Entertainment, Family & Friends, Hobby, Life, Review Film, Traveling

Review Film “Susah Sinyal”

Halo lagi internet!

Kali ini saya ingin kembali me-review sebuah film, lebih tepatnya bercerita tentang sebuah film. Dan film yang akan saya bahas adalah film Indonesia. Judulnya adalah “Sunyah Sinyal” dengan disutradarai oleh Ernest Prakasa.

Sedikit cerita, Ernest Prakasa merupakan seorang Stand Up Comedian yang sebelumnya telah mengikuti kompetisi Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) Kompas TV Season Pertama yaitu tahun 2011 dan berhasil mendapatkan peringkat ketiga. Berjalannya waktu, Ernest malah terlihat semakin melebarkan sayapnya di dunia tulis-menulis buku dan membuat film. 

Beberapa waktu sebelumnya, sebuah film berjudul “Cek Toko Sebelah” telah semakin membuat saya semakin “mengenal” sosok Ernest seperti apa di dalam dunia perfilman. Dari “Cek Toko Sebelah” juga, saya dapat menyimpulkan bahwa Ernest ini memang keren banget kalau harus membuat film ber-genre drama komedi berbobot. Tidak sembarang komedi, melainkan juga dapat memasukkan unsur nilai-nilai positif yang dapat diambil hikmahnya.

Seperti film Indonesia satu ini yang baru saja saya tonton, yaitu film “Susah Sinyal”.

Oiya, hokinya, saat kemarin membeli tiket nonton film ini, saya mendapatkan free CD Stand Up Comedy dari para pemain “Susah Sinyal“. Hehe.

 

Free CD Susah Sinyal

 

– – – – –

 

Susah Sinyal” mengisahkan kehidupan seorang wanita single parent yang sangat sukses dan bertipe workaholic dengan seorang anak yang sedang beranjak remaja. Dikisahkan wanita ini telah berpisah sejak lama dengan suaminya sejak anak perempuannya tersebut berusia 2 tahun.

Namanya adalah Ellen, seorang pengacara yang sangat sukses. Berjalannya waktu, Ellen memutuskan untuk membuat sebuah law firm sendiri di bawah pimpinannya dengan dibantu oleh sahabat terbaiknya yaitu Iwan. Ellen memiliki seorang anak perempuan yang saat ini sedang duduk di bangku SMA, bernama Kiara. Sehari-hari Ellen dikenal sebagai seorang wanita pekerja keras dan seorang ibu yang sangat sibuk.

Kiara sehari-hari ditemani oleh Oma-nya, yaitu Oma Agatha, Mama-nya Ellen. Kiara merasa bahwa Mamanya super dan sangat sibuk, sampai-sampai tidak memiliki waktu sama sekali dengannya. Dikisahkan bahwa Kiara dan Ellen jarang sekali berbincang. Ellen pun jika pulang ke rumah selalu di malam hari atau sudah sangat larut.

Hingga suatu hari, Oma Agatha terkena serangan jantung dan meninggal dunia. Kiara pun akhirnya sangat bersedih karena kehilangan seseorang yang sangat ia cintai dan seseorang yang sangat dekat dengannya sehari-hari. Berjalannya waktu, Kiara membuat ulah di sekolah sampai-sampai Ellen pun dipanggil oleh pihak sekolah, yaitu Guru BK. Bincang, bincang, dan berbincang, Guru BK pun menasehati Ellen agar mengurang-ngurangi kesibukannya sebagai seorang pengacara dan sesekali mengambil waktu libur bersama dengan Kiara berdua saja.

Maka, ide rencana liburan pun Ellen utarakan juga kepada Kiara saat Ellen mengantar Kiara ke sekolah. Dikisahkan dalam fim bahwa Kiara memang sedang ingin mengunjungi sebuah pantai atau daerah baru yang belum pernah ia kunjungi, sementara Ellen menyerahkan sepenuhnya kepada Kiara ke mana tujuan wisata yang Kiara inginkan. Dan pilihan pun jatuh kepada Sumba, sebuah pulau cantik di Nusa Tenggara Timur.

