Curhat Terbuka – Reservasi Tiket Kereta Api Online Edisi Lebaran 2014

Tulisan ini mengisahkan sedikit “perjuangan” untuk mendapatkan tiket kereta api untuk kembali ke kota tempat tinggal. Berdasarkan pengalaman yang gagal total mendapatkan tiket mudik di hari akhir kerja (jum’at, 25 juli 2014) maupun hari sesudahnya (sabtu, 26 juli 2014) & hari berikutnya lagi (minggu, 27 juli 2014), alias kehabisan tiket kereta api, yang akhirnya harus “terpaksa” memilih hari lebih cepat untuk melaksanakan mudik dari waktu yang seharusnya. Itupun sudah dalam kondisi kursi-kursi sisa, di mana saya dan suami pun mendapatkan jatah bangku terpisah. Luar biasa sekali tahun ini!

Sabtu, 3 Mei 2014

Hari tersebut adalah tepat 1 hari sebelum pembukaan secara on-line untuk pembelian tiket kereta api tertanda tanggal 2 Agustus 2014. Dalam arti, pada malam hari tersebut merupakan jadwal untuk begadang. Untung saja, pada hari tersebut merupakan hari Sabtu, di mana bila begadang tidak menjadi masalah, karena besoknya masih hari libur, dapat digunakan untuk beristirahat karena adanya kemungkinan mengantuk.

Mengapa harus begadang?

Seperti yang sudah diketahui oleh masyarakat Indonesia pada umumnya, PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) telah memberikan kebijakan pembelian tiket dengan cara lebih mudah, yaitu dapat membeli secara on-line dalam waktu H-90 sebelum hari keberangkatan. (tentunya dengan standar Waktu Indonesia Barat yang digunakan) Namun, apa jadinya apabila hal ini berkaitan dengan waktu libur lebaran? Mungkin saja bukan “lebih mudah” yang didapatkan, melainkan “agak lebih berat” karena harus bersaing dengan ribuan atau bahkan mungkin jutaan masyarakat Indonesia yang juga ingin mendapatkan tiket mudik lebaran dan tiket sepulangnya kembali ke kota asal pasca mudik.

Tahun ini merupakan pengalaman pertama saya untuk “harus” berjuang lebih, demi mendapatkan tiket kereta api untuk mudik dan untuk sekembalinya lagi ke kota tempat tinggal, yaitu Jakarta. Kebetulan juga, mudik kali ini dapat dijangkau dengan menggunakan moda transportasi kereta api. Karena sebelumnya bila saya mudik (yaitu ke Banjarnegara), hanya dapat dijangkau dengan menggunakan bus ataupun travel, dalam arti hanya dapat ditempuh dengan jalan raya.  Tidak ada stasiun kereta api, apalagi bandara. Hehe. (yaa bisa saja sih menggunakan kereta api, namun tujuannya adalah ke Kota Purwokerto dan menyambung dengan bus ke Kota Banjarnegara-nya) Dan kebetulan juga, tertanda awal tahun 2014, orang tua saya sudah berhijrah dari Banjarnegara menuju kota kelahiran beliau berdua (lebih tepatnya Kecamatan kali ya) di Kota Cepu. Jadi, kali ini dapat menjangkau kedua orang tua dengan menggunakan kereta api. Dan kebetulan lagi, kedua mertua saya bermukim di Kota Semarang. Walhasil, dalam beberapa masa sekarang ini, ke mana-mana kalau mudik, sudah pasti akan selalu mengandalkan kereta api sebagai moda transportasi umum yang utama.

Oke, kembali ke topik.

 

Minggu, 4 Mei 2014

Jadilah malam minggu tanggal 3 Mei 2014 menuju tanggal 4 Mei 2014 saya lewatkan dengan harap-harap cemas. Dan TENG! Jam 12 malam pun tiba! Suami dengan cekatannya meng-klik alamat yang sudah diketik sejak menit-menit sebelumnya ke http://www.kereta-api.co.id/. Dan apa yang terjadi? Loading lamaaaaaaaaaa sekali! Sampai muncul error dan kotak dialog yang menyuruh user mengecek alamat yang dituju. Hadeuh, sebenarnya kenapa ya? For your information saja, internet yang kami pakai saat itu memiliki koneksi yang dibilang tergolong cepat, apalagi untuk ukuran waktu tengah malam seperti itu. Dan, Anda tahu? Setiap halaman reservasi tiket sudah berhasil terbuka, yang ada hanyalah informasi bahwa sudah banyak tiket habis di beberapa gerbong, HABIS! Dan jam baru menunjukkan pukul 00.25 WIB!

Malam itu pikiran semakin kalut dan khawatir. Masih mungkinkah mendapatkan tiket atau tidak. Menit demi menit terus berlalu tanpa harapan pasti. Tanpa terasa jam sudah menunjukkan pukul 01.30 WIB kurang lebih. Dan YAK! Alhamdulillah akhirnya muncul juga halaman tiket reservasi. Segeralah suami meng-copy paste identitas diri kami masing-masing yang sudah disiapkan dalam lembar notepad. Kondisi saat itu masih sesekali loading dan diikuti situasi yang harap-harap cemas. Sepertinya Dewi Fortuna memang berpihak kepada kami malam itu. Akhirnya, Kode Bukti Pemesanan pun telah masuk ke dalam kotak inbox e-mail dan segeralah kami keluar rumah menuju ATM terdekat.

