AMG, Culinary, Entertainment, Family & Friends, Hobby, Life, Review Hotel, Traveling

Libur Panjang Tahun Baru 2018 dan Review POP! Hotel Kelapa Gading (Lagi!)

Libur panjang tahun baru telah usai. Rasanya baru kemarin dirasakan dan dinikmati, eh, tau-tau sudah mau pertengahan Januari lagi saja.

Oke deh, kali ini saya ingin kembali me-review sebuah hotel tempat saya menginap, plus, kegiatan liburan yang saya lakukan saat menginap pada hotel tersebut.

 

– – –

 

Sebenarnya, review mengenai hotel ini pernah saya tulis dan bahas pada tulisan di blog ini juga beberapa waktu sebelumnya (klik link berikut ini). Namun saat itu merupakan tulisan perdana mengenai Review Hotel dan belum ada persiapan dengan mendokumentasikan suasana hotel dengan baik. Dan kali ini saya memastikan semua sudut kamar dapat terpotret dengan baik.

Namanya adalah POP! Hotel Kelapa Gading

 

Sekali lagi saya sebutkan, lokasi hotel ini saaaaangat dan superrrrr strategis. POP! Hotel Kelapa Gading menyatu dengan Mall Kelapa Gading 3. Kali ini saya berkesempatan menginap selama 4 hari 3 malam dan saya hanya, ya, hanya, memerlukan Rp 1.000.000,- ++ lebih sedikit. Entahlah, bagi saya jumlah sekian termasuk murah, jika dibandingkan dengan lokasi yang super strategis seperti ini. Apalagi jika dibandingkan dengan postingan saya sebelumnya mengenai hotel ini di mana harga per malam saat itu adalah Rp 425.000,-.  Plus, ini momen peak season lho, di saat suasana Tahun Baru. Jadi semakin berasa “murah”nya. Dan saya memesan hotel tersebut 2 bulan sebelum kedatangan melalui aplikasi Agoda.

 

– – –

 

Day 1 – Jumat, 29 Desember 2017

 

Jauh-jauh hari saya memang sengaja memesan untuk dapat menginap sejak hari Jumat, walau dulu jauh hari tersebut saya sudah berpikir dan tahu jika hari Jumat, 29 Desember 2017 belum libur dan bukan hari cuti bersama. Walau demikian saya hanya berpikir bahwa saya ingin “memulai” liburan long weekend saya dengan sudah berada pada hotel. Jadi, bangun tidur di pagi hari di hari Sabtu-nya, saya sudah dapat bermalas-malasan dengan suasana hotel, tanpa harus bergerak bersiap menuju lokasi liburan.

 

Alhamdulillah, tibalah juga hari Jumat tanggal 29 Desember 2017 tersebut, dan di Jumat siang harinya saya dapat “kabur”, mengingat suasana kantor juga sudah sepi sekali, dan sebenarnya banyak juga yang mengambil jatah cuti di hari tersebut.

 

Tadinya saya berniat ingin naik Kereta Commuter Line (KRL) dan nyambung-nyambung menggunakan Kopaja. Namun saya mengurungkan niat dan memikirkan saran pasangan untuk langsung naik ojol alias ojek online langsung dari kantor (di selatan) menuju Mall Kelapa Gading (di utara).

 

Sebenarnya yang terpikirkan oleh saya kemudian malah naik ojol nyambung-nyambung, misal dari kantor (Jakarta Selatan) ke Jakarta Pusat (sekitar Bundaran Hotel Indonesia atau Sudirman), kemudian dari  titik Bundaran HI atau Sudirman tersebut baru melanjutkan kembali ke Jakarta Utara (MKG). Karena saya berpikir, “sepertinya nggak mungkin ada yang mau ambil, kalaupun ambil nanti takutnya misuh-misuh”, dsb.

 

Namun  saat saya mencoba order langsung menuju Mall Kelapa Gading (MKG), ternyata ada yang mau! Saat datang pun saya langsung bilang ke Bapak Driver Ojol, “ke utara nih ya Pak, hehe”. Dan ternyata…..malah si Bapak Driver adalah orang Bekasi yang mungkin Bekasi-nya berbatasan langsung dengan area Pulogadung, yang jadinya malah lokasi tujuan saya di Kelapa Gading jadi semakin dekat dengan rumah Beliau. Haaah…..beruntunglah saya. *senang*

 

Saat sampai, beruntunglah saya sudah sekitar pukul 1 siang, sehingga sudah memasuki jam check in, alias sudah bisa check in. Ditambah, belum ada antrian check in. Yeay! Dan lebih beruntungnya lagi, saya mendapatkan service dari Mbak Resepsionis yang baaaik banget dan super ramah. Mood langsung hepi. Plus, request-request  yang saya sebutkan pada order sebelumnya, terpenuhi semua, lantai tertinggi dari jenis kamar yang dipilih, non-smoking room, dan view menghadap ke arah selatan atau arah mall sampai La Piazza. Alhamdulillah…

 

Dan beginilah penampakan kamar kami, simpel namun nyaman.

