AMG, Entertainment, Family & Friends, Hobby, Life, Traveling

Dampak Menyenangkan Permainan Pokémon GO

Masih ingat dengan sebuah permainan yang sempat hits beberapa waktu lalu? Walau sebenarnya hingga saat ini permainan tersebut juga masih banyak juga yang memainkannya, termasuk saya.

 

Pokémon GO.

 

Siapa sih yang tidak kenal dengan permainan yang satu ini? Sepertinya hampir semua orang yang memiliki HP pasti pernah memainkannya. Dan kali ini, saya ingin sedikit bercerita mengenai sudah seberapa jauhkah Pokémon GO mempengaruhi kehidupan saya? Hehe. 

 

  1. Permainan Ini Berhasil Membuat Saya dan Suami Menikmati CFD-nya Jakarta untuk PERTAMA KALI-nya, Sampai-Sampai Membuat Kami Berjalan Kaki Selama Kurang Lebih 5 Jam Berjalan Non-Stop!

 

Apa? Hanya karena Pokémon GO baru jalan-jalan dan main ke CFD? Seriusan lo?

 

Beberapa kawan sempat ada yang bertanya demikian saking tidak percayanya. Bagaimana tidak, saat itu sudah hampir 3 tahun kami (saya dan suami) merantau ke ibukota dan tempat tinggal kami  saat itu kalau boleh dikatakan sangat dekat dengan area Car Free Day (CFD) Sudirman. Ya, kami tinggal di area Perempatan Matraman, dekat dengan halte TransJakarta Matraman, di mana kalau naik Bus TransJakarta kami dapat langsung menuju ke area Sudirman dengan sekali jalan tanpa transit, itu pun hanya beda 3 halte saja, dekat bukan? Namun apa? Kami belum pernah sekalipun “mencicipi” suasana CFD Sudirman sepanjang menuju 3 tahun kami tinggal di Jakarta tersebut. Selalu saja ada banyak alasan untuk kami tidak dapat menuju ke sana. Bahkan kami pun merasa kalau CFD itu jauuuuuh sekali, padahal sebenarnya tidak jauh sama sekali.

 

Namun semua itu berubah ketika Pokémon GO hadir di dalam kehidupan kami. Haha. 😀

 

Percaya tidak percaya, kami benar-benar baru merasakan suasana CFD  Sudirman untuk pertama kalinya yaitu pada saat minggu-minggu awal hadirnya Pokémon GO. Ingat sekali saat itu hari Minggu pertama setelah libur panjang lebaran.

 

Saat itu kami masih berada pada level-level awal permainan. So, mau tidak mau kami harus berjalan! Ya, jalaaan terus! Hahaha.

 

Mendadak kami menjadi rajin di hari Minggu pagi. Setelah Sholat Subuh kami tidak bermalas-malasan di atas kasur dan menikmati acara-acara pagi hari di televisi seperti biasanya. Kami langsung bersiap dan berkemas untuk menyiapkan segala amunisi yang harus kami bawa untuk “bekal” bermain Pokémon GO. Power bank full, baterai HP full, dan tas kecil yang roomy untuk memudahkan membawa peralatan-peralatan tersebut.

 

Sepatu olahraga?

 

Tidak, kami tidak menggunakan itu. Kami benar-benar pure, murni hanya berjalan kaki menyusuri CFD Sudirman. So, kami hanya butuh sandal kami saja, tidak sepatu kami.

 

Saking bersemangatnya, kami sengaja tidak naik TransJakarta menuju ke sana. Kami naik bajaj!  Dan tujuan pertama kami adalah menuju Bundaran Hotel Indonesia sebagai titik awal kami akan mulai “berburu”. Bahkan selama perjalanan menuju Bundaran HI, kami pun sudah mulai memainkan permainan tersebut! Haha.

 

CFD kali itu terdapat sebuah atraksi TNI Terjun Payung di area Bundaran HI. Sesekali juga saya melihat-lihat beberapa pedagang yang menggelar lapaknya masing-masing. Dan kami juga beberapa kali berhenti untuk sekedar jajan makanan yang ada di area tersebut.

 

Kami berjalan mengelilingi Bundaran HI, karena di area tersebut banyak sekali titik Pokéstop yang dipasangi Lure Module.

 

Pokéstop adalah sebuah titik di mana pemain bisa mendapatkan pokéball dan beberapa bonus lainnya dengan cara berhenti pada titik tersebut dan memutar bulatan yang ada.

 

Sedangkan Lure Module adalah sebuah fitur berbentuk seperti hujan kelopak bunga pink, di mana jika dipasangi Lure tersebut, maka akan semakin banyak Pokémon  yang “mampir” dan terlihat di area Pokéstop tersebut. Namun sifat Lure ini tidak selamanya “menyala”, ia berbatas waktu dengan max waktu adalah 30 menit.

 

Banyaaak sekali jika boleh saya bilang. Hampir semua titik Pokéstop dipasangi Lure.

 

Oh iya, virus Pokémon GO ini tidak hanya menjangkiti kami berdua. Berhubung CFD kali itu merupakan CFD perdana pasca libur panjang lebaran dan pasca rilisnya game tersebut, jadilah banyak pula manusia di CFD kala itu memainkan game yang sama. Ada yang bergerombol, ada yang sampai ketawa-tawa, ejek-ejekan bercanda-ria bersama dengan teman-temannya, berlari-lari demi agar tidak tertinggal masa Lure yang sedang menyala, dan sebagainya. Seru!

