Hobby, Life, Traveling

Membuat Paspor dan Memperpanjang Paspor dengan Antrian Online dan TANPA Calo

Halo lagi, internet! 😀

 

Kali ini, saya ingin berbagi pengalaman saya dalam mengurus Perpanjangan Passport yang saya lakukan di Kantor Imigrasi Pondok Pinang Jakarta Selatan dan TANPA CALO! Cekidot gan!

 

Sebenarnya keinginan perpanjangan passport ini sudah lama sekali, bahkan saat kami masih tinggal di area Matraman, Jakarta Pusat. Bahkan dulu saya sempat mengurus passport saya, yang mana saya mengira passport saya yang masih berlaku hilang, oleh karenanya saat itu saya pun harus segera mengurus untuk pergantian passport. Saya mengurus di Kantor Imigrasi Jakarta Utara yang berada di Kelapa Gading, letaknya di komplek ruko belakang Mall Artha Gading (MAG). Saat itu adalah tahun 2014, di mana antrian masuk ke Kantor Imigrasi masih dilakukan manual, yaitu kami para calon customer kudu struggle untuk dapat antri masuk dari pagi buta, bahkan setelah Subuh kalau bisa sudah berangkat dari rumah! Dan benar! Pukul 5.30 pagi saja, kami masuk ke dalam antrian 10 besar mepet. Haha! XD

 

Tapi itu dulu………. 

 

Sekarang, mulai di tahun 2017, dan pada khususnya di Kantor Imigrasi Pondok Pinang Jakarta Selatan, kalau saya tidak salah ingat mulai akhir Mei 2017, antrian masuk untuk mengurus passport dilakukan secara online dengan menggunakan aplikasi pada handphone. Dan kami pun sempat kecele karena pada saat Bulan Puasa di Bulan Juni 2017, kami sempat datang pagi-pagi ke Kantor Imigrasi Pondok Pinang dan mendapati sebuah pengumuman yang menyatakan bahwa antrian masuk imigrasi kini kudu alias harus melalui aplikasi yang dapat diunduh melalui Play Store yang dimulai sejak akhir Mei 2017 tersebut.

 

Berikut penampakan Aplikasi Antrian Masuk untuk Pengurusan Passport yang dimaksud:

 

Aplikasi Antrian Paspor

 

Setelah mengunduh aplikasi tersebut, para calon customer diharuskan untuk register sebagai pengguna baru agar dapat log in ke dalam aplikasi dan dapat melakukan pengambilan hari dan tanggal mengurus passport.

 

Tampilan Aplikasi

 

Tampilan Login

 

 

Setelah dapat melakukan log in, barulah kita baru bisa mendapatkan hari, tanggal, dan jam antrian masuk ke Kantor Imigrasi. Pada aplikasi juga dapat memilih Kantor Imigrasi mana yang ingin dituju. Kami pun memilih di Kantor Imigrasi Pondok Pinang Jakarta Selatan.

 

Nah, sayangnya yang kami alami adalah, pada saat pertama kali kami melakukan booking antrian masuk via aplikasi pada saat Bulan Juni 2017, ternyata sistemnya masih belum begitu bisa merespon, dan ternyata usut punya usut sudah full antrian sampai dengan hari menuju hari libur Lebaran di akhir Juni 2017 tersebut. Kami mengkonfirmasi langsung ke Kantor Imigrasi Pondok Pinang, di mana memang kebetulan tempat tinggal kami tidak jauh dari Kantor Imigrasi tersebut. Dan setelah gagal mendapatkan hari pengurusan passport tersebut, kami hanya bisa pasrah. Mweee~~~ 😥

 

Kemudian pada saat libur Lebaran, iseng-iseng berhadiah, saya mencoba kembali membuka aplikasi tersebut untuk dapat melakukan booking antrian. Dan, tara…..alhamdulillah kami pun mendapat antrian juga! Walau yang sedikit membuat bingung adalah, anehnya kami tidak bisa memilih tanggal pada kolom pilihan tanggal (yang berupa pilih tanggal pada kalender) yang terdapat pada aplikasi. Dan kami pun mendapatkan jadwal di tanggal 12 Juli 2017 yang jatuh pada hari Rabu.