Penampakan Kamar Kami

 

Penampakan Kamar Kami dengan Kamar Mandi Simpel Tanpa Bathtub Hanya Shower

 

Penampakan Kamar Kami

 

Setelah istirahat sejenak, saya langsung menuju ke area food court mall untuk mencari makan siang.

 

Ruang Makan Hotel yang Menyambung dengan Lantai 3 Mall Kelapa Gading Bagian Food Court

 

Pasangan baru sampai sekitar pukul 19.30 WIB. Beliau tidak ikut “kabur” seperti yang sudah saya lakukan. Tentu saja tidak, biarkan Beliau serius di dalam mencari nafkah tanpa saya ganggu-ganggu. Hehe. Eeeaaa… XD

 

Malam harinya, saya dan pasangan memutuskan untuk mengisi waktu dengan menonton film Si Juki The Movie. Usai menonton, kami memutuskan untuk jalan-jalan sekitar hotel, mencari tempat makan yang mungkin masih buka. Karena sudah hampir tengah malam, terlihat sudah semua tempat makan yang berjajar banyak di sepanjang jalan kuliner Kelapa Gading tutup. Berjalan, berjalan, dan berjalan. Ternyata masih ada yang buka (dan bukan tempat dugem tentu saja), tempat makan hits  kekinian, yaitu Warunk Upnormal.

 

Warunk Upnormal Kelapa Gading

 

Warunk Upnormal Kelapa Gading

 

Warunk Upnormal Kelapa Gading

 

Warunk Upnormal Kelapa Gading

 

Oiya, setelah sekian lama tidak bermain ke area Kelapa Gading, sekarang ada perubahan pada Mall Kelapa Gading-nya, terutama bagian MKG 1 dan MKG 2. Seperti sekarang, bioskop yang biasanya ada di MKG 1, sekarang semuanya menyatu di area bioskop MKG 3 di lantai 3 yang satu lantai dengan area food court. Dan nama mall sudah berubah ditambah dengan nama developer-nya yaitu menjadi Summarecon Mall Kelapa Gading.

 

Selain itu juga, di sekitar MKG ini, terutama di jalan raya bagian depan MKG, kini sedang dibangun jalur LRT di mana LRT ini panjangnya sampai menuju area Cikarang, Bekasi (cmiiw).

 

 

Day 2 – Sabtu, 30 Desember 2017

 

 

Sabtu pagi kami lalui di dalam hotel saja. Dan baru memasuki waktu brunch, kami memutuskan untuk ke Dunia Fantasi yang berada di area Ancol, Jakarta Utara. Yeay!

 

Sebelum berangkat, kami sudah berpikir, sudah pasti nanti saat di area wisata tersebut akan saaangat ramai orang, mengingat ini adalah hari libur nasional dan semua orang di Indonesia juga libur! Dalam arti, wisatawan domestik yang datang di DuFan tidak hanya orang Jakarta atau orang yang bertempat tinggal di Pulau Jawa, melainkan banyak juga yang datang dari luar Pulau Jawa. Benar saja, saat kami sampai sekitar pukul 11 siang, kami melihat buanyaaak sekali orang yang akan masuk ke DuFan.

 

Antrian Panjang Masuk Dunia Fantasi di Libur Panjang Tahun Baru 2018

 

Jadi, saat kami datang, terdapat promo Tiket Masuk Annual yang harganya sama dengan Tiket Masuk Reguler sebesar Rp 335.000,-. Tiket Masuk Annual  ini merupakan tiket masuk ke DuFan di mana sepanjang tahun 2018, kita dapat masuk DuFan secara free alias gratis. Jadilah semua orang yang datang membeli tiket masuk yang Tiket Masuk Annual.

 

Formulir yang Harus Diisi untuk Mendapatkan Annual Card Dunia Fantasi

 

Semakin siang semakin panas. Antrian pun semakin mengular. Semakin siang semakin banyak pengunjung yang datang. Tidak hanya wisatawan domestik, melainkan juga wisatawan manca negara saya lihat ikut meramaikan suasana liburan di Dunia Fantasi siang hari itu.