Jadi, apabila pembelian tiket kereta api dilakukan secara on-line, pembayaran dapat dilakukan melalui ATM. Namun, terdapat batasan waktu maksimal pembayaran. Apabila tidak dipenuhi pembayarannya, maka tiket kereta api yang sudah dipesan, akan hangus, dan harus mengulang proses pemesanan dari awal. Biasanya, maksimal waktu pembayaran yang harus dilakukan adalah 3 jam, terhitung sejak Kode Bukti Pemesanan masuk ke inbox e-mail. Nah, oleh sebab itu lah mengapa kami dengan segera menuju ATM terdekat, selain karena mata sudah terasa mengantuknya ingin segera beranjak tidur.

Sekitar pukul 02.30 WIB dini hari, proses pembayaran tiket kereta api berhasil dilakukan! Alhamdulillah! Dengan sigap saya menyimpan bukti transfer bayar dari ATM secara hati-hati dalam dompet saya, dengan sebelumnya dipotret terlebih dahulu menggunakan handphone. (saking berharganya loh!) Sekitar pukul 3 dini hari barulah saya dapat bernapas lega dan segera beranjak tidur, walau masih belum melihat notifikasi Kode Bukti Pembayaran masuk ke kotak inbox e-mail.

Dan keesokan paginya, saya diberitahu suami bahwa beliau ternyata begadang sampai Subuh! Dan ternyata notifikasi Kode Bukti Pembayaran baru masuk sekitar pukul 4 pagi menjelang setengah 5 pagi! WAH! Benar-benar perjuangan banget yah!

 

KONFLIK BATIN

Yang menjadi pertanyaan adalah, kok ya bisa gitu ya, sampai sesusah itu ndapetin tiket, PADAHAL on-line? Saya sempat kesal dan menumpahkan kekecewaan saya terhadap pelayanan PT KAI yang menurut saya kurang optimal dan kurang persiapan di dalam menghadapi momen mudik lebaran tahun ini. Yah…, walau pada akhirnya saya pun mendapatkan tiketnya juga sih, dan lumayan mendapatkan respon dari admin twitter PT KAI.

Tweet Kereta Tiket1

Penampakan Tweet Kekecewaan

 

Dan bunyi balasan dari admin @KAI121 adalah sebagai berikut:

Twitter KAI

Penampakan Tweet Balasan Mimin PT KAI

 

Sampailah pada kesempatan hari Sabtu kemarin tanggal 17 Mei 2014, saya yang sedang berencana menonton konser klasik di Goethe Haus, yang dengan tiba-tiba harus ke Gambir terlebih dahulu karena pada akhirnya meeting point saya dengan kawan-kawan dari Bandung adalah di sana. (padahal mereka menggunakan mobil LOH, BUKAN naik kereta -___-“)

Sembari menunggu, saya menemukan sebuah papan bertuliskan daftar nama-nama agen resmi PT KAI yang tersebar di beberapa wilayah di Jakarta. Wah! (baru sadar ada papan beginian di Stasiun Gambir, donk!)

agen kereta

Penampakan Papan Besar di Gambir Berisikan Nama-Nama Agen Resmi PT KAI di Jakarta

 

Pikiran saya kembali teringat akan perjuangan di malam minggu yang telah lalu tersebut. Dugaan-dugaan negatif berseliweran di kepala saya. Memikirkan adanya kemungkinan PT KAI “ada main” dengan orang-orang tertentu. Saya sempat berpikir bahwa, “modus” pencaloan tiket saat ini tetap ada, dengan cara “titip KTP” kepada pihak-pihak tertentu.

Dan setelah melihat papan tersebut, saya jadi berpikir, apakah mungkin salah satu penyebab lelet-nya koneksi internet menuju website resmi PT KAI adalah karena layanan-layanan utama tertuju pada agen-agen ini? Atau, penyebab CEPAT-HABIS-nya TIKET KAI adalah karena adanya agen-agen tersebut? Sehingga terdapat pengkondisian jumlah tiket terlebih dahulu oleh pihak PT KAI sebelum resmi launch secara on-line? Entahlah.

Sampai sekarang saya terus berpikir, kenapa dan ada apa. Mudah-mudahan dugaan-dugaan negatif saya benar-benar hanyalah sekedar pikiran buruk belaka. Dan mudah-mudahan PT KAI akan semakin baik di dalam pelayanannya ke depan, khususnya dalam menghadapi momen lebaran yang terjadi di setiap tahunnya. Mungkin dapat menerapkan pembagian jumlah yang merata untuk pembelian tiket oleh pihak agen A, B, C, dan seterusnya, dengan masyarakat umum. Atau dapat dengan penambahan kuota bandwith, sehingga koneksi menuju alamat website PT KAI lebih cepat.

Karena saya mengakui, pelayanan PT KAI memang jauh lebih membaik, dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Terutama dapat dilihat dalam pelayanan Kereta kelas Ekonomi dan tidak adanya lagi pedagang-pedagang liar yang berlalu-lalang di dalam stasiun kereta. For your information lagi, saya dan kebetulan juga suami, adalah penyuka bepergian menggunakan kereta api. Sekalipun menuju Bandung, kami tetap menggunakan jasa kereta api, walaupun sudah banyak terdapat jasa travel Jakarta-Bandung yang semakin marak.

Maju terus PT KAI! 🙂

 

 

Jakarta, 18 Mei 2014

 

Advertisements

2 thoughts on “Curhat Terbuka – Reservasi Tiket Kereta Api Online Edisi Lebaran 2014

  1. Pingback: Renjana Ganis Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s