC Fatmawati. Hotel Maven Fatmawati dapat dijadikan bahan pertimbangan sebagai tempat menginap.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s