 

Antrian di “Balai Kota” Dunia Fantasi untuk Menukar Formulir Isian dengan Annual Card

 

Setelah mengantri hampir 30 menit lamanya, akhirnya kami pun mendapatkan tiket masuk yang ternyata kami harus mengantri kembali di “Balai Kota” yang baru kemarin saat ke DuFan saya ketahui bahwa terdapat bangunan baru miniatur Taman Fatahillah lengkap dengan gedung Balai Kota Jadul. Nah di dalam gedung tersebutlah kami menukar tiket masuk annual kami, dengan sebelumnya juga kami harus mengisi formulir yang telah disediakan. Well, kembalilah kami mengantri selama kurang lebih 20 menit-an. Haha.

 

Akhirnya, setelah 30 menit-an kami mengantri, didapatkanlah Annual Access Card kami, yeay!

 

Annual Card Dunia Fantasi

 

Setelah mendapatkan kartu dan akhirnya beneran bisa masuk, kami tidak langsung menuju wahana, melainkan beli jajanan kentang goreng dulu di dekat pintu masuk, dekat komedi putar, haha. Jam sudah menunjukkan hampir pukul 1 siang. Dan…kami pun kembali mengantri. Hahaha. XD

 

Untunglah tidak lama kemudian, kami pun sudah mendapatkan kentang goreng kami.

 

Dan wahana pertama yang kami coba adalah Tornado! Awalnya saya hanya iseng saja menyebutkan ingin naik wahana tersebut kepada pasangan. Sembari makan kentang goreng kami, kami bersama pengunjung lain di bagian pedestrian samping wahana, menyaksikan para pengunjung yang sedang naik wahana tersebut. Nampaknya seru! Begitu saya pikir. Plus, nampaknya antrian Tornado masih saaangat sepi bila dibandingkan dengan wahana-wahana lain. Jadilah setelah menghabiskan kentang goreng kami, naiklah kami ke wahana.

 

Hasilnya? Saya mual, benar-benar mual! Seru memang naik wahana Tornado, tapi tidak lagi-lagi deh. Masih untung saya tidak sampai muntah-muntah. X(

 

Muka Udah Mau Nangis Ketakutan 😦

 

Wahana berikutnya, kami memutuskan untuk masuk ke dalam Rumah Boneka. Kondisi perut yang masih sangat mual dan saya yang hampir menyerah, membuat saya meminta kepada pasangan untuk naik wahana yang santai-santai saja.

 

Awalnya ragu saat akan memasuki wahana Rumah Boneka tersebut, mengingat antrian yang menguuular puanjaaang sekali. Akhirnya kami pun tetap masuk ke dalam antrian. Yah, begitulah suasana libur panjang. Di wahana manapun pasti ramai.

 

Setelah kurang lebih 1 jam, akhirnya kami pun mendapat giliran untuk masuk ke dalam wahana dengan menaiki perahu yang digerakkan oleh pompa untuk menyusuri dan melintasi bagian dalam Rumah Boneka.

 

Usai dari Rumah Boneka, kami memutuskan untuk melihat-lihat sekitar, barangkali ada sesuatu yang dapat kami makan di siang hari tersebut.

 

Sampailah kami di area Rumah Jahil dan Rumah Miring. Di sana terdapat kedai snack yang sepertinya baru buka, di mana ia menawarkan snack cumi-cumi yang dipanggang, di mana cumi-cumi tersebut di-press ke dalam mesin panggang, dan penyajiannya ditusuk sate. Rasanya? Yummy…! 

 

Korean Roasted Squid Mashita

 

Setelah makan snack gurita, kami melanjutkan petualangan kami untuk memasuki wahana Rumah Jahil dan Rumah Miring.

 

Sebelum lanjut kembali, saya beristirahat sejenak di sebuah panggung di dekat area tersebut. Saya tidur-tiduran sejenak beberapa menit. Tidak hanya saya yang rebahan beristirahat, terlihat beberapa pengunjung lain juga tidur-tiduran di sekitar kami. Beruntunglah saya dan pasangan masih mendapatkan space untuk beristirahat, mengingat panggung tersebut sangat kecil.

 

Setelah beristirahat sejenak, kami melanjutkan perjalanan dengan terlebih dahulu Sholat Dzuhur dan Sholat Ashar.

