Jakarta Fair 2014

Siang ini cukup cerah. Matahari tidak begitu terik seperti biasanya. Sementara jam telah menunjukkan pukul 12:20 WIB. Sabtu siang ini, saya beserta suami berencana untuk kembali berpetualang di hari libur seperti ini. Kebetulan juga, kami mengikuti jadwal Pemerintah di dalam melaksanakan Ibadah Puasa Ramadhan. Jadi kami baru memulai puasa hari Minggu di keesokan harinya.

Dalam rangka HUT DKI Jakarta, seperti biasa di setiap tahunnya diadakan pergelaran bertajuk Pekan Raya Jakarta (PRJ) atau Jakarta Fair yang dilaksanakan di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran. Konon, di dalam sejarahnya, sebelumnya PRJ ini kerap  dilaksanakan di area Monas. Dan pada tahun ini, Jakarta Fair 2014 masih tetap dilaksanakan di JIExpo.

Berangkatlah kami dari rumah sekitar pukul 1 siang WIB. Kami menggunakan kendaraan umum untuk menuju Jakarta Fair 2014. Dari Jalan Yos Sudarso, kami naik Metromini 07 ke arah utara (arah Tanjung Priok). Tidak sampai 10 menit, kami sampai pada Halte Bus Trans Jakarta Sunter-Kelapa Gading. Dari sana, kami naik Bus Trans Jakarta koridor 12 arah Pluit. Melalui koridor 12 ini, kami turun di halte Jembatan Merah. Namun sayang, sudah sesuai mengikuti petunjuk dari internet, yang seharusnya dapat melanjutkan perjalanan menggunakan Mikrolet (Angkot) 53 menuju JIExpo, ternyata kami malah salah naik (salah arah), dan nyasar ke arah Mangga Dua (untung tidak terlalu jauh). Yasudah, akhirnya diputuskanlah sesampainya di depan Carrefour Mangga Dua, kami naik Bajaj saja. Haha. -_-“

***

Pintu 9 - Gerbang Masuk PRJ

Pintu 9 – Gerbang Masuk PRJ

Pedagang Kerak Telor Dekat Pintu Masuk

Pedagang Kerak Telor Dekat Pintu Masuk

Pedagang Kerak Telor Dekat Pintu Masuk

Pedagang Kerak Telor Dekat Pintu Masuk

Sesampainya di PRJ – Jakarta Fair 2014, kami masuk melalui Pintu 9 dengan harga tiket per orang adalah Rp 30.000,-. Yak, cukup mahal saya rasa. Dengan sebelumnya kami melewati pedagang-pedagang Kerak Telor yang sudah berbaris rapih di dekat pintu masuk. Tiket masuk berupa Kartu Flash seperti yang dipergunakan untuk memasuki halte Trans Jakarta ataupun stasiun KRL. Tidak hanya tiket masuk Flash yang kami dapatkan, terdapat pula kupon-kupon voucher yang dapat ditukar pada beberapa stand tertentu, walau menurut saya pribadi, tetap saja kurang berguna demi pemenuhan keinginan berbelanja. Bayangkan saja, misalnya pada salah satu contoh stand produk, ia memberikan potongan harga Rp 50.000,- dengan menggunakan kupon voucher, namun dengan syarat pembelanjaan minimal adalah senilai Rp 249.000,-. Ya keleusss aja kali ya. Haha.

Saat Mengantri Tiket Masuk

Saat Mengantri Tiket Masuk

Tiket Masuk

Tiket Masuk

Kupon Diskon Beberapa Stand Tertentu

Kupon Diskon Beberapa Stand Tertentu

Suasana Pengunjung yang akan Masuk Area PRJ

Suasana Pengunjung yang akan Masuk Area PRJ

Beruntunglah suasana yang sedikit mendung, sehingga cukup mendukung kegiatan jalan-jalan kali ini. Jutaan manusia terlihat memadati area Jakarta Fair 2014. Dan kami pun kemudian menjadi bagian dari gerombolan manusia tersebut.

