Renjana adalah Kami Bertiga

Diskusi siang ini cukup melelahkan, belum lagi telinga yang harus super tajam memperhatikan. Karena kami (saya dan partner kerja, Dyesti) berhadapan dengan seorang Jepang yang berbicara menggunakan Bahasa Inggris aksen Jepang, lebih tepatnya Beliau adalah atasan kami berdua yang tidak selalu ada di proyek dengan waktu terlibat dalam proyek hanya 2 minggu di setiap kedatangannya yang hanya 2 bulan sekali. Otomatis, semua pekerjaan yang melibatkan Beliau, harus dibabat habis dalam 2 minggu ini.

Setelah diskusi yang cukup panjang membahas tentang laporan lingkungan kami, akhirnya kembalilah saya ke meja saya. Ingin meneruskan pekerjaan, jam sudah menunjukkan pukul 16:27 WIB (males banget bo, setengah jam lagi pulang, haha). Akhirnya saya memutuskan ingin menulis tentang nama-nama saya dan kedua adik, pemberian Bapak dan Ibu saya (tentu saja).

Renjana

Pada suatu waktu, saya membaca sebuah tulisan menarik yang membahas tentang makna kata “passion” pada sebuah blog. Judul tulisannya adalah “Mengapa “follow your passion” adalah saran yang menyesatkan” (http://paramitamohamad.com/2014/03/09/follow-your-passion-saran-yang-menyesatkan/). Dalam tulisan tersebut, Sang Penulis menguraikan panjang-lebar bagaimana “Renjana” (passion) seharusnya itu didefinisikan dan diterapkan dalam kehidupan kita.

Lalu pada suatu waktu pula saat saya sedang berjalan-jalan ke Toko Buku Gramedia, saya menemukan sebuah Novel berjudulkan “Renjana – Yang Sejati Tersimpan di Dalam Rasa”, yang saya sendiri sampai sekarang belum tau apa isi cerita dari novel tersebut. Berdasarkan sumber dari internet (http://www.tabloidnova.com/Nova/News/Varia-Warta/Renjana-Membuai-dengan-Puisi-puisinya/), novel tersebut mengisahkan pertemuan dua insan yang sebelumnya pernah saling mengisi hati masing-masing. Ya intinya, novel romantis dengan pembawaan Sang Penulis yang serba puitis.

RENJANA-YANG-SEJATI-TERSIMPAN-DI-DALAM-RASA

Novel “Renjana” karya Anjar

 

Kembali kepada saya dan kedua adik saya.

Saya adalah anak pertama dari tiga bersaudara. Adik saya yang pertama adalah laki-laki, dan adik kedua saya adalah perempuan. Kalau dalam istilah Jawa, persaudaraan kandung kami bertiga disebut dengan istilah “pancuran kapit sendhang”, yang artinya 3 orang anak dengan anak laki-laki di tengah kedua anak perempuan.

Dan kembali saya ingin memperkenalkan kedua orang tua saya. Bapak saya bernama lengkap Djoko Lasono dan Ibu saya bernama Puji Renaningsih. Jarak kedua orang tua saya menikah dapat dibilang cukup jauh dalam jarak usianya. Kala itu, pada tahun 1988, Bapak saya yang berusia 31 tahun jalan 32 tahun saat menikahi Ibu saya yang berusia 19 tahun jalan 20 tahun. Nah, apa hubungannya usia dengan “Renjana”? Nggak ada sih…Hehehe. :p

Nama saya adalah Renjana Ratih Inaganis. Adik laki-laki saya, Renjana Wisnu Ariestyaji. Dan adik perempuan saya, Renjana Shinta Adiyanti. Nah kan, semuanya Renjana. Alhamdulillah kami memiliki nama indah tersebut dari kedua orang tua kami. 🙂

Bapak saya merupakan tipe orang yang senang mengutak-ngatik, berpikir, sehingga idenya adaaa saja. Sejalannya waktu sampai mendekati hari-H kelahiran saya, Bapak menemukan kata bagus di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yaitu kata Renjana. Nah, menurut KBBI, makna kata Renjana adalah rasa hati yg kuat (rindu, cinta kasih, berahi, dsb). Dan kebetulan juga pada masa itu kata “Renjana” menjadi judul salah satu lagu kenangan yang dinyanyikan oleh penyanyi Grace Simon, walau lagunya sendu mendayu-dayu. Singkat cerita, ternyata Bapak saya ini lantas mengkombinasikan nama Bapak saya dan Ibu saya dalam 1 kata tersebut, Renjana. Renaningsih & Jaka Laksana (pengucapan modern untuk nama Bapak saya, Djoko Lasono).

renjana kbbiMakna Kata “Renjana” berdasarkan KBBI

 

