Konsep Rejeki dan Hindari Iri (1)

Saat ini saya sedang senang dengan dunia per-tas-an. Dan sedikit-sedikit saya juga ikut terlibat di dalam dunia jual-beli tas, khususnya secara online. Pada mulanya, saya hanya sekedar menyalurkan kesenangan atau hobi saja, terlebih lagi dalam rangka menahan diri dari godaan-godaan dunia yang sesungguhnya tidak berguna serta menanamkan sikap hemat dalam perilaku sehari-hari. Haha.

Loh apa hubungannya dunia jual-beli tas dengan sikap hemat?

Yup, karena di satu sisi nafsu duniawinya muncul di mana sebenarnya mengerti bahwa perasaan tersebut hanyalah sesaat dan sementara, yang kemudian di mana setelah hasrat nafsu duniawi-nya sudah terpenuhi, dalam hal ini adalah Belanja Tas-nya, biasanya akan muncul rasa ‘lega’. Nah, setelah ‘lega’ itulah, maka kembali deh saya jual-jualin benda (tas) tersebut yang sudah saya peroleh sebelumnya. Tentunya dengan harga jual yang lebih tinggi (mengambil keuntungan juga). Tapi dalam bagian ini memang kudu pintar-pintar sih dalam memilih barang, di mana si benda (tas) ‘harus’ yang banyak peminatnya.

– – – – –

Pada mulanya saya tidak pernah menyangka bisa terjun ke dalam dunia per-tas-an ini. Dari yang sebelumnya facebook hanya ‘sekedar’ berfungsi sebagai sarana komunikasi dunia maya saja, eh ternyata, justru dunia per-tas-an ini malah melebar dan semakin banyak saya temui di facebook. Maka, berkenalanlah saya satu per satu dengan berbagai pengusaha tas, khususnya tas branded, sampai siapapun yang juga sebagai penikmat dunia per-tas-an.

Saya ‘bertemu’ dan berkenalan dengan teman-teman baru dari berbagai latar belakang, yang sedikit berbeda lingkaran dengan pertemanan facebook saya sebelumnya. Join lah saya dari satu grup tas ke grup tas lainnya. Bersyukurnya, setiap saya add pertemanan dengan Kakak-Kakak Senior dunia per-tas-an ini, Beliau-Beliau dengan baik hati ‘meng-accept’ pertemanan yang padahal mutual friend hanya 1, 2, 3 saja dengan Beliau-Beliau yang saya add tersebut. Namun kini, bila ‘mampir’ ke halaman facebook Beliau-Beliau tersebut, kini mutual friend sudah mencapai angka ratusan. 😀

Dan ini adalah contoh ketika dalam 3 (tiga) hari saya tidak membuka facebook. Notifikasi bisa mencapai 99++! Haha. 😀

 

notifications

 

Dan setelah berjalan beberapa waktu, beberapa kali saya pernah melihat status beberapa seller atau siapapun itu yang menginformasikan bahwa friend list Beliau sudah akan penuh mendekati angka 5000, kemudian dengan tema mohon maaf ingin “bebersih” friend list. Dan beruntungnya saya, saya masih masuk dalam friend list Kakak-Kakak seller / Kakak-Kakak pengusaha tersebut. Hal ini dapat disebut sebagai rejeki bukan? 🙂

(please Kak kalau ada yang membaca tulisan ini, jangan remove saya dari friend list Kakak yaa… Hehehe. 😀)

– – – – –

Dalam keberjalanannya, seller dan buyer pasti bertemu di “lapangan” di mana maksud “lapangan” di sini adalah dalam dunia online dunia maya ini. Banyaaak sekali juga Kakak-Kakak seller nubie sama seperti saya, atau lebih tepatnya yang sama-sama baru belajar bagaimana cara berdagang tas.

Sering ditemui kondisi di mana harga tas yang saya jual lebih mahal dibandingkan dengan seller-seller lainnya. Sering juga ditemui calon buyer dari berbagai tipe, dari yang “biasa saja normal”, sampai dengan “super WOW sampe kudu mengelus-elus dada”. Haha.

