AMG, Curhat Terbuka, Life

Tahun Baru, Semangat Baru

Woohoo! Tidak terasa sudah memasuki tahun baru 2018! Selamat tahun baru 2018!!! 😀

Berhubung tema pada minggu ini bernuansa dengan yang baru-baru, jadilah saya memutuskan untuk sedikit bercerita tentang beberapa hal yang diharapkan bisa menjadi “baru” di tahun 2018 ini. (mudah-mudahan masih nyambung ya dengan tema minggu ini, hehe) Nah, apa sajakah kira-kira yang menjadi pengharapan di tahun baru 2018 ini? So, let’s check this out, gan

 

Matahari Terakhir di Tahun 2017 – View dari Kamar Hotel Tempat Kami Menginap Liburan Long Weekend Tahun Baru

 

– – – – –

 

Di tahun 2018 ini, saya berharap akan ada banyak hal yang baru-baru. Entah seperti pengalaman baru, tantangan baru, serta kehidupan baru. Sebenarnya saya juga berharap dapat merubah kebiasaan-kebiasaan buruk di masa lalu agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih baru lagi di tahun ini. Seperti misalnya, mampu melawan rasa malas, mampu berkomitmen dengan baik dan sungguh-sungguh terhadap cita-cita serta impian yang diharapkan, dan berbagai hal baru lainnya.

 

Tahun baru, semangat baru.

 

Mungkin ungkapan tersebut terdengar cliche dan merupakan sesuatu yang suka berulang-ulang diucapkan oleh banyak orang. Namun apa salahnya, di dalam momen pergantian tahun seperti ini, kalimat tersebut dapat dimaknai dengan betul-betul dan sungguh-sungguh di dalam pelaksanaannya.

Dan beberapa hal berikut ini merupakan impian-impian kecil saya yang diharapkan dapat terlaksana di tahun ini. Ya, harapan-harapan baru dalam hidup saya.

 

Berharap Memiliki Pekerjaan Baru dengan Tantangan Baru

Sebenarnya, hal ini terkesan dan terdengar “tidak bersyukur”. Bagaimana tidak? Dalam 1 tahun ini, saya berkesempatan dapat bekerja dekaaaaat sekali dengan rumah. Bahkan jika ditempuh dengan berjalan kaki, saya hanya butuh waktu 15 menit saja, dan jika menggunakan motor dapat ditempuh kurang dari 5 menit waktu perjalanan! Ditambah, salary yang didapatkan perbulannya pun dapat saya katakan jauh lebih daripada cukup. Kemudian ada lagi, waktu masuk kantornya pun pukul 08.30 WIB, dengan terdapat “batas toleransi tidak tertulis” di mana jika sampai kantor pukul 09.00 WIB ya tidak apa-apa, khususnya bagi pegawai yang rumahnya jauh-jauh.

Sudah dekat, gaji lumayan, nggak perlu bertemu dengan kemacetan dan keganasan polusi Jakarta setiap harinya, berangkat ngantor pun dapat dikatakan “bisa siang” dan terhitung sangat santai saat menuju ke kantornya, plus di siang harinya bisa pulang ke rumah jika ingin beristirahat makan siang di rumah. Enak bukan?

Namun di sinilah gejolak perasaan batin mulai muncul. Sebenarnya saya sudah bergabung dengan perusahaan ini jika ditotal-total, sudah hampir 2,5 tahun lamanya. Pertama kali dulu di tahun 2015 saya join, saya ditugaskan sebagai seorang asisten engineer di mana saya merasa pekerjaan tersebut sesuai dengan background jurusan kuliah saya. Sampai tiba di akhir 2016 saat project sebagai asisten engineer berakhir, di mana project berikutnya yang hendak saya handle ternyata setelah berjalannya waktu hingga di tahun 2017, tidak ada hubungan sama sekali dengan background jurusan kuliah saya, membuat saya kembali berpikir. Walau begitu memang, pekerjaan tersebut merupakan sesuatu ilmu yang sangat baru juga bagi saya.