Suasana Mendung

Suasana Mendung

Keramaian Pengunjung

Keramaian Pengunjung

Namanya juga H-1 Puasa Ramadhan, kami pun memuaskan diri sepuas-puasnya untuk berkeliling melihat-lihat. Berbagai macam stand kami lewati, seperti makanan khas daerah-daerah di Indonesia, handphone, batik, peralatan rumah tangga, dan lain sebagainya. Memang, terdapat beberapa produk yang biasa dapat dijumpai di mall-mall. Mereka ini memiliki harga yang relatif lebih murah, namun tetap saja ada yang masih terasa mahal. Seperti salah satu contoh produk gamis busana muslim wanita yang sedang memberikan sale 50% dan 70% dengan harga asli produk adalah 1,5 juta-an dan ada juga yang 3 juta-an. Nah, sama saja bukan?

Kebanyakan stand barang berada di dalam gedung (indoor), namun untuk stand-stand makanan yang begitu banyaknya berjajar rapih di luar gedung (outdoor). Itulah mengapa saya sangat bersyukur karena suasana siang-sore ini tidak panas dan cenderung mendung, dan tentu saja tidak ada pula hujan yang turun.

Berkeliling dan terus berkeliling. Mungkin kurang lebih sudah 4 jam kami berkeliling. Dan tangan kamipun sudah terisi dengan barang-barang yang terbeli akibat “tergoda” oleh pemandangan-pemandangan yang dilalui. Haha! Dan salah satu belanjaan favorit saya adalah Pengasah Pisau ini! 😀

Pengasah Pisau

Pengasah Pisau

Pengasah Pisau yang Cara Peletakannya dapat "Ditempel" pada Keramik, Sehingga Memudahkan dalam Pemakaian

Pengasah Pisau yang Cara Peletakannya dapat “Ditempel” pada Keramik, Sehingga Memudahkan dalam Pemakaian

Lumayan, dari harga asli Rp 80.000,- menjadi Rp 65.000,-. (Mahal ya?) Benda ini sangat berguna tentunya. Tidak hanya mengasah pisau, namun juga sebagai pengasah gunting. No more ngomel-ngomel di dapur deh kalo pas kedapetan susah memotong bahan makanan.

***

Sesaat sebelum makan malam, saya sempat mampir membeli “jajanan” nugget Fiesta. Stand-nya yang besar membuat perut saya menarik-narik ke arahnya. Harganya tergolong lumayan dengan 2 buah nugget ayam dipatok harga sebesar Rp 5000,-. Saat menelusuri stand-stand makanan kecil, saya melihat Bakpia Pathok khas Yogyakarta. Sesaat pikiran melambung pada kampung halaman. 🙂

Stand Fiesta

Stand Fiesta

Stand Bakpia Pathok

Stand Bakpia Pathok

Tibalah waktunya makan malam. Karena hari ini adalah malam minggu, sudah pasti tentunya akan semakin banyak sekali orang-orang yang memadati area PRJ ini. Lihat saja, makin malam makin ramai tidak terkendali. Hehe. Namun beruntunglah kami menemukan spot tempat makan (lebih tepatnya meja makan di salah satu tempat makan) yang pemakai meja sebelum kami, telah selesai melaksanakan makan mereka. Segeralah kami duduk dan memesan makanan. Unik, seluruh harga di kedai makan ini mematok harga 20 ribu rupiah untuk seluruh menu (sayang tidak sempat memotret menunya). Saya memilih Soto Betawi dan Sang Abang memilih Ayam Goreng (ya, ayam dan ayam di manapun berada).