 

Tadinya saya berniat untuk mengambil di hari Senin atau hari Jumat, jadi agar terasa lebih “pas waktunya” karena berdekatan dengan waktu weekend. Inginnya sih begitu. Namun setelah mendapatkan antrian secara acak tersebut, kami berpikir daripada nantinya tidak mendapatkan kesempatan lagi, dan yah…..walaupun pada kalender aplikasi tertera kami hanya dapat memilih di Rabu, 12 Juli 2017 tersebut, lebih baik kami ambil saja antriannya supaya bisa masuk menuju ke proses selanjutnya. Daripada makin mundur-makin mundur, mau tidak mau kami harus “nekat” mengosongkan kegiatan pada hari Rabu tersebut to. Haha.. 😀 Mau gimana lagi..

 

Setelah memilih tanggal pada aplikasi, kita akan menerima email pemberitahuan penanda bahwa status melakukan booking antrian berhasil. Karena di dalam email, kita akan diberitahu jam berapa kita harus datang. Misal, si A mendapatkan antrian untuk datang pada pukul 11.00 atau pukul 13.00, maka si A HARUS datang pada jam tertera. Namun apabila si A berpikir “pagi aja ah datengnya biar cepet“, jangan harap petugas akan menerima. Karena sudah dipastikan kita akan tertolak dan disuruh untuk kembali lagi datang pada jam tertera sesuai dengan jam antrian yang didapatkan pada email balasan setelah booking via aplikasi.

 

Berikut penampakan balasan email dan bentuk Lembar Antrian Online milik kita yang terlampir pada email balasan.

 

Balasan Email Ketika Sudah Berhasil Antri Online via Aplikasi

 

Dan berikut ini merupakan Lembar Antrian Online untuk dibawa pada saat Hari-H pengurusan passportPERHATIKAN tanggal dan jam di mana teman-teman harus datang. (pada contoh di bawah berada pada kotak warna merah)

 

Lembar Antrian

 

Di Hari-H Pengurusan Passport

 

Tibalah juga hari Rabu, 12 Juli 2017 yang sudah kami tunggu-tunggu. Kami datang persis pada jam tertera, dan alhamdulillah tidak ribet. Saat datang, kami langsung menuju resepsionis di area depan dan bertemu petugas di sana. Pada saat menyerahkan Lembar Antrian Online, kami ditanya akan mengurus yang mana, apakah Membuat Passport Baru ataukah Perpanjangan Passport. Dalam kasus kami ini adalah Perpanjangan Passport.

 

Setelah menyerahkan Lembar Antrian Online tersebut, kami disuruh menunggu beberapa saat untuk mendapatkan nomor antrian baru, serta formulir dan map yang kemudian harus kami isi sebagai pemohon pembuatan passport. Kami pun menunggu sebentar pada kursi yang tertera di dalam. Beberapa saat kemudian, kami pun dipanggil oleh petugas yang berada di meja resepsionis tadi dan mendapatkan map serta formulir yang harus kami isi.

 

Berikut penampakan map yang berisikan: formulir yang harus kami isi, lembar antrian online (yang sudah kami serahkan di awal tadi), serta nomor antrian baru.

 

Map Berisi Formulir yang Harus Diisi

 

Formulir Permohonan yang Harus Diisi

 

Nah, setelah mengisi semua data, kami menunggu di ruang tunggu pemohon. Dan…..kebetulan sekali di Hari-H saat kami mengurus passport, beberapa sistem di kantor imigrasi tersebut sedang mati Termasuk mesin antrian! Wadaw…hahaha. XD Akan tetapi bersyukurnya, petugas-petugas pada Kantor Imigrasi Pondok Pinang tersebut semuanya benar-benar bekerja secara giat dan saya lihat petugas yang di dalam seperti tiada akhir melayani para pemohon yang datang tanpa ada ngaso-ngaso sejenak, seperti duduk atau meregangkan tangan sejenak. Terlihat juga petugas yang berteriak-teriak memanggil satu per satu nomor antrian, belum lagi kalau nomor yang dipanggil tidak menyahut-nyahut, petugas tersebut akan semakin kencang berteriak mencari-cari. Duh.. Kalau dipikir-pikir kasihan juga yah. Huhu..