Pada saat yang sama, law firm milik Ellen sedang menangani kasus perceraian seorang aktris yang sangat terkenal di Indonesia. Dan dalam waktu yang bersamaan dengan jadwal liburan ke Sumba, akan diselenggarakan sebuah sidang penting atas kasus tersebut, dan Ellen pun menyerahkan kepada Iwan, sahabatnya beserta anak magang bernama Astrid. Astrid inilah koneksi Ellen untuk mendapatkan travel agent di Sumba. Dan travel agent di Sumba ini adalah milik Tante-nya Astrid, Tante Maya.

 

 

Wisata ke Sumba

Akhirnya, sampailah juga Ellen dan Kiara di Sumba. Mereka dijemput oleh pegawai dari travel agent yang memang sudah dipilih Ellen untuk menemani perjalanan wisata mereka selama di Sumba.

Dikisahkan bahwa mereka berdua akan menginap di sebuah  hotel yang berlokasi persis di pinggir pantai. Dikisahkan juga bahwa Ellen dan Kiara tidak hanya berdua di sana, melainkan terdapat juga dua pasang honeymoon-ers  yang juga sedang menikmati liburan di sana.

Sebaliknya di Jakarta, sidang pun berjalan lancar.

Nah, mengapa film ini diberi judul “Susah Sinyal”, mungkin dikarenakan selama menginap di Sumba inilah, para peserta wisata susah sekali mendapatkan sinyal. Namun demikian, “akibat” dari  susah sinyal tersebut, maka Ellen dan Kiara malah dapat benar-benar menikmati waktu liburan mereka, walau sesekali Ellen juga “penasaran” dengan kondisi pekerjaannya di Jakarta.

Saat di Sumba inilah, penonton diberi suguhan pemandangan-pemandangan fantastis dan eksotis indahnya Pulau Sumba yang sudah mirip seperti pemandangan-pemandangan di luar negeri. Suasana Pulau Sumba digambarkan dengan hamparan savana yang sangat luas dengan beberapa kali diselingi ada adegan berkuda. Selain itu juga, Pulau Sumba juga digambarkan sebagai tempat yang sangat indah dengan keindahan air terjun yang dimilikinya. Benar-benar membuat diri ini menjadi ingin berkunjung ke Pulau Sumba.

 

 

Sepulangnya Kembali ke Jakarta

Sepulangnya kembali ke Jakarta, Kiara akan mengikuti sebuah audisi tarik suara di mana sebelum pergi berwisata ke Pulau Sumba, ia telah mengikuti audisi online untuk ajang pencarian bakat tersebut. Ellen berjanji akan selalu ada dan hadir di dalam segala persiapan audisi hingga pada hari-H audisi, termasuk di dalamnya menyiapkan pakaian yang akan dikenakan saat audisi nantinya.

Dan di sinilah konflik permasalahan pun mulai muncul. Pada hari yang sama dengan hari jadwal audisi, Ellen juga akan menggelar sidang yang sangat penting terkait dengan perceraian sang aktris yang sedang ia tangani saat ini. Pada jadwal rencana, sidang akan dilaksanakan pada pagi hari dan audisi akan dilaksanakan di siang harinya setelah jam makan siang. Namun, hal di luar dugaan pun terjadi. Sidang ditunda dan baru di mulai siang hari. Dan apes­-nya lagi, Ellen mem-flight mode­ ponselnya.

Audisi Kiara pun berlangsung, namun ia tidak dapat perform  dengan baik dan malah berhenti di tengah-tengah ia menyanyi. Kiara pun marah besar dikarenakan Mama-nya, Ellen, terihat tidak hadir di tengah-tengah Kiara melakukan audisi. Karena saking marahnya, Kiara pun kabur dan pergi dari rumah. Ia pun kembali ke Pulau Sumba dan bertemu Tante Maya di hotel yang sama.