Tempat Makan Malam

Tempat Makan Malam

 

Soto Betawi

Soto Betawi

Seusai makan malam, perjalanan kami lanjutkan sejenak di dekat area tempat makan. Terdapat area stand khusus yang diperuntukkan bagi pedagang-pedagang Negara India. Benda-benda yang dipamerkan beberapa diantaranya berupa kerajinan-kerajinan khas negara tersebut. Seperti perhiasan-perhiasan wanita, baju gamis pria India, tas-tas corak India, serta sepatu-sepatu manik-manik India. Dan harga-harga yang ditawarkan dirasa relatif mahal, karena memang barang-barang tersebut tergolong barang impor juga. Yasudah, jadinya kami hanya melihat-melihat saja. Namun sayang, saya tidak sempat mengambil gambar pada bagian ini.

Dekat dengan tempat makan kami pula, terdapat Patung Manusia Millenium yang biasanya dapat ditemui di area Kota Tua Jakarta. Patung Manusia Millenium ini sedang berpose membaca koran dengan duduk melayang. Hihi. Unik!

Patung Manusia Millenium

Patung Manusia Millenium

Kami juga menyempatkan masuk ke dalam area gedung yang mirip seperti bangunan mall. Di sana terdapat beberapa toko yang menawarkan diskon besar-besaran. Namun sekali lagi. Sekalipun bertajuk diskon besar-besaran, tetap saja untuk beberapa barang dirasa masih cukup mahal. Begitu. Salah satu toko yang mengadakan diskon besar-besaran adalah Matahari Department Store.

Sale Event di Matahari

Sale Event di Matahari

 

***

 

Benar-benar. Semakin malam semakin ramai. Tetapi kami memutuskan untuk segera pulang ke rumah. Mengingat masih banyak kegiatan yang harus dilakukan dan diantaranya adalah persiapan sahur pertama kami keesokan paginya.

Semakin Malam Suasana PRJ Semakin Ramai

Semakin Malam Suasana PRJ Semakin Ramai

Sebelum pulang, saya menyempatkan diri membungkus Kerak Telor untuk dibawa pulang. Cukup kaget, karena harganya menurut saya adalah mahal, yaitu Rp 15.000,-! Dulu saya pikir saat pernah membeli Kerak Telor di area Factory Outlet Dago Bandung dengan harga Rp 10.000,- saja sudah terasa mahal. Eh ternyata yang ini malah lebih mahal lagi ya. Wah! Yasudah, yang penting keinginan makan Kerak Telor sudah terpenuhi deh.

Pedagang Kerak Telor

Pedagang Kerak Telor

Kerak Telor yang Dibungkus

Kerak Telor yang Dibungkus

***

 

Demikian cuplikan kisah jalan-jalan hari ini. Mungkin saran saya bila Anda-Anda ingin berkunjung atau sekedar main ke PRJ, ada baiknya dilakukan pada saat weekdays, jangan saat-saat weekend seperti ini. Tentunya untuk menghindari keramaian manusia yang terlalu padat. Haha! Untuk tahun ini, pergelaran Jakarta Fair 2014 dilaksanakan hingga tanggal 6 Juli 2014.

Selamat menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan bagi saudara-saudari Muslim di manapun berada. Mohon maaf lahir dan batin. Tetap semangat! 🙂

 

 

Jakarta, 28 Juni 2014

Advertisements

2 thoughts on “Jakarta Fair 2014

  1. untung ga jadi terus naik busway.
    dlu sama dudin pernah ke prj naik busway, ngantrinya lamaaa ma ma ma.
    mending klo ngantrinya rapi lurus berbanjar kayak ngantri tiket bioskop,
    ini kayak ngantri warteg. tumpek tubleugh aja gitu yg dari samping2 bisa langsung nyerobot.
    zz.

    • renjanaganis says:

      Hahaha, bener bangettt Kakak. Mana kemarin nggak ngerti gitu, arah yg bener tuh ke mana. -_-”
      Untunglah saking udah malesnya langsung mutusin pake Bajaj aja deh. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s