 

Oiya, pada saat kami mendapatkan map, kami diberitahu bahwa mulai pelayanan untuk antrian kami adalah pukul 13.00, dan mungkin juga karena sudah mepet pada jam istirahat kantor sepertinya ya. Dan berhubung memang hari  sudah siang dan kami pun sudah mulai berasa kelaparan, akhirnya kami memutuskan untuk ke Carrefour Lebak Bulus untuk melakukan aktivitas makan siang kami yang mana memang posisinya sangat dekat dengan lokasi Kantor Imigrasi Pondok Pinang tersebut. Tidak sampai 15 menit perjalanan menuju Carrefour Lebak Bulus dengan menggunkan angkot D01 trayek Kebayoran – Ciputat dari depan Kantor Imigrasi.

 

Tibalah juga pukul 13.00. Saat kami tiba kembali pada Kantor Imigrasi Pondok Pinang, ternyata nomor antrian belum maju secara signifikan. Haha. 😀 Yasudah, kami pun kembali menunggu di ruang tunggu. Sambil menunggu, saya sempat berbincang dengan seorang Ibu di samping saya, dan ternyata benar, kejadian juga, kalau si Ibu ini mendapatkan jatah pada pukul 11.00 siang, akan tetapi Beliau datang jam 09.00 pagi, dan walhasil Beliau disuruh datang kembali pada pukul 11.00. Nah kan, ternyata memang betul kudu datang sesuai jam tertera yaaah. Walaupun tetap harus menunggu panggilan berikutnya untuk mengurus passport yang sesungguhnya. Haha. 😀

Suasana Menunggu Panggilan Wawancara di Ruang Tunggu Kantor Imigrasi

 

Sekitar pukul stengah 3-an sore, akhirnya tibalah giliran kami berdua untuk masuk ke dalam ruangan. Di dalam kami langsung diwawancara singkat dan cepat! Wow! 😀 Si Bapak Petugas pun sedikit cerita kalau gara-gara sistem  mati, jadinya semua proses pengurusan sedikit terhambat dan harus cepat-cepat di dalam mewawancara para pemohon. Gara-gara sistem mati juga, antrian pun jadi “terpaksa” mengular. Di tengah-tengah kami menunggu sebelum masuk ruangan juga, beberapa kali terdengar panggilan untuk antrian berkelompok dengan kelompok 10 orang – 10 orang Pemohon Passport Baru yang kemudian diarahkan petugas untuk mengurus di lantai 2 dan terlihat agak terburu-buru, mungkin dampak dari sistem mati juga? Entahlah.

 

Dan sekitar pukul stengah 4 sore, selesailah urusan kami berdua. Yeay!!! Senang, alhamdulillah. 😀 Seharusnya untuk kegiatan pembayaran passport juga dilakukan pada hari itu juga, namun sekali lagi, gara-gara sistem mati, kami diberitahu untuk melakukan pembayaran secara online atau via ATM. Sedikit cerita dari si Bapak Petugas, untunglah kami ini masih dapat diarahkan, jadinya bisa disuruh untuk melakukan pembayaran secara online, karena sebelum-sebelumnya terdapat beberapa pemohon yang sudah berumur dan tidak paham dengan sistem bayar online ini, diharuskan kembali datang di keesokan harinya hanya untuk membayar passport saja, karena dipastikan sistem sudah bisa menyala di hari besoknya. Huhu, jadi ikutan sedih… 😥

 

Berikut penampakan catatan kecil dari si Bapak Petugas Imigrasi yang baik hati mengurus kami berdua, haha. 😀

Nomor HP Bapak Petugas serta Info Nomor dan Cara Bayar Passport via ATM

 

Biaya Pembuatan Paspor:

Untuk biaya Perpanjangan Passport kemarin (Juli 2017) adalah Rp 355.000,- sementara untuk biaya Pembuatan Passport Baru adalah (seingat saya, haha) Rp 650.000-an. Biaya ini sudah naik dari informasi di web-web yang saya kunjungi sebelum datang ke Kantor Imigrasi di mana banyak yang menyatakan kalau untuk Perpanjangan Passport adalah Rp 300.000,- dan untuk Pembuatan Passport Baru adalah Rp 600.000,-.