Sementara Ellen baru selesai sidang saat jam sudah menunjukkan pukul 6 sore dan ia pun baru sadar kalau ia telah melakukan kesalahan dengan lupa hadir dalam acara audisi Kiara di siang harinya.  Ellen pun buru-buru menyalakan kembali jaringan pada ponselnya dan mendapatkan laporan dari Saodah, Mbak di rumah, kalau Kiara sudah kabur pergi dari rumah.

Saat pulang ke rumah, Ellen sudah melihat kamar Kiara yang begitu berantakannya, pakaian audisinya yang sudah terkoyak, serta dekorasi kamar yang dibuat berdua pun juga sudah hancur. Ellen pun menyesal. Beruntunglah notebook milik Kiara masih menyala dan menampilkan ke mana tujuan Kiara pergi dan terlihat bahwa tujuan Kiara adalah kembali ke Pulau Sumba. Ellen pun berpikir untuk menyusulnya.

 

 

Kembali ke Pulau Sumba

Keesokan harinya, Ellen sudah sampai kembali ke hotel tempat ia sebelumnya berlibur bersama dengan Kiara. Terlihat Kiara begitu sangat marah dan tidak mau berbicara dengan Ellen saat Ellen menghampiri Kiara. Pergolakan emosi Kiara pun terjadi. Namun pada akhirnya Ellen pun berhasil menenangkan putrinya dan menunjukkan sebuah video kepada putrinya tersebut.

Dikisahkan dalam audisi tarik suara yang sedang diikuti oleh Kiara, salah satu juri merupakan idola Kiara, yaitu Andien. Dan video yang Ellen tunjukkan kepada Kiara merupakan video dari Andien yang menyatakan bahwa Andien mengajak Kiara untuk dapat berkolaborasi menyanyi bersama dengannya. Begitu video tersebut ditunjukkan pada Kiara, Kiara pun bangkit bersorak-sorak kegirangan karena saking bergembiranya. Ia tidak percaya apa yang baru saja Mama-nya tunjukkan padanya.

 

 

Happy Ending dan Pesta Tahun Baru di Jakarta

Pada akhir cerita dikisahkan bahwa akhirnya semuanya berbahagia dan senang bersama. Diselenggarakanlah sebuah pesta tahun baru kecil-kecilan di kediaman Kiara. Tante Maya beserta rombongan dari Sumba pun turut hadir meramaikan pesta tersebut. Akhirnya, Ellen pun menyadari bahwa keluarga adalah hal terpenting di atas segalanya. Keluarga adalah sesuatu yang jauh lebih penting dibandingkan dengan karirnya yang sedang bersinar. Ellen pun berjanji akan selalu ada di samping Kiara dan akan selalu hadir di manapun Kiara membutuhkannya.

 

– – – – –

 

Dari film “Susah Sinyal” inilah, saya dapat mengambil beberapa poin penting yang dapat dijadikan pelajaran hidup. Diantaranya adalah:

  1. Sesibuk-sibuknya dan sesukses-suksesnya seorang Ibu, tetap ia adalah seorang Ibu yang memiliki tugas dan kewajiban kepada keluarganya.
  2. Bagaimana pun, bagi seorang Ibu, keluarga harus selalu menjadi prioritas utama, prioritas nomor satu dibandingkan dengan apapun, termasuk karir atau perkerjaan yang mungkin sedang dirintis atau mungkin sedang bersinar-sinarnya.
  3. Komunikasi antara anak dan orang tua sangatlah penting dilakukan, di usia berapapun, sekalipun sang anak sudah beranjak dewasa.

Jadi, begitulah kira-kira kisah dari film “Susah Sinyal” yang menurut saya sangat layak dan bagus untuk ditonton. Walau ber-genre drama keluarga, sentuhan-sentuhan komedi yang sangat lucu juga mewarnai sepanjang film dimainkan.

 

Tertarik menontonnya langsung? Berikut ini merupakan link trailer film “Susah Sinyal”.

Nah, bagaimana? Yuk, capcus segera ke bioskop-bioskop terdekat ya.

 

 

Advertisements

4 thoughts on “Review Film “Susah Sinyal””

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s