 

Usai sholat, kami penasaran dengan wahana Ice Age yang saat itu sedang tidak beroperasi, akan tetapi terlihat ada 2-3 orang petugas yang berdiri di depan wahana tersebut seperti sedang menjaga sesuatu tapi tidak ada apa-apa di sekitar mereka. Kami pun menghampiri dan menanyakan wahana Ice Age yang tutup tersebut. Namun ternyata, dari jawaban para petugas tersebut, walau Ice Age tidak beroperasi, di dalam gedung wahana terdapat wahana lain seperti Perahu Ice Age yang dapat berputar-puar dan wahana Hello Kitty.

 

Di dalam gedung juga terdapat tempat jajanan dan makanan. Dan saya memutuskan untuk membeli sebuah nasi dalam mangkuk kertas yang ternyata sepertinya anak perusahaan Hoka-Hoka Bento. Usai makan, kami melanjutkan masuk ke dalam wahana Rumah Hello Kitty.

 

Rumah Hello Kitty

 

Usai dari Rumah Hello Kitty, kami melanjutkan ke wahana yang saat itu sedang sering ditayangkan dalam iklan Dunia Fantasi di TV, yaitu wahana permainan Galactica. Lokasinya bersebelahan dengan restoran cepat saji Mc Donald di bagian dalam.

 

Seperti yang sudah ditebak, betul saja, antri panjang! Haha. Yasudah, karena penasaran, kami pun ikut mengantri. Selama kurang lebih 1 jam-an, akhirnya kami pun mendapat giliran masuk ke dalam wahana.

 

Akan tetapi………………..

 

Ternyata “menu utama” wahana tersebut yaitu tembak-tembakan, mendadak tidak beroperasi dan terjadi masalah teknis di dalam pengoperasiannya.

 

Yah……….penonton kecewa. 😦

 

Kami pun diarahkan keluar wahana dengan diberikan cap stempel tambahan di tangan kami, agar nanti jika sudah dapat beroperasi kembali, kami dapat masuk melalui Pintu Khusus pemegang Kartu Premium  tanpa mengantri. Tetap saja, kami menjadi kecewa. Karena sudah hampir 1,5 jam kami mengantri, eh, malah batal bermain. Hiks, hiks. 😦

 

Terlihat Petugas Wahana “Galactica” yang Panik dan Bingung Rembugan

 

Baiklah, daripada kami memendam kesedihan, akhirnya kami memutuskan ke area wahana Bianglala. Namun ketika melihat antriannya plus hari sudah mulai gelap, pada awalnya saya agak malas. Namun karena saya penasaran dan belum pernah sama sekali naik wahana tersebut sebelum-sebelumnya saat mengunjungi DuFan, akhirnya kami pun ikut ke dalam antrian panjang tersebut.

 

Dan…kembali. Setelah hampir 2 jam kami mengantri, akhirnya kami dapat masuk ke dalam wahana. Hah…akhirnya. Kalau dipikir-pikir, kok kami mau-maunya ya mengantri lagi selama itu, padahal sebelumnya kami sudah mendapatkan zonk setelah mengantri selama 1 jam-an. Haha.

 

Akhirnya sekitar pukul 8 malam kami menyudahi petualangan kami di Dunia Fantasi Ancol.

 

Oiya, setelah turun dari wahana Bianglala, kami melihat kalau wahana Ice Age MENDADAK dibuka dooonk. Hahaha. Namun karena badan sudah lelah, kami memutuskan untuk pulang kembali ke Kelapa Gading.

 

Sesampainya di Kelapa Gading sekitar pukul 20.30 WIB, kami langsung menuju ke restoran seafood yang di malam sebelumnya kami melihat sudah tutup. Namanya adalah Rumah Makan Seafood Wiro Sableng 212. Saya terbayang-bayang dengan Kepiting Raksasa yang pernah saya makan beberapa waktu sebelumnya di Rumah Makan Kepiting Asap Cendrawasih Lebak Bulus. Di restoran Wiro Sableng 212 ini juga tersedia menu kepeting raksasa tersebut dengan beberapa bumbu pilihan.

 

Makan Malam Besar di Rumah Makan Seafood “Wiro Sableng 212” Kelapa Gading

 

Kepiting Saus Telur Asin “Wiro Sableng 212” Kelapa Gading

 

Kerang Dara Rebus “Wiro Sableng 212” Kelapa Gading

 

Cumi Bakar “Wiro Sableng 212” Kelapa Gading

 

Udang Goreng Saus Mentega “Wiro Sableng 212” Kelapa Gading

 

Setelah makan malam, kami kembali ke hotel.

