Konsep Rejeki dan Hindari Iri (3)

Saat ini saya sedang “nyambi” berjualan Tas Batam sambil menyalurkan hobi dikit-dikit, disamping profesi utama saya sebagai kuli. Untuk sekarang, tas-tas yang authentic bersifat konsumtif saja dulu deh. Hahaha. 😀
Disamping itu, setelah saya hitung-hitung, ternyata keuntungan dari hasil penjualan Tas Batam lebih besar dibandingkan dengan dari hasil penjualan tas-tas yang authentic. Mungkin karena dari segi harga dan pangsa pasar-nya, Tas Batam lebih mudah menjangkau seluruh lapisan masyarakat dibandingkan dengan Tas Authentic. Mungkin saya-nya yang masih harus perlu memperluas jaringan lebih besar lagi untuk pasar Tas Authentic ini. Atau, menjadi supplier tangan pertama langsung dari luar negeri. Hahaha. Aamiin! 🙂

 

Dan kali ini saya ingin berkisah kembali tentang sebuah konsep rejeki.

 

Dan ya. Rejeki ternyata begitu ya, asal kita punya niatan baik, senantiasa berperilaku baik, insyaaAllah adaaa saja kejutan baik-baik dari-Nya juga.

 

Seperti kisah 3 (tiga) hari lalu.

 

– – – – –

 

Sepertinya Beliau ini adalah orang kaya, pejabat pemerintah atau Beliaunya ini istrinya pejabat pemerintah (terlihat dari alamat rumah yang Beliau berikan), dengan tiba-tiba Beliau meng-add kontak saya, tanya ini-itu, dan langsung, mborong tasNggak pake rempong, nggak bawel ini-itu, komunikasi lancar, kemudian sesaat setelah ditotalin, Beliau langsung transfer detik itu juga! NO  drama.
Padahal, saya notalin rekapan Beliau sampai telat berjam-jam karena kurang konsentrasinya saya di dalam menghitung angka-angkanya yang memang karena jumlah tasnya nggak seperti biasanya, nggak yang  hanya 1 atau 2 pcs seperti customer-customer hari-hari biasanya, disamping juga karena saya harus berbagi konsentrasi dengan agak padatnya kegiatan dan pekerjaan.

 

Awalnya saya hampir su’udzon kalau  Beliau ini mau tipu-tipu karena mengirimkan bukti transfer-nya berupa mobile/sms banking yang bukan screen captured atau foto kertas transferan seperti customer-customer hari-hari biasanya.
Ternyata memang bukan tipu-tipu!
Astaghfirulloh saya ih ya. 😦

 

Ternyata konsep rejeki memang seperti itu ya.
Bisa datang dengan tiba-tiba dan nggak kita duga-duga datangnya seperti ini.
Rasanya memang benar ya.
Nggak perlu suka iri atau menginginkan benda-benda milik orang lain, yang kalau “dipelihara” bisa-bisa berbuah menjadi rasa dengki. Na’udzubillahimindzalik..

 

Alhamdulillah

 

Asalkan percaya selalu kepada Allah, beriman dan bertaqwa kepada Allah, sabar, selalu bersyukur, menghilangkan yang kotor-kotor di hati, khususnya yang berbau-bau iri dan dengki, rajin sedekah serta rajin beribadah, insyaaAllah terkadang apa yang kita inginkan atau harapkan, bisa menjadi kenyataan yang justru bisa melebihi dari ekspektasi/bayangan kita pada awalnya dari keinginan atau harapan tersebut.
Aamiin..

🙂

 

Tebet, 15 Januari 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s