Bandung dan Ciwalk

Hari ini tanggal 23 Juli 2014. Tepat sudah 9 tahun berlalu sejak hari pertama memulai kegiatan di Sekolah Asrama Tercinta, SMA Terpadu Krida Nusantara. Namun kali ini, saya sedang tidak ingin membahas lebih lanjut tentang apa dan bagaimana bersekolah di sana. Dan saya juga sedang tidak ingin ber-euforia kembali atas apa yang telah terjadi pada masa-masa sekolah tingkat SMA dulu.

Sembari menunggu kedatangan kereta, saya sempatkan menulis tentang sebuah kenangan kecil yang berkaitan dengan Kota Bandung dan Mall Cihampelas Walk (Ciwalk).

Bandung merupakan kota sejuta kenangan bagi saya. Benar, dari sejak mengenyam pendidikan tingkat SMA sampai kuliah, saya lalui di Kota Bandung. Lebih kurang sampai 8 tahun lamanya saya habiskan hidup saya di Kota Bandung. Sampai-sampai Allah SWT pun telah mempertemukan saya dengan partner hidup juga di kota tersebut.

Pertama kali datang ke Kota Bandung, saya jatuh cinta dan terpesona dengan segarnya alam yang dimiliki, serta air yang dingin dan tentunya menyegarkan. Terutama saat mengenyam pendidikan tingkat SMA, letak sekolah asrama saya di bawah Kaki Gunung Manglayang. Setiap pagi menunaikan kewajiban turun Subuh ke Masjid (keluar asrama menuju masjid), untuk melaksanakan sholat Subuh berjama’ah. Terbayang bagaimana dinginnya air wudhu masa-masa itu. Sampai-sampai suatu ketika saking “terbiasanya”, saya pun sesekali ketularan sahabat saya, Aisha, bangun lebih pagi sekitar pukul 3 pagi, untuk mandi. Hmmm, segar bukan? Jadi, saat di masjid, kami sudah wangi.

Segarnya air Bandung membuat saya saat pulang kampung ke Banjarnegara, sudah tidak memerlukan lagi air hangat untuk mandi sepulangnya dari perjalanan Bandung-Banjarnegara, yang biasanya suka disiapkan secara paksa oleh Ibu saya. Perbandingan temperatur kedua kota tersebut membuat saya merasa hawa Banjarnegara rasanya semakin panas tahun demi tahun.

Ada yang menarik dari Kota Bandung. Mungkin bagi saya yang “super ndeso”, rasanya berkunjung ke pusat-pusat perbelanjaan seperti mall-mall ini, terasa sangat “wah” bagi seorang pendatang. Dapat dibilang, saat-saat awal masa sekolah dulu itu merupakan culture shock bagi saya. Butuh beberapa waktu untuk meredakan “kekatrokan” dalam diri saya. Salah satu yang paling menarik bagi saya diantara mereka adalah Mall Cihampelas Walk (Ciwalk).

Saat acara City Tour akhir tahun menjelang kenaikan kelas, biasanya Wali Asuh (WA) atau Wali Kelas (WK) mengajak kami para siswa untuk berjalan-jalan keluar kampus Krida Nusantara. Biasanya tempat-tempat “utama” yang kami kunjungi adalah Hartz Chicken Buffet, Jonas Photo Studio, dan berakhir di Ciwalk.

Kebetulan saat memasuki bangku kuliah, saya kembali berkawan dengan Kota Bandung tercinta tersebut. Dan tentu saja kembali, ada berbagai macam kegiatan yang beberapa kali diadakan di Ciwalk, seperti buka puasa bersama, nonton bareng, dan lain sebagainya. Berjalannya waktu, Ciwalk mengalami beberapa kali renovasi. Dari dulu saat masa SMA hingga saya pun lulus dari bangku kuliah.

Sabtu, 19 Juli 2014

Hari tersebut merupakan hari kunjungan saya ke Bandung bertujuan untuk “menyelesaikan” pindah-pindah barang ke kampung halaman, di Cepu. (Orang tua saya setelah pensiun, kembali pindah ke kota asal Beliau berdua, yaitu Cepu.) Kondisi saat itu adalah masih dalam kondisi berpuasa Ramadhan. Tapi semangat saya tidak luntur hanya karena berpuasa. Lagipula saat itu rasanya sudah lama sekali tidak berkunjung ke Bandung sejak beberapa kali weekend untuk tetap stay di Jakarta.

Seperti yang sudah saya rencanakan, usai semua barang dibawa oleh truk pindahan pasca berbuka puasa, lebih tepatnya ba’da Isya’ dan tarawih, saya memohon kepada suami untuk berjalan-jalan menikmati malam di Ciwalk. Kebetulan kantor start-up Suami dan Kawan-Kawannya, berjarak dekat dengan Ciwalk, sehingga cukup dengan jalan kaki menuju ke arah Ciwalk. Sebenarnya jalan yang dilalui ini juga yang sering saya lalui bersama kawan-kawan dari kampus apabila sedang ingin berkegiatan di Ciwalk. Selain lebih sehat, biasanya kami menghindari macet bila menempuh perjalanan menggunakan angkot.

Ah, memang sungguh menyenangkan sekali malam itu. Rasanya euforia tentang memori masa-masa kuliah dan asrama kembali berkelebat. Saya tahu ini sangat berlebihan. Namun begitulah adanya. Mungkin bagi sebagian besar orang akan berkata, “biasa aja ah, Ciwalk doank,” dll. Namun sekali lagi, bukan masalah bentuk mall-nya, melainkan banyaknya kenangan yang terjadi di sana. Tentunya saat bersama kawan-kawan reramean saat nonton bareng atau sekedar makan malam bersama.

Hai Bandungku, sampai berjumpa kembali ya. Entahlah, saya begitu senang bila dapat bertandang ke kotamu, hai Bandungku.

🙂

Gambir, 23 Juli 2014

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s