 

Proses pembuatan passport  tidak terlalu banyak memakan hari kok, hitungannya sangaaat sebentar ya, asal kita mau patuh dan mau memenuhi semua persyaratan permohonan. Passport kami sudah dapat diambil pada Hari Senin atau Selasa di minggu depannya lagi, yaitu tanggal 17 atau 18 Juli 2017. Tuh, cepat kan? 😀 Yang penting nggak males aja buat berangkat mengurus yah! Hehe. 😀 Oiya, passport yang kami buat adalah passport biasa, BUKAN e-passportkebetulan juga di Kantor Imigrasi Pondok Pinang tidak melayani pembuatan e-passport.

 

Berikut dokumen-dokumen yang kami siapkan di dalam melakukan perpanjangan paspor:

1. Passport lama kami. (Wajib hukumnya, sekalipun masa berlaku sudah habis.)

2. KTP Asli dan Fotocopy, 1 lembar.

3. Buku Nikah Asli dan Fotocopy 1 lembar, bagi yang sudah menikah.

4. Akte Kelahiran Asli dan Fotocopy 1 lembar.

5. Kartu Keluarga Asli dan Fotocopy 1 lembar.

6. Ijazah terakhir dan Fotocopy 1 lembar, ini sifatnya jaga-jaga saja, tidak wajib.

7. Materai 1 lembar, bersifat jaga-jaga saja.

 

Di Hari Pengambilan Paspor yang Sudah Jadi

 

Saya baru mengambil passport di hari Senin sore tanggal 17 Juli 2017. Saat datang ke Kantor Imigrasi, tidak terlihat antrian “mengular” seperti yang terjadi pada saat saya mengurus passport di minggu lalunya. Saya pikir, mungkin semua sistem sudah berjalan normal seperti biasanya. Saat datang dan menunggu antrian pemanggilan tidak terlalu lama, tidak sampai setengah jam passport baru kami sudah kami pegang. Yeay! 😀

 

Oiya, jangan lupa apabila di Hari Pengambilan Passport yang sudah jadi, kemudian teman-teman tidak dapat mengambil sendiri, maka WAJIB hukumnya untuk membuat Surat Kuasa dan tanda-tangan di atas materai agar dibawa oleh rekan atau keluarga teman-teman yang akan mengambilkan passport milik teman-teman yang sudah jadi tersebut.

 

Nah, bagaimana? Ternyata nggak se-ribet dan se-heboh di bayangan bukan di dalam pengurusan pembuatan passport? Ini TANPA CALO loh… Ternyata lancar-lancar juga alhamdulillah. 😀

 

Baiklah, mari kita liburan! Yeay! 😀

 

 

*nb: mohon maaf untuk ke-tidak konsisten-an saya di dalam penggunaan kata “passport” maupun “paspor” ya, hehe 😀

Advertisements

17 thoughts on “Membuat Paspor dan Memperpanjang Paspor dengan Antrian Online dan TANPA Calo”

    1. Halo Kak Wati. Salam kenal. Pertama2 Kakak harus download dulu Kak dari Play Store aplikasi antrian onlinennya seperti yg ada di tulisan.
      Sudah belum Kak?

  1. hai selamat pagi
    saya sudah download yang via hp ko juga gak bisa ya. coba hari ini saya mau tanya teman di kantor, padahal urgent banget nih.
    saya waktu itu sdh ke Imigrasi pondok pinang ya itu tadi di suruh ke play store, kmr saya coba via WA tapi yang jakpus, tapi jauh boooo, secara rumahku di pondok pinang gitu loh….sedih deh….
    Terima kash ya atas perhatiannya.

    1. Wah alhamdulillah kalau sudah di download yah Kak. Semoga lancar2 segala urusannya yah Kak dalam mengurus paspornya. Aamiin. 🙂

  2. Halo, mau tanya. Kemarin perpanjang paspor jauh sebelum masa berlakunya habis kah? Klo masa berlakunya baru habisnya masih sekitar setahun lebih an lagi bisa perpanjang ga ya? Makasih 😊

    1. Halo salam kenal sis.

      Dalam kasus saya kemarin ini, passport saya sudah mati lama hampir 1 tahun lamanya.
      Saya kurang paham kalau masih berlaku 1 tahun apakah dapat diperpanjang atau tidak.
      Mungkin dapat mendatangi langsung petugas pada kantor imigrasi atau ke call center kantor imigrasi.
      Dan ini adalah nomor kantor imigrasi Pondok Pinang tempat saya memperpanjang paspor: (021) 7650719
      Mudah-mudahan lancar ya sis urusannya.
      Terima kasih sudah mampir. 🙂

    1. Hai sis. Seperti yang sudah saya sebutkan dalam tulisan, sebaiknya membawa dokumen-dokumen lain selain KTP dan Paspor Lama.

