Curhat Terbuka, Family & Friends, Hobby, Life, Traveling

Kenapa Jakarta?

“Kenapa Jakarta?”

Begitulah pertanyaan yang sering aku dengar dan aku dapat dari kerabatku.

 

Jakarta. Sebuah kota penuh impian. Sebuah kota yang kata banyak orang, adalah tempat di mana mimpi-mimpi untuk kehidupan dapat dimulai. Setidaknya, aku juga merasakan hal yang sama tentang perasaan itu terhadap Jakarta. 

– – –

Monumen Selamat Datang di Bundaran Hotel Indonesia (Source: http://www.instagram.com/mrs.ganis)

 

1. UMR Tertinggi di Indonesia

Dapat dikatakan, jika dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Indonesia, Provinsi DKI Jakarta menduduki peringkat pertama sebagai daerah dengan UMR tertinggi di Indonesia. Untuk tahun 2018 ini saja UMR Provinsi DKI Jakarta sudah mencapai Rp 3.648.035,-.

Mungkin, ya mungkin, itulah salah satu alasan “Kenapa Jakarta?” ya karena hal tersebut di atas.

Oleh karenanya, Jakarta menjadi “surga” bagi para pejuang nafkah demi mengumpulkan pundi-pundi rupiah untuk kelangsungan hidup yang lebih baik.

 

2. Teman-Teman SMA dan Kuliah 

Berjalannya waktu, aku pun ditakdirkan Tuhan untuk dapat mengenyam pendidikan tingkat SMA di Kota Bandung. Aku memang bukan asli Jawa Barat dan Jakarta, melainkan asli Jawa Tengah.

Entah bagaimana cerita, setelah lulus dari SMP, kemudian karena cita-cita yang gagal untuk dapat masuk ke sebuah SMA Swasta ternama di Kota Magelang, dan berkat ketidak-sengajaan kedua orang tuaku yang saat itu sedang ada acara gathering kantor Ayahku di Kota Bandung, yang membuat mereka bertemu dengan rombongan senior almamaterku yang sedang melaksanakan Pesiar Hari Minggu, jadilah aku pun dapat meneruskan jenjang pendidikan SMA ke sekolah yang mirip  dengan sekolah impianku dulu di Kota Magelang.

Selepas masa SMA, lagi-lagi Tuhan Menakdirkanku untuk meneruskan pendidikan di Kota Bandung. Walau pengalaman 3 tahun berasrama sesungguhnya membuatku homesick dan selalu ingin kembali ke Jawa Tengah agar dekat dengan kedua orang tuaku, namun tetap, Tuhan Berkata lain. Aku tetap stay di Kota Bandung selepas SMA, hanya berbeda lokasi saja.

Dan entah bagaimana cerita, banyak teman-teman saat SMA dan kuliah yang pada akhirnya meneruskan kehidupan mereka masing-masing di kota Bandung, Jakarta, dan area sekitarnya. Apalagi jarak Bandung-Jakarta hanya membutuhkan waktu 3 jam saja jika menggunakan transportasi umum kereta api dan plus-minus 2 jam (jika lancar) via tol.

Oleh karenanya, jika terdapat acara-acara, seperti pernikahan teman-teman, reuni komunitas-komunitas saat SMA dan kuliah, maupun reuni akbar dan reuni angkatan dari almamater-almamater itu sendiri, sudah pasti akan sering dilakukan di antara kedua kota tersebut, entah di Jakarta maupun Bandung.

 

3. Komunitas dan Organisasi

Setelah menjalani kehidupan berumah-tangga, aku pun memulai mencicipi kegiatan dagang kecil-kecilan untuk mengisi waktu-waktu kosong. Dari kegiatan tersebut, aku pun bertemu dengan teman-teman yang pada mulanya bertemu secara maya, yang kini berteman secara nyata juga.

Komunitas yang aku ikuti tersebut berisikan orang-orang yang memang asli Jakarta dan orang-orang rantau sepertiku yang meneruskan kehidupan di Jakarta. Komunitas ini beranggotakan ibu-ibu atas kesamaan hobi. Dan aku senang berada di dalamnya. Banyak informasi yang didapatkan dari komunitas tersebut, yang dapat kujadikan pelajaran dan pengalaman bekal hidup untuk ke depannya.

Sebenarnya tidak hanya komunitas ibu-ibu saja yang aku ikuti. Ada juga komunitas-komunitas alumni seperti organisasi alumni almamater, baik SMA maupun kuliah, yang mana banyak kegiatan juga dilaksanakan di antara Jakarta maupun Bandung.

 

4. Pekerjaan

Setelah menjalani kehidupan berumah-tangga, kebetulan memang pasanganku memulai karir di Jakarta. Jadilah aku pun mendampingi Beliau untuk hijrah ke kota tersebut.