 

Berhubung hari itu adalah hari Sabtu, kami memutuskan akan menikmati nonton film midnite di MKG. Karena midnite hanya ada di hari Sabtu saja, tidak ada di hari lain. Kami sudah membeli tiket sejak kami masih di DuFan di siang harinya. Film yang kami tonton adalah Bleeding Steel, di mana pemeran utamanya adalah Jackie Chan.

 

Sekitar pukul 2 pagi, kami pun menyudahi aktivitas kami di hari Sabtu tersebut.

 

 

Day 3 – Minggu, 31 Desember 2017

 

Hari Minggu pagi kami mulai seperti biasa dengan sarapan di dalam hotel. Ternyata memang betul, pengunjung hotel di liburan panjang kali itu benar-benar ramai! Tidak seperti pada kunjungan kami sebelumnya pada hotel ini.

 

Hari itu kami memutuskan untuk ke daerah Pekan Raya Jakarta (PRJ) Kemayoran. Menurut berita di TV beberapa waktu lalu yang pernah saya lihat, sedang diadakan bazaar besar-besaran dari beberapa instansi bertajuk “Big Bang Jakarta“. Memang sih, suasana pada acara tersebut tidak seramai saat PRJ. Acara tersebut lebih ke ajang acara cuci gudang diskon akhir tahun.

Naik Bajaj dari MKG 3 Menuju PRJ Kemayoran

 

Minggu pagi itu langit tidak begitu cerah seperti pada hari sebelumnya dan agak sedikit mendung. Kami memutuskan pergi ke Kemayoran dengan menggunakan bajaj yang memang sedang ngetem di depan Mall Kelapa Gading 3.

 

Sesampainya di JIExpo Kemayoran, kami disambut oleh petugas dari JakFM. Mendadak kami ditawari promo untuk masuk gratis ke dalam acara pameran dengan cara meng-install aplikasi radio tersebut. Akhirnya kami pun mengikuti arahan dari mas petugas tersebut dan mendapatkan free tiket masuk.

Tiket Masuk “Big Bang Jakarta” GRATIS dari JakFM

 

Tiket Masuk “Big Bang Jakarta” GRATIS dari JakFM

 

Setelah masuk ke area pameran, kami langsung menuju spot tempat makan untuk makan siang terlebih dahulu sebelum berkeliling. Saat kami makan, benar saja, hujan turun sangat deras! Angin juga bertiup sangat kencangnya. Bahkan air hujan sampai terciprat ke bagian teras dalam bangunan saking deras dan kencangnya. Beruntungnya tidak ada kejadian aneh-aneh yang terjadi. Dan tidak sampai 30 menit, hujan pun sedikit reda.

Menu Makan Siang Hari Itu

 

Suasana Hujan Angin Deras – View dari Tempat Kami Makan Siang

 

Saya dan pasangan pun kembali meneruskan kegiatan usai makan siang dengan masuk ke dalam beberapa area pameran di dalam gedung.

 

Seperti biasa terdapat peralatan rumah tangga, elektronik, handphone, mainan anak, kosmetik, bahkan travel fair pun juga diselenggarakan dalam bazaar. Terlihat antrian tersendiri untuk acara travel fair tersebut. Dan travel fair  tersebut diadakan oleh maskapai Sriwijaya Air.

Salah Satu Suasana Bazaar “Big Bang Jakarta”

 

Kami pun puas berkeliling, namun tidak ada satu pun barang yang berhasil kami lirik, akhirnya kami menuju ke pusat kuliner kembali. Di sana kami akhirnya malah menikmati kuliner durian yang katanya asli dari Medan. Mantab!

 

Kuliner Durian Asli Medan

 

Setelah makan durian, kami memutuskan pulang kembali saja ke Kelapa Gading. Kami pun beristirahat sore hari hingga waktu Isya’ di dalam kamar hotel. Sembari suami tidur-tiduran dan main game, saya menelepon Ibu saya yang juga sedang beraktivitas liburan tahun baru di sebuah tempat yang sejuk bernama Sarangan yang dekat dari Cepu. Ibu tidak sendiri, Beliau ditemani Ayah dan adik saya, serta bersama dengan teman Ayah di Cepu.

 

Sore hari tersebut, saya menikmati betul-betul suasana menjelang Maghrib. Pasca hujan, langit begitu indah dan sangat cerah. Terlihat semburat orange di ujung selatan sana.