Dan di akhir tahun 2017 kemarin itulah saya kembali mulai berpikir. Untuk pertama kalinya saya pun merasa “ketakutan” jika suatu saat nanti betul, “saya tidak bisa apa-apa dan tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan yang lain-lainnya“. Terutama setelah beberapa waktu lalu seorang senior rekan kerja menasehati dan bertanya kepada saya, seperti yang sudah pernah saya tulis juga sebelumnya pada blog ini (klik link berikut).

Saya berharap di tahun ini, saya dapat merasakan pengalaman baru, tantangan baru, dengan suasana baru dalam dunia pekerjaan. Entahlah, saya merasa, sepertinya mungkin saya harus keluar dari zona nyaman saya untuk sementara ini dengan memperkaya diri sendiri dengan pengalaman-pengalaman baru, terutama yang berkaitan dengan background pendidikan. Entahlah, ini adalah mimpi saya yang sungguh  sangat dadakan sekali, yang tiba-tiba muncul dalam pikiran saya, di mana mungkin bagi sebagian orang hal ini bukan sesuatu yang penting-penting amat, dan mungkin bagi sebagian orang lainnya lagi menganggap hal ini adalah sesuatu yang “terlambat”.

Mungkin dalam waktu dekat, saya akan me-lobby atasan saya atau sekalian saja big boss saya agar dapat diberikan tugas-tugas baru yang masih terkait dengan background jurusan kuliah, mengingat sebenarnya kantor di mana saya bekerja ini juga bergerak dengan bidang yang salah satunya malah berkaitan erat sekali dengan jurusan kuliah saya.

Yah…mudah-mudahan ada jalan. Aamiin..

 

Memiliki Skor Bahasa Inggris Baru

Keinginan dan impian ini sebenarnya sudah lamaaaaa sekali ingin saya lakukan dan jalani. Bahkan dari tahun 2014 saya sudah ingin sekali mengambil sebuah tes Bahasa Inggris di mana sertifikatnya bertaraf internasional, dalam arti skor atau nilai Bahasa Inggris kita diakui di dunia. Selama ini saya hanya mengikuti beberapa tes online dalam website karir dan beberapa tes TOEFL prediksi guna melamar pekerjaan ke beberapa instansi yang membutuhkan skor TOEFL.

Nah, keinginan berikutnya ini merupakan tes Bahasa Inggris IELTS. Saya ingiiiiin sekali bisa untuk mengambil tes jenis ini. Tes IELTS yang ingin saya ambil adalah IELTS akademik, di mana nantinya dapat digunakan dalam mendaftar sekolah-sekolah di luar negeri (jika ada keinginan mencoba mendaftar sekolah-sekolah di luar negeri). Namun yang membuat tidak maju-maju sejak dahulu dan sejak kemarin-kemarin itu adalah karena memikirkan sebuah ketakutan akan “resiko fatal” jika gagal dalam tes ini, di mana uang yang sudah dibayarkan akan hangus begitu saja jika kita gagal dalam tes. Setidaknya itu adalah informasi yang pernah saya baca dan saya dengar dari teman-teman dan dari pengalaman-pengalaman mereka.

Jadi, yang dapat saya lakukan sekarang adalah, niatnya harus diperkuat, harus dapat meluangkan waktu di malam hari dan di hari libur untuk belajar IELTS, dan tentu saja harus bersungguh-sungguh.

 

Memiliki Anggota Keluarga Baru

Nah, ini-niiih…..haha. Saya akhirnya di pertengahan tahun 2017 kembali melakukan program hamil seperti yang sudah pernah saya lakukan di tahun 2015. Namun kali ini ingin lebih serius lagi.

