Konsep Rejeki dan Hindari Iri (4)

Bertemu lagi dengan catatan hati mengenai konsep rejeki yang memang Tuhan telah persiapkan ke dalam kehidupan setiap insan di dunia. Dan di dalam pemahaman ini terkandung nilai religius yang semakin untuk bisa  eling, semakin untuk ingat selalu kepada Sang Pencipta bahwa Ia Tidak Akan Pernah Salah.

 

Memulai tahun 2016 ini, saya memutuskan untuk “menghilang” sejenak dari salah satu akun social media yaitu facebook, lebih tepatnya akun lama fb saya dan memutuskan untuk membuat lagi yang baru. Entahlah, semua hanya terdorong oleh perasaan “tidak enak” terhadap orang lain. Apalagi terutama apabila, mengalami masa transisi yang dirasa lumayan dalam hal kehidupan lingkungan sekitar. Sebelumnya saya juga sudah melakukan  “menghilang” secara utuh dari social media bernama path. Saya dulu berpikir, path ini betul sangat eksklusif ke dalam beberapa orang saja dalam lingkaran pertemanannya, namun saya merasa “ada yang kurang pantas” dari path ini. Lalu apa bedanya dengan grup-grup yang sudah terbentuk, misal di whatsapp atau line atau bbm dengan si path ini.

Pada intinya, mungkin betul, tidak semua orang bisa menerima apa yang kita keluarkan dari pikiran kita yang biasa kita tuangkan dalam setiap posting di social media milik kita, walaupun pada istilahnya itu adalah kita “menyampah” pada halaman rumah sendiri, belum tentu orang yang melihat juga turut senang.

 

quote

 

Anyway, kembali ke dalam konsep rejeki Tuhan.

Pada suatu kesempatan, saya kembali membuka lapak authentic di beberapa grup di facebook dengan menggunakan akun baru, di mana kondisinya saya tidak memasang profile picture. Dan kondisinya pada masa itu adalah sedang sering terjadi beberapa kejadian mengenai seller “bodong” yang pada akhirnya membuat banyak orang menjadi latah jika ingin bertransaksi dengan beberapa orang baru bagi mereka, para calon pembeli dari beberapa seller ini akan melakukan sesi “klarifikasi ke-trusted-an” yang biasanya suka dilakukan di halaman grup.

Namun entah memang karena memang sudah merupakan rejeki bagi saya, saya mendapatkan kesempatan yang mengesankan & membuat meningkatkan keyakinan bahwa Tuhan Maha Adil dan Tidak Akan Pernah Salah. Alhamdulillah dengan tanpa ba-bi-bu, kedua orang calon customer saya saat itu langsung melakukan transaksi terhadap saya tanpa harus klarifikasi ini dan itu di halaman grup.

 

Saya semakin yakin apa yang sudah saya putuskan pada akhir 2015 lalu untuk mencoba “bertransformasi” menjadi pribadi yang lebih baru lagi ternyata keputusan yang benar. Saya yakin Tuhan Yang Telah Menuntun saya untuk melakukan hal tersebut. Maksud saya, walaupun ini adalah akun baru, bukan berarti Tuhan Menutup Jalur Rizqi saya di dalam usaha berdagang secara online ini.

 

– – – – –

23.03.2016

11.15 WIB

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s