The Names

Bapak saya adalah pengagum cerita pewayangan jawa. Sangat njowoni banget lah, begitu. Untuk saya, nama saya mengandung unsur nama Ratih, dari tokoh Dewi Ratih atau yang sering disebut sebagai Dewi Kamaratih, yang merupakan istri dari Batara Kamajaya. Batara Kamajaya adalah Dewa Cinta, ia salah satu di antara banyak dewa dalam agama Hindu maupun dalam cerita pewayangan yang terkenal karena ketampanannya, berbudi pekerti luhur, jujur, lembut, dan penuh kasih sayang. Sementara Dewi Ratih adalah seorang dewi yang cantik serta seluruh laku, watak, dan budinya sama dengan suaminya (berbudi pekerti luhur, jujur, lembut dan penuh kasih sayang). Mereka adalah pasangan paling serasi, masing-masing selalu menjaga kesetiannya lahir-batin dan sehidup-semati. Cerita cinta mereka bahkan lebih menarik daripada Romeo Juliet-nya Shakespeare. Harapan orang tua saya, kelak di masa mendatang, saya dapat memiliki sifat-sifat mulia dan bernasib seperti Dewi Ratih tersebut. Aamiin. Hehehe.

dewi-kamaratih

Dewi Ratih

 

Kemudian untuk Inaganis sendiri, saya sesungguhnya juga kurang paham bagaimana. Akan tetapi untuk ganis sendiri, diharapkan kelak saya bisa menjadi gadis manis seperti idaman kedua orang tua saya. Begitu. Hehe.

Kemudian adik laki-laki saya. Namanya mengandung unsur nama Wisnu, dari tokoh Dewa Wisnu. Menurut wikipedia, makna kata Wisnu kira-kira dapat diartikan sebagai “Sesuatu yang menempati segalanya“. Dalam ajaran agama Hindu, Wisnu (disebut juga Sri Wisnu atau Narayana) adalah Dewa yang bergelar sebagai shtiti (pemelihara) yang bertugas memelihara dan melindungi segala ciptaan Tuhan Yang Maha Esa). Dalam pementasan wayang jawa, wisnu sering disebut dengan gelar sanghyang batara wisnu. Menurut versi ini, wisnu adalah putra kelima Batara Guru dan Batari Uma. Dia merupakan putra yang paling sakti di antara semua putra Batara Guru. Menurut mitologi jawa, wisnu pertama kali turun ke dunia menjelma menjadi raja bergelar Srimaharaja Suman. Negaranya bernama Medangpura, terletak di wilayah Jawa Tengah sekarang. Lalu kemudian dia berganti nama menjadi Sri Maharaja Matsyapati, merajai semua jenis binatang air. Dan harapan orang tua saya, adik laki-laki saya ini kelak dapat menjadi pelindung dan dapat menjadi pemimpin di mana dia berada dengan cara yang baik dan positif. Aamiin.

Wisnu_Solo

Dewa Wisnu

 

Untuk kata Ariestyaji sendiri, adik saya ini lahir pada bulan April dengan perhitungan tanggal masih masuk ke dalam rumpun astrologi bintang Aries. Dan “aji” sendiri bermakna berharga sekali dan tidak ternilai kehormatan dan kedudukannya sehingga orang merasa wajib mengagungkan dan menghormati. Secara harfiah dapat diartikan sebagai raja atau baginda. Maka diharapkan kelak di masa mendatang adik saya ini benar-benar dapat memimpin di mana pun dia berada, dengan cara yang baik dan positif, serta disukai oleh banyak orang, serta orang yang melihatnya dapat mendapatkan pengaruh yang positif. Aamiin. 🙂

Kemudian adik perempuan saya, mengandung unsur nama Shinta dari tokoh Dewi Shinta. Dewi Shinta merupakan putri Prabu Janaka, raja negara Mantili atau Mitila (Mahabharata). Dewi Shinta diyakini sebagai titisan Bathari Sri Widowati, istri Bathara Wisnu. Selain sangat cantik, Dewi Shinta merupakan putri yang sangat setia, jatmika (selalu dengan sopan santun) dan suci trilaksita (ucapan, pikiran, dan hatinya). Maka diharapkan adik saya kelak menjadi seseorang yang sangat cantik dan anggun, yang senantiasa menjunjung tinggi tata krama di manapun dia berada. Aamiin.

dewi shinta1Dewi Shinta

 

Sementara untuk makna kata Adiyanti sendiri karena adik saya ini lahir di rumah sakit bernama Rumah Sakit Adina, yang kemudian oleh Bapak saya dimodifikasi menjadi nama cantik, Adiyanti.

Nah, sekiranya begitu cerita dibalik nama-nama kami bertiga. Mungkin ada pembaca yang ingin berbagi juga? 🙂

 

 

Jakarta, 16 Juni 2014

 

Advertisements

5 thoughts on “Renjana adalah Kami Bertiga

    • renjanaganis says:

      Wah, Kakak Anjar mampir!
      *terharu*
      Terima kasih Kak, mudah2an saya dapat menulis dengan baik dan dapat membuat buku seperti Kakak.
      Terima kasih Kak. ^-^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s