Semenjak akhir tahun 2015, entah mengapa pikiran saya amat-sangat enteng jika dihadapkan dengan hal ini. Betul, hingga detik ini, saya dan pasangan belum juga dikaruniai seorang anak pun. Akan tetapi, kami tidak bersedih, khususnya saya, dengan segala tekanan dari sana-sini, memutuskan untuk tidak akan pernah bersedih lagi, melainkan akan terus berusaha dan berdoa. Oleh karenanya di tahun 2017, saya dan pasangan kembali untuk meneruskan apa yang sudah kami mulai dahulu. Akan tetapi, di dalam pelaksanaannya, kami tidak akan terburu-buru, dan cenderung jauh lebih rilex. Kami tidak akan memaksakan kehendak kepada-Nya, kami akan sersan, serius tapi santai. Dan yang terpenting adalah dapat selalu menjalani hidup dengan kesenangan dan kebahagiaan, bagi saya itu sudah lebiiih daripada cukup. Lagipula, saya tidak khawatir, karena Dia-lah Sang Maha Pengatur Rizqi kita.

 

Mencoba Tantangan Baru dengan Mendaftar Sekolah S2

Mungkin bagi sebagian orang hal ini merupakan sesuatu yang saaaaangat terlambat.

 

Mengapa baru sekarang? Mengapa tidak dulu saat baru lulus kuliah? Mengapa tidak saat belum menikah?

 

Mengapa, mengapa, dan mengapa.

 

Entahlah, sebenarnya ini keinginan yang sangat tiba-tiba sekali dan terus terang mungkin karena dipengaruhi oleh melihat teman-teman di kanan-kiri saya saat ini. Kesibukan dan keasikan bekerja dan mencari uang, terkadang memang membuat terlena. Tau-tau sudah berganti bulan dan tau-tau sudah berganti tahun lagi. Hehe.

Lalu, ingin mendaftar ke mana? Sudah ada sih keinginan ke suatu tempat. Tapi mungkin saya akan fokus dulu dalam menyiapkan dokumen-dokumen yang dibutuhkan. Jadi? Ya…tidak ada salahnya kan mencoba? 🙂

 

Memiliki Konsep Baru dalam Mengelola Online Shop

Sejak tahun 2014 akhir, saya menjajal untuk berjualan tas di dunia online, mengingat saat itu masa-masa saya pertama kali bekerja dan memiliki gaji sendiri, dan merasa “sudah mampu” membeli barang-barang yang saya inginkan, yang tentu saja bersifat konsumtif. Saat itu saya tertarik dengan tas-tas branded di mana harganya tidak murah, dan tentu saja asli, no kw.

Namun saat itu, saya pikir-pikir kembali, jika saya membeli tas dan begitu terus, beli, beli, beli, dan numpuk, bisa jadi malah menguras tabungan begitu saja dan tidak berbekas sama sekali di tabungan. Berjalannya waktu, saya pun melihat dunia jual-beli tas branded di dunia maya dan di sisi lain juga melihat potensi pasar di masyarakat wanita Indonesia akan ketertarikan mereka pada tas-tas lucu-lucu yang cantik-cantik, tas import, yang memang salah satunya ada juga golongan pecinta tas kw. Namun dari sinilah saya belajar, bagaimana bentuk tas branded yang benar-benar asli dan bagaimana bentuk palsunya atau kw-nya, dan sebagainya. Tidak berhenti di sana, saya pun melihat adanya trend terbaru dari tas-tas import yang datang ke Indonesia tanpa menggunakan merk, alias tanpa brand, ternyata juga banyak diminati oleh kalangan perempuan luas di Indonesia, di mana saya dapat menjual tas-tas tersebut dengan harga relatif sangat murah.

Berjalannya waktu, saya pun menjajal berjualan tas branded dan sekaligus juga tas import. Dan semakin berjalannya waktu, saya merasa penjualan tas import memiliki nilai yang jauh lebih bagus dibandingkan dengan penjualan tas branded. Jadilah untuk saat ini, saya fokus terlebih dahulu di jual-beli tas import dan masih berjalan hingga sekarang. Namun di kemudian hari, saya masih bermimpi untuk memiliki sendiri toko tas branded yang jelas asli, no kw, dan saat ini masih belajar melihat-lihat dan “mencuri” ilmu dari teman-teman komunitas yang juga sedang saya ikuti, agar kelak dapat menuju kepada impian tersebut. Aamiin..

