Family & Friends, Hobby, Life, Review Film

Review Film “Wonder”

Hello internet!

Wiii, nggak kerasa ya udah hari Minggu lagi aja dan ini artinya hari terakhir batas setor tulisan blog di tiap minggunya. Dan hari ini sudah masuk minggu ke-3 Bulan Desember, alias minggu rentang tanggal 11 – 17 Desember 2017. 

Sebenarnya tema tulisan minggu ini tidak ada, alias bebas, tidak seperti tulisan bertema seperti pada minggu sebelumnya. Nah, saking bebasnya, malah saya jadi bingung mau nulis apa-an. Haha. Padahal seharusnya, semakin tidak ditentukan tema tulisan, maka harusnya semakin “lancar” diri ini untuk menulis. Namun nyatanya malah tidak demikian. 😀 

Karena saking bingungnya mau nulis apa dan kalau boleh dibilang ini sudah terlalu last minute banget menulisnya, akhirnya diputuskanlah untuk me-review sebuah film yang baruuu saja saya tonton yang menurut saya sangat bagus dan sangat direkomendasikan untuk ditonton. Hitung-hitung tema tulisan kali ini sedikit ada “nyambung”-nya juga dengan tema tulisan minggu lalu yang bertemakan “me-time“. Dan judul film yang akan saya review adalah film “Wonder“. 

Dan ini adalah bukti kalau tulisan ini benar-benar baru dibuat dalam waktu mepet di hari terakhir setoran. Haha. XD

Tiket Nonton “Wonder”

– – – – –

Sebelum lanjut kepada inti tulisan, saya ingin sedikit pamer bercerita. Boleh yes? 😀

Saya belum terbiasa membuat tulisan tentang review sebuah film, terutama film-film yang baru saja “nangkring” di bioskop. Kebiasaan “up to date” tentang film-film yang baru muncul di bioskop, membuat saya menjadi susah memulai menulis tentang sebuah film. Sedikit pamer cerita lagi, jika ada film yang baru rilis atau baru main di bioskop, kemudian rating dari imdb atau rotten tomatoes-nya bagus, dan memang saya dan pasangan ada waktu untuk menonton, maka hampir tidak mungkin saya dan pasangan tidak menonton film-film tersebut. Bahkan jika ada film Indonesia yang lucu atau seru menurut kami, maka kami pun pasti akan menontonnya. 

Karena kebiasaan “up to date” tersebut juga yang terkadang membuat perasaan “tidak enak” jika harus cepat-cepat membuat tulisan tentang film yang baru saja ditonton, apalagi jika film tersebut baruuu saja main. Takut menjadi spoiler juga kan. Sebenarnya memang lebay banget sih ya sampai “segitunya”, hehe. Sampai-sampai kami hafal hari perdana jadwal film tayang di bioskop, seperti kalau di Jakarta adalah hari Rabu dan kalau di Bandung itu hari Kamis (cmiiw). 

Nah, untuk film “Wonder” ini mudah-mudahan tidak terlalu menjadi sebuah spoiler ya, mengingat film tersebut sudah hampir sebulan nangkring di bioskop. Film “Wonder” ini memiliki rating yang sangat bagus, namun saat awal kemunculan film ini, saya berpikir karena ber-genre “drama” (dan saat itu takut merasa bosan), jadi “kurang diprioritaskan” bahkan berpikir menunggu saja download-annya. Duh. -_-“

Akan tetapi ternyata malah menjadi sebuah kebetulan jika menonton film ini setelah menonton film “Star Wars: The Last Jedi” yang baruuu saja muncul atau tayang di bioskop dalam minggu ini. Malah rasanya jadi “pas“. Hehe. Mengapa demikian? Jawabannya ada pada penjelasan di bawah ini. Yuk cekidot gan! 😀

– – – – –

Film “Wonder” ini merupakan sebuah film drama keluarga dan persahabatan yang memiliki banyak nilai edukasi bagi siapapun yang menontonnya. Walau ber-genre “drama”, saya tidak merasa bosan sama sekali menonton film ini dari awal hingga akhir. Rating imdb untuk film ini adalah 8,1 dan rating rotten tomatoes untuk film ini adalah 85% untuk tomatometer-nya dan 91% untuk audience score-nya. Rating yang sangat baik sekali bukan?

Di dalam film “Wonder“, kita sebagai penonton juga akan dibawa masuk ke dalam cerita dari sudut pandang yang berbeda-beda dari beberapa karakter dalam film ini dalam satu jenis kondisi. Ada Auggie (tokoh utama dalam film), Via (kakak perempuan Auggie), Miranda (sahabat Via), dan Jack Will (sahabat Auggie).

Film “Wonder” mengisahkan seorang anak bernama August Pullman (Auggie) yang terlahir dengan wajah yang berbeda dengan wajah orang-orang pada umumnya. Dikisahkan di awal film bahwa Auggie saat lahir, ia harus melalui berbagai macam operasi agar ia dapat mendengar, melihat, dan berbagai hal lainnya secara normal. Salah satunya adalah wajahnya yang berbeda tersebut. Film baru dimulai saja sudah membuat mata ini berkaca-kaca. :’)

Walau demikian, karakter Auggie ini merupakan anak yang sangat baik, sangat pintar, sangat pandai, menyukai sains, menyukai hal-hal berbau luar angkasa serta NASA, dan merupakan pecinta berat Star Wars. Dikisahkan dalam cuplikan-cuplikan scene bahwa ia juga hobi bermain lightsaber bersama dengan ayahnya. Nah, kan. Jadi nyambung kan kalau nonton film ini setelah nonton film Star Wars? Ditambah beberapa scene dalam film ini muncul beberapa karakter Star Wars. Semakin nyambung bukan?