      Berikut cuplikan tulisan saya di atas:

      1. Passport lama kami. (Wajib hukumnya, sekalipun masa berlaku sudah habis.)

      2. KTP Asli dan Fotocopy, 1 lembar.

      3. Buku Nikah Asli dan Fotocopy 1 lembar, bagi yang sudah menikah.

      4. Akte Kelahiran Asli dan Fotocopy 1 lembar.

      5. Kartu Keluarga Asli dan Fotocopy 1 lembar.

      6. Ijazah terakhir dan Fotocopy 1 lembar, ini sifatnya jaga-jaga saja, tidak wajib.

      7. Materai 1 lembar, bersifat jaga-jaga saja.

      Selamat mengurus paspor-nya ya sis. 🙂

  3. kalo tidak sesuai dengan jadwal bisa kah? , misal sebagai karyawan sy kadang ada instruksi urgent dari boss, jadwal datang ke kantor imigrasi hari senin, kemnudian sy konfirmasi akan datang pada selasa (jam tidak berubah seperti jadwal,hanya hari saja). trmkasih

    1. Halo sis Fatana.

      Nah kalau itu saya kurang tau sis. Karena kemarin ini saya memang menyengajakan mengkosongkan hari itu (setelah dapat tanggal), bahkan bila perlu saya cuti resmi sis.

  4. Hi mba, di aplikasinya ada pilihan waktu : Pagi / Siang… Apakah kita bisa langsung memilinya ? karena seperi yang mba katakan kalau Tglnya kita tidak bisa memilih..
    Terima kasih

    1. Halo Sis Silvana.

      Tidak ada sis. Hanya ada pilihan pilih hari dan tanggal saja.
      Itupun malah saya kemarin kena random juga tanggalnya, tanggal-tanggal lainnya tidak dapat saya pilih.
      Jam-nya pun random dapatnya.

  5. Halo Mbaa,
    Mau ikuta tanya siapa tau mba tau jawabannya, domisili saya di depok apakah bisa membuat paspor (untuk anak batita) di jaksel?karena antrian online di imigrassi depok tidak ada kuota terus, dapatnya di jaksel itu….

    Terima kasih..

    1. Halo Sis Annisa.

      Dulu saya pernah saat KTP saya masih di Banjarnegara (belum KTP Jakarta), membuat Passport di Cilacap dan perpanjangan passport di Bandung, bisa.

      Dan seingat saya saat itu saya membawa surat pengantar dari kecamatan/kelurahan (instansi yang mengeluarkan KTP) sebagai rujukan untuk membuat Passport.

      Namun dengar-dengar karena sekarang sudah e-ktp, jadi tidak perlu membawa surat pengantar lagi.

      Mungkin lebih baik Sis tetap mempersiapkan surat pengantar tersebut dari instansi yang mengeluarkan KTP Sis di Kota Depok, sekalian meminta arahan di sana.

      Atau Sis dapat langsung menghubungi CS Kantor Imigrasi yang ada.
      Dan ini nomor Imigrasi Pondok Pinang: (021) 7650719

      Selamat membuat ya Sis. 🙂 Mohon maaf kalau kurang membantu.

  6. Hello kak. Nice artikel kebetulan saya sudah daftar via webnya (bukan dari playstore) dan saya bisa memilih secara bebas jadwal pembuatan passport loh dan kebetulan juga saya bisa memilih waktunya(kebetulan saya pilih siang hari karena saya kerja di malam hari takut kesiangan haha) namun pada saat saya di suruh cek email kok saya gak dapet emailnya yah? Tapi saya bisa cek di permohonan pembuatan passportnya kira2 tetep sah gak yah? Thanks before.

    1. Hai Halo gan. Wah mohon maaf saya baru buka lagi blog nya.
      Sepertinya masih sah ya.
      Mungkin agan sudah eksekusi jadinya bagaimana?
      Mungkin bisa di share juga di sini gan.
      Terima kasih sebelumnya ya karena sudah mampir.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s