 

Suasana Sore Hari Terakhir 2017 – Lokasi Kelapa Gading

 

Selepas Sholat Isya’, kami memutuskan untuk berkeliling mall sepanjang MKG 5, MKG 3, MKG 2, MKG 1, dan La Piazza. Kami juga mencari tempat untuk aktivitas makan malam kami.

 

Namun apa yang terjadi? Tempat makan – tempat makan yang menjadi tujuan dan keinginan kami, semuanya full alias penuh dan harus waiting list jika ingin benar-benar makan di tempat-tempat tujuan kami tersebut. Berawal dari 1 tempat, pindah ke tempat lain karena tujuan awal full, yang berujung nggak nemu, akhirnya saya memutuskan untuk keluar mall dan berjalan ke area rumah makan seafood yang berjejer.

 

Akhirnya saya masuk ke dalam Rumah Makan Seafood Pondok Pangandaran. Akhirnya makan seafood lagi malam itu. Haha. Beruntungnya masih ada tempat, terutama bagi kami yang hanya berdua saja.

Rumah Makan Seafood “Pondok Pangandaran” Kelapa Gading

 

 

Udang Jumbo Goreng Mentega “Pondok Pangandaran” Kelapa Gading

 

Udang Jumbo Saos Pangandaran “Pondok Pangandaran” Kelapa Gading

 

Cumi Bakar “Pondok Pangandaran” Kelapa Gading

 

Kerang Dara Rebus “Pondok Pangandaran” Kelapa Gading

 

Usai makan malam, kami kembali lagi ke hotel dan memutuskan untuk tidak keluar-keluar lagi hingga tengah malam. Ya, tengah malamnya adalah malam pergantian tahun dari tahun 2017 menuju tahun 2018.

 

Di dalam menunggu datangnya tengah malam, kami pun hanya mengamati kondisi langit malam hari melalui jendela kamar kami. Sebenarnya terdapat acara konser musik di halaman La Piazza, namun kami tidak tertarik untuk masuk. Kami cukup memperhatikan dari jauh lampu-lampu suar yang menyorot ke langit yang bersumber dari panggung acara konser tersebut. Kebetulan memang view kamar kami ini adalah yang menuju ke arah mall dan La Piazza.

 

Kami juga melihat acara di TV yang menyiarkan siaran langsung acara pergantian tahun di berbagai daerah di Indonesia. Setengah jam menuju tengah malam, mulai terdengar suara kembang api dari kejauhan. Kami pun mulai heboh dengan mematikan lampu kamar dan mulai melihat ke arah luar kamar. Saya pun mulai sibuk dengan kamera saya dan suamipun mulai sibuk dengan hape-nya. Haha.

 

Tengah malam pun tiba. Akhirnya yang ditunggu-tunggu dari arah La Piazza, muncul juga kembang api terdekat dan terbesarnya. Karena beberapa menit sebelumnya, fireworks yang muncul hanya dari wilayah sekitar dan dari arah yang jauh-jauh.

 

Fireworks Mulai Muncul dari Arah La Piazza

 

Fireworks dari Arah La Piazza

 

Euforia kami malam itu benar-benar terasa. Sekitar pukul 00.30 WIB kami baru berangkat tidur.

 

Day 4 – Senin, 1 Januari 2018

 

Aktivitas pagi kembali berjalan seperti biasanya. Namun setelah Sholat Subuh kami memutuskan untuk kembali berlabuh ke Pulau Kapuk. Maklum, baru tidur 4 jam dan rasanya ngantuk sekali. Haha. Walau begitu kami tetap tidak melewatkan waktu sarapan kami di hotel. (nggak mau rugi bo’ hehe)

 

Sekitar pukul 11 siang kami sudah siap berkemas dan siap untuk check out dari hotel.  Sebelum pulang ke Pondok Pinang, kami menyempatkan datang sejenak ke area pameran “Star Wars” di dalam Mall Kelapa Gading 3 untuk sekedar melihat-lihat. Siang hari itu kami memutuskan untuk kembali ke Jakarta Selatan dengan menggunakan taksi. Mengingat bawaan kami yang juga sudah “beranak” akibat libur panjang kali itu.

Pameran Star Wars di MKG 3

 

Berfoto dengan Lightsaber

 

– – –

 

Liburan usai. Akhirnya kami pun benar-benar dapat bersantai selama 4 hari full. Benar-benar rasanya energi recharged walau bagi sebagian orang berkesan “liburannya kok ke situ-situ lagi sih”. Hehe.

 

So, alhamdulillah. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s