– – – – –

Berawal dari orang tua Auggie yang berniat menyekolahkannya di sekolah umum, karena sebelumnya Auggie menjalani home-schooling yang dipandu oleh Ibunya sendiri. Auggie masuk pada grade kelas 5 SD.

Hari pertama sekolah Auggie dijalani dengan agak sedikit berat. Beberapa teman barunya banyak yang tidak terbiasa dengan penampakan wajah Auggie. Diilustrasikan pula saat ia melalui lorong sekolah bahwa orang-orang yang dilaluinya menatap heran saat ia berjalan melewati mereka. Namun di scene ini ia digambarkan sedang mengimajinasikan dirinya sedang berpakaian astronot yang sedang sangat bersemangat dan ada Chewbacca muncul untuk menyambutnya di hari pertamanya di sekolah. Kemudian setelahnya saat sesi perkenalan di kelas, muncul juga karakter Darth SidiousFilm baru dimulai sudah sedikit ber-aura Star Wars.

Film “Wonder”

Berjalannya waktu, Auggie  yang pada mulanya lebih banyak diam, sedikit bicara, dan tidak memiliki teman, akhirnya dapat berteman dengan baik dengan seorang anak bernama Jack Will. Bermula dari sebuah test dadakan dalam kelas sains di mana Auggie memberikan contekan jawaban kepada Jack. Walau demikian, dalam scene tersebut tidak bermaksud mengajarkan yang tidak baik kepada penonton, melainkan menonjolkan sisi komedinya yang mungkin juga malah dapat membangkitkan memori para penonton saat masih sekolah dulu.

Sebenarnya Jack ini pada mulanya bergerombol dengan anak-anak yang gemar mem-bully Auggie di kesehariannya. Namun berjalannya waktu itulah Jack merasa jauh lebih nyaman bersahabat dengan Auggie. Dan di dalam persahabatan mereka, terdapat konflik yang muncul yang juga dikisahkan dalam scene sudut pandang cerita Jack Will. Namun pada akhirnya Auggie dan Jack tetap dapat bersahabat dengan baik.

Di dalam film “Wonder” ini, penonton akan dibawa melihat suatu kejadian dari sudut pandang beberapa tokoh, salah satunya adalah Via, kakak perempuan AuggieVia merupakan gadis yang mandiri dan sangat pengertian dengan kondisi kerluarganya saat ini. Dikisahkan bahwa di dalam hati Via, terkadang ia merasa kalau kedua orang tuanya hanya memperhatikan Auggie dengan berbagai permasalahan yang muncul. Walau demikian, Via tidak pernah membenci Auggie sekalipun dan justru sangat sayang dengan Auggie. Saat berulang tahun yang ke-4, Via berharap agar kelak memiliki adik laki-laki. Dan Tuhan pun menjawab doanya dengan menghadirkan Auggie dalam hidupnya.

Karakter Via dikisahkan bersahabat karib dengan Miranda dengan konflik panjang diantara keduanya. Namun demikian, pada akhirnya Via dan Miranda pun tetap bersahabat dengan baik. Dalam film ini juga, penonton akan dibawa masuk ke dalam kehidupan pribadi Miranda dari sudut pandang cerita dirinya.

Secara keseluruhan, film ini sangat bagus dan sangat layak untuk ditonton. Dan film ini mengandung beberapa pesan yang dapat dijadikan hikmah, diantaranya adalah:

  1. Stop bullying! Jelas, kita dilarang menghina dan menjauhi seseorang hanya karena ia “berbeda”.
  2. Jadilah orang tua yang penuh kasih sayang, penuh cinta, serta penuh kebijaksanaan terhadap anak-anaknya, dalam kondisi dan situasi apapun dan bagaimanapun. Seperti yang dicontohkan oleh kedua orang tua Auggie dalam film.
  3. Bersahabatlah karena hati dan perilakunya, bukan karena fisiknya. Orang yang berhati dan bersikap baik, maka akan berteman dengan teman-teman yang baik pula, sebaliknya jika orang yang berhati dan bersikap buruk, maka akan berkumpul dengan orang-orang yang jahat hati dan perilakunya.
  4. Jadilah apa adanya dirimu, jadilah diri sendiri, tidak perlu berpura-pura menjadi orang lain. Jujurlah dengan kondisimu apa adanya. Orang lain akan menghormati atas sikap kejujuran yang sudah kamu miliki, daripada kamu harus berpura-pura di hadapan orang lain.

Berikut ini adalah link trailer film “Wonder“:

Oiya, ada kutipan sangat menarik yang saya dapatkan dalam film ini, yaitu:

“When given the choice between being right or being kind, choose kind.”

Jika harus dihadapkan pada kondisi untuk memilih melakukan yang benar atau melakukan yang baik, maka pilihlah yang baik.”

Quotation inilah yang membuat saya baru sadar mengapa ada banyak hashtag #ChooseKind  di Twitter dan Instagram yang berkaitan dengan film “Wonder“.

Nah, tertarik untuk mulai memutuskan menonton film ini? Yuk, tunggu apalagi? Segera capcus ke bioskop terdekat yaa. Selamat menonton! 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s