(wah, panjang ya latar belakangnya, haha, maap, maap) XD

 

Nah, di tahun 2018 ini saya menginginkan konsep baru di dalam penataan dan pengelolaan online shop yang kini sudah berjalan, sehingga dapat beriringan dengan kegiatan harian saya yang mungkin masih berkantor secara reguler. Sebenarnya keinginan ini sudah muncul sejak tahun lalu. Namun, akibat bermacam-macam alasan pembenaran diri ini, saya pun jadi lupa. Haha.

Bagi teman-teman yang ingin mampir untuk sekedar melihat-lihat, khususnya pengguna Instagram, boleh mampir lhooo silakan. 🙂 Link di bawah ini boleh di-klik, hehe.

http://www.instagram.com/tas.batam_murah

dan ini: (masih belum berfungsikarena sebelumnya berjualan tas branded via facebook)

http://www.instagram.com/tas_authentic

 

Memiliki Berat Badan Baru

Naaah…kalau ini sih baru yang namanya tantangan “terberat” ya. Hahaha. 😀

Sebenarnya keinginan untuk menurunkan berat badan itu sudah muncul sejak tahun jebot, entah dari kapan tau sudah ingin melakukan. Akan tetapi…entah mengapa adaaa saja alasan-alasan yang terkesan dan terlalu dibuat-buat ya rasanya. Haha.

Di tahun 2017 kemarin, saya dan pasangan bertemu dengan 2 orang dokter Sp.OG di mana salah seorang diantaranya mengatakan bahwa, saya overweight 14 kilogram! What? Ha..ha..ha.. Selama ini saya hanya tau kalau saya beratnya sudah melebihi ambang “aman”, namun tidak pernah punya patokan besaran angka yang harus dikejar atau diturunkan. Tah eta!

Yah…mudah-mudahan pertemuan dengan seorang dokter Sp.OG tersebut merupakan sebuah “hidayah” buat saya, sehingga saya pun tidak bandel ke depannya dan benar-benar mulai bersungguh-sungguh di dalam upaya penurunan berat badan. Ya, mudah-mudahan ya.. Hahaha.

 

– – – – –

Laluuuuu…jika dilihat dari beberapa keinginan-keinginginan yang serba baru di atas (dan super sangat lebay sepertinya ya), secara nalar dan logika, jika semuanya terwujud berbarengan dan bersama-sama di tahun ini (..aamiin..), maka akan saling tumpang-tindih. Haha. (kayak yang gampang simsalabim jadi apa prok-prok-prok gitu yak) XD

Namun, berdasarkan pengalaman-pengalaman yang sudah-sudah, menurut saya bagi seseorang yang agak pemalas dan mager-an seperti saya, baiknya semua dilakukan secara paralel saja, alias secara bersama-sama saja. Anggap seperti sedang berkegiatan sehari-hari seperti biasanya saja. (mudah-mudahan benar bisa nggak malas di tengah-tengah ya)

Dan memulai tahun ini, saya “ditemani” oleh Buku Agenda cantik yang saya dapatkan dari Majalah Gogirl! edisi Bulan Desember 2017. Ngomong-ngomong soal majalah yang satu ini, entah mengapa sekarang bertransformasi wujudnya menjadi majalah yang cantik dan ciamik bingiiittt dibandingkan dengan penampakannya di tahun-tahun sebelumnya saat saya masih duduk di bangku SMA, sekitar tahun 2005 – 2008. Bener-bener beda dan fresh!

Buku Agenda Cantik “2018 Goals” Persembahan dari Majalah Gogirl!

 

So, apakah teman-teman juga sudah siap menyambut dan menyongsong hari-hari baru di depan sana? Apakah sudah siap menerima tantangan-tantangan baru yang diberikan dunia? Yuk mari kita ber-se-ma-ngattt! Yeay! 😀

Advertisements

2 thoughts on “Tahun Baru, Semangat Baru”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s