Pada mulanya aku memang tidak bekerja saat menapaki kaki di kota Jakarta ini. Saat itu memang, kondisinya, setelah lulus kuliah, aku langsung mau saja dipersunting calon suamiku saat itu untuk menjadi istri Beliau. Toh aku sudah merasa siap dan sudah merasa cocok-cocok saja tiada masalah, jadi untuk apa harus menunggu-nunggu lebih lama lagi. Hehe.

Baru setelah menikah, dengan suasana sebagai fresh graduate, aku pun baru mulai “menjelajah” dunia kerja yang kiranya cocok dengan latar belakang pendidikanku.

Dan lagi-lagi, dengan hanya jeda waktu kurang-lebih 3 bulan saja selepas menikah, Tuhan pun Memberikan rejeki itu kepadaku. Akupun memulai pengalamanku dalam dunia kerja di sebuah daerah di Jakarta juga. Saat itu adalah awal tahun 2014. Dan hingga detik ini, aku pun telah terlibat ke beberapa project dan semuanya berlangsung di Jakarta.

 

5. Rumah Sakit dan Dokter yang Kompeten untuk Program Hamil

Aku pikir, setelah menikah, yang namanya memiliki anak itu adalah perkara yang sangat mudah. Ibaratnya, toh sudah sah ini kan, gampang lah… Begitu pikirku dulu. Ternyata tidak demikian.

Pertengahan 2015 lalu, aku pun memulai untuk mencoba mencari-cari informasi terkait program hamil yang ada di Jakarta dan beberapa dokter Sp.OG ternama dan terkenal, khususnya dokter perempuan, yang ternyata memang banyak ditemukan di Jakarta. Walau saat itu belum mengikuti program secara sungguh-sungguh dan terhenti antara 2016 – 2017, namun pada akhir tahun 2017 lalu, aku dan pasangan baru memulai kembali untuk berprogram kembali.

Berkat dari teman-teman komunitas juga, yang memang most of them adalah asli orang Jakarta, lahir dan besar di Jakarta, aku pun mendapatkan banyak informasi dari mereka terkait rumah sakit dan dokter bagus untuk program hamil. Dan memang ternyata banyak sekali ditemukan di Jakarta.

 

6. Pusat Bisnis

Yup. Sebagai ibu kota negara, sudah pasti Jakarta menjadi pusat dari segala-galanya, salah satunya adalah sebagai pusat bisnis. Tidak hanya bisnis yang bersifat “berat-berat”, melainkan juga bisnis yang banyak digeluti oleh kaum ibu-ibu rumahan sepertiku.

Di Jakarta, aku dapat menemukan bidang minat yang benar-benar aku sukai, jika suatu saat nanti aku ingin benar-benar serius di dalam menjalani sebuah usaha atau kegiatan jual-beli (dagang). Di kota ini aku seperti menemukan banyak sekali channel untuk bisa memulai usaha di bidang yang aku minati. Itulah mengapa aku semakin senang untuk dapat menetap dan tinggal for the rest of my life di kota ini.

 

7. Hiburan dan Surga Dunia

Selain karena alasan-alasan utama di atas, aku pun menemukan kenyamanan di dalam menjalani kehidupan sehari-hari di Jakarta. Ditambah tempat-tempat belanja sehari-sehari seperti pasar, terasa lebih banyak warna dan pilihan di kota ini, dibandingkan dengan kota asalku dulu di Jawa Tengah.

Kemudian tempat-tempat hiburan untuk refreshing. Mungkin bagi sebagian orang merasa bosan mainnya ke mall lagi, ke mall lagi. Tapi bagiku, justru tidak. Tidak pernah ada rasa bosan untuk menapaki tempat-tempat hiburan tersebut, walau hanya sekedar melihat-lihat saja. Biasanya di dalam mall, ada yang namanya toko buku, itulah yang membuatku juga semakin menyukai untuk berkunjung ke mall.

Di Jakarta juga, aku banyak menemukan momen dan hiburan di mana saat masa kecilku dulu, aku tidak mampu dan tidak dapat merasakannya. Seperti halnya mainan-mainan dan kesukaan masa kecil, yang dulu hanya dapat melihat milik orang lain atau hanya melihat di majalah maupun TV, akhirnya di masa dewasa ini ternyata banyak kutemukan di Jakarta. Ditambah saat ini aku sudah memiliki penghasilan sendiri, sehingga tanpa harus melibatkan pasangan, aku pun sudah dapat memenuhi keinginan sangat tersier tersebut.

 

– – –

Jadi, itulah alasan-alasanku saat ini yang mungkin membuatku betah dan nyaman untuk hidup dan tinggal di kota Jakarta. Ditambah juga saat ini, aku menjalani kegiatan sehari-hari tanpa bertemu dengan macetnya Jakarta sama sekali. Yap, sama sekali. Mungkin faktor tersebutlah yang membuatku semakin merasa nyaman dan betah untuk tinggal di kota ini.

Walau demikian, tidak menutup kemungkinan jika suatu saat nanti, aku akan mulai move on dan jatuh cinta dengan kota lain. Who knows. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s