Tapi begitulah konsep rejeki yang sedang Tuhan atur untuk saya. Karena bagi saya, rejeki itu tidak melulu bermakna duit dan duit. Di sinilah saya jadi semakin belajar bagaimana memahami berbagai macam tipe manusia itu. Di sinilah Tuhan Membukakan mata saya bahwa manusia itu tipenya nggak melulu itu-itu saja yang sebelumnya saya jumpai dalam lingkaran pertemanan facebook saya terdahulu. Sebuah rejeki bukan? ( saya mengambil asumsi bahwa teman-teman dunia nyata 90% pasti memiliki akun facebook juga )

Walau pada akhirnya tidak semua orang atau calon buyer itu “jadi” membeli barang pada kita, saya merasa memang belum rejeki bentuk uang saat itu, akan tetapi melainkan saya mendapatkan rejeki berupa tali silaturahmi baru yang saya dapatkan dari interaksi macam demikian. Jadi walaupun terkadang saya bertemu dengan calon-calon customer yang tidak jadi membeli tersebut, yang bahkan ada yang sudah bertanya panjang kali lebar, namun bersyukurnya hingga detik ini saya masih belum sampai merasakan sebuah “kejengkelan” yang gimanaaa gitu. Haha. 😀 (mudah-mudahan jangan sampe deh, sabar seterusnya saja, aamiin, hehe)

Ya. Begitulah konsep rejeki yang sudah Tuhan persiapkan untuk saya.

Ketika rejeki bukan berbentuk ‘uang’, yang mana biasanya mostly menjadi tujuan utama, di sisi lain Tuhan memberikan rejeki lain berupa rejeki lingkaran pertemanan yang semakin bertambah, rejeki tali silaturahmi yang baru, rejeki pemahaman di dalam interaksi sesama manusia (belajar memahami manusia), rejeki pemahaman di dalam belajar mengelola emosi, dan berbagai rejeki lainnya.

– – – – –

Berikutnya adalah…..hindari iri.

Jikalau saya tidak pandai-pandai dalam mengelola emosi, maka dijamin semangat belajar berjualan tas saya bisa luntur seketika karena hanya memikirkan emosi pribadi yang sesungguhnya hanya sesaat dan sementara.

Sering dijumpai  banyak customer yang akhirnya berpindah ke lain hati alias pindah ke seller lain untuk barang impian mereka. Entah dengan alasan apapun. Namun demikian,  di sinilah pemahaman konsep rejeki Tuhan yang Sedang Dijalankan Tuhan kepada saya. Di sinilah Tuhan Sedang Mengajarkan saya pentingnya untuk bisa menerima kondisi dan pemahaman belajar dalam berjualan.

Dengan tidak merasa iri dengan toko lain atau seller lain, justru menurut pendapat saya, akan semakin banyak pintu-pintu rizqi yang semakin terbuka untuk saya. Ya…seperti itu tadi di mana rejeki dapat berupa apaaa saja. Sebagai contoh, tau-tau saya dengan tiba-tiba mendapatkan informasi seorang seller first hand-carry yang padahal sebelumnya saya tidak pernah tahu ada Beliau. Nah, rejeki tiba-tiba seperti ini-lah yang saya artikan sebagai “Hadiah Tuhan” kepada saya karena ‘keberhasilan’ saya dalam pengelolaan emosi tadi, yaitu berupa rasa iri yang mungkin muncul.

Pada intinya, pengelolaan emosi pribadi itu memang sungguh sangat-sangatlah penting untuk dilakukan. Dan harus selalu yakin bahwa Tuhan Tidak Akan Pernah Salah, Tuhan Selalu Benar, dan Tuhan Selalu Tahu apa kebutuhan kita. Yakin terus di dalam berusaha, tanpa henti, diiringi doa dan semangat pantang menyerah, niscaya suatu saat nanti, insyaaAllah Tuhan Akan Memberikan Rejeki lebih dari yang kita bayangkan.

Walau sebetulnya masih belum tau apakah benar saya kelak akan membuka usaha sampingan (atau usaha beneran) dengan berjualan tas di masa mendatang, namun tidak ada salahnya saya mencoba dan belajar selagi saya diberi kesempatan oleh Tuhan seperti saat ini.

– – – – –

Dan konsep pemahaman ini berlaku dalam hal apapun di dunia ini.
Entah dalam hal karir, hal prestasi, dan lain sebagainya.
Selalu yakin dan percaya bahwa Tuhan Tidak Akan Pernah Salah.
Sebagai manusia wajib berusaha semaksimal mungkin dan berdoa. Karena Tuhan Sangat Menyukai Hamba-Hamba-Nya yang rajin berdoa dan meminta kepada-Nya.

Dan link di bawah ini adalah toko online saya, menjual tas-tas lucu import cantik berbasis di Kota Batam. Tentunya dengan harga ramah di kantong dan yang pasti awet & nggak bakal nyesel deh! Hehehe. ( numpang promosi yaaah… )

http://www.instagram.com/tas.batam_murah/

 

– – –
Tebet, 23 Desember 2015
16:05 WIB

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s