 

Kami berjalan kaki hampir 5 jam tanpa henti!

 

Ya, kami berjalan kaki hampir sepanjang 5 jam dari area Bundaran HI – Dukuh Atas – Perempatan Matraman dengan melalui jalur area sekitar Bappenas – Taman Suropati – Masjid Cut Mutia Menteng – Perumahan Menteng – Cikini – Tugu Proklamasi – Matraman.

 

Di dalam permainan Pokémon GO ini juga terdapat yang namanya fitur telur pokémon yang dapat ditetaskan dengan cara berjalan kaki sampai beberapa km. Misal, sebuah telur akan menetas jika sudah berjalan kaki selama 5 km dan 10 km.

 

Pengalaman perdana CFD Jakarta kami benar-benar berkesan. Bagaimana tidak? Kami melaluinya sambil bermain Pokémon GO. Haha! 😀

 

 

  1. Membuat Kami Menginap di Area Dekat Cihampelas Walk pada Saat Ada Acara di Bandung

 

Ya! Ini yang lebih lebay lagi.

 

Begitu banyak hotel yang bertebaran di Kota Bandung, namun kami memilih hotel-hotel di area sekitar Cihampelas Walk pada saat kami menghadiri beberapa acara di Bandung pada masa-masa permainan Pokémon GO sedang hits-hitsnya. Dan yang lebih sering kami tuju adalah Hotel Serela Cihampelas (klik untuk melihat tautan) yang berlokasi di seberang Cihampelas Walk persis.

 

Mengapa harus dekat dengan Cihampelas Walk?

 

Jadi ternyata, pada saat awal-awal permainan ini muncul, pihak manajemen Cihampelas Walk “sengaja” dan  “rutin” memasang Lure Module di setiap titik Pokéstop yang memang tersebar beberapa titik di area Mall Cihampelas Walk.

 

Sampai-sampai yang tidak habis pikir, bahkan sampai tengah malam pun area Cihampelas Walk masih ramai dipadati orang! Khususnya di malam minggu, semakin malam, semakin ramai. Luar biasa! Kisah ini pernah saya tulis juga dalam blog ini (klik untuk melihat tautan). Jika teman-teman melihat dokumentasi pada postingan tersebut, benar-benar menggila bukan people of Bandung di dalam antusiasmenya bermain Pokémon GO?

 

Suasana Ramainya Titik2 Pokéstop di CiWalk yang Dipasangi Lure Module

 

  1. Semakin Hari Kami Semakin Rajin Berjalan Kaki, Bahkan di Malam Hari Sepulang Kerja

 

Ini yang lebih parahya lagi sih. Kami benar-benar seperti sudah “dibutakan” oleh permainan ini. Demi naik level, kami  akan upayakan untuk selalu berjalan dan berjalan terus.

 

Walau saat itu sudah mulai banyak yang cheating alias curang dengan adanya aplikasi-aplikasi “Fake GPS” yang katanya memudahkan orang untuk tidak perlu berjalan jauh, tau-tau level bisa naik begitu saja, hanya dengan menggerakkan titik pada peta dalam aplikasi “Fake GPS”. Untunglah saat itu pihak Pokémon GO melihat fenomena kebocoran dan kecurangan ini, sehingga meraka pun membuat sistem “banned otomatis” bagi para pemain yang dengan sengaja bermain curang (langsung terdeteksi oleh server).

 

Berjalan di malam hari tidak hanya kami lakukan di malam minggu. Terkadang di malam-malam biasa kami juga melakukan “ritual” berjalan kaki sekitaran area Perempatan Matraman. Sambil berjalan kaki menuju Bioskop Metropole, kami sempatkan bermain. Kemudian ke area Taman Proklamasi, di mana di sana memang terdapat sebuah Gym atau “area battle” dalam permainan, kami pun mencicipi “nongkrong” di sana sampai area tugu tutup atau sekitaran pukul 9 malam.

 

  1. Menjadi Tidak Malas ke Monas

 

Jadi, selain kami belum pernah ke CFD Jakarta selama 3 tahun merantau, kami pun juga belum pernah mencoba naik ke Tugu Monas. Kalau sekedar melihat Tugu Monas dari jarak jauh, cukup sering, karena kami pulang kampung ke Jawa atau main ke Bandung, hampir pasti kami selalu naik kereta api dari Stasiun Gambir.

 

Tujuannya sih memang ingin naik ke Tugu Monas, tapi tetap sebagai menu utama kami berjalan-jalan ke sana adalah bermain  Pokémon GO donk. Apa lagi? Haha. 😀

 

Di area Monas memang banyak sekali titik-titik Pokéstop yang juga sering dipasangi Lure Module. Terutama di Hari Minggu pagi.

 

Penampakan manusia-manusia-nya persis seperti manusia-manusia yang ada pada CFD Sudirman kala itu. “Beringas” dan “terlalu bersemangat” di dalam memainkan permainan Pokemon GO. Walau begitu, suasana terasa seru dan asik. 😀

 

 

Nah, jadi itu adalah beberapa pengalaman kami setelah “dipengaruhi” oleh sebuah game bernama  Pokémon GO. Lalu, bagaimana dengan teman-teman? Apakah teman-teman juga merasakan ke-lebay-